#1061 – One Hundred Years

ENGLISH

Exactly one hundred years ago, one of the most (if not the) famous accidents in the history of the human race occurred. Yes, it was none other than the sinking of the RMS Titanic in the Atlantic Ocean, exactly on this date 100 years ago: 15 April 1912. It was so, ironically, monumental. A brand new ship, with the latest and most current technology at the time, that was described as “designed to be unsinkable”, sank on her maiden voyage and killed 68% of her total passenger of 2,224. The disaster has also played important role in popular culture. One of the most famous one now is probably the 1997 film which won 11 Academy Awards. This movie has just been re-released a couple of weeks ago in 3D.

Viewing this accident as a mere accident and from risk analysis point of view (Hell yeah, risk analysis! *my specialization in my current Master study is applied mathematics in risk analysis btw :P *), this could be seen as caused by chain of events. Several events unfortunately happened at the same time which led into the accident. Just like in the aviation industry, a (catastrophic) accident is (usually) not caused by only a single “failure” of the system, or by only a single cause of event. Instead, several “failures” (including human error, and human error is the most complicated event to model btw) occur together that, sort of, breach the ‘safety system’ causing accident to happen. In risk analysis, we can model this with Fault Tree, Bayesian Belief Nets, etc. Why do I talk about some stuffs in risk analysis now? hahaha :lol: . Okay, moving on…

If you want to know the story of what caused Titanic to sink, here is a nice documentary I watched a few years back in NGC:

BAHASA INDONESIA

Tepat seratus tahun yang lalu, salah satu kecelakaan yang paling (kalau bukan yang paling) terkenal dalam sejarah umat manusia terjadi. Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah tenggelamnya RMS Titanic di Samudera Atlantik, tepat pada tanggal ini 100 tahun yang lalu: 15 April 2012. Kecelakaan ini sangatlah, walaupun ironis, monumental. Kapal yang gress baru, dengan teknologi yang paling baru dan mutakhir pada zaman itu, yang dideskripsikan sebagai “didisain untuk tidak bisa tenggelam”, tenggelam dalam pelayaran perdananya dan menyebabkan 68% penumpangnya dari total 2.224 orang meninggal. Kecelakaan ini kemudian juga memainkan peran yang penting dalam popular culture. Satu yang paling terkenal sekarang mungkin ya filmnya tahun 1997 yang memenangkan 11 penghargaan Oscar. Film ini juga baru dirilis ulang sekitar dua minggu yang lalu dengan konsep 3D.

Melihat kecelakaan ini sebagai kecelakaan saja dan dari sudut pandang analisa risiko (Iya dong, analisa risiko! *btw spesialisasiku di program Master yang aku ambil sekarang kan adalah matematika terapan di bidang analisa risiko :P *), kecelakaan ini bisa dilihat sebagai akibat dari rantaian peristiwa. Seperti di dunia penerbangan, sebuah kecelakaan (yang parah) (biasanya) tidak diakibatkan oleh satu sistem yang “gagal”, atau oleh satu peristiwa penyebab saja. Biasanya, beberapa “kegagalan” (termasuk human error ya, dan human error ini adalah sesuatu yang paling rumit untuk dimodelkan loh btw) terjadi bersamaan yang, bisa dilihat, menjebol ‘sistem keamanan’ yang ada sehingga kecelakaan itu terjadi. Di analisa risiko, kita bisa memodelkan ini dengan Fault Tree, Bayesian Belief Nets, dll. Eh, kenapa malah jadi membahas beberapa hal di analisa risiko sih? hahaha :lol: . Oke deh, lupakan, dan lanjut aja…

Kalau ingin tahu cerita mengenai apa yang menyebabkan Titanic itu tenggelam, bisa dilihat deh tayangan dokumenter di atas yang beberapa tahun yang lalu pernah aku tonton di NGC.

#1060 – Paris, Lock Down, and A Documentary

ENGLISH

Planning the Paris Trip

About two months ago, I bought three tennis tickets (for three consecutive days) for the second grandslam tournament of the year, The French Open, in Paris later on this year in late May/early June. Earlier this week, I finally got my tickets (they were uploaded to my account in their website and what I have to do now are assigning name(s) to those tickets and to print them later on).

The tournament would be held in about a month and a half now so I thought it would be wise for me to start planning this trip in more details. Of course there are two things that are necessary: transportation to/from Paris and accommodation. I haven’t made any decision yet for the former. Though I think I will take train, I haven’t bought the tickets yet as there is still no interesting promotion price as of now and because it is still a month and a half ahead, I think I still can wait for it a little bit longer. So maybe I will finalize this after my trip to Scotland next weekend! :)

As for the latter, I have finalized that earlier this week just after I got confirmation about the French Open tickets. I am not going to stay in the same hostel as in my previous trip to Paris. The hostel that I picked for this trip was a little bit more expensive (about €5 more expensive/person/night) but the reviews that I read were mostly positive (much more positive than most reviews of the previous hostel). So I kinda expect this hostel to be a lot nicer than that previous hostel, hahaha.

Having booked the hostel, it means that I also have made a decision on how long I would stay in Paris. All this time I pretty much kept that open (as I thought maybe there would be something else that I would like to also do while I was in Paris). But after some consideration, I decided that my agenda for this trip would be just the French Open, hahaha :lol: . So I will be there for four nights only :D .

Ah, I cannot wait already!! It is going to be a really big event and I am going during the first week of the tournament, so I can expect to see a lot of top players there! hehehe :)

Lock Down Mode

These past three days, I have been in a lock down mode. This time, it is a serious lock down mode because I know I have to really focus for this one exam that I am taking next week, hehe. This is actually the reason why I haven’t really been that active (compared to usual) in the blogosphere these past three days. And I think this may also be the case for the several coming days…

So far, the progress seems to be really good, much faster and better than I expected. But I know that I should not take this for granted though, hehe. Ah, I still have five days before the exam!! :)

Documentary

One of many things that I like to do before going to bed at night is watching a good documentary show. Of course the topic of the documentary has to be something that I have interest on. And last night, I watched a really good documentary. It was about the question “Is the Universe Infinite?“. What was really good about this documentary was that not only it discussed about the astronomical aspect of the universe, but also a little bit of the mathematical philosophy of “infinity”, like the Zeno paradox and the Hilbert’s Infinite Hotel (though the name “Hilbert’s paradox of the Grand Hotel” was not stated in the documentary) to name two. Really really interesting!!

I don’t know, I always like watching this kind of show before going to sleep. I feel that it makes me a little bit smarter by giving me some more useful piece of information about something and thus expanding my (general) knowledge a little bit more. In particular a documentary about what is out there in the space, it makes me think about how incredibly vast the universe is, and how insignificant the human race is in comparison to that (sure we can view this in a more “positive” point of view by looking at the ‘uniqueness’ of every human being (and hence every human being is “special” and “unique” in this vast universe; adding more “importance” value to each of us); but it is important to understand that that is the other side of the duality). Ah, it feels so serene…

Btw, if you are also interested in the documentary, this is the link:

BAHASA INDONESIA

Merencanakan Trip ke Paris

Sekitar dua bulan yang lalu, aku membeli tiga tiket tenis (untuk tiga hari berturutan) untuk turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open, di Paris yang diadakan akhir Mei/awal Juni nanti. Awal minggu ini, akhirnya aku mendapatkan tiketnya (tiketnya diunggah ke akunku di website resminya mereka dan yang harus aku lakukan adalah meng-assign nama ke tiket-tiket tersebut dan untuk nantinya aku print).

Turnamennya akan dimulai kira-kira satu setengah bulan lagi sehingga aku pikir sudah waktunya bagiku untuk mulai merencanakan perjalanan ini dengan lebih mendetail dong ya. Tentu saja ada dua hal utama yang harus dipikirkan: transportasi ke/dari Paris dan akomodasi. Aku masih belum membuat keputusan untuk yang pertama. Walau aku kira kayaknya aku akan naik kereta kesana sih, tetapi aku masih belum membeli tiketnya karena masih belum ada harga promosi nih dan karena perginya masih satu setengah bulan lagi, kayaknya aku masih bisa deh sedikit menundanya. Jadi mungkin aku akan membuat keputusan tentang ini setelah balik dari perjalananku ke Skotlandia akhir pekan mendatang! :)

Untuk yang kedua, aku sudah membuat keputusan awal minggu ini setelah aku mendapat konfirmasi tiket French Open itu. Aku nggak akan menginap di hostel yang sama seperti di perjalananku sebelumnya ke Paris. Hostel yang aku pilih untuk perjalanan kali ini agak lebih mahal dibanding sebelumnya (sekitar €5 lebih mahal per orang per malam) tapi review-nya juga kebanyakan positif banget sih (jauh lebih positif dari kebanyakan review untuk hostel yang lalu). Jadi ya aku berharap hostel ini bakalan lebih bagus daripada yang sebelumnya dong ya, hahaha.

Sudah mem-booking hostel, ini artinya aku juga sudah membuat keputusan akan berapa lama aku akan tinggal di Paris. Sebelumnya, aku biarkan tanggal ini masih terbuka (karena aku pikir siapa tahu kan ada hal lain apa gitu yang sekalian ingin aku lakukan mumpung lagi di Paris). Setelah beberapa pertimbangan, aku memutuskan bahwa agenda untuk perjalanan kali ini ya untuk French Open aja deh, hahaha :lol: . Jadi aku akan menginap disana empat malam aja :D .

Ah, sudah nggak sabar nih!! Turnamen ini akan menjadi event yang besar dan karena aku perginya di minggu pertama dari turnamennya, jadi aku bisa berharap bakal melihat banyak pemain-pemain top dunia dong! hehehe :)

Mode “Lock Down

Tiga hari terakhir ini, aku berada dalam mode “lock down” lagi. Kali ini, mode lock down ini adalah lock down yang serius karena aku harus fokus sekali untuk satu ujian yang akan aku ambil minggu depan ini, hehe. Inilah alasan mengapa aku nggak terlalu aktif (dibanding biasanya) di blogosphere selama tiga hari belakangan ini. Dan rasanya ini masih bakalan berlanjut untuk beberapa hari ke depan…

Sejauh ini sih kemajuannya bagus juga, lebih cepat dan lebih baik daripada perkiraanku sebelumnya. Tapi aku tahu bahwa aku tidak boleh meremehkannya sih, hehe. Ah, masih lima hari lagi nih sebelum ujiannya!! :)

Dokumenter

Satu dari banyak hal yang aku suka lakukan sebelum tidur malam adalah menonton sebuah acara dokumenter yang bagus. Tentu saja topik yang dibahas juga haruslah sesuatu yang aku minati ya. Dan semalam, aku menonton sebuah acara dokumenter yang bagus sekali loh. Topiknya adalah pertanyaan “Is the Universe Infinite? (Apakah Alam Semesta ini Tak Terhingga?)“. Yang keren dari acara ini adalah acara ini tidak hanya membahas aspek astronomi dari alam semesta itu sendiri, tetapi juga sedikit filosofi matematika tentang “tak terhingga”, dua diantaranya adalah paradoks Zeno dan Hotel Hilbert Tak Terhingga (walaupun nama “Paradoks Hilbert tentang Grand Hotel” ini tidak disebutkan di acaranya sih). Menarik sekali loh!!

Nggak tahu ya, aku suka aja gitu menonton acara seperti ini sebelum tidur. Aku merasa aku bertambah semakin pintar dengan mendapatkan beberapa informasi berguna akan sesuatu sehingga sekaligus mengembangkan pengetahuan (umum)-ku lebih jauh lagi. Khususnya untuk acara dokumenter tentang apa yang ada di luar angkasa sana, acara semacam ini membuatku berpikir bagaimana luasnya alam semesta ini, dan bagaimana tidak signifikannya umat manusia dibandingkan dengan itu (ya, tentu saja ini bisa dipandang dengan sisi pandang yang lebih “positif” ya dengan melihat ‘keunikan’ setiap manusia (sehingga setiap manusia itu “spesial” dan “unik” di alam semesta yang luas; sehingga menambah nilai “kepentingan” di setiap diri manusia); tapi perlu disadari bahwa itu adalah sisi lain dari sebuah dualitas). Ah, rasanya damai gitu…

Btw, kalau tertarik dengan dokumenternya, ada link-nya di atas tuh…