#1226 – Saturday Story

ENGLISH

New Bike

Well, there is still no major problem with the bike that I bought this time last year (another proof that paying more for quality indeed pays off :D ) but I decided to buy a new bike on Saturday. And by new, I mean brand new, as in it is really new (not second-hand new like all my previous three bikes). So what made me make this decision?

Well, there is a program from the campus, as my employer, called the TU Delft Bicycle Scheme. In short, basically TU Delft gives a certain amount of money to the employees for them to purchase a bike if they live within 15 km from the campus location. The amount is a few hundred euros so it is obviously not bad. To get this money, the employee must show the receipt of the purchase of a bike (but not the illegal ones obviously); and it is not possible to just ask for the cash instead :P . And one employee can only exercise this right once in every three years. So if I use it now for example, I can only use this scheme again three years from now, if the scheme still exists by then.

At first I thought I would use this scheme when my bike is broken down badly. But then I heard (a rumor, maybe) from my friend that this year may be the last year they arrange this kind of scheme (maybe because of the economy crisis kind of thing), and the deadline for the submission is in early June. So it seems that if I don’t use the scheme now, my right to use this facility will be just gone like that, without me enjoying it. And so, I decided to exercise my right now, while I still can and before it is gone :) .

My friend recommended a bike shop in Rijswijk and so I went there on Saturday. They had one bike that was nice with a good (within range) price so I bought this bike. Plus, I also applied for a theft and maintenance insurance for my new bike (because the insurance can be refunded as well by the scheme so why not :D ). I cycled all the way back from Rijswijk to Delft with my new bike, which was only around 7 km so it was not that far. However, at that time, the wind was blowing to the opposite direction of my route so it kinda sucked! Hahaha :lol: .

Dinner

One of my friends from my Master programme who is now doing her PhD in Copenhagen was in Delft lately. So she invited everyone to have dinner together in the city center; which I, of course, joined. We met in front of Delft’s Nieuwe Kerk (New Church); and after a bit of discussion we kinda wanted to have dinner at a Thai restaurant. However, the two Thai restaurants that we knew in Delft were already full and there was no empty table for us (we were seven people and they didn’t have available table for this group size). So in the end we decided to have meal at a nice Dutch restaurant with a mixed-theme menu.

The restaurant was nice btw and something on the wall caught my attention because it was this:

A decoration on the wall

A decoration on the wall

Hahaha :lol: . Yeah, maybe it was a gift or something from someone in Indonesia, hmm.

Anyway, it was a really fun evening to catch up about how we are now and what are we doing. Time does fly so fast because we have known each other for almost three years now, which means that it is already almost three years since I moved to Europe! Wow. And life takes everyone of us to different direction. Like one friend will go back to China for good to (finally) live together with her husband because they have been separated all this time. Yeah, life must go on, I guess…

A new bike

A new bike

Plank steak

Plank steak

BAHASA INDONESIA

Sepeda Baru

Sebenarnya sepeda yang aku beli waktu ini tahun lalu masih baik-baik saja kok tanpa masalah yang berarti (bukti lain bahwa membayar ekstra untuk kualitas itu oke juga jangka panjangnya :D ) tetapi aku memutuskan untuk membeli sebuah sepeda baru di hari Sabtu kemarin. Dan yang aku maksud dengan baru, ya maksudnya beneran baru gitu (bukan sepeda second yang baru bagiku seperti tiga sepedaku sebelumnya). Nah, apakah yang membuatku membuat keputusan ini?

Ya, jadi ceritanya ada sebuah program dari kampus, sebagai tempat aku bekerja, yang disebut Skema Sepeda TU Delft. Singkatnya, pada dasarnya TU Delft memberikan sejumlah jatah uang kepada para karyawannya untuk mereka membeli sebuah sepeda jika mereka tinggal dalam radius 15 km dari lokasi kampus. Jumlahnya sekian ratus euro gitu deh jadi lumayan juga dong ya. Untuk mendapatkan jatah uang ini, seorang karyawan harus menunjukkan kuitansi pembelian sepedanya (tapi jelas bukan kuitansi pembelian sepeda ilegal tentunya); dan jatah ini nggak bisa dicairkan dengan diminta “mentah”-nya aja :P . Dan seseorang hanya bisa menggunakan hak ini satu kali selama tiga tahun. Jadi jika aku menggunakannya sekarang misalnya, aku baru bisa menggunakan hak ini lagi tiga tahun dari sekarang, jika skema ini masih ada di waktu itu.

Awalnya aku berencana memanfaatkan skema ini ketika sepedaku yang sekarang sudah butut dan rusak parah. Namun, aku mendengar (semacam isu sih mungkin) dari seorang teman bahwa kemungkinan tahun ini adalah tahun terakhir dimana skema ini masih dijalankan (mungkin karena alasan krisis ekonomi dan sebagainya gitu), dan tenggat waktu pengumpulannya adalah awal Juni. Jadi sepertinya jika aku tidak menggunakan skema ini sekarang, hakku akan fasilitas ini bisa jadi hangus, tanpa aku menikmatinya. Nah, jadilah aku berpikir bahwa mendingan hak ini aku pakai sekarang saja, mumpung masih bisa kan dan sebelum hangus :) .

Temanku merekomendasikan sebuah toko sepeda di Rijswijk dan jadilah aku pergi kesana di hari Sabtu. Ada satu sepeda yang oke dengan harga yang bagus (masuk budget) sehingga sepedanya aku beli. Plus, aku juga sekalian mendaftarkan sepeda baru ini di asuransi pencurian dan perawatan sepeda (karena asuransinya bisa di-refund juga loh dengan skema ini jadi jelas aku apply sekalian aja lah ya :D ). Aku bersepeda ketika kembali dari Rijswijk ke Delft dengan sepeda baruku ini, yang mana jaraknya hanyalah sekitar 7 km jadi nggak jauh-jauh amat. Hanya saja, waktu itu angin sedang bertiup kencang ke arah yang berlawanan dengan ruteku sehingga agak menyebalkan juga! Hahaha :lol: .

Makan Malam

Satu dari temanku dari masa-masa kuliah S2-ku yang kini sedang menjalankan program PhD (S3) di Copenhagen sedang berada di Delft akhir-akhir ini. Jadilah ia mengundang orang-orang untuk makan malam bersama di pusat kota; yang tentu saja aku ikutan dong. Kami bertemu di depan Nieuwe Kerk (Gereja Baru)-nya Delft; dan setelah berdiskusi sedikit kami memutuskan bahwa kami ingin makan malam di sebuah restoran Thailand. Namun, dua restoran Thailand yang kami tahu di Delft sudah penuh aja gitu dong dan nggak ada meja yang kosong untuk kami (kami bertujuh dan mereka tidak memiliki meja kosong yang bisa memuat grup segini). Jadilah akhirnya kami memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran Belanda yang oke dengan menu yang campur-campur.

Restorannya oke juga lho, dan satu pajangannya di dinding menarik perhatianku karena kayak gini:

A decoration on the wall

Pajangan di dinding

Hahaha :lol: . Ya, mungkin semacam hadiah atau apa gitu ya dari seseorang di Indonesia, hmm.

Anyway, ini adalah malam yang menyenangkan dimana kami catching-up mengenai kehidupan kami sekarang dan sebagainya. Waktu berlalu sedemikian cepat karena kami sudah mengenal satu sama lain selama hampir tiga tahun sekarang, yang mana artinya sudah hampir tiga tahun semenjak aku pindah ke Eropa! Wow. Dan kehidupan membawa setiap orang dari kami ke tempat yang berbeda-beda. Seperti misalnya salah seorang dari kami yang akan kembali ke China for good untuk (akhirnya) bisa tinggal bersama suaminya karena selama ini mereka hidup terpisah (terpisahnya jarak benua dong). Ya, kehidupan memang harus selalu berjalan ya…

#1189 – Bike and Some Cooking

ENGLISH

Bike

Lately, I have been feeling kinda weird when biking; my bike felt SO heavy!! :shock: I was a little bit shocked in the sense that I thought there was something wrong with my bike, or that simply because I was getting weaker, lol :lol: . The second possibility made me realize that probably I should bike more though, now that winter is (supposedly) almost over. I didn’t bike that often this winter, especially during the time when snow was everywhere. I still light-exercise regularly, but not biking…

Anyway, it took me awhile (this Friday actually) to spot the problem. It was the tires’ air pressure! Well, since buying this bike about one year ago, I never really took care of the air pressure though :oops: :lol: . And that is why after awhile the air pressure went down and I think this was what caused my bike felt heavy. So after biking for a little bit on Friday, I stopped by at the basement parking of my faculty (where they provide free bike pump) to pressurize my bike’s tires. And now it feels much better! :D

And…

Well, there is nothing else that I can (or am willing to :P ) share at the moment so I will just post some photos of what I cooked this week, lol :lol:

Btw, I am proud of the salad that I made though. So here is the story: One of the many things that I really liked from Hoka-Hoka Bento (Hokben) in Indonesia was its salad. And there is no Hokben in the Netherlands (or the whole Europe), so if I want to eat the salad I have to make it myself.

After browsing Google for a little bit, I basically found one general recipe of the salad (of course one recipe and the others were, at least, a little bit different here and there; but if we saw closely, they all basically had one general idea and way of making the salad). So I shred a carrot and some cabbage, added some sugar, water, and vinegar; and put it in the fridge for a while. As for the sauce, I just picked the easy one: thousand island sauce I can find easily in the supermarket, huahaha :lol: :cool: . The result? I think it is good! :D

Btw (again), you may notice the chili condiment (sambal) in one of the meal. Well, as I have said many times, I hate spicy food. So what was the sambal doing there? Well, it was some leftovers from the Tojoyo fried chicken my brother brought me a while ago. I put the sambal in the freezer so it was still good (quite surprising to be honest :lol: ). And you know what? It was SO spicy! Damnit! I shouldn’t have eaten that! :lol:

BAHASA INDONESIA

Sepeda

Akhir-akhir ini, aku merasa agak aneh ketika bersepeda; sepedaku kok rasanya berat BANGET gitu ya!! :shock: Aku kaget dong dalam artian aku berpikir ada yang salah dengan sepedaku, atau ya karena memang aku entah bagaimana menjadi lebih lemah gitu, huahaha :lol: . Kemungkinan yang kedua membuatku berpikir bahwa mungkin sudah saatnya aku lebih sering bersepeda, karena toh sekarang musim dingin (seharusnya) sudah hampir berakhir. Aku nggak sering bersepeda deh musim dingin kali ini, terutama ketika saljunya banyak. Aku masih berolahraga ringan secara teratur sih, tapi nggak bersepeda…

Anyway, aku membutuhkan sekian waktu (Jumat ini sebenarnya) untuk menyadari permasalahannya. Ternyata tekanan anginnya! Ya, memang sih semenjak membeli sepeda ini sekitar satu tahun yang lalu, aku nggak pernah memperhatikan masalah tekanan anginnya, huahaha :oops: :lol: . Dan inilah mengapa setelah sekian waktu tekanan anginnya semakin menurun dan menurutku sih ini yang membuat sepedaku rasanya berat. Nah, setelah bersepeda sedikit Jumat lalu, aku mampir sebentar di tempat parkir basement fakultasku (dimana ada mesin pompa sepeda gratisan) untuk mengisi ulang tekanan angin sepedaku. Dan sekarang rasanya sudah lebih enak lagi deh! :D

Dan…

Ya, nggak ada hal lain yang bisa (atau ingin :P ) aku ceritakan sekarang ini jadi aku unggah beberapa foto apa yang kumasak minggu ini aja ya, lol :lol: .

Btw, aku bangga dengan salad yang kubuat loh. Jadi begini ceritanya: Satu dari banyak hal yang aku suka dari Hoka-Hoka Bento (Hokben) di Indonesia adalah saladnya. Dan karena nggak ada Hokben di Belanda (dan di seluruh Eropa), jadilah kalau ingin saladnya ya aku harus bikin sendiri.

Setelah browsing Google sedikit, pada dasarnya aku menemukan sebuah resep umum untuk salad ini (tentu saja satu resep dengan lainnya, setidaknya, sedikit berbeda satu sama lain; tapi kalau diperhatikan, semuanya pada dasarnya memiliki satu ide umum dalam hal pembuatan salad). Nah, jadilah aku mengiris wortel dan kubis, lalu menambahkan gula, air, dan cuka; lalu menaruhnya di kulkas. Untuk sausnya, aku memilih yang gampang aja deh: saus thousand island yang bisa dengan mudah ditemui di supermarket, huahaha :lol: :cool: . Hasilnya? Menurutku enak juga lho! :D

Btw (lagi), mungkin pada memperhatikan sambal yang ada di salah satu masakanku. Seperti yang sudah sering kubilang, aku benci masakan pedas. Nah terus ngapain dong sambal itu disana? Ya, jadi sebenarnya ini adalah sambal sisa dari ayam goreng Tojoyo yang dibawakan adikku beberapa waktu yang lalu. Aku menyimpan sambalnya di freezer jadi sambalnya masih bagus deh (agak mengagetkan juga ya sebenarnya :lol: ). Dan terus bagaimana? PEDAS BANGET LOH! Sial! Harusnya nggak aku makan ya! :lol:

#1109 – Frozen Egg, Bike Stand, and Coffee-Time

ENGLISH

Frozen egg

A few days before I moved to my new apartment, I was about to cook one of the last egg stocks in my fridge. So, I took one of the three eggs I had, brought it over to the stove, and broke it just above the frying pan. And then a strange incident happened. Yes, a very strange one. The yolk didn’t pour down to the pan!! Then, I realized that the egg was literally frozen!! :shock: huahaha :lol: . Okay, up to this date, this incident was probably one of the weirdest thing that had ever happened to me in a kitchen!! :shock: I mean, I never thought it would happen. Well, of course it was possible, but to actually happen?? Still strange…

p.s : It was caused by me accidentally turned the temperature of the fridge down; apparently to, obviously, below the egg’s freezing point.

p.s 2: I decided to just peel the egg (like what we do to a boiled egg) and just put the frozen yolk on the frying pan. Of course after some time it eventually melted, hahaha… :cool:

Bicycle, how???

You all know that Netherlands is known as a biker’s heaven country (I don’t think I have ever written about this though. Maybe I will do it in the future, if I have the mood, hahaha :P ), where pretty much everyone bikes. As a consequence, of course there are a lot of bicycle parking lots everywhere. Because there are a lot of them, there are also some ‘types’ of bicycle parking lot. And there was one type which I found super weird when I just came to the Netherlands (before finding out how it worked). It looked like this:

A two-level bicycle parking…

To me at that time, it looked so weird! I mean, it was really tall and I thought it required a lot of effort to put a bike up there! Why would people be willing to park their bikes there?? That was what I thought. But then, I found out that we could pull the metal thing down in a slanted position and so it was much easier to place our bike there (than bringing it up by ourselves :lol: :cool: ). Then, we just put it back to its position, and it was done! hahaha :) But I have never tried it myself though as I still prefer to park my bike in the lower stand as it still looks more practical to me, haha.

Coffee-time, no it is not anymore

Anyway, this afternoon while I was working in my office, I was thinking about buying myself a cup of coffee. But I was so in the zone at the time and didn’t feel like leaving my work. And so I said to myself: “I will get it in ten minutes“. But then, “ten minutes” later, I checked the clock in my laptop and one hour already passed!! :shock: huahahaha :lol: . Now coffee-time already passed and so I ended up not getting any, hahaha :D .

The frozen egg I got

BAHASA INDONESIA

Telur Beku

Beberapa hari sebelum pindahan ke apartemen baru, ceritanya aku ingin memasak satu dari stok telur terakhirku di kulkas. Jadilah aku mengambil salah satu dari tiga telur tersebut, membawanya ke dekat kompor, lalu memecahkannya di atas wajan penggorengan. Dan kemudian sebuah hal yang sangat aneh terjadi. Sangat aneh. Itu isi telurnya kok nggak keluar dari telurnya ya!! Dan lalu sadarlah aku kalau telurnya beku dalam arti sebenarnya dong!! :shock: huahaha :lol: . Oke, sampai waktu ini, mungkin ini adalah insiden paling aneh yang pernah aku temui di dapur deh!! :shock: Maksudku, aku nggak pernah menyangka kalau ini akan terjadi. Yah, memang mungkin sih ya, tapi sampai beneran terjadi gitu?? Aneh juga…

p.s : Ternyata penyebab dari insiden ini adalah aku tidak sengaja menurunkan temperatur kulkasnya gitu deh; dan temperaturnya jadi turun menjadi, tentu saja, di bawah titik beku telur.

p.s 2: Aku memutuskan untuk menguliti telur tersebut (kayak kalau kita menguliti telur rebus gitu) dan menaruh si isi telur beku itu di wajan penggorengan. Tentu saja setelah beberapa waktu mencair juga ya, hahaha… :cool:

Sepeda, bagaimana???

Pasti sudah pada tahu lah kalau Belanda ini adalah negeri sepeda (eh, kayaknya aku belum pernah menulis tentang ini ya? Kapan-kapan nanti nulis ah kalau ada mood, hahaha :P ), yang mana pada dasarnya semua orang pasti bersepeda gitu. Sebagai akibatnya, tentu saja ada banyak sekali parkiran sepeda dimana-mana dong ya. Dan karena ada banyak parkiran sepeda, ‘tipe’ parkirannya sendiri juga ada bermacam-macam. Dan ada satu tipe yang awalnya aku anggap aneh sekali loh ketika aku baru tiba di Belanda (sebelum tahu bagaimana cara kerjanya). Penampakannya kayak gini:

Parkiran sepeda dua tingkat…

Untukku waktu itu, penampakannya aneh banget dah! Maksudku, itu kan tinggi banget sehingga ribet banget kan ya untuk memarkir sepeda di atas situ! Kok ada yang mau sih markir di atas situ?? Begitulah pikirku waktu itu. Tapi kemudian, aku menyadari bahwa ternyata metalnya itu bisa ditarik trus dimiringkan ke bawah gitu sehingga kita bisa memarkir sepeda kita disitu dengan jauh lebih mudah (daripada kita ngangkat sendiri ke atas :lol: :cool: ). Lalu, setelah sepeda terparkir metalnya kita kembalikan ke posisi semula, beres deh! hahaha :) Tapi aku belum pernah mencobanya sih soalnya aku tetap lebih memilih parkir di barisan bawahnya saja karena tetap menurutku masih lebih praktis gitu, haha.

Waktu-kopi, eh, udah enggak lagi

Anyway, siang tadi ketika aku sedang bekerja di kantor, aku berpikir untuk membeli secangkir kopi. Tapi waktu itu aku sedang in banget sama kerjaan yang sedang kulakukan dan rasanya agak malas gitu untuk meninggalkan kerjaan. Jadilah aku berpikir: “Oke deh, beli kopinya sepuluh menit lagi aja lah“. Tapi, “sepuluh menit” kemudian, aku mengecek jam di laptop kan, dan ternyata satu jam telah berlalu dong!! :shock: huahahaha :lol: . Jadilah waktu minum kopi sudah lewat dan akhirnya nggak beli deh, hahaha :D .

#1041 – 2012 Spring Break and New Bike

ENGLISH

Spring Break

In technical sense, this week is the spring break week in the campus of TU Delft. There is no class (even though this does not affect me as I am not taking any classes anymore, huahaha :lol: ) and there is not so much activity around campus. As I wrote here, it was already too late for me to find affordable (read: cheap) tickets to travel somewhere in Europe when I realized this week would be a spring break week . So, if last year I went to Luxembourg for spring break, I went nowhere this time. Damn, I do need to plan a few more travelling plans. I know, I know, I will go to Paris next May; but I mean, I need a few OTHER plans also, huahaha :lol: . I do have some in my mind though, but I won’t share them now as I need a few more information and data to make them happen.

New Bike

Anyway, as you all know, earlier this week I decided to buy a new bike as I was basically bikeless because my bike was broken down. I wrote that post last Monday, and on Tuesday, I already got my new bike, muahahaha :lol: . Apparently, it is true that if we increase our price limit when looking for something, that something is much easier to get, :lol: (of course). This time, I did not have to be bikeless for like more than one month and a half before finally finding a new one. But still, this process of new bike hunting was also quite time-consuming and effort-demanding. Lucky this week is the spring break week so basically I had all the time I needed.

Note: even though I am referring this bike as ‘new’ here, my ‘new’ bike is not ‘new’ in a ‘new’ sense. It is still a second-hand bike. But because I just bought it, so it is “new” for me. Get it? :D

On Monday, I decided to walk to a bike store that I knew selling second-hand bike. The location of that store required me to walk for like 40 minutes from my apartment to get there (well, actually I could take a bus so it would have been much faster but because I was too stingy (I don’t like the word ‘cheap’ :P ) to spend like 1 euro on a bus ride, I decided to walk instead; beside, walking is a good exercise, no? :P ). This store actually had a website but I decided not to access it before going there as there was no second-hand bike section in the website anyway and I automatically assumed the store would be open on Monday (they did have openingstijden (opening hours)  section in their website).

Finally, after walking for 40 minutes, I arrived at the block where the store was. But it was weird, it looked weird. There were supposed to be bikes being displayed outside of the store, but at that time, there was none! *Oh God, no*. I walked closer toward the store. And yes, my suspicion was correct, that store was CLOSED!!  Damnit! I should have checked their opening schedule in their website before going!! There was a bike store just across the street. If I was not mistaken, they didn’t sell second-hand bike. But well, it was worth a shot, I was already there. I checked that store, and yes, they didn’t have any second-hand bike. The only bike that sort of fell to my price range was a damesfiet (ladies bike) with flowery pinky design which I definitely would never ever buy, huahaha :lol: .

So, I called it a day.

On Tuesday, I walked to that first store again (after making sure it would be opened that day). Yes, it was open, but none of the bikes that they had I liked. There were two that were actually kinda okay for me, but somehow I just didn’t feel right about them. You know what I mean? It is like you are thinking to buy stuff and you are looking at it. Your brain says that thing is okay (or tolerable), but your heart says no. Yeah, it was exactly like that. I decided to follow my heart and did not buy the bike there.

Then, I remembered there was another store that also sold second-hand bike. This store was actually really recommended by some of my friends but I did not buy anything from them last July because none of the bikes they had matched my criteria. At first I did not think of going to this store because this place was located even further. If I had to walk 40 minutes west to get to the first store, it would take another 30 minutes of walking to the west from there to reach this place. Now you know the reason, haha. But this time, of course I decided to give it a try. Because I was too lazy to walk, I decided to take a tram to get there (there was actually a bus going there also but I chose to take the tram as it had been a while since the last time I took a tram, lol :lol: ).

After five minutes of tram ride which cost me 95 cents, I finally arrived at the neighborhood. I arrived at the store and long story short, this time, because I increased my price-tolerance range, I found it! It was quite taller than my previous two bikes but I think I would get used to it. It also already had lock equipped to it. And most importantly, it felt really good riding it. I mean, it felt much better than both my previous two bikes. Well, of course there was a price for that. The price was almost twice of the last bike that I bought, but I think it was worth it. And I do hope it was a good investment in term of longevity. I hope this bike will last much much much longer, hehe :)

Actually there was another bike that was also good and it was 30% cheaper than the one that I bought. But it was a damesfiet, though it looked okay and not girly (kinda unisex). But still, the comfort I got from the other bike won me.

So yeah, my adventure of being bikeless was short-lived this time, much much to my delight, hahaha…

My new bike

BAHASA INDONESIA

Liburan Musim Semi

Secara teknis, minggu ini adalah minggu liburan musim semi di kampus TU Delft. Nggak ada kelas yang diadakan (walau ini nggak berpengaruh juga sih bagiku soalnya kan aku juga sudah nggak mengambil kelas apa pun sekarang, huahaha :lol: ) dan nggak ada banyak kegiatan di sekitar kampus. Seperti yang kutulis disini, sudah terlalu terlambat bagiku untuk mendapatkan tiket yang terjangkau (baca: murah) untuk pergi kemana gitu di Eropa ini ketika aku menyadari bahwa minggu ini adalah minggu liburan musim semi . Jadi, jika tahun lalu aku pergi ke Luxembourg ketika liburan musim semi, kali ini aku nggak kemana-mana deh. Ah, nyebelin nih, kayaknya aku beneran deh harus segera merencanakan beberapa rencana buat jalan-jalan. Ya ya ya, aku tahu kok, aku akan ke Paris Mei nanti; tapi maksudku, aku butuh beberapa rencana LAIN juga gitu, huahaha :lol: . Aku ada beberapa ide sih di kepala ini, tapi aku belum mau menulisnya disini sekarang karena aku membutuhkan beberapa informasi dan data dulu sebelum merealisasikannya.

Sepeda Baru

Anyway, sudah pada tahu kan, awal minggu ini aku memutuskan untuk mencari sepeda baru karena aku pada dasarnya tak bersepeda karena sepedaku rusak. Aku menulis posting itu Senin lalu, dan di hari Selasanya, eh aku sudah menemukan sepeda baru loh, muahahaha :lol:  . Ternyata, benar bahwa apabila kita meningkatkan batasan harga ketika kita mencari sesuatu, sesuatu itu jadi lebih gampang didapatkan, :lol: (ya iyalah). Kali ini, aku tidak harus tak bersepeda selama lebih dari satu setengah bulan deh sebelum akhirnya mendapatkan yang baru. Ah, tapi masih saja sih, proses untuk mencari sepeda baru ini cukup menyita waktu dan membutuhkan usaha yang lumayan juga. Untungnya minggu ini adalah minggu liburan musim semi jadi ya aku memiliki waktu yang aku butuhkan untuknya.

Catatan: walaupun di atas aku bilang sepeda ini tuh ‘baru’, sepeda ‘baru’-ku ini tidak ‘baru’ dalam artian ‘barang baru’ gitu ya. Masih sepeda second aja kok. Tapi karena aku baru saja membelinya, jadi sepedanya ya “baru” buatku. Nah, mengerti kan maksudku sekarang? :D

Di hari Senin, aku memutuskan untuk berjalan ke sebuah toko sepeda yang aku tahu menjual sepeda second. Aku harus berjalan-kaki selama sekitar 40 menit dari apartemenku untuk mencapai toko ini (hmm, sebenarnya bisa aja sih aku naik bis sehingga kan lebih cepat ya sampainya disana tetapi berhubung aku pelit untuk membayar sekitar 1 euro buat naik bis, jadilah aku memilih untuk jalan kaki aja; toh jalan kaki itu juga olahraga yang bagus kan? :P ). Tokonya sebenarnya memiliki website tetapi aku malas untuk mengaksesnya karena toh sepeda second yang mereka jual juga nggak dimasukin disitu dan aku asumsikan tokonya buka dong di hari Senin (sebenarnya ada bagian openingstijden (jadwal buka) di website-nya).

Akhirnya, setelah berjalan 40 menit, tibalah aku di kompleks lokasi toko itu. Tapi ada yang aneh, benar-benar aneh. Seharusnya kan ada banyak display sepeda gitu ya di depan tokonya, tapi kali itu tidak ada! *Ya Tuhan, janganlah*. Aku berjalan semakin mendekati tokonya, dan kecurigaanku benar, tokonya TUTUP dong!!  Sial! Bener deh seharusnya sebelum aku pergi aku mengecek jadwal buka tokonya dulu ya!! Nah, di seberang jalan ada sih toko sepeda lain. Kalau aku nggak salah, mereka tidak menjual sepeda second. Tapi biarlah, aku coba mampir saja, toh aku sudah disana juga. Jadilah aku mengecek tokonya, dan benar saja, mereka tidak menyediakan sepeda second. Satu-satunya sepeda mereka yang jatuh dalam kisaran hargaku adalah sebuah damesfiet (sepeda wanita) dengan corak bunga warna pink yang aku langsung tahu aku tidak akan pernah membelinya selama-lamanya, huahaha :lol: .

Ya sudah deh, perburuanku hari itu berakhir.

Di hari Selasa, aku berjalan ke toko yang pertama itu lagi (tentu setelah memastikan kalau mereka buka hari itu). Ya, mereka memang buka, tetapi tidak ada sepeda yang aku suka dari sepeda yang mereka jual. Ada sih dua yang boleh deh, tapi entah kenapa aku nggak sreg gitu dengan keduanya. Tahukah maksudku? Jadi kayak ketika kita ingin membeli sebuah barang dan kita sedang mempertimbangkannya. Otak kita berkata kalau barang itu oke lah (bisa ditolerir), tapi hati berkata tidak. Ya, begitulah yang kurasakan waktu itu. Aku memutuskan untuk mengikuti kata hatiku (halah) dan akhirnya nggak membeli sepedanya deh.

Lalu, aku ingat akan toko lain yang juga menjual sepeda second. Toko ini sebenarnya sangat direkomendasikan oleh beberapa temanku tapi Juli lalu aku nggak membeli dari mereka karena tidak ada sepeda mereka yang masuk kriteriaku. Awalnya memang aku nggak berpikiran untuk pergi kesana karena lokasinya lebih jauh lagi. Kalau aku harus berjalan 40 menit ke arah barat untuk mencapai toko pertama, nah aku harus berjalan 30 menit lagi ke arah barat dari lokasi toko pertama itu untuk mencapai toko ini. Tahukan alasanku sekarang, haha. Tapi kali ini, tentu saja aku jabanin deh. Berhubung sudah males jalan, jadilah kali ini aku naik tram (sebenarnya ada bis juga sih tapi berhubung sudah lama aku nggak naik tram, jadilah aku memilih naik tram aja, lol :lol: ).

Setelah perjalanan dengan tram selama lima menit yang mana aku harus membayar 95 sen untuknya, tibalah aku di daerahnya toko itu. Tibalah aku di tokonya, dan singkat cerita, kali ini, karena aku meningkatkan toleransi rentang hargaku, aku menemukannya! Sepeda ini lebih tinggi sih daripada dua sepeda lamaku tapi ya lama-lama aku bakal terbiasa lah. Selain itu, gembok juga sudah terpasang di badan sepedanya. Dan yang paling penting, rasanya enak banget loh ketika dikendarai. Maksudku, beda lah rasanya dari kedua sepeda lamaku. Ya, tentu saja ini semua ada harganya ya. Harganya (setelah ditawar) hampir dua kali lipat harga sepeda terakhirku itu, tapi aku rasa worth it lah ya. Dan aku harap ini adalah investasi yang baik juga dalam hal umur si sepedanya. Mudah-mudahan sepeda ini bertahan jauh jauh lebih lama, hehe :)

Sebenarnya ada sih sepeda satu lagi yang oke juga dan harganya sekitar 30% lebih murah dari yang aku beli ini. Tapi sepeda itu adalah damesfiet, walaupun penampilannya oke sih dan nggak feminin gitu (lebih ke unisex). Tapi, kenyamanan yang aku dapat dari sepeda satunya lah yang memenangkan hatiku *halah*.

Jadi, ya, petualangan tak-bersepedaku berumur pendek saja kali ini, yang mana sangat sangat aku syukuri, hahaha…

#1039 – Basically Bikeless

ENGLISH

Okay, last July, after a really long search, I finally got a (new) bike. Lately (well, it has been a couple of months actually), this bike has quite been troublesome; which is irritating because this bike is a little bit more expensive than my previous bike yet its life seems to be shorter (plus, if I factor the maintenance cost in (because I had to change its tire last November), it becomes even more expensive; and as a consequence, more irritating). Actually, I think, the problem it is having now is the complication of an earlier problem which occurred last December. At that time, I was still able to “fix” it (probably I did not really “fix” it though; but more like “patch” it here and there) and so I still could use it for a little longer. My guess would be that now it finally reaches it saturation point where everything is already screwed, haha :lol: .

So, I am pretty much bikeless now which means that currently I am looking for a new bike. You know, owning a bike is, somehow, a must for ones who live in the Netherlands, huahaha :lol: . Well, I think I will still use the same criteria to look for this new bike; though learning from the experience of this troublesome bike, I would weaken one of the criteria, which is the third one. I am willing to pay a little bit more for a better (and hopefully, much more durable) bike. There is still limit (for the price I am willing to pay) though, of course, because the price of a new bike here is pretty much unbounded (as I told you some months ago, it can reach, like, 2000 euro! :shock: ). But I think I can multiply my older limit with 1.5 or even double it if the potential new bike is really really good, hahaha :)

Anyway, of course there is still an option to just fix this troublesome bike that I own now, instead of buying a new one. However, I don’t think, in the long term, this is a good idea. After a bit of calculation, investing on a new better bike seems to be a more attractive option for me now, huahaha :lol: .

So, yeah, after about seven months now, I am kinda back to the state of being bikeless, haha :P . But hopefully this time it won’t last that long (the last time, it last for about one and a half month), as I also increase my price limit, hmm.

BAHASA INDONESIA

Oke, Juli lalu, setelah pencarian yang lamaa sekali, akhirnya aku mendapatkan sebuah sepeda (baru). Nah, akhir-akhir ini (hmm, sudah sekitar dua bulanan terakhir ini sih sebenarnya), si sepeda ini bermasalah dong; yang mana ini agak menyebalkan juga karena sepeda yang baru ini kan harganya sedikit lebih mahal daripada sepedaku yang sebelumnya tetapi kok masa pakainya lebih pendek sih (ditambah lagi, kalau aku memasukkan faktor biaya perawatan (karena aku harus mengganti bannya November lalu), jadi tambah mahal deh; dan akibatnya, jadi makin menyebalkan deh). Ngomong-ngomong, aku rasa, masalahnya adalah komplikasi dari masalah yang muncul Desember lalu. Waktu itu sih aku masih bisa “memperbaikinya” ya (mungkin sebenarnya aku nggak beneran “memperbaikinya” sih; sepertinya sih lebih tepat disebut “menambalnya” disana-sini deh) sehingga aku masih bisa menggunakannya sedikit lebih lama. Tebakanku adalah kini akhirnya sepedaku mencapai titik jenuhnya dimana masalahnya sudah gawat sekali, haha :lol: .

Jadi, sekarang aku ini kurang lebih tak bersepeda deh yang mana artinya aku akan mencari sepeda baru. Tahu dong, hidup di Belanda itu kalau nggak punya sepeda itu rasanya gimanaa gitu, huahaha :lol: .Nah, aku rasa sih aku masih akan menggunakan kriteria yang sama untuk mencari sepeda baru ini; walau belajar dari pengalamanku dengan si sepeda bermasalah ini, aku akan melemahkan salah satu kriterianya deh, yaitu kriteria ketiga. Sekarang aku nggak berkeberatan kok membayar lebih mahalan dikit gitu untuk sepeda yang lebih bagus (dan mudah-mudahan lebih tahan lama gitu ya). Masih ada batasan (akan harga yang bersedia aku bayar) tentunya ya, karena harga sepeda disini kan bisa dikatakan tak terbatas gitu (seperti yang pernah kubilang, ada sepeda yang harganya mencapai 2000 euro alias sekitar 24 juta rupiah loh! :shock: ). Tapi aku rasa sih aku bisa kok menaikkan batasan lamaku menjadi 1,5 kalinya atau menjadi 2 kali lipat deh kalau calon sepeda baruku itu beneran bagus banget, hahaha :)

Anyway, tentu saja ya masih ada pilihan untuk memperbaiki si sepeda bermasalah ini saja, daripada membeli yang baru kan. Namun, aku pikir-pikir, dalam jangka panjangnya ini bukanlah ide yang baik deh. Setelah dihitung-hitung, inves di sepeda baru yang lebih bagus sepertinya kok lebih menarik dan menguntungkan ya buatku sekarang, huahaha :lol: .

Jadi, ya, setelah sekitar tujuh bulan nih, aku bisa dikatakan kembali ke kondisi tak bersepeda, haha :P . Tapi mudah-mudahan kali ini kondisi ini nggak berlangsung lama-lama amat sih (terakhir kali kan sampai satu setengah bulan gitu ya), karena toh aku juga sudah meningkatkan batasan hargaku, hmm.

#1008 – Bike, Electricity, and Nutella

ENGLISH

Bike Problem

I think I have a problem with my bike. I don’t know, I just cannot paddle the paddles, weird, hmmm. I haven’t got the time to look at it yet though, so we will see in few days. But the bad news is that Christmas is coming up really soon and perhaps it is going to be quite difficult to find a bike service store if I have to go there (but hopefully I don’t have to *crossing fingers*).

No Power

I got an email this morning that apparently there will be no power in my apartment tomorrow morning from about 9 to 11 AM for network maintenance!! Arrrggghhhh. Now I have to have breakfast much earlier if I want to use my electric-based utensils in my kitchen (oven and electrical stove), which is pretty much all what I have now. But we will see, maybe I can just have a very simple Dutch breakfast (read: bread and coffee)?? hahaha :lol:

Nutella (me gusta)

Speaking of bread, a few days ago I decided to buy Nutella. Well, during my friends and my birthday celebration last September, one friend of mine cooked simple pancakes and we ate them with Nutella; and it was SOOOO DELICIOUS!!!!  But somehow, I just either kept forgetting (to buy) it or just opted not to buy it (because I was so stingy that I thought buying Nutella was categorized as an “extra” expenses :P ). But anyway, in the end, I decided to buy the smallest cup of it a few days ago. And yeah, I have to tell you: it is AWESOME!!!  Last night I made a pancake so that I could eat with Nutella (hahaha :P ); and I just made the simplest one: smearing the Nutella on plain bread :D One friend even told me that strawberry smeared with Nutella was also very delicious! I haven’t tried it though so I cannot say anything, but I think it is likely to be true, hmmm…

Btw, can we find Nutella in Indonesia? I do not think so but I am not sure though. Have anyone seen it in supermarket or somewhere??

Bread smeared with Nutella: me gusta!!

A small cup of Nutella

BAHASA INDONESIA

Sepeda Bermasalah

Kayaknya ada masalah deh dengan sepedaku. Nggak tahu ya, tapi aku nggak bisa memedal pedalnya gitu deh, aneh deh, hmm. Aku belum ada cukup waktu sih supaya sempat mengeceknya, jadi ya we will see deh dalam beberapa hari. Tapi berita buruknya, Natal kan sudah dekat banget nih jadi kayaknya bakalan agak sulit deh andaikata minggu depan gitu aku harus mencari tempat servis sepeda (eh, tapi mudah-mudahan nggak perlu sih *amin*).

Nggak Ada Listrik!!

Aku dapat email pagi ini bahwa besok pagi listrik akan padam di apartemenku dari jam 9 sampai jam 11 untuk perawatan jaringan!!  Arrrggghhhh. Besok aku jadi harus sarapan lebih awal deh kalau masih mau memakai peralatan masak berbasis listrik di dapurku (oven atau kompor listrik), yang mana cuma ini sih yang aku punya. Ah, tapi kita lihat nanti saja ah, mungkin juga besok aku sarapannya sarapan ala Belanda aja kali ya (baca: roti dan kopi)?? hahaha :lol:

Nutella (me gusta)

Ngomongin tentang roti, beberapa hari lalu aku memusutkan untuk membeli Nutella loh. Jadi ceritanya ketika perayaan ulang tahun teman-temanku dan aku, seorang temanku memasak pancake sederhana aja gitu; dan kami memakannya bersama dengan Nutella; dan beneran ENAK BANGET LOH!!!!  Tapi entah bagaimana kok aku selalu lupa (buat membelinya) atau males aja gitu untuk beli (karena aku kan terlalu pelit gitu ya jadinya membeli Nutella itu seakan-akan kayak pengeluaran “ekstra” gitu :P ). Tapi akhirnya, beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk membeli Nutella yang ukurannya paling kecil deh. Dan, aku bilang ya: ENAK BANGET loh!!!  Semalam sengaja aku bikin pancake buat dimakan sama Nutella-nya (hahaha :P ); dan baru aja aku membuat yang paling sederhana deh: mengoleskan Nutella di roti tawar gitu :D Seorang temanku malah pernah cerita kalau makan buah stroberi yang diolesin Nutella itu juga enak banget! Aku belum pernah nyoba sih, tapi kayaknya memang bener sih tuh, hmmm…

Btw, Nutella itu ada nggak sih di Indonesia? Seingatku kayaknya nggak ada gitu ya tapi aku nggak yakin deh. Apakah ada yang pernah melihatnya di supermarket atau dimana gitu??

#992 – New Stuffs This Week

ENGLISH

Oven!

So, finally I can cross a second item in my wanted list. After buying a tennis racket last month, yesterday I just got myself an oven! Yeaaaah!!

Earlier this week (on Monday) I saw an affordable small oven in Bl*kker in Delft Centrum. Sure it was not a big one and I could only fit like half a pizza in there; but it was already good enough for me. I saw enough room if I wanted to cook like roast chicken or stuff. The best part: it was only for around 30 euro! Yeahh!! So on budget!! Okay, so I made a plan to buy this oven. Because I was very busy on Monday, I slotted some time on Tuesday afternoon for going to the centrum to execute the Operation “Get A New Oven”.

On Tuesday, when I was about to leave to the centrum, I told Dan, who shared the same office room with me in campus, that I was going to the centrum to buy this oven. But then he told me that I could actually have his, as he already got newer bigger fancier oven in his new apartment in Rotterdam! Wow! And so I decided to take Dan’s old oven instead, and paid him 10 euro for that! Yeahh!!! Thanks so much Dan!

And yesterday he brought his old oven to Delft and gave it to me! I brought it back home; and last night I immediately cooked a roast chicken for dinner! huahahaha :lol:  Finally now I can do more experiment in my kitchen!!

Winter Hat (with Flaps)

Even though I cancelled my plan to buy an oven last Tuesday, I still went to the centrum anyway, huahaha :lol: . But my plan changed. Instead of looking for a new oven, I was looking for a new winter hat. Well, true that I already had winter hats in my closet, but there was one kind of winter hat that I still did not have. It was a: winter hat with flaps!!

Well, I can tell you know that starting last weekend or so, the temperature dropped here in the Netherlands which was perfected with misty days during the weekend. It has been getting colder, and my now very short hair of course does not help. Sometimes when I was out, I felt the back of my ears really cold and it was quite bone-chilling and hence not comforting at all; plus my ordinary winter hat surely would not help as that part of my head was practically unreachable for the hat. Well, you know how it feels if you have been in a winter in a country with four seasons, right? :D Anyway, so I thought a winter hat with flaps would help a lot.

And so finally I got one in H*ma in the centrum. The price was okay, 9.95 euro, and I totally think it was worth the price!! The flaps really protect my head from the cold much better!! I can tell you guys now: if you live in a four season country or if you plan to come to a four season country during winter: buy a winter hat WITH flaps! It will absolutely be very useful and helpful!! :D

p.s: I kinda want to also get a new winter jacket for myself, and there was one that I liked in H*M, but the price was freaking 99 euro! Damn! There were also other ones though with lower price, but I did not like them! Why was the one that I liked had to be the most expensive one? :(

New Tire

Two days ago I realized that the front tire of my bike was flat.  Such a bad news!! I thought it might just be the valve that was not properly sealed or so; and hence I pumped the tire and made sure that the plastic valve sealed the valve well. But after biking for 20 minutes, it got flat again. Therefore, I knew it was the tire. Damn!

So, this morning I went to a bike repair centre in Delft (well, of course I could fix the problem myself by like buying a new tire, changing the tire, etcetera by myself to save couple more of euros. However, the thing was, with my busy schedule this week, I could not afford that kind of activities) and got it fixed. It cost quite some money though; and just like as I wrote this time, I kinda feel that the cost of bike maintenance is not well-proportional with the price of a new (second-hand) bike, hahaha :P . But anyway, the most important thing is that now my bike is fine! :D

A Misty Day in Delft

A winter hat with flaps

You can see how the flaps function now, right? :D

Roasting a chicken with my new oven!

BAHASA INDONESIA

Oven!

Jadi, akhirnya aku bisa mencoret barang kedua dari daftar barang yang aku ingini. Setelah membeli raket tenis bulan lalu, kemarin akhirnya aku mendapatkan sebuah oven! Yeaaaah!! 

Awal minggu ini (di hari Senin gitu), aku melihat sebuah oven yang terjangkau di Bl*kker di centrum-nya Delft. Jelas lah bukan oven yang besar dan kira-kira isinya tuh cukup buat memanggang setengah pizza gitu deh; tapi ukuran segini juga sudah cukup lah buatku saat ini. Toh aku juga melihat ada cukup ruang andaikata aku mau memasak ayam panggang atau apa gitu. Dan bagian terbaiknya: harganya hanya 30 euro saja! Yeahh!! Masuk budget!!  Oke, jadilah aku membuat rencana untuk membeli oven ini. Karena aku sibuk banget di hari Senin, aku mengalokasikan waktu di hari Selasa siang deh untuk pergi ke centrum untuk menjalankan misi membeli oven baru ini.

Di hari Selasa, ketika aku akan pergi ke centrum, aku bilang ke Dan, temanku yang kebetulan juga satu ruangan kantor denganku di kampus, bahwa aku mau pergi ke centrum buat beli oven. Nah, eh koq dia tiba-tiba malah menawarkan ovennya untukku; soalnya dia mendapatkan oven baru yang lebih besar dan keren di apartemennya yang baru di Rotterdam! Wow! Jadilah aku menerima tawaran ini saja dong ya, dan aku membayar 10 euro untuk ongkos tebusan oven itu! Yeahh!!!  Terima kasih banyak Dan!

Dan kemarin, ia membawakan oven lamanya ke Delft dan menyerahkannya padaku! Aku bawa pulang dong; dan langsung deh kemarin malam aku memasak ayam panggang untuk makan malam! huahahaha :lol: Akhirnya sekarang aku bisa melakukan lebih banyak eksperimen di dapurku deh!! 

Kupluk Musim Dingin (dengan Flap

Walaupun aku membatalkan rencana membeli oven Selasa lalu, aku sih tetap jadi dong pergi ke centrum, huahaha :lol: . Tapi rencanaku memang berubah sih. Karena nggak jadi mencari oven baru, jadilah aku mencari sebuah kupluk buat musim dingin. Yah, memang sih aku sudah punya kupluk musim dingin gitu, tapi ada satu jenis kupluk musim dingin yang masih belum aku miliki. Dan kupluk ini adalah: kupluk dengan flap!! catatan: flap itu maksudnya bagian kupluk yang dirancang buat menutupi keseluruhan telinga gitu deh. 

Yah, aku ceritain nih ya, semenjak sekitar wiken lalu, tiba-tiba suhu udara turun drastis gitu deh di Belanda ini yang dibumbui dengan hari-hari berkabut gitu deh sepanjang wiken. Sekarang ini sudah semakin dingin, dan tentu saja rambutku yang sekarang pendek banget ini nggak membantu sama sekali. Kadang-kadang kalau aku di luar gitu, aku merasa bagian di belakang telingaku itu dingin banget, dan dinginnya agak menusuk tulang dan nggak nyaman gitu deh; ditambah lagi, kupluk musim dinginku yang biasa juga nggak terlalu membantu karena bagian itu kan nggak terjangkau gitu oleh kupluknya. Ya, yang pernah tinggal di musim dingin di negara empat musim pasti pada tahu lah ya rasanya gimana? :D Yah, intinya sih, aku merasa bahwa kupluk musim dingin dengan flap ini akan sangat membantu.

Dan akhirnya aku mendapatkan satu di H*ma di centrum. Harganya lumayan juga sih, 9,95 euro gitu, tapi aku rasa harganya sebanding banget loh dengan fungsinya!! Flaps-nya beneran melindungi kepalaku dari dinginnya musim dingin dengan baik!! Dan aku bisa bilang deh: kalau tinggal di negara empat musim atau ada rencana buat berkunjung ke negara empat musim di kala musim dingin: beli deh kupluk musim dingin YANG ADA flaps-nya! Bakalan sangat berguna dan membantu banget tuh!! :D

p.s: Eh, aku juga agak ingin beli jaket musim dingin baru buatku nih; dan ada satu sih yang aku suka di H*M, tapi koq harganya 99 euro gitu ya! Sial!  Ada sih beberapa model lain yang harganya lebih murah, tapi aku nggak suka modelnya! Ah, kenapa sih model yang aku suka harus yang harganya paling mahal? :(

Ban Baru

Dua hari yang lalu, aku menyadari bahwa ban depan sepedaku itu kempes.  Berita yang menyebalkan banget nih!! Aku kira mungkin saja ini hanya katup di rodanya yang tidak tertutup rapat, makanya lalu aku memompanya lagi dan menutup katupnya dengan rapat. Eh, tapi setelah sepedaan 20 menit gitu bannya kempes lagi. Ya udah, jelas deh bannya kempes. Sial!

Jadilah pagi tadi aku pergi ke sebuah pusat servis sepeda di Delft (tentu saja ya sebenarnya bisa saja aku memperbaiki masalah ini sendiri, yaitu dengan beli ban baru, mengganti bannya, dan kawan-kawan gitu untuk menghemat sedikit euro. Tapi, masalahnya, aku kan lagi sibuk banget nih, dan rasanya nggak setimpal deh antara uang yang dihemat dengan waktu ekstra yang harus aku korbankan). Memang ongkos perbaikannya lumayan juga sih; dan kayak yang pernah aku tulis pada waktu ini, aku merasa ongkos perawatan sepeda disini itu nggak terlalu proporsional sama harga sepeda (second) yang baru ya, hahaha :P . Ah, sudahlah, yang penting sekarang sepedaku sudah benar lagi! :D