#1196 – Finalizing Paris and KLM

ENGLISH

Finalizing Paris

You know, there is pretty good chance that I am going back to Paris for a trip this summer because I have bought tickets to this year’s Roland Garros. And one thing I learnt from last year’s experience of preparing for the same trip is that it is better to arrange things regarding the trip in advance, way way in advance. Last year, except the Roland Garros tickets, I was arranging everything around one month before the trip. And in my opinion, it was too late; and I had to pay the price for “procrastination” there, lol :lol: .

Last year, because I was too “late”, the train ticket price was already soaring high (more than €110 return). As a result, I ended up taking bus to go to/from Paris. The tickets were really cheap though, even the non-promo tickets were still cheaper than promo tickets for train. But of course it came with a price, which was less convenience and comfort.

Therefore, this year, I decided to book the train tickets since the earliest days they go on sale. For Thalys, they start selling tickets about four months prior to departure. And four months prior to my trip to Paris was last weekend. So, I already looked for the return train tickets earlier this week. I successfully got the cheapest promo return tickets for the date and time-schedule I wanted. Yesss!!

I also decided to book the hostel as well. It turned out there would be no significant difference if I booked now or later. But because I was already finalizing my train tickets so I thought it would be more convenient for me if I just booked the hostel as well so I wouldn’t have to worry about it anymore.

KLM’s Decision

Speaking of travelling, a few weeks ago I got a newsletter from KLM stating that they will start charging their passengers with baggage fee if the passengers want to check-in luggage on European flights. There are a few exceptions though, one of them is for all tiers of the Flying Blue members (KLM’s frequent flyer programme) which for whom it will still be free of charge.

Well, I am a Flying Blue member, so this new policy will not affect me. However, I still find this news quite strange. I mean, for me, one reason I choose to fly with a full-service airline would be the convenience, and that includes the inclusive luggage allowance. Wouldn’t scrapping this feature off make your airline any less different than flying with a low cost airline? Yeah, I know this might have something to do with the crisis so airlines should also try to find a way to generate more income. But really? By scrapping this feature off? Hmmm…

BAHASA INDONESIA

Memfinalisasi Paris

Pada tahu kan, kemungkinan besar aku akan kembali ke Paris untuk sebuah acara jalan-jalan musim panas ini karena aku sudah membeli tiket Roland Garros tahun ini. Dan satu hal yang aku pelajari dari pengalaman tahun lalu dimana aku mempersiapkan diri untuk perjalanan yang sama adalah sebaiknya aku mulai mempersiapkan perjalanan ini di depan, jauh jauh di depan. Tahun lalu, kecuali tiket Roland Garros, aku baru mulai mempersiapkan semuanya sekitar satu bulan sebelum perjalanan. Dan menurut pendapatku sih, ini terlambat ya; dan aku harus membayar harga atas “penunda-nundaan” itu, lol :lol: .

Tahun lalu, karena terlalu “terlambat”, harga tiket keretanya sudah terlanjur mahal (lebih dari €110 pp). Nah, jadilah aku akhirnya memutuskan untuk naik bus untuk pergi ke/dari Parisnya. Harga tiketnya memang murah sih, malah harga tiketnya yang nggak promo masih lebih murah daripada tiket kereta yang promo. Tapi tentu saja ada harga ada rupa ya, dalam hal ini, kenyamanannya ya agak kurang gitu.

Oleh karenanya, tahun ini, aku memutuskan untuk memesan tiket kereta semenjak hari-hari pertama tiket kereta mulai dijual. Untuk Thalys, tiket mulai dijual sekitar empat bulan sebelum keberangkatan. Nah, empat bulan sebelum perjalananku ke Paris itu akhir pekan yang lalu. Nah, jadilah aku mulai mencari tiket pp awal minggu ini. Dan aku dengan sukses mendapatkan tiket pp promo paling murah dengan tanggal dan jam keberangkatan yang aku inginkan. Yesss!!

Aku juga memutuskan untuk sekalian memesan hostel deh. Ternyata nggak ada perbedaan yang signifikan sih antara memesan sekarang atau nanti. Tapi karena aku sudah memesan tiket kereta, ya aku pikir sekalian aja hostelnya aku pesan jadinya aku sudah nggak harus memikirkan persiapan perjalanan ini nanti-nantinya.

Keputusannya KLM

Ngomongin tentang jalan-jalan, beberapa minggu yang lalu aku mendapat newsletter dari KLM yang mana intinya adalah mereka akan mulai mengenakan biaya tambahan bagasi jika penumpang mereka di penerbangan dalam Eropa ingin memasukkan bagasi. Ada beberapa pengecualian sih, salah satunya bagi semua anggota Flying Blue (program frequent flyer-nya KLM) di semua level; dimana bagi mereka, bagasi masih tetap gratis.

Yah, aku sudah menjadi anggota Flying Blue sehingga aturan baru ini nggak akan berefek bagiku. Hanya saja, menurutku berita ini agak aneh deh. Maksudku, untukku ya, satu alasan aku memilih untuk terbang dengan maskapai full-service adalah kenyamanannya, yang mana dalam hal ini termasuk layanan bagasi yang termasuk harga tiket. Nah, kalau layanan ini dihapus begitu aja, terus semakin nggak ada bedanya dong dengan terbang bersama maskapai low cost? Ya, aku tahu sih, mungkin ini ada hubungannya dengan krisis jadi maskapai penerbangan juga harus mencari cara untuk mendapatkan pendapatan ekstra. Tapi beneran nih? Harus dengan menghapus layanan ini? Hmmm…

#1185 – Back to Roland Garros

ENGLISH

So, yesterday, tickets for the second grandslam tournament of the year, the 2013 Roland Garros (or the French Open), were sold to general public. And yesterday, somehow, I decided to buy the weekend pass for the tournament. And here is the story of how I ended up buying the ticket :D .

***

Actually, at first I was kinda hesitated to go to the French Open this year for some reasons. One of them would be that most of my most favorite players are not known to fare as well on clay; so I was thinking about only going to Wimbledon this year. But of course the option was still open for me as the tickets were still not sold for general public yet.

Two days ago, I read on Facebook that the ticket sales for general public would be opened in the morning the day after. It was kinda annoying because they did not specify the exact time. I mean, 5:00 is morning, 7:00 is morning, 9:00 is morning, 11:30 is morning!! Of people were complaining about it but there was no response. But you know, I have had the experience last year. Last year, they started the sales at 7:00. So, based on this knowledge, I also assumed it would be somewhere around this time as well; but plus minus, say, one hour. So I planned to be ready by 6:00, huahaha :lol: .

Unlike last year, I don’t think I will have the flexibility this year regarding the time. So, I am going if and only if I get the weekend pass (that I did not get last year because I was too late; and so I went during the weekdays of the first week). So that was what I set for myself. Despite all the reasons, I said I would go if I got the weekend pass.

So, yesterday, I set my alarm at 6:00 but then I got up at 5:00, muahaha :lol: . Apparently I was excited, I think. A few minutes after 7:00, they opened the sales. But apparently they opened the French version of the site first before the English version. So I was kinda late in the sense that some other people had already got into the website earlier (through the French link) and I had to wait for one hour :( . Damn, I should have opened the French version instead. Should have thought about this!

But about forty minutes later, I got my turn. Luckily, they still had the weekend pass for Court Philippe Chatrier!!  Well, only category 2 and 3 seats that were still available at that time though, but because category 1 seat would cost €60 more expensive than category 2, so I was not really complaining! Huahaha :lol: . So I finalized my order and bought the ticket!

Yay, so off the Paris (again) I go! It will be on the weekend so it will be during the fourth round of the tournament. It is going to be exciting!

p.s: but then, I just realized that I would have an important monthly meeting on Friday afternoon. So I guess I would have to take one of the last trains to Paris that day, hahaha :lol: .

BAHASA INDONESIA

Jadi, kemarin, tiket untuk turnamen grandslam kedua tahun ini, Roland Garros 2013 (alias French Open), dijual untuk umum. Dan kemarin ini, pada akhirnya aku memutuskan untuk membeli pas akhir pekan untuk turnamen ini. Dan inilah cerita bagaimana aku sampai pada keputusan untuk membeli tiket tersebut :D .

***

Sebenarnya, awalnya aku agak ragu untuk pergi ke French Open tahun ini karena beberapa alasan. Salah satunya adalah karena kebanyakan pemain favoritku kan bukanlah pemain yang mendominasi di tanah liat; jadi aku berpikir untuk hanya pergi ke Wimbledon aja tahun ini. Tapi tentu saja pilihan ini masih terbuka karena waktu itu kan tiketnya masih belum dijual untuk umum.

Dua hari yang lalu, aku baca di Facebook bahwa penjualan tiket untuk umum akan dibuka di pagi hari besoknya. Agak nyebelin kan soalnya waktu tepatnya tidak disebutkan. Maksudku, jam 5 kan juga pagi, jam 7 juga pagi, jam 9 pagi juga, jam 11:30 pun juga masih pagi (dalam bahasa Inggris)!! Tentu saja orang-orang pada komplain dong tapi nggak ada jawaban.Tapi tahu lah, aku ada pengalaman dari tahun lalu. Tahun lalu, penjualan tiket dibuka mulai jam 7 pagi. Nah, berdasarkan pengalaman ini, aku asumsikan juga tahun ini mirip-mirip lah ya; dengan plus minus satu jam. Jadilah aku berencana untuk harus sudah siap jam 6 pagi, huahaha :lol: .

Hanya saja, tidak seperti tahun lalu, aku rasa aku tidak memiliki fleksibilitas tahun ini dalam hal waktu. Jadi, aku hanya akan pergi jika dan hanya jika aku mendapatkan pas akhir pekan (tahun lalu aku nggak mendapatkannya karena terlambat; dan jadilah aku pergi di hari biasa di minggu pertama). Dan inilah keputusanku waktu itu. Walaupun dengan semua alasan tersebut, aku akan tetap pergi kalau aku mendapatkan pas akhir pekan.

Nah, jadilah kemarin aku memasang alarm jam 6 pagi tapi aku malah sudah bangun dari jam 5, muahaha :lol: . Ternyata aku cukup bersemangat juga ya sepertinya. Beberapa menit lewat jam 7, penjualannya mulai dibuka. Tapi ternyata mereka membuka yang laman berversi bahasa Prancis dulu sebelum yang bahasa Inggris. Jadilah aku agak terlambat dalam artian banyak orang yang sudah masuk ke website-nya dulu (melalui yang bahasa Prancis) dan aku jadi harus menunggu satu jam :( . Sial, seharusnya aku membuka yang versi bahasa Prancis ya. Kok bisa-bisanya nggak kepikiran sih!

Tapi sekitar empat puluh menit kemudian, aku mendapatkan giliranku. Untungnya, pas akhir pekan untuk Lapangan Philippe Chatrier masih ada!!  Ya, yang tersisa hanya kursi di kategori 2 dan 3 aja sih waktu itu, tapi karena tiket untuk kursi kategori 1 berharga €60 lebih mahal daripada yang kategori 2, ya aku nggak komplain deh! Huahaha :lol: . Jadilah aku merampungkan pemesananku dan membeli tiketnya!

Yak, akan kembalilah aku ke Paris (lagi)! Perjalanan ini akan diadakan di akhir pekan jadi pas turnamennya berada di babak keempat gitu. Bakalan seru nih!

p.s: tapi kemudian, aku baru ingat bahwa aku harus menghadiri meeting penting di hari Jumat sore. Ah, sepertinya aku bakal harus naik salah satu kereta termalam nih buat ke Parisnya hari Jumat itu, hahaha :lol: .

#1156 – Plans for December

ENGLISH

So, somehow we are all already in the last month of the year 2012. Wow, how fast 2012 flies!! It feels like the 2012 New Year’s Eve was just a few days ago!! Maybe I will get to that a bit later on this month (reflecting on my life this year).

Anyway, this December is going to be a very interesting and busy month for me; mainly because I already have several plans and agenda…

Work Related Plans

There are several work related agenda that I have to put in my calendar this month. I am attending a seminar in mid-December, there will be an office restructurization earlier next week, and there will be a staff dinner party in mid-December as well. Ah, these are all so exciting (and obviously the year-end bonus as well! Well, my bonus will not be that much though, but still, it is a bonus! :P )! :)

Travelling Plan

And of course, I also have travelling plans! Yeah, “planS”, plural! :D Yay!! Okay, to be specific, I have two travelling plans this month:

(1) Antwerp Trip

I said a few months ago that Kim Clijsters, a Belgian top tennis player, announced her second retirement from professional tennis at the US Open. She played her last tour-level singles match at the US Open where she, surprisingly, lost in the second round to Laura Robson in two tight sets. However, it was not to be her last match ever.

To celebrate her illustrious career, a tennis exhibition in Antwerp, Belgium would be dedicated to her this December, where she would play her last singles match. It would be a “match“, which clearly meant she would play against someone. The identity of her last opponent was not announced yet, until about one month ago. It turned out that Kim Clijsters would play against Venus Williams in that Antwerp exhibition!! :shock:

And so I was the one who got excited!! :D I mean, you know I am a fan of the Williams sisters. I have watched Serena’s singles match live once when I went to Wimbledon this June but I haven’t seen Venus’. And now Venus would play against Kim Clijsters (both are stars on the women’s tennis tour) in Antwerp, which is just like one hour away with normal train from Rotterdam. Even though it would be just an exhibition, but still, I was like crazy to get the ticket, huahaha :lol: . I ended up getting one though; and I decided to buy the most expensive ticket to get a good seat close to the court, huahaha :lol: . The exhibition would be in the evening so I would have to stay for one night in Antwerp though, but it is alright :) .

It would be very exciting. Venus Williams and Kim Clijsters had this amazing rivalry during their tennis career. They both respected each other. So yeah, I think it would be a grandeur closing to Kim Clijsters’ celebrated career; it would be a perfect ending.

(2) 2012 Year-End Trip

So, after my parents visited me last October, this time it is my brother who is going to Europe this December for Christmas break. While he is here, of course he is going around (Europe) as well. Because it will be during Christmas break, I will join on some parts of his trip. I cannot accompany him during his entire trip because I have to work in January (and there will be several important seminars and workshops that I plan to participate in).

Anyway, so, the plan is that I will go to Paris, Rome, Madrid, and Barcelona; all in less than two weeks, huahaha :lol: . Yeah, I even still have no idea how to call this trip because all those four cities are pretty much “spread” in western Europe :P . Of course I have been to Paris and Rome, but it will be the first time I am going to Spain!! :)

The schedule has already been quite fixed btw. From the Netherlands, we will catch Thalys train to go to Paris. Then, we will fly from Paris to Rome, where we will spend New Year’s eve there. Ah, it is going to be interesting. After that, we will fly to Spain, from Rome to Madrid. A few days later, we will fly from Madrid to Barcelona. From Barcelona, I am going back to the Netherlands with direct flight to Rotterdam while my brother continues his trip to Austria.

Yeah, December is going to be fun!! :)

Kim Clijsters and Venus Williams. Photo Credit: Jeff Zelevansky/Getty Images North America

BAHASA INDONESIA

Jadi, entah bagaimana, mulai hari ini kita sudah memasuki bulan terakhir di tahun 2012 ini. Wow, cepat sekali ya tahun 2012 ini berlalu!! Padahal rasanya Malam Tahun Baru 2012 itu baru beberapa hari yang lalu lho!! Mungkin aku akan kembali ke itu kapan-kapan deh di bulan baru ini (merefleksikan kehidupanku tahun ini).

Anyway, Desember ini akan menjadi bulan yang sangatlah menarik dan sekaligus menyibukkan bagiku; terutama karena aku sudah memiliki beberapa rencana dan agenda…

Rencana Kerjaan

Ada beberapa agenda yang berkaitan dengan kerjaan gitu deh di bulan ini. Aku akan menghadiri seminar pertengahan Desember, akan ada restrukturisasi kantor minggu depan, dan akan ada dinner party buat staf kampus pertengahan Desember nanti. Ah, menyenangkan sekali ya (dan tentu saja dong, bonus akhir tahun! Bonusku tahun ini nggak seberapa sih, tapi tetep aja lumayan lah ya :P )! :)

Rencana Jalan-Jalan

Dan tentu saja dong aku juga memiliki rencana jalan-jalan! Jamak loh! Yay!!  Oke, lebih spesifiknya, aku memiliki dua rencana jalan-jalan di bulan ini:

(1) Perjalanan ke Antwerp

Kusebutkan beberapa bulan lalu bahwa Kim Clijsters, pemain tenis top dari Belgia, pensiun dari dunia tenis profesional di US Open. Ia memainkan pertandingan tunggal resminya di US Open dimana ia, secara mengejutkan, kalah di babak kedua dari Laura Robson melalui dua set yang ketat. Namun, pertandingan itu sebenarnya bukanlah pertandingan terakhirnya.

Untuk merayakan karier-nya yang gemilang, sebuah pertandingan tenis ekshibisi akan diadakan di Antwerp, Belgia bulan Desember ini. Ekshibisi ini akan didedikasikan khusus buatnya, dimana ia akan memainkan pertandingan tunggal terakhirnya. Karena berupa “pertandingan“, jelas ia akan bermain melawan seseorang kan ya. Identitas lawan terakhirnya ini belum diumumkan, sampai sekitar satu bulan yang lalu. Ternyata Kim Clijsters akan bermain melawan Venus Williams di ekshibisi Antwerp itu dong!! :shock:

Dan jadilah aku yang bersemangat!! :D Maksudku, tahu lah kalau aku nge-fans dengan Williams bersaudari. Aku sudah pernah satu kali menonton pertandingan tunggalnya Serena secara langsung ketika aku pergi ke Wimbledon Juni lalu tetapi aku belum pernah menonton pertandingan tunggalnya Venus. Dan sekarang Venus akan bermain melawan Kim Clijsters (keduanya kan bintang di tur tenis wanita ya) di Antwerp, yang mana hanya sekitar satu jam dengan kereta biasa dari Rotterdam. Walaupun hanya merupakan pertandingan ekshibisi, tetep aja lah ya, aku pengen banget beli tiketnya, huahaha :lol: . Akhirnya aku dapat tiketnya loh; dan aku memutuskan untuk membeli tiket yang paling mahal untuk mendapatkan kursi yang dekat dengan lapangannya, huahaha :lol: . Ekshibisinya sendiri akan diadakan di malam hari sehingga aku harus menginap semalam sih di Antwerp, tapi nggak papa lah :) .

Ah, bakal seru nih. Venus Williams dan Kim Clijsters kan memiliki rivalitas yang seru sepanjang karier mereka. Mereka sangat menghormati satu sama lain. Jadi, ya, ini akan menjadi penutupan yang wah bagi karier gemilangnya Kim Clijsters.

(2) Perjalanan Akhir Tahun 2012

Nah, setelah orangtuaku mengunjungiku Oktober lalu, kali ini giliran adikku yang akan pergi ke Eropa untuk liburan Natal. Nah, selama dia disini, tentu saja dia berencana berkeliling (Eropa) gitu. Karena pas kebetulan ketika liburan Natal, aku akan ikut di sebagian perjalanannya. Aku nggak bisa menemaninya sepanjang perjalanan karena aku harus bekerja gitu di bulan Januari (dan akan ada beberapa seminar dan workshop penting yang ingin aku ikuti).

Anyway, jadi rencananya adalah aku akan pergi ke Paris, Roma, Madrid, dan Barcelona; semuanya dalam waktu kurang dari dua minggu loh, huahaha :lol: . Ya, aku juga masih bingung tentang judul dan tema perjalanan ini nih soalnya keempat kota ini kan lokasinya cukup “tersebar” gitu ya di Eropa Barat :D . Tentu saja aku sudah pernah pergi ke Paris dan Roma, tapi ini akan menjadi kali pertamaku pergi ke Spanyol!! :)

Jadwalnya sendiri sudah pasti sih. Dari Belanda, kami akan menaiki kereta Thalys menuju Paris. Lalu, kami akan terbang dari Paris menuju Roma, dimana kami akan merayakan tahun baru disana. Ah, akan menarik nih. Setelahnya, kami akan terbang ke Spanyol, dari Roma menuju Madrid. Beberapa hari kemudian, kami akan terbang dari Madrid menuju Barcelona. Dari Barcelona, aku akan kembali ke Belanda dengan penerbangan langsung menuju Rotterdam sementara adikku melanjutkan perjalanannya ke Austria.

Ya, Desember akan menjadi bulan yang seru kan!! :)

#1131 – Plans for October

ENGLISH

So, tomorrow is already a new month, and this October is going to be another busy month for me. This is because I have a plan which requires me to work my ass off in the first half of the month. This plan is none other than a:

Travelling Plan

Yay!! huahaha :lol:

Well, so, actually, my parents are coming to Europe this month! They will arrive in Europe next week actually, but I won’t pick them up. Wait, before you start judging me, let me tell you that they are going with a tour group and the group will start their trip in Milan, Italy. They are going to Milan, Rome, Pisa, Venezia, somewhere in Switzerland, Frankfurt, Amsterdam, Brussels, and the trip ends in Paris (all in 12 days).

And Paris is where I will hop in. Well, probably I will meet them for a day when the tour stops by at Amsterdam though and coincidentally, it will be on a Sunday. While the rest of the tour group fly back to Indonesia from Paris, my parents will stay and travel a little bit with me for another almost two weeks. The plan is that we are going to southern France (Lourdes and Nice/Monaco) and Austria. Well, I haven’t been to southern France so I am really excited about that part. And even though I have been to Austria last year (all destinations we are visiting this October, basically I have been to all of them), I am still quite excited because Austria is a very beautiful country to visit anyway :) . But why Austria in the first place? Well, somehow my parents insisted to go to Austria from southern France, and this gave me quite a headache while planning for the trip (mainly to figure out how and when to get from Nice to Austria), hahaha :lol: .

Basically everything is already set and booked now, except that I haven’t got an approval for my holiday leave because I just applied for it last Friday, lol :lol: . So we will take TGV from Paris to Lourdes (to get to Paris I will take Thalys; no bus anymore :P ). Then, we will take a regional train from Lourdes to Toulouse where we will take a flight to Nice with easyJet. Monaco is reachable with a 30-minute bus-ride from Nice for only like €1 one way so we are thinking about doing a one day trip there. Then, from Nice, we are flying with Niki (this is an airline, not a chick :P ) to Vienna. We will take trains to travel: Vienna – Salzburg – Innsbruck. From Innsbruck, we are going (back) to the Netherlands via Basel, Switzerland (taking train from Innsbruck to Basel via Zürich; then fly with easyJet to Amsterdam).

Speeding Things Up

Yes, quite a busy travelling schedule, right? And as you might have expected, with my style of travelling, a trip with this length takes at least around 2 weeks or so, huahaha :lol: . Indeed, it does. This means that I only have roughly half a month in October for work. While based on the information I got from the intake interview I had last Friday, I will have a lot of work in October. And now I only have basically two weeks plus to finish all those things.

Well, another month of working hard it is, hahaha :lol:

Panoramic View of Monaco. Source: English Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/File:Monaco_City_001.jpg. Author: Mgimelfarb

BAHASA INDONESIA

Jadi, besok sudah masuk bulan baru, dan bulan Oktober ini akan menjadi bulan yang menyibukkan deh untukku. Ini dikarenakan aku memiliki sebuah rencana yang membuatku harus bekerja ekstra keras di setengah bulan pertama. Rencana ini tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah:

Rencana Jalan-Jalan

Yay!! huahaha :lol:

Jadi, ceritanya orangtuaku akan berkunjung ke Eropa gitu deh bulan ini! Mereka akan tiba di Eropa minggu depan sebenarnya, tapi aku nggak akan menjemput mereka. Eh, sebentar, sebelum pada mulai men-judge saya, aku katakan dulu bahwa mereka datang dengan ikutan tur dan turnya dimulainya dari Milan, Italia. Mereka akan pergi ke Milan, Roma, Pisa, Venezia, suatu tempat di Swiss, Frankfurt, Amsterdam, Brussels, dan perjalanan berakhir di Paris (semua ini ditempuh dalam waktu 12 hari).

Dan Paris adalah dimana aku akan mulai ikutan. Yah, mungkin aku akan bertemu dengan mereka ketika turnya mampir di Amsterdam sih dan kebetulan menurut jadwal, hari itu pas hari Minggu gitu. Nah, kalau peserta tur lainnya kembali ke Indonesia dari Paris, orangtuaku akan stay dan jalan-jalan lebih lanjut lagi deh denganku selama sekitar hampir dua minggu. Rencananya adalah pergi ke Prancis selatan (Lourdes dan Nice/Monaco) dan Austria. Ya, aku kan belum pernah ke Prancis selatan ya makanya aku excited sekali dengan bagian ini. Dan walaupun aku sudah pernah ke Austria tahun lalu (semua tujuan yang akan dikunjungi Oktober ini, pada dasarnya sudah pernah kukunjungi semua gitu), aku masih excited juga karena toh Austria adalah sebuah negara yang sangat indah untuk dikunjungi :) . Eh, tapi kenapa sih kok Austria? Hmm, soalnya entah kenapa orangtuaku cukup bersikeras ingin pergi ke Austria gitu deh dari Prancis selatan, yang mana ini cukup membuatku pusing ketika harus merencanakan perjalanannya (terutama untuk menentukan bagaimana dan kapan untuk bepergian dari Nice menuju Austria), hahaha :lol: .

Pada dasarnya sekarang semua sudah diatur dan di-booking, kecuali bahwa aku masih belum mendapatkan approval izin cuti karena aku baru mengajukannya Jumat kemarin, huahaha :lol: . Jadi, kami akan naik TGV dari Paris menuju Lourdes (untuk pergi ke Paris, aku akan naik Thalys deh; ogah dah naik bus :P ). Lalu, kami akan naik kereta regional dari Lourdes ke Toulouse darimana kami akan naik pesawat menuju Nice dengan easyJet. Monaco dapat diraih hanya dengan naik bus selama 30 menit dari Nice dengan harga tiket sekitar €1 satu arah sehingga kami berencana untuk melakukan one day trip kesana. Lalu, dari Nice, kami akan terbang bersama Niki (eh, ini nama maskapai penerbangan ya, bukan nama cewek :P ) menuju Vienna. Kami akan naik kereta untuk bepergian dari Vienna – Salzburg – Innsbruck. Dari Innsbruck, kami akan (kembali) ke Belanda melalui Basel, di Swiss (naik kereta dari Innsbruck menuju Basel via Zürich; lalu terbang dengan easyJet menuju Amsterdam).

Ngebut

Ya, jadwal jalan-jalan yang nampak cukup padat kan? Dan seperti yang mungkin sudah pada perkirakan, dengan gaya jalan-jalanku, rute seperti ini memakan waktu setidaknya sekitar 2 minggu deh, huahaha :lol: . Dan memang beneran segitu sih. Ini artinya aku hanya memiliki waktu sekitar setengah bulan saja di bulan Oktober untuk bekerja. Padahal, menurut informasi yang kudapatkan dari intake interview Jumat lalu, bakal ada banyak hal yang harus kukerjakan di bulan Oktober ini. Dan sekarang tiba-tiba aku hanya memiliki waktu dua minggu lebih sedikit saja untuk menyelesaikan semuanya.

Yah, oke, satu bulan penuh kerja keras lagi deh ini, hahaha :lol:

#1079 – Planned Trips in June

ENGLISH

So, June is coming, and this month will be a busy (yet fun) month for me!! I have three trips that I will do in this month!!

Trip #1 : Paris, France

As you know, I am going to Paris next week to watch the second grandslam tournament of the year, the French Open aka Roland Garros, huahaha :lol: . This trip to Paris, though, will only be about tennis; so, no sightseeing, no anything (as I already did those during my previous trip to Paris anyway, hehehe :D ). So I will arrive there in the evening; I have three days in which I will watch the tournament; and the next day, I am going back to the Netherlands catching a morning bus. It is very exciting though! I cannot wait!! Finally, my first grandslam tournament! :) Yay!! :D

Trip #2 : Bergen, Norway

As I said last month, the abstract (of my thesis project) was accepted to be presented at an international workshop to be held in Bergen, Norway. The workshop is a three-day event and it will be held in mid-June. Just as what my professor suggested to me, I have considered about extending my stay a little bit there. My return flight tickets, the hotels for the duration of the workshop (it will be in a resort spa btw, huahaha :lol: ), and all expenses during are covered; so basically, if I choose to extend, I only have to cover for my own living cost there during the extension. Even, if I want, the return flights don’t have to arrive and depart from the same city; so I can fly to Bergen and come back from Oslo (for example) if I choose to, huahaha :lol: . So it is a good opportunity also for that, right? :)

After a little bit of deep research, I have decided to extend for two nights in Bergen. My return flights will still be Amsterdam – Bergen – Amsterdam though (I choose not to go to anywhere else, like Oslo, because I have a plan for Trip #3 *muahaha :lol: * so I can’t stay for too long there; and Bergen itself is already a beautiful city). I will use the first extension day to do sightseeing around Bergen; and the second one to take a one-day tour to the famous fjords around the area :) .

Anyway, the nice thing about this trip is that I don’t have to worry about the flight fare. Because I am allowed to take any flights I want (There is only one airline that serves direct route from Amsterdam to Bergen though: KLM; but I would have chosen KLM anyway had there been another option, as I would earn some frequent flyer miles, huahaha :lol: :cool:  ), I just pick the ones whose schedules suit my time, plan, and comfort better, huahaha :lol: . So, no early morning flight! :D And when I check the price of my selection (from the website; I don’t know if the faculty pays the same amount as they might use travel agent or something that may offer a bit of cheaper option), it seems that the ticket price is almost the same as return super promo ticket from Amsterdam to Jakarta!! :shock: huahaha :lol: . And this flights combination that I choose is not the most expensive one, even, it is one of the cheapest…

Trip #3 : London, England

Two days after coming back from my week long trip to Norway, I am off to London!! Muahahaha :lol: . This trip is also going to be quite tennis-related as I plan to watch the third grandslam tournament of the year, the Wimbledon Championships, huahaha :lol: . Unfortunately, however, my ticket application to the ballot seems to have not been successful. But still, with Wimbledon, we still can get groundpass on the D-Day (if we come early enough to the complex); or even the main courts tickets if we are willing to camp overnight (I am not that hardcore now to be willing to do that though, hahaha :lol: ). And so I decided to still go there no matter what…

Btw, I choose to take trains to/from London this time; for a strategic reason: I plan to buy souvenirs from Wimbledon and the size of the souvenirs might be quite big that I think it will be easier for me if I choose a mode of transportation other than plane. What?? Yes, we can take trains to/from London from/to mainland Europe. What?? Yes, you are right, London is on an island so we have to cross the sea from mainland Europe to get there. What?? How?? Well, there is a 50.5 km undersea tunnel, called the Channel Tunnel, that connects mainland Europe and the island of Great Britain. And trains can pass this tunnel. :)

Anyway, before yesterday, I thought I would just stay for three or four days for this particular trip to London, only for Wimbledon. I planned to explore London a bit more later on my next thought trip (I haven’t finalized it yet) to London during the Olympics. However, after some considerations regarding my schedule in July and August, I thought it would be better for me if I explored London at this particular trip to London in June. And so, I decided to stay for seven nights in London, huahaha :lol: . Ideally, half of the time for Wimbledon, and the other half for sightseeing and other stuffs. But how things really go, we will see… :)

***

Ah, planning trips is always very nice and fun!!!

BAHASA INDONESIA

Jadi, bulan Juni akan segera tiba, dan bulan yang satu ini akan sangat menyibukkan loh untukku (tapi mengasyikkan tentunya)!! Ada tiga rencana perjalanan yang akan aku lakukan di bulan ini!!

Perjalanan #1 : Paris, Prancis

Seperti yang sudah pada tahu, aku akan pergi ke Paris minggu depan untuk menonton turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open (Prancis Terbuka) alias Roland Garros, huahaha :lol: . Perjalanan ke Paris kali ini hanyalah akan tentang tenis aja sih; jadi nggak ada deh tamasya atau apa gitu (toh aku udah melakukannya di perjalanan yang lalu ke Paris, hehehe :D ). Jadi, aku akan tiba di malam hari; lalu aku ada tiga hari di Paris dimana aku akan nonton turnamennya; dan keesokannya, aku akan balik ke Belanda naik bus yang berangkat agak pagi dari Paris. Ah, sudah terasa bersemangat sekali nih saya! Udah nggak sabar!! Akhirnya, turnamen grandslam pertamaku! :) Yay!! :D

Perjalanan #2 : Bergen, Norwegia

Seperti yang aku bilang bulan lalu, abstrakku (tentang proyek tesis) diterima untuk dipresentasikan di sebuah workshop internasional yang akan diadakan di Bergen, Norwegia. Workshop-nya sendiri adalah acara tiga hari yang akan diadakan pertengahan bulan Juni. Seperti yang disarankan profesorku, aku sudah mempertimbangkan untuk memperpanjang (extend) waktuku tinggal disana, mumpung sudah disana gitu. Tiket pesawat pulang pergi, hotel selama masa durasi workshop (yang mana hotelnya adalah resort spa loh, huahaha :lol: ), dan semua pengeluaran selama masa workshop kan ditanggung yah; jadilah kalau aku extend, pada dasarnya aku tinggal hanya perlu membayar biaya hidupku selama masa extend itu aja. Bahkan, kalau aku mau, penerbangan pulang perginya nggak harus dari/ke kota yang sama loh; jadi misalnya bisa aja gitu aku terbangnya ke Bergen dan kemudian pulangnya dari Oslo kalau aku inginkan, huahaha :lol: . Sebuah kesempatan yang lumayan kan? :)

Nah, setelah sedikit riset yang mendalam, aku memutuskan untuk extend selama dua malam di Bergen. Penerbangan pulang pergiku masih akan Amsterdam – Bergen – Amsterdam sih (aku memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana yang agak jauhan dikit, seperti Oslo misalnya, karena aku sudah ada rencana untuk Perjalanan #3 *muahaha :lol: * sehingga aku tidak bisa tinggal terlalu lama disana; dan lagi Bergen jugalah kota yang indah kok). Hari pertama ekstensiku akan aku gunakan untuk bertamasya keliling kota Bergen; dan hari kedua untuk mengikuti sebuah tur sehari ke fjord yang terkenal di dekat area sana :) .

Anyway, hal mengasyikkan dari perjalanan ini adalah aku tidak perlu mengkhawatirkan harga tiket pesawatnya. Karena aku bebas memilih mau naik penerbangan apa (Kini cuma ada 1 maskapai yang terbang langsung dari Amsterdam ke Bergen: KLM; yang mana aku bakalan milih KLM juga sih andaikata pun ada opsi lain, lumayan kan dapat poin frequent flyer, huahaha :lol: :cool: ), jadilah aku memilih penerbangan yang jadwalnya sesuai dengan waktu, rencana, dan kenyamananku dong ya, huahaha :lol: . Jadi, bye bye deh penerbangan pagi hari! :D Dan ketika aku iseng melihat harga tiket dari pilihanku (dari website-nya; nggak tahu ya kalau fakultasku membayar dengan harga yang sama atau tidak karena kan bisa aja mereka membeli melalui agen travel atau apa gitu sehingga kenanya lebih murah), harga tiketnya sepertinya hampir sama kayak harga tiket super promo pulang-pergi dari Amsterdam ke Jakarta dong!! :shock:  huahaha :lol: . Dan kombinasi penerbangan yang aku pilih ini bukanlah yang termahal, malah termasuk salah satu yang paling murah loh…

Perjalanan #3 : London,  Inggris

Dua hari setelah kembali dari perjalanan semingguku ke Norwegia, aku akan pergi ke London!! Muahahaha :lol: . Perjalanan kali ini juga akan agak bertemakan tenis, karena aku berencana untuk menonton turnamen grandslam ketiga tahun ini, the Wimbledon Championships, huahaha :lol: . Sayangnya, aplikasiku di ballot-nya untuk mendapatkan tiket sepertinya belum berhasil deh tahun ini. Tapi, di Wimbledon, kita masih bisa kok mendapatkan tiket groundpass di hari-H (asalkan kita mau datang dan mengantri dari pagi aja); atau bahkan tiket masuk ke lapangan utamanya kalau kita mau kemping semenjak malam sebelumnya (tapi sekarang aku masih nggak se-hardcore itu untuk sampai niat-niatnya kemping sih, hahaha :lol: ). Jadilah aku tetap memutuskan untuk pergi kesana…

Btw, aku memutuskan untuk naik kereta untuk pergi ke London kali ini; karena alasan strategis: aku berencana membeli suvenir gitu di Wimbledon dan ukuran suvenirnya kan bisa jadi cukup besar yang mana aku rasa akan lebih mudah kalau aku bepergiannya tidak dengan pesawat. Eh, apa?? Iya, kita bisa loh naik kereta dari/ke London ke/dari daratan Eropa. Apa?? Iya, bener kok, London itu berada di pulau gitu yang mana artinya kita harus menyebrangi laut dari daratan Eropa untuk pergi kesana. Apa?? Bagaimana?? Hmm, jadi, ada sebuah terowongan bawah laut sepanjang 50,5 km, yang bernama Terowongan Channel, yang menghubungkan daratan Eropa dengan pulau Inggris Raya itu. Dan kereta bisa melewati terowongan ini. :)

Anyway, sebelum kemarin, aku berpikir aku hanya akan menginap tiga atau empat malam saja untuk perjalanan ke London yang ini, untuk Wimbledon gitu. Aku berencana untuk mengelilingi London ntar aja di perjalananku kesana selanjutnya (yang mana belum aku finalisasi sih saat ini) di sekitar waktunya Olimpiade. Namun, setelah beberapa pertimbangan mengenai jadwalku di bulan Juli dan Agustus, sepertinya akan lebih bijaksana kalau aku sekalian berkeliling London di perjalanan bulan Juni ini deh. Dan jadilah aku memutuskan untuk menginap selama tujuh malam di London, huahaha :lol: . Idealnya, setengah waktunya untuk Wimbledon, dan setengah lagi untuk jalan-jalan dan lainnya. Tapi nantinya gimana, we will see aja deh ya… :)

***

Ah, merencanakan perjalanan itu memang mengasyikkan sekali ya!!!

#1044 – First UK Trip (Plan)

ENGLISH

Earlier this week, I just got my passport with a UK visa in it which means that basically I can go to the United Kingdom any time in the upcoming (almost) six months. I have had thoughts about going to London during Wimbledon and the Summer Olympics, which are in June/July and July/August, respectively, for months. But the UK is not only London. So I have also been thinking that maybe I can also go to somewhere else in the UK during this six month period. And this thought WILL come true indeed. :)

In fact, the first country in the UK that I will visit is not England, but Scotland! (For those who do not know, here is a little geographic lesson: The UK consists of four countries: England, Wales, Scotland, and Northern Ireland. So the UK is not equal England). Last Tuesday, just one day after I got my UK visa, I booked my tickets for a weekend trip to Scotland! Why Scotland? Well, why not? Some friends have either told me or implied that Scotland, or Edinburgh in particular, is really beautiful. And now that I have access (visa) to the UK and the time (this is also the good thing of being a student, hahaha :D ), I should grab this opportunity. :)

The first thing that I should look for was, of course, the flights (well, of course flying was not the only option; but considering my time frame, where I could go only during the weekend plus or minus 1 day, flight seemed to be the only reasonable option). I found out that generally, for the dates that I was aiming at, the price difference between tickets of a full-service airline and an LCC was just very small, like €5 or something. So, of course I picked the full-service airline, KLM in this case, where I would also earn some points for my frequent flyer account, huahaha :lol: . My main destination (or main base) will be Edinburgh; but my flights to/from Scotland will be Amsterdam – Glasgow on Friday and Edinburgh – Amsterdam on Tuesday. Why not Amsterdam – Edinburgh – Amsterdam? Well, after a bit of surveying, if I chose the former, the ticket would be around €30 cheaper! Also, Glasgow and Edinburgh are not that far apart; just 46 miles (yeah, many people still use this unit in the UK apparently), or around 74.03 kms, from each other, which translates to like one hour of trip between the two cities. And I found out that transportation between these two cities is not that expensive, or at least cost much less than €30, hahaha. I haven’t decided what I will take yet, though I think I am going to take a bus.

Anyway, at first I was thinking about staying one or two nights in Glasgow. However, after further research, I decided to just spend all four nights in Edinburgh, haha. My flight from Amsterdam will land at 7.35 AM in Glasgow. So, basically I can spend half a day there, which is enough IMO, before going to Edinburgh in the afternoon. Beside the city (Edinburgh), the countryside of Scotland is also very mouth-watering to visit! I think I will take a one day trip to the Loch Ness. Yes, the Loch Ness, the Scottish lake that is famous for its Nessie monster.

Date-wise, there were two affordable options for this trip actually: one in late March and one in late April. The one in late March would be €1 cheaper in flights ticket, lol :lol: . But I thought this date was just way too soon (I would leave in three weeks if I chose this one), thus, not giving  me more time for surveying; and putting pressure on me to finalize every details much sooner. I didn’t like that idea. So I chose the late April one, hahaha :D .

Ah, I cannot wait already! It is just that my flight to Glasgow will take off at 7 AM from Schiphol. It means that I will have to take the 4.15 AM train from Delft to Schiphol to be able to catch that flight! (Well, it is still possible to take the 5.15 AM one though, but it will be quite tight, not leaving much room to just take it easy). Arrgghh, then I will have to get up very very early! Damn :???:

BAHASA INDONESIA

Awal minggu ini, di pasporku tertempel sebuah visa UK (Inggris Raya) yang mana memberikanku akses masuk ke Inggris Raya di waktu kapan pun selama (hampir) enam bulan ke depan. Aku sudah ada pikiran untuk pergi ke London untuk Wimbledon dan Olimpiade nanti sih, yang mana diadakannya di Juni/Juli dan Juli/Agustus, berturutan, gitu deh semenjak berbulan-bulan yang lalu. Tapi tahu dong, Inggris Raya kan nggak cuma London aja gitu ya. Makanya aku juga sudah berpikir bahwa mungkin aku juga bisa pergi kemanalah di Inggris Raya selain London gitu dalam waktu enam bulan ini. Dan pikiran ini memang AKAN menjadi kenyataan loh. :)

Jadi, negara pertama di Inggris Raya yang akan aku kunjungi bukanlah Inggris, tetapi Skotlandia! (Buat yang bingung, berikut sedikit pengetahuan geografi: Inggris Raya itu terdiri atas empat negara: Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara. Jadi Inggris Raya (Britania Raya) itu tidak sama dengan Inggris). Selasa lalu, sehari setelah aku mendapatkan visa UK-ku, aku membeli tiket untuk perjalanan akhir pekan ke Skotlandia!  Mengapa Skotlandia? Lah, mengapa tidak? Beberapa teman memberitahuku baik secara langsung maupun implisit bahwa Skotlandia, terutama Edinburgh sih, itu indah banget. Nah, kan sekarang aku ada akses (visa) ke Inggris Raya tuh dan juga ada waktunya (inilah keenakannya jadi mahasiswa ya, hahaha :D ), aku harus mengambil kesempatan ini dong. :)

Nah, hal pertama yang perlu aku cari, tentunya, adalah penerbangan (hmm, tentu saja penerbangan bukanlah satu-satunya pilihan untuk pergi kesana ya; tetapi dengan mempertimbangkan frame waktuku, penerbangan sepertinya memang pilihan terbaik deh). Aku menemukan bahwa secara umum, untuk tanggal-tanggal yang aku incar, perbedaan harga tiket antara maskapai full-service dan LCC itu kecil banget, hanya sekitar €5 gitu deh. Ya udah, tentu aku memilih maskapai full-service-nya dong ya, yang mana dalam kasus ini adalah KLM, dimana aku juga akan mendapatkan poin frequent flyer, lumayan, huahaha :lol: . Tujuan utamaku (atau base-nya) adalah Edinburgh; hanya saja, penerbanganku ke/dari Skotlandia bakalan Amsterdam – Glasgow di hari Jumat dan Edinburgh – Amsterdam di hari Selasa. Kenapa nggak Amsterdam – Edinburgh – Amsterdam aja? Hmm, habisnya setelah aku survey, kalau aku memilih yang pertama, harga tiketnya bakalan lebih murah sampai sekitar €30 loh! Lumayan banget kan! Di samping itu, Glasgow dan Edinburgh juga nggak jauh-jauh amat kok; jaraknya hanya 46 mil (ya, banyak orang masih menggunakan satuan ini di Inggris Raya rupanya), atau sekitar 74,03 km,  yang mana artinya transportasi di antara keduanya akan memakan waktu sekitar sejam saja lah. Dan juga, aku menemukan bahwa transportasi di antara kedua kota ini nggak mahal-mahal amat loh, atau setidaknya biayanya jauh di bawah €30 lah, hahaha. Aku masih belum memutuskan akan naik apa sih, cuma kayaknya sih aku akan naik bis saja.

Anyway, awalnya aku berpikir untuk menginap semalam atau dua malam di Glasgow. Namun, setelah riset lebih lanjut, akhirnya aku memutuskan empat malam itu aku menginap di Edinburgh semua aja deh, haha. Toh, pesawatku dari Amsterdam akan mendarat jam 7.35 pagi di Glasgow. Jadi, pada dasarnya aku bisa kan menghabiskan setengah hari disana, yang mana kayaknya cukup sih, sebelum pergi ke Edinburgh siangnya. Di samping kotanya itu sendiri (Edinburgh), daerah di luar kotanya di Skotlandia itu sepertinya memang bagus banget loh! Aku rasa aku akan mengambil one day trip ke Danau Loch Ness ah. Ya, Danau Loch Ness yang itu, sebuah danau di Skotlandia yang terkenal akan monster Nessie-nya itu.

Dari segi tanggal, sebenarnya ada dua pilihan untuk perjalanan ini yang harganya oke bagiku: satu di akhir Maret dan satu di akhir April. Yang di akhir Maret, harga tiket pesawatnya bakalan €1 lebih murah, lol :lol: . Tapi kayaknya tanggal ini tuh terlalu mepet ya (aku akan berangkat tiga minggu lagi kalau aku memilih yang ini), sehingga tidak memberiku banyak waktu untuk melakukan riset lebih lanjut; dan ini juga berarti memberiku tekanan untuk segera mengurus dan memastikan detail-detailnya dengan segera. Rasanya nggak sreg di hati gitu deh. Jadilah aku memutuskan untuk mengambil yang April saja, hahaha :D .

Ah, sudah nggak sabar nih! Hanya saja, pesawatku ke Glasgow kan bakalan lepas landasnya jam 7 pagi tuh ya dari Schiphol. Ini artinya aku harus naik kereta yang jam 4.15 subuh dong dari Delft buat ke Schiphol supaya masih keburu naik pesawatnya itu! (Yang jam 5.15 sebenarnya juga bisa sih, tapi agak mepet gitu, jadi nggak bisa santai-santai deh). Gyaaa, harus bangun jam berapa saya … :???:

#1042 – UK Visa, Ayam Paniki, and A Grade

ENGLISH

UK Visa

Finally, this morning I received my passport back with a UK visa in it! Yeaaahhh!!! Yes, I have a plan to travel to the UK in the near future. Actually I have implied this in my previous post though, with this sentence: “I do have some [plans] in my mind though, but I won’t share them now as I need a few more information and data to make them happen.” One information or data that I was waiting for was the confirmation of this UK visa, hahaha :) Anyway, I have got it now, so I already have that important piece of information that I need. Now it is time to make more rigorous plans.

This visa grants me multiple entries to the UK as a general visitor until August this year, where in total I can stay there for up to 180 days. Firstly, you know, I have been wanting to go the the Wimbledon Championships later on in late June/early July this summer. So far there is no luck yet in my side regarding the ticket to one of the main courts, but I think I will go there anyway for the tournament (I still can buy the groundpass :) ). Secondly, this visa is also perfect in term of timing (just as I planned) because the London Summer Olympics will be held in late July/early August. It means that I can also go to London to watch this edition of the Olympics! However, I am still not sure whether I will go there for the Olympics or not though, as at that time I think I will also be quite occupied with settling my life after this master degree. However, it is the Olympics. And this time, it will be held in London, which is not that far away from where I live now. The next one is not until four years in the future and it will be held in Brazil! That is why I think I should not miss this opportunity? Right? Hmmm… . I think I should go. Thirdly, who knows there will be interesting offer to go to the UK (which frequently pops up here in the Netherlands. I often receive promotional newsletter every now and then) a bit earlier before summer? :) All this time I could not consider those offers because of the visa, but now I can, haha :)

Ayam Paniki

Anyway, as some requested in the comments section of this entry, last weekend I did try to cook that ayam paniki (paniki chicken) recipe. Because I was too lazy to cook it from scratch (with recipe I might be able to find through google), I decided to just buy and use that instant bumbu (condiment) in the supermarket :lol: . Because I myself had never tried ayam paniki before, I had no expectation nor experience whatsoever about it; so I cannot really say whether it was authentic or not :P . But reading the ingredients list, I think we can expect the authentic one to be spicy (if not very spicy). Btw, this is the proof that ayam paniki is an Indonesian dish:

A proof that ayam paniki is Indonesian. (yes, the proof is in Dutch and I am too lazy to translate it now)

So, how was it? Well, it was okay. I mean, as I said, I had nothing to expect nor any reference to the authentic one so I am not sure what to say here. But it was definitely okay. It was not that spicy, and my guess for this would be that because this condiment was made in such a way that it was more edible for European (in other words, the level of spiciness was dropped significantly :D ). I still could taste the spiciness, even though it was not strong (hence, still within my tolerance range, which is low for Indonesian standard, hahaha :P ).

Grade

Finally, the result of the exam that I took last January was published. It was quite late and delayed because the professor was apparently ill so he was, sort of, behind his schedule (which for us, the students, meant longer “torture time” (not knowing for sure the result)). Anyway, how was the result? Well, it was okay and definitely not a waste of time for me to take that exam. What surprised me was that my exam grade was one of the top three. The thing was, I did not attend even one of the classes of this course last semester nor worked on any of the assignments,  . I just started studying (intensively) one week before the exam. But to be fair, it was not that I came to this course having zero experience or zero knowledge about the materials; I had some in my pockets. This was why I decided to take the exam even though it was quite last minute (the semester already almost ended when I made the decision). Yeah, I was very busy last semester that I did not have the time to attend the class in the first place. And I think, me having possessed the knowledge and experience of the materials definitely also helped a lot. In the end, I guess my approach to this exam worked well.

The Instant condiment that I decided to buy...

Ayam Paniki I cooked

BAHASA INDONESIA

Visa UK (Inggris Raya)

Akhirnya, pagi ini pasporku kembali kepadaku dengan visa UK (Inggris Raya) tertempel di dalamnya loh! Yeaaahhh!!! Ya, aku memang berencana untuk jalan-jalan ke Inggris deh dalam waktu lumayan dekat. Sebenarnya aku sudah menyinggungnya dengan implisit di posting lalu sih, di kalimat ini: “Aku ada beberapa ide [rencana] sih di kepala ini, tapi aku belum mau menulisnya disini sekarang karena aku membutuhkan beberapa informasi dan data dulu sebelum merealisasikannya.” Nah, satu informasi atau data yang aku tunggu itu ya konfirmasi visa UK ini, hahaha :) Ngomong-ngomong, kan sekarang aku sudah mendapatkannya, jadilah aku sudah mendapatkan satu informasi yang kubutuhkan itu. Jadi sekarang adalah saatnya untuk mulai membuat rencana yang lebih menyeluruh ya.

Visa ini memberiku akses masuk multiple (banyak kali) ke Inggris sebagai general visitor hingga Agustus tahun ini, dimana aku bisa tinggal disana selama sampai 180 hari. Pertama-tama, tahu dong, aku kan sudah ingin banget untuk pergi ke Turnamen Wimbledon tahun ini di akhir Juni/awal Juli di musim panas nanti. Sejauh ini aku masih belum beruntung mengenai tiket masuk ke salah satu lapangan utamanya sih, tapi toh rasanya aku tetap akan pergi kesana deh untuk turnamen ini (kan masih bisa membeli groundpass-nya :) ). Yang kedua, visa ini juga pas banget dalam hal waktu (memang sengaja aku rencanain gitu sih) karena Olimpiade di London tahun ini kan diadakannya di akhir Juli/awal Agustus tuh. Ini artinya aku bisa pergi ke London di waktu itu buat nonton Olimpiade dong! Hanya saja, sekarang aku masih belum yakin sih apakah aku akan pergi kesana di waktu Olimpiade atau tidak, karena di waktu-waktu itu sepertinya aku bakalan sibuk mengurus ini-itu untuk kelanjutan kehidupanku setelah kuliah S2 ini. Namun, ini kan Olimpiade gitu ya. Dan kali ini, pas banget diadakannya di London, yang mana dari segi lokasi nggak jauh-jauh amat dari tempatku tinggal sekarang. Olimpiade selanjutnya bakal diadakan empat tahun lagi dan itu pun diadakannya di Brazil! Makanya aku rasa sebaiknya aku nggak melewatkan kesempatan ini kan? Hmmm… . Kayaknya memang aku sebaiknya pergi deh ya. Yang ketiga, siapa tahu juga akan ada penawaran menarik gitu untuk pergi ke Inggris (yang mana sering ada loh di Belanda. Aku sering banget menerima email newsletter promosi gitu) sebelum musim panas? :) Selama ini ya aku nggak bisa mempertimbangkan penawaran-penawaran tersebut karena masalah visa lah, sementara sekarang aku bisa deh, haha :)

Ayam Paniki

Anyway, seperti yang dirikues oleh beberapa orang di bagian komentar dari posting ini, wiken lalu aku mencoba memasak ayam paniki. Karena aku malas untuk memasaknya dari nol (dengan resep yang mungkin bisa dicari pakai google), aku memutuskan untuk membeli dan menggunakan bumbu instan yang sudah jadi di supermarket aja :lol: . Karena aku belum pernah makan ayam paniki sebelumnya, ya tentunya aku tidak memiliki ekspektasi ataupun referensi mengenai rasanya lah ya; jadilah aku tidak bisa menyimpulkan apakah rasanya otentik atau tidak ya :P . Tapi kalau membaca daftar bahan-bahannya sih sepertinya yang otentik itu bisa diduga pedas deh (kalau nggak sangat pedas). Btw, ini buktinya bahwa ayam paniki itu menu dari Indonesia:

Bukti bahwa ayam paniki itu dari Indonesia. (ya, buktinya dalam bahasa Belanda dan aku lagi malas menerjemahkannya)

Nah, bagaimanakah rasanya? Hmm, rasanya oke sih. Maksudku, seperti yang kubilang, aku nggak berekspektasi apa pun dan tidak memiliki referensi untuk menyimpulkan keotentikan rasanya jadi ya nggak tahu juga apa yang harus kutulis disini. Tetapi, bisa kubilang rasanya oke dan cukup enak juga kok. Masakannya tidak terlalu pedas sih, walau dugaanku untuk ini adalah karena bumbu ini dibuat sedemikian rupa sehingga cocok untuk lidah Eropa (sehingga level kepedasannya diturunkan jauh gitu :D ). Aku masih bisa merasakan rasa pedasnya, walau memang nggak ‘menggigit’ (makanya masih berada dalam rentang toleransi kepedasanku, yang mana sangatlah rendah untuk standar Indonesia, hahaha :P ).

Nilai

Akhirnya, hasil ujian yang aku ikuti Januari lalu diumumkan loh. Pengumumannya agak terlambat dan tertunda karena ternyata dosennya sakit sehingga ia jadi keteteran dengan jadwal dan kerjaannya gitu deh (yang mana bagi kami, mahasiswa, ini berarti “waktu penyiksaan” yang lebih lama (maksudnya HHC (harap-harap cemas :lol: ) menunggu hasilnya gitu)). Ngomong-ngomong, bagaimanakah hasilnya? Hmm, hasilnya oke sih dan jelas bagiku, mengambil ujian ini bukanlah sebuah penyia-nyiaan waktu. Yang mengejutkanku adalah nilaiku termasuk tiga teratas loh. Nah, ceritanya, aku tuh selama satu semester nggak pernah menghadiri kelasnya mata kuliah ini ataupun mengerjakan tugas-tugasnya loh,  . Aku cuma belajar saja (dengan intensif) semenjak seminggu sebelum ujian. Namun, untuk fair-nya sih, memang ini bukan berarti aku ikutan ujian dengan nol pengalaman ataupun nol pengetahuan akan materinya ya; aku sudah pernah menyentuhnya kok sebelumnya. Dan sebenarnya inilah alasan mengapa di menit-menit terakhir aku memutuskan untuk mengambil ujian ini (waktu aku membuat keputusan akan ikut ujian, semesternya sudah mau berakhir). Maklum, semester lalu aku sangat sibuk sehingga dari awal juga tidak sempat mengambil kelas ini. Dan aku rasa sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman dengan materinya ini memang membantu banyak sih. Ah, pada akhirnya, sepertinya pendekatanku dengan ujian ini bekerja dengan baik deh.