#1441 – 2014 US Open

ENGLISH

So this is the time of the year again, where the final grandslam tournament of the year, the 2014 US Open, has just been concluded. And as usual, here is a short review about it :)

Women’s Singles

All eyes were set on Serena Williams. After finishing 2013 brilliantly, she was subpar in the first three grandslam tournaments this year; losing in the fourth round, second round, and third round of the Australian Open, French Open, and Wimbledon, respectively. She has not had a totally disastrous year overall though, as she performed quite decently on the regular WTA tournaments. However, as a player at her calibre, who is chasing tennis record to break; grandslam performance obviously gets the priority.

After the disappointing Wimbledon, she has built her tennis form, collecting a 12-1 win/loss record on the US Open warming up tournaments; with the one loss came in the hand of her sister, Venus Williams, in the semifinals of Montreal. So she was in a good form coming to the US Open. But the cloud of doubt still lingered as the US Open was a grandslam; and she hasn’t been performing well at the grandslams this year.

Speaking of which, the draw fell apart once again. The second and third seed, Simona Halep and Petra Kvitova, lost in the third round. The fourth seed, Agnieszka Radwanska, even lost in the second round. The fifth seed, Maria Sharapova, lost in the fourth round. In fact, Serena Williams was the only top 8 seed that advanced to the quarterfinals round. In the end, Serena reached the final by not only without dropping a set, but also not dropping more than three games per set. She would face her very good friend, Caroline Wozniacki, who was competing in her second grandslam final, after the same tournament five years ago. Serena was able to continue this streak, beating Wozniacki 6–3, 6–3 in the final.

This title means Serena has just set a very historical milestone in her legendary career:
– This is her 18th grandslam singles title, thus officially tying two tennis legends, Chris Evert and Martina Navratilova; the second most in the Open Era (only behind Steffi Graf at 22)
– By winning the tournament AND performing the best during the US Open Series, she received a total prize money of $4,000,000. The most any tennis player, male or female, has received in a single event in a tournament in history! (Last year she shared the, then, record of $3,600,000 with Rafael Nadal).

Men’s Singles

Due to the nature of the Big Four’s dominance basically in the last many years, it was, again, a bit hard to see someone else other than them (except for Nadal, who withdrew from the tournament due to an injury) lifting the trophy in the end. However, this year, the dominance seems to have entered the resurgence phase, where more players were able to challenge them in the big stages. But still, nevertheless, they (especially Novak Djokovic and Roger Federer) were the favorites.

Both of them did advance to the semifinals where Djokovic would face Kei Nishikori and Federer would face Marin Čilić. It appeared as it would be another Djokovic – Federer final. But boy oh boy, this was tennis; and everyone must play the actual tennis match before being declared a winner is for a reason, a good one. First, Nishikore upsetted Djokovic in four sets. Later on, Čilić defeated Federer in straight sets! :shock: One word: WOW!! So finally, for the first time since the Australian Open 2005 (that was literally 9.5 years ago), the final of a grandslam men’s singles does not involve either Novak Djokovic, Rafael Nadal, Roger Federer, or Andy Murray!

I did not watch the final though (because it was Monday night in the Netherlands, and I had to work on Tuesday), but in the end, Marin Čilić won his first grandslam title with a 6–3, 6–3, 6–3 victory over Kei Nishikori.

Men’s Doubles

Back to a legendary achievement, Bob & Mike Bryan also reached a very big milestone in this tournament. They won their 16th grandslam doubles title together; and on top of that, this title was their 100th title together! :shock: Wow that is some records!

BAHASA INDONESIA

Sudah tanggal-tanggal segini lagi, jadi artinya turnamen grandslam terakhir tahun ini, US Open 2014, baru saja berakhir. Dan seperti biasanya, berikut ini review tentangnya :)

Tunggal Putri

Semua mata tertuju pada Serena Williams. Setelah ia mengakhiri tahun 2013 dengan brilian, ia tampil mengecewakan di ketiga turnamen grandslam lainnya tahun ini; kalah di babak keempat, babak kedua, dan babak ketiga dari Australia Terbuka, Prancis Terbuka, dan Wimbledon, secara berturutan. Sebenarnya secara keseluruhan musim ini nggak parah-parah amat sih baginya, karena toh ia mendapatkan hasil yang tidak buruk di turnamen-turnamen regulernya WTA. Namun, pemain sekaliber dirinya, yang saat ini sedang mengejar untuk memecahkan rekor-rekor di tenis; tentu saja performa di turnamen grandslam lah yang mendapatkan prioritas.

Setelah turnamen Wimbledon yang amat mengecewakan, permainan tenisnya ia bangun kembali, dan akhirnya mengantongi rekor menang/kalah 12-1 di turnamen-turnamen pemanasan US Open; dengan satu-satunya kekalahan ia derita dari kakaknya sendiri, Venus Williams, di babak semifinal di Montreal. Jadi ia berada dalam kondisi yang baik memasuki US Open ini. Tetapi keraguan masih tetap menghantuinya karena US Open adalah turnamen grandslam; padahal tahun ini ia belum tampil baik di grandslam.

Ngomong-ngomong, undian di grandslam terbuka kembali tahun ini. Unggulan kedua dan ketiga, Simona Halep dan Petra Kvitova, kalah di babak ketiga. Unggulan keempatnya, Agnieszka Radwanska, bahkan kalah di babak kedua. Unggulan lima, Maria Sharapova, kalah di babak keempat. Bahkan, Serena Williams adalah satu-satunya pemain unggulan 8 besar yang masuk babak perempat-final loh. Dan akhirnya, Serena berhasil masuk final tidak hanya dengan tanpa kehilangan satu set pun, tetapi kehilangan tidak lebih dari tiga games di setiap set tersebut. Ia akan melawan teman baiknya di final, Caroline Wozniacki, yang berada di final grandslam keduanya, setelah turnamen yang sama lima tahun lalu. Serena mampu mempertahankan momentum ini, dan ia mengalahkan Wozniacki 6–3, 6–3 di final.

Gelar ini berarti Serena baru saja menorehkan sejarah penting di karier legendarisnya:
– Ini adalah gelar grandslam tunggal ke-18-nya, artinya kini ia menyamai dua petenis legendaris, Chris Evert dan Martina Navratilova; kedua terbanyak di Era Terbuka (hanya tertinggal dari Steffi Graf yang mengoleksi 22 gelar)
– Dengan memenangi turnamen ini DAN tampil terbaik di US Open Series, ia menerima total hadiah sebesar $4 juta loh. Ini adalah rekor hadiah terbanyak yang pernah dimenangi seorang atlet tenis, baik putra maupun putri, dari satu event di satu turnamen! (Tahun lalu ia memegang rekor ini, yaitu $3,6 juta, bersama dengan Rafael Nadal).

Tunggal Putra

Karena dominasi Big Four selama banyak tahun belakangan, rasanya, lagi-lagi, sulit untuk melihat seseorang selain mereka (kecuali Nadal, yang mundur dari turnamen ini karena cedera) mengangkat piala turnamen ini di akhir turnamen. Namun, tahun ini, dominasi mereka nampak mulai mengendor, dimana ada beberapa pemain yang mulai unjuk gigi melawan mereka di panggung-panggung besar. Tetapi, rasanya masih saja merekalah (terutama Novak Djokovic dan Roger Federer) yang difavoritkan untuk menang.

Keduanya lolos ke babak semifinal dimana Djokovic akan melawan Kei Nishikori dan Federer melawan Marin Čilić. Awalnya, finalnya nampak akan menjadi final Djokovic – Federer lagi. Tetapi ini adalah tenis; dan semuanya masih harus memainkan pertandingan sebelum dinyatakan sebagai pemenang karena sebuah alasan, dan sebuah alasan yang baik. Pertama-tama, Nishikori mengejutkan Djokovic dengan menang dalam empat set. Kemudian, Čilić mengalahkan Federer melalui straight sets! :shock: Satu kata: WOW!! Jadi akhirnya, untuk pertama kalinya semenjak Australian Open 2005 (artinya lebih dari 9,5 tahun yang lalu!), final tunggal putra sebuah turnamen grandslam tidak melibatkan Novak Djokovic, Rafael Nadal, Roger Federer, atau Andy Murray!

Aku sendiri tidak menonton finalnya sih (karena ditayangkan Senin malam waktu Belanda, dan kan aku harus kerja di hari Selasa), tetapi pada akhirnya, Marin Čilić memenangi gelar grandslam pertamanya dengan skor 6–3, 6–3, 6–3 atas Kei Nishikori.

Ganda Putra

Kembali ke pencapaian yang legendaris, Bob & Mike Bryan juga baru saja mencapai pencapaian amat besar di turnamen ini. Mereka memenangi gelar grandslam ke-16-nya mereka; dan di atas itu, ini adalah gelar mereka yang ke-100! :shock: Keren banget ya rekornya!

#1412 – 2014 Wimbledon Championships

ENGLISH

Today, the third grandslam tournament of the year, the Wimbledon Championships, was concluded. As usual, here is a review and some of my takes on it.

Ladies’ Singles

The ladies’ singles was, as usual, very open. Even though Serena Williams was (still) the favorite coming to the tournament, she hadn’t been performing well in the grandslam this year. So she wasn’t as a heavy favorite coming to this tournament as last year.

In the end, the ladies’ singles draw fell apart once again. Serena Williams lost in the third round to Alize Cornet; in a match which, in my opinion, was strange because Serena was not herself in the second and third set by playing so passively. She was brilliant in the first set though, dominating the match which was the reason why she won it handily 6–1. So that is why I (still) do not understand why suddenly she “changed” this in the second and third (which ultimately cost her the match). Maria Sharapova lost in the fourth round to Angelique Kerber; Li Na lost in the third round as well. The best match of the tournament, in my opinion, was between the 2011 champion, Petra Kvitova, and the five time Wimbledon champion, Venus Williams. Too bad it had to happen in the third round. It was a high-quality match throughout, and in the end Kvitova won 5–7, 7–6(2), 7–5.

In the end, Petra Kvitova reached her second Wimbledon and grandslam final, where she would face a young rising Canadian, Eugenie Bouchard. Bouchard has been quite consistent this year, reaching the semifinals of the Australian Open and French Open as well (though, arguably, she also profited a little bit from her open draw; but nevertheless, she still did her job, which was winning these matches :) ). Anyway, in the final, Kvitova played magnificently and showed that at the moment, she was in a different class than Bouchard. In the end, Kvitova won her second Wimbledon and grandslam title after beating Bouchard 6–3, 6–0 in just 55 minutes.

Gentlemen’s Singles

Andy Murray was the defending champion and he came to this tournament having just appointed Amelie Mauresmo as his coach; a decision which was quite controversial in the sense that Amelie is a woman (I mean, come on people. Does gender really matter? :roll: ). He performed very well in the first week but lost to Grigor Dimitrov in the quarterfinals. Rafael Nadal also had a bad Wimbledon for the third straight time, failing to reach the quarterfinals after losing in four sets to a young rising player from Australia, Nick Kyrgios.

But in the end, the Big Four still pretty much showcased their dominance, where Novak Djokovic and Roger Federer reached the final. The final was an exciting match; and it offerred some drama as well. Djokovic was up 5–2 in the fourth set where he was already 2 sets up. He was serving for the match at 5–3 but then got broken, and at 5–4 on Federer’s serve, he got a championship point; which Federer saved with an ace. Federer won five games in a row in that set and sealed it 7–5! Djokovic also called the trainer early in the fifth set. But in the end, he was able to hang in there and finally won the match 6–7(7), 6–4, 7–6(4), 5–7, 6–4 to claim his second Wimbledon title.

Petra Kvitova won her second Wimbledon title in 2014. Photo credit: Pool/Getty Images Europe
Petra Kvitova won her second Wimbledon title in 2014. Photo credit: Pool/Getty Images Europe
Novak Djokovic won his second Wimbledon title in 2014. Photo credit: Al Bello/Getty Images Europe
Novak Djokovic won his second Wimbledon title in 2014. Photo credit: Al Bello/Getty Images Europe

BAHASA INDONESIA

Hari ini, turnamen grandslam ketiga tahun ini, Kejuaraan Wimbledon, telah selesai. Seperti biasa, berikut ini review singkatku beserta pendapatku tentangnya.

Tunggal Putri

Tunggal putri, seperti biasa, sangat terbuka tahun ini. Walaupun Serena Williams (masih) yang paling difavoritkan, sejauh ini tahun ini ia masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan di turnamen-turnamen grandslam. Jadi ia tidak difavoritkan dengan amat berat di turnamen ini, tidak seperti tahun lalu.

Pada akhirnya, sisi tunggal putrinya benar-benar terbuka lagi. Serena Williams kalah di babak ketiga dari Alize Cornet; di sebuah pertandingan yang, menurutku, sangat aneh karena Serena tidak seperti dirinya sendiri di set kedua dan ketiga dimana ia bermain dengan amat pasif. Ia bermain dengan brilian di set pertama sih, sehingga bisa memenanginya dengan mudah 6–1. Makanya aku (masih) belum mengerti mengapa kok tiba-tiba ia “mengubah” permainannya di set kedua dan set ketiga itu yang mana akhirnya mengakibatkan ia kalah. Maria Sharapova kalah di babak keempat dari Angelique Kerber; dan Li Na kalah di babak ketiga juga. Pertandingan terserunya sendiri, menurutku, sih antara juara tahun 2011, Petra Kvitova, dan juara Wimbledon lima kali, Venus Williams. Sayang banget pertandingan klasik ini harus terjadi di babak ketiga. Kualitasnya sungguh tinggi di sepanjang pertandingan, dan pada akhirnya Kvitova menang tipis 5–7, 7–6(2), 7–5.

Pada akhirnya, Petra Kvitova mencapai babak final Wimbledon dan grandslam keduanya, dimana ia akan bermain melawan pemain muda dari Kanada, Eugenie Bouchard. Bouchard sendiri telah tampil cukup konsisten tahun ini, dimana ia juga mencapai babak semifinalnya Australian Open dan French Open juga (walaupun bisa dikatakan ia beruntung sih karena sisi undiannya terbuka lebar; tetapi walaupun begitu toh hanya ia yang mampu meyelesaikan tugasnya, yaitu bermain dan terus menang :) ). Ngomong-ngomong, di final, Kvitova bermain dengan amat luar biasa dan menunjukkan pada waktu itu bahwa ia berada di kelas yang berbeda dari Bouchard. Pada akhirnya, Kvitova memenangi gelar Wimbledon dan grandslam keduanya dengan mengalahkan Bouchard 6–3, 6–0 hanya dalam waktu 55 menit.

Tunggal Putra

Andy Murray adalah juara bertahan dan ia masuk ke turnamen ini dengan baru saja menunjuk Amelie Mauresmo sebagai pelatihnya; sebuah keputusan yang cukup kontroversial karena Amelie adalah seorang wanita (Duh, plis deh ya masak zaman sekarang hal beginian masih dipermasalahkan sih? :roll: ). Ia bermain dengan amat baik di minggu pertama tetapi kemudian kalah dari Grigor Dimitrov di perempat final. Rafael Nadal juga mengalami Wimbledon yang buruk untuk ketiga tahun berturut-turut dimana ia kalah sebelum perempat final. Kali ini ia kalah dalam empat set dari pemain muda asal Australia, Nick Kyrgios.

Toh pada akhirnya, Big Four di tenis putra masih menunjukkan dominasinya, dimana Novak Djokovic dan Roger Federer berhasil menembus putaran final. Finalnya berlangsung amat seru; dan ada dramanya juga loh. Djokovic sebenarnya unggul 5–2 di set keempat dimana ia sudah memenangi 2 set. Ia memegang servis untuk memenangi pertandingan di posisi 5–3 tetapi servisnya dipatahkan, dan di posisi 5–4 di servisnya Federer sebenarnya ia mendapatkan sebuah championship point; yang mana diselamatkan Federer dengan sebuah pukulan ace. Federer memenangi lima games berturut-turut di set keempat itu dan memenanginya 7–5! Djokovic juga memanggil trainer di awal set kelima. Tetapi pada akhirnya ia mampu bertahan disana dan akhirnya menang 6–7(7), 6–4, 7–6(4), 5–7, 6–4 untuk merebut gelar Wimbledon keduanya.

#1406 – Side Stories from My Paris Roland Garros Trip

ENGLISH

Photos

I usually take many pictures when I am travelling (but not pictures of myself though, more about the objects I see). And it, apparently, intensifies significantly everytime I am visiting a tennis tournament, haha :P . So obviously I took a lot of photos during my three day visit to Roland Garros. Can anyone guess how many photos I took with my camera during my three day visit to Roland Garros (well, plus the two days before and after my visit)?

Well, it was 1,866. Yes, one thousand eight hundred and sixty six! Hahaha :P

Around The Ground of Stade Roland Garros

One of the (many) benefits of actually visiting a tennis tournament, especially a grandslam, is the opportunity to see what is going on in the venue other than the tennis matches. Here is one of them:

One essential party that is involved in any official tour-level match is the ballkids. Just like the players, they need to also move and run a lot during the match. Which further implies that they also need to do their own warm-ups.

In the morning, before the matches started, aside from watching a lot of players warming up, I was also able to watch (or see) these ballkids warming up. And this video was one of the occassion. It looks quite fun, doesn’t it? Even though I have no idea what the lyrics of the jingle is about (though I am sure it is something about Roland Garros :P ).

The “Mexican Wave”

One thing that I like from watching tennis in Court Philippe Chatrier is that sometimes, the fans like to enjoy themselves too by making the “Mexican wave” during the break, hahaha :lol: . And of course I joined them! :)

Roland Garros, Paris
One of the 1,866 photos that I took during the fortnight

BAHASA INDONESIA

Foto

Biasanya memang aku mengambil banyak foto ketika sedang bepergian (eh tapi bukan foto diri sendiri sih, kebanyakan sih tentang obyek yang aku lihat). Dan ini, ternyata, menjadi jauh lebih intens setiap kali aku mengunjungi sebuah turnamen tenis, haha :P . Jadi tentu saja kali ini pun bukanlah sebuah pengecualian, dimana aku mengambil banyak foto juga di kunjungan tiga hariku ke Roland Garros. Dan adakah yang bisa menebak berapa banyak foto yang aku ambil selama tiga hari itu (plus dua hari ding, sebelum dan setelahnya)?

Yah, jawabannya adalah 1.866. Iya loh, seribu delapan ratus enam puluh enam! Hahaha :P

Di Sekeliling Stade Roland Garros

Satu dari (banyak sekali) keuntungan mengunjungi turnamen tenis, terutama grandslam, adalah kesempatan untuk melihat dan mengalami apa saja yang terjadi di kompleks turnamennya di samping pertandingan-pertandingan tenisnya. Berikut ini satu di antaranya:

Salah satu bagian amat penting dari pertandingan tenis level tur dunia adalah para ballkids. Seperti para pemain tenisnya, mereka juga harus banyak bergerak dan berlari di sepanjang pertandingan. Yang mana artinya mereka juga membutuhkan pemanasan sendiri kan ya.

Di pagi harinya, sebelum pertandingan pertama dimulai, di samping berkesempatan melihat banyak pemain pemanasan, aku juga bisa melihat para ballkids ini mempersiapkan diri juga. Dan video di atas adalah salah satunya. Kayaknya seru ya? Walaupun aku nggak tahu sih yel-yelnya itu liriknya apa (walaupun aku yakin 100% bahwa yelnya berkenaan dengan Roland Garros :P ).

“Mexican Wave”

Satu hal yang aku suka dari menonton tenis di Lapangan Philippe Chatrier adalah kadang-kadang, para penontonnya juga ikutan memeriahkan suasananya loh dengan membuat “Mexican wave” di kala waktu istirahat, hahaha :lol: . Dan tentu saja aku ikutan!`:)

#1403 – 2014 Paris Roland Garros Trip (Part III)

ENGLISH

Previously on 2014 Paris Roland Garros Trip: Zilko went to Paris during the Ascension Day long weekend to watch the second grandslam tournament of the year, the French Open. He had spent two full days at Stade Roland Garros and now was ready to go on his third and final day of visit this year.

***

Day 4 (Saturday, 31 May 2014)

My morning went pretty much similarly as the previous two days. Well, except that this morning I also checked in for my flight back to the Netherlands tomorrow (with KLM/Air France we can check-in online since 30 hours prior to departure). This was especially important for me because I always wanted to pick my own seat! Hahaha :P . Anyway so I arrived a little bit later at the queue today, at around 9:20. But I was still quite at the front of the line so it was fine.

Btw, here is the schedule for my Philippe Chatrier seat today:

The line-up at Court Philippe Chatrier today
The line-up at Court Philippe Chatrier today

It was still a good lineup obviously. But in a way I was a little bit disappointed that they did not put Andy Murray on Court Philippe Chatrier. I mean, up to this point, he had never played in Philippe Chatrier this year (it was Suzanne Lenglen in round 1, Court No.1 in round 2, and now Suzanne Lenglen again in round 3). Damn! :(

Anyway, again, at around 9:40 they opened the gate. And, again, my ritual was pretty much the same. I went around the venue to see the players warming up and preparing themselves. This morning I saw Petra Kvitova, Lucie Hradecka, Cara Black, Jean-Julien Rojer, and Horia Tecau. Yeah, not so many that I saw this morning.

Being a Mom on the WTA Tour. Cara Black with her husband and toddler.
Being a Mom on the WTA Tour. Cara Black with her husband and toddler.

At around 10:45, I went to my seat at Philippe Chatrier. This seat was very close to my seat on Day 3 (so it provided pretty much similar view), but better because now I got row 1! :shock: Haha. Btw the other benefit of sitting in row 1 is that I can use the “fence” in front of me as my personal footrest, huahaha :P .

Anyway, at 11:00, both players for the first match at Philippe Chatrier entered the ground: the fifth seed, Petra Kvitova, and the 27th seed and 2009 champion here, Svetlana Kuznetsova.

And this match, ladies and gentlemen, turned out to be the most epic WTA match I had ever seen live in person in my life!! It was a tight match with such high quality that ended in three sets!

Svetlana Kuznetsova
Svetlana Kuznetsova

The first set went quite tight. Even though Kvitova got an early break, Kuznetsova was able to break back. And they went toe-to-toe so that a tiebreak had to be played. Kvitova played a good tiebreak and won it 7–3. Despite so, actually Kuznetsova won 47 points in the set while Kvitova only won 46 points. This means that Kvitova played the important points better.

At the start of the second set, maybe a small thing bothered Kvitova so she had to call a trainer. They then went to the locker room for awhile and Kvitova came back with her right hip being taped. She appeared to be bothered at first; and this made Kuznetsova easily sealed the second set 6–1. So a third set must be played.

Watching the most epic WTA match I have ever seen LIVE in person. A tight match between Petra Kvitová and Svetlana Kuznetsova.
Watching the most epic WTA match I have ever seen LIVE in person. A tight match between Petra Kvitová and Svetlana Kuznetsova.

And the third set could not be any more better! Kvitova got her rhythm again and went firing in all cylinder. But Kuznetsova was also a good player that she defended all those attacks really well! And she could fire too; though not as aggressively as Kvitova! Kvitova was the one who got the first advantage by breaking Kuznetsova’s serve and was serving for the match at 5–4. But then she was a little bit shaky (while at the same time Kuznetsova played really well) so Kuznetsova broke back.

Two games later, down 5–6 and serving, Kvitova was down 15–40; meaning Kuznetsova had two match points. Kuznetsova needed to just win one of the next two points to win the match. And you know what? An amazing thing happened. Kvitova saved the first match point with a powerful forehand drive volley down the line (FDVDTL) winner that bounced literally on the baseline!! :shock: :lol: ON THE LINE!! If you play tennis, you would know that there was (almost) nothing Kuznetsova could do to return that FDVDTL shot. It was a hella good of a shot!! Okay, but there was still a second match point for Kuznetsova. And at this point, Kvitova also hit a powerful forehand winner! :shock: I mean, WOW!! That was hella good from Kvitova!! She was so pumped after both occasions (well no wonder)!!

Petra Kvitova saving the first match point with a FDVDTL winner.
Petra Kvitova saving the first match point with a FDVDTL winner.
Petra Kvitova saving the second match point with a forehand winner.
Petra Kvitova saving the second match point with a forehand winner.

Kvitova carried this on by, again, breaking Kuznetsova’s serve in the next game and, for the second time in the match, she was serving for the match at 7–6. But then, Kuznetsova fought so hard and made some amazing shots to level the match back to 7–7. I mean, these two ladies, none of them wanted to lose! Lol :lol: .

Kuznetsova held easily in the next game. And serving down 7–8, Kvitova played a bit more tentatively and finally, this time Kuznetsova was able to seal the deal after Kvitova’s last shot went long. So, after 3 hours and 13 minutes, Svetlana Kuznetsova won 6–7(3), 6–1, 9–7 to advance to the fourth round!!

Kuznetsova won the third set 9–7!!
Kuznetsova won the third set 9–7!!

It was amazing. For me, I even felt tired after just watching the match, haha :lol: . Actually, before the match started I did not expect it to last that long as at 14:00, I wanted to go to RG Lab as Tomas Berdych was scheduled to be there to give autographs. But then, this match went so tight and I already invested my emotion on it that I felt like I must stay until the end of the match to see the outcome! Hahaha :lol: . It was such an amazing experience!! :) I mean, I am sure it was also amazing match if we watched it on TV or in the internet; but trust me, it was in a much different level when we witnessed it first hand, in person!! :)

I stayed for the first several games of the next match at PC between Rafael Nadal and Leonardo Mayer before deciding that I needed some rest and lunch, haha :lol: . So I went to the restaurant and had the same thing that I did the day before, a steak. After lunch, I stretched my leg by going around the venue again. At one point I saw that the Nadal-Mayer match was at 2–2 in the third set so I thought it was quite tight and I had time to go around one more time. But then, a few minutes later it was already 5–2 40–0 in Nadal’s favor. I mean, damnit! I would very likely miss the conclusion of the match because at this point I was outside the Philippe Chatrier court! Haha :P

Rafael Nadal
Rafael Nadal

Before getting back to my seat for the third match of the day, I saw a crowd flocking just outside a door in Philippe Chatrier. This was a special door as this was the entrance to the official part of the court (read: the door where the players got in/out Court PC). And Rafael Nadal would come out from this door soon so people were waiting for him! Haha. At first I joined it (I mean why not?) but then he took so long (I guess he needed to do a press conference as well there) so I decided to leave and just got back to my seat.

The third match at PC had already undergone at this point. It was between Andrea Petkovic and a local player, Kristina Mladenovic. This match, even though not as intense as the Kvitova – Kuznetsova match, was also very tough. Btw wow, we had good women’s matches at Philippe Chatrier today!! Petkovic comfortably won the first set 6–4. But Mladenovic, with the help of the French crowd, fought back and won the second 6–4. But in the end Petkovic was too strong for Mladenovic and she won the match 6–4, 4–6, 6–4 to move to the fourth round.

Andrea Petkovic reached the fourth round
Andrea Petkovic reached the fourth round

I was so tired that I decided not to stay for the last match of the day between Richard Gasquet and Fernando Verdasco. So I left my seat and went back to my hotel.

But before actually going back to my hotel, I stopped at a restaurant to have dinner. I chose a three course dinner tonight. The appetizer was a tomato mozarella salad, the main course was a medium-rare beef steak with shallot sauce, and for dessert I chose the famous crème brûlée. It was quite nice :D

Day 5 (Sunday, 1 June 2014)

The agenda today was just to go to Charles de Gaulle Airport to go back to the Netherlands. As I said, I was very excited today because finally I would be flying with an Airbus A321, haha :P .

I checked out at around 9:00; bought a sandwich as breakfast at Paul before taking an RER service to the airport. Long story short, I arrived at the airport, checked in, and entered the gate. At around 11:10, the boarding call was made and I boarded my plane: an Air France’s Airbus A321-212 reg F-GTAR flight AF 1640 to Amsterdam.

The actual flight AF 1640 route map today from CDG to AMS. Source: http://www.flightradar24.com/data/flights/af1640/#3775dc1
The actual flight AF 1640 route map today from CDG to AMS. Source: http://www.flightradar24.com/data/flights/af1640/#3775dc1

At 11:40, my flight took off from runway 27L of Paris Charles de Gaulle Airport and about 50 minutes later, she landed at runway 06 of Schiphol Airport. Here is the landing video:

Then it was the normal thing. I took my luggage and took the train service back to Delft. And here, my long weekend trip to Paris to watch the French Open this year officially ended.

THE END.

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam 2014 Paris Roland Garros Trip: Zilko pergi ke Paris dalam rangka long weekend Hari Raya Pantekosta untuk menonton turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open. Ia sudah menghabiskan dua hari penuh di Stade Roland Garros dan kini sudah siap untuk menyongsong hari ketiga sekaligus hari terakhirnya di kunjungannya tahun ini.

***

Hari 4 (Sabtu, 31 Mei 2014)

Pagiku berlangsung kurang lebih sama seperti dua hari sebelumnya. Eh, kecuali pagi ini aku juga check in online untuk penerbanganku kembali ke Belanda keesokan harinya sih (kalau terbang dengan KLM/Air France, kita bisa check-in semenjak 30 jam sebelum waktu keberangkatan). Ini penting banget dong untukku karena aku kan harus memilih kursiku sendiri di pesawat kan ya! Hahaha :P . Ngomong-ngomong, aku tiba di antriannya agak lebih siang hari ini, sekitar jam 9:20an. Tetapi posisiku masih cukup berada di depan antriannya sih jadi nggak masalah juga.

Btw, berikut ini jadwal untukku di Lapangan Philippe Chatrier hari ini:

The line-up at Court Philippe Chatrier today
Jadwal di Lapangan Philippe Chatrier hari ini

Masih jadwal yang bagus sih. Tetapi sedikit banyak aku merasa kecewa karena mereka tidak menjadwalkan Andy Murray di Lapangan Philippe Chatrier. Maksudku, sampai saat ini, ia belum pernah bermain di Philippe Chatrier loh tahun ini (ia bermain di Suzanne Lenglen di babak pertama, Lapangan No.1 di babak kedua, dan kini di Suzanne Lenglen lagi untuk babak ketiga). Sial! :(

Anyway, lagi-lagi, sekitar jam 9:40, mereka membuka gerbangnya. Dan, lagi, ritualku pagi itu kurang lebih sama sih. Aku mengelilingi arena turnamennya untuk menonton beberapa pemain pemanasan dan memperiapkan diri. Pagi ini aku melihat Petra Kvitova, Lucie Hradecka, Cara Black, Jean-Julien Rojer, dan Horia Tecau. Iya, nggak banyak-banyak amat ya pagi ini.

Being a Mom on the WTA Tour. Cara Black with her husband and toddler.
Menjadi seorang ibu di tur WTA. Cara Black bersama dengan suami dan anak batitanya.

Sekitar jam 10:45, aku pergi ke kursiku di Philippe Chatrier. Kursiku ini lokasinya dekat sekali dengan kursiku di Hari 3 (jadi pandangan ke lapangannya kurang lebih sama lah), tetapi lebih oke karena sekarang kursiku ada di barisan nomor 1 loh! :shock: Haha. Btw, keuntungan duduk di barisan nomor 1 adalah aku bisa menggunakan “pagar” kecil di depanku sebagai tempat sandaran kaki gitu deh, huahaha :P .

Ngomong-ngomong, sekitar jam 11 pagi, kedua pemain dari pertandingan pertama memasuki Lapangan Philippe Chatrier: unggulan kelima, Petra Kvitova, dan unggulan ke-27 dan juara tahun 2009 disini, Svetlana Kuznetsova.

Dan pertandingan ini, saudara dan saudari sekalian, ternyata menjadi pertandingan WTA ter-SERU yang pernah aku tonton langsung dengan mata kepala sendiri seumur hidup!! Benar-benar sebuah pertandingan yang ketat dengan kualitas tinggi yang berakhir dalam tiga set!

Svetlana Kuznetsova
Svetlana Kuznetsova

Set pertama berlangsung cukup ketat. Walaupun Kvitova berhasil mematahkan servisnya Kuznetsova duluan, Kuznetsova kemudian berhasil membalasnya. Dan mereka bermain seimbang sehingga set pertama harus diakhiri dengan sebuah tiebreak. Kvitova memainkan tiebreak yang bagus dan memenanginya 7–3. Walaupun begitu, sebenarnya Kuznetsova memenangi 47 poin di sepanjang set pertama sementara Kvitova hanya 46 poin saja. Ini artinya Kvitova bermain di poin-poin penting dengan lebih baik.

Di permulaan set kedua, mungkin ada hal kecil yang mengganggu Kvitova sehingga ia memanggil trainer. Mereka kemudian pergi ke ruang ganti sebentar dan Kvitova kembali dengan paha kananna diperban. Ia nampak sedikit terganggu awalnya; dan ini membuat Kuznetsova berhasil merebut set kedua dengan mudah 6–1. Jadi set ketiga harus dimainkan.

Watching the most epic WTA match I have ever seen LIVE in person. A tight match between Petra Kvitová and Svetlana Kuznetsova.
Menonton pertandingan WTA ter-SERU yang pernah aku tonton LANGSUNG dengan mata kepala sendiri. Pertandingan antara Petra Kvitová dan Svetlana Kuznetsova.

Dan set ketiganya berlangsung dengan sungguh amat seru sekali! Kvitova berhasil mendapatkan ritmenya kembari dan terus menyerang dengan gas maksimum. Tetapi Kuznetsova jugalah pemain yang bagus dan pertahanan dari serangan-serangan Kvitova juga sungguh ciamik! Dan ia juga bisa menerang juga; walaupun memang tidak seagresif Kvitova! Kvitova adalah yang pertama yang mendapatkan posisi unggul dengan berhasil mematahkan satu servisnya Kuznetsova dan servis untuk memenangkan pertandingan (serving for the match) di posisi 5–4. Tetapi kemudian ia agak sedikit kehilangan konsentrasi (sementara pada saat yang sama Kuznetsova juga bermain baik) sehingga Kuznetsova mematahkan servisnya balik.

Dua game kemudian, tertinggal 5–6 dan memegang servis, Kvitova tertinggal 15–40; yang mana artinya Kuznetsova memiliki dua match point. Kuznetsova hanya perlu memenangi salah satu dari dua poin selanjutnya untuk memenangi pertandingan. Dan apa yang terjadi? Hal super keren! Kvitova menyelamatkan match point pertama dengan pukulan winner forehand drive volley down the line (FDVDTL) yang sangat keras yang mengenai baseline-nya!! :shock: :lol: Iya loh PAS GARIS aja gitu!! Kalau tahu tenis, tahulah (nyaris) tidak ada yang bisa dilakukan Kuznetsova untuk mengembalikan pukulan FDVDTL itu. Itu sebuah pukulan yang amat luar biasa!! Oke, tetapi toh Kuznetsova masih memiliki match point kedua kan. Dan untuk yang kali ini, Kvitova kembali menyelamatkannya dengan pukulan forehand winner yang amat keras! :shock: Maksudku, WOW banget kan!! Benar-benar permainan yang bagus dari Kvitova!! Ia juga bersemangat dan meluapkan emosinya setelah itu (ya nggak heran lah ya)!!

Petra Kvitova saving the first match point with a FDVDTL winner.
Petra Kvitova menyelamatkan match point pertama dengan pukulan FDVDTL winner.
Petra Kvitova saving the second match point with a forehand winner.
Petra Kvitova menyelamatkan match point kedua dengan pukulan forehand winner.

Kvitova membawa momentum ini dan mematahkan servis Kuznetsova di game selanjutnya, sehingga untuk kedua kalinya di pertandingan ini ia akan serving for the match di posisi unggul 7–6. Tetapi kemudian, Kuznetsova sungguh berjuang dengan keras dan membuat beberapa pukulan kelas dunia untuk kembali menyamakan kedudukan menjadi 7–7. Ah, benar-benar banget nih ya dua wanita, sama-sama nggak ada yang mau kalah! Huahaha :lol: .

Kuznetsova berhasil mempertahankan servisnya di game berikutnya. Dan ketika memegang servis di posisi 7–8, Kvitova bermain sedikit lebih tentatif, dan kali ini Kuznetsova berhasil menembus garis finish ketika pukulan terakhirnya Kvitova keluar lapangan. Jadi, setelah 3 jam 13 menit, Svetlana Kuznetsova menang 6–7(3), 6–1, 9–7 untuk melaju ke babak keempat!!

Kuznetsova won the third set 9–7!!
Kuznetsova memenangi set ketiga 9–7!!

Seru banget deh. Untukku, bahkan aku ikutan merasa capek loh padahal aku kan cuma menonton pertandingannya aja ya, haha :lol: . Sebenarnya, sebelum pertandingannya dimulai, aku tidak menyangka ini akan berlangsung selama itu. Karena jam 2 siang, rencananya aku ingin pergi ke RG Lab karena disana Tomas Berdych dijadwalkan untuk hadir untuk membagikan tanda tangan gitu deh. Tetapi kemudian, pertandingan ini berlangsung sangat ketat dan aku sudah terlanjur menginvestasikan emosiku ke pertandingan ini sehingga aku merasa harus menonton sampai akhir deh untuk mengetahui hasil akhirnya! Hahaha :lol: . Benar-benar sebuah pengalaman yang fantastis!! :) Maksudku, aku yakin kalau kita melihatnya di TV atau di internet juga seru sih; tetapi percaya deh, tingkat keseruannya berbeda banget kalau kita menyaksikannya langsung dengan mata kepala sendiri dimana kita duduk di samping lapangannya!! :)

Aku bertahan disana untuk beberapa game pertama dari pertandingan PC berikutnya antara Rafael Nadal dan Leonardo Mayer sebelum memutuskan untuk beristirahat dan makan siang, haha :lol: . Jadilah aku kemudian pergi ke restorannya dan memesan menu yang sama seperti sehari sebelumnya, steak. Setelah makan siang, aku meregangkan kakiku dengan berkeliling arenanya lagi. Waktu itu aku melihat bahwa pertandingan Nadal-Mayer berada di posisi 2–2 di set ketiga jadi aku kira masih cukup ketat dan ada waktu lah ya untuk berkeliling lagi. Tetapi kemudian, tiba-tiba beberapa menit kemudian skornya sudah 5–2 40–0 untuk Nadal aja dong. Ah, sial nih! Kemungkinan sangat besar aku akan melewatkan momen kemenangannya Nadal karena waktu itu aku berada di luar Lapangan Philippe Chatrier. Haha :P

Rafael Nadal
Rafael Nadal

Sebelum kembali ke kursiku untuk pertandingan ketiga hari ini, aku melihat orang-orang mengerumuni sebuah pintu di Philippe Chatrier. Ini adalah pintu khusus tempat keluar masuk-nya para pemain di Lapangan Philippe Chatrier. Dan kabarnya Rafael Nadal akan keluar dari pintu itu segera jadi orang-orang ini sedang menunggunya! Haha. Awalnya tentu dong aku ikutan menunggu (mengapa tidak?) tetapi kemudian lama banget deh Nadal nggak keluar-keluar (sepertinya sih ia harus menjalankan press conference dulu di dalam sana) jadi aku memutuskan untuk pergi dan kembali ke kursiku di PC saja.

Pertandingan ketiga di PC sudah dimulai sewaktu aku masuk. Ini adalah pertandingan antara Andrea Petkovic dan pemain tuan rumah, Kristina Mladenovic. Pertandingan ini, walaupun nggak seintens pertandingannya Kvitova – Kuznetsova, juga sangat ketat loh. Btw, hari ini pertandingan putri di Philippe Chatrier seru-seru ya!! Petkovic menang mudah di set pertama 6–4. Tetapi Mladenovic, dengan dukungan para supporter Prancisnya, terus melawan dan berhasil merebut set kedua 6–4. Tetapi pada akhirnya Petkovic terlalu kuat bagi Mladenovic dan ia memenangi pertandingannya 6–4, 4–6, 6–4 untuk lolos ke babak keempat.

Andrea Petkovic reached the fourth round
Andrea Petkovic melaju ke babak keempat

Aku merasa lelah sekali sehingga aku memutuskan untuk tidak tinggal untuk pertandingan terakhir hari itu antara Richard Gasquet dan Fernando Verdasco. Jadilah aku meninggalkan kursiku dan kembali ke hotel.

Eh, sebelum beneran kembali ke hotel aku makan malam dulu sih di sebuah restoran. Kali ini aku memilih paket tiga menu untuk makan malam. Untuk makanan pembuka, aku memilih salad tomat dengan keju mozarella. Makanan utamanya adalah steak sapi dimasak medium-rare dengan saus bawang merah. Dan untuk makanan penutup aku memesan crème brûlée yang terkenal itu. Enak deh :D

Hari 5 (Minggu, 1 Juni 2014)

Agenda hari ini adalah pergi ke Bandara Charles de Gaulle untuk kembali ke Belanda. Seperti yang aku bilang, aku amat bersemangat hari ini karena akhirnya hari ini aku akan terbang dengan sebuah Airbus A321, haha :P .

Aku check out dari hotel sekitar jam 9 pagi; membeli sandwich untuk sarapan di Paul, sebelum naik layanan RER ke bandara. Singkat cerita, tibalah aku di bandara, check in, dan memasuki gerbangnya. Jam 11:10, proses boarding dimulai dan aku menaiki pesawatku: sebuah Airbus A321-212 milik Air France dengan kode registrasi F-GTAR dengan nomor penerbangan AF 1640 ke Amsterdam.

The actual flight AF 1640 route map today from CDG to AMS. Source: http://www.flightradar24.com/data/flights/af1640/#3775dc1
Rute penerbangan AF 1640 yang sebenarnya hari ini dari CDG ke AMS. Sumber: http://www.flightradar24.com/data/flights/af1640/#3775dc1

Jam 11:40, penerbanganku lepas landas dari landasan pacu 27L Bandara Paris Charles de Gaulle dan sekitar 50 menit kemudian, mendarat di landasan pacu 06 Bandara Schiphol. Berikut ini video pendaratannya:

Lalu seperti biasa sih. Aku mengambil bagasiku dan naik kereta untuk kembali ke Delft. Dan disini, perjalanan long weekend-ku ke Paris untuk menonton French Open resmi berakhir.

SELESAI.

 

#1402 – My First Ever Tennis Tournament

ENGLISH

In one of my previous posts, I said that the story of my Sunday deserved its own post. And here it is. Why did it so btw? Well, because on this day, for the first time ever in my life, I played in an official tennis tournament, haha :P . Btw, official as in the sense that the result from this tournament is counted in the Dutch national tennis association (the KNLTB) rating (some sort of national ranking system).

Since it was my first time ever, obviously it meant that I had no rating, i.e. my rating was the lowest possible. I was put in a group with the lowest category as well; and even there, I was unseeded, haha :lol: . Well, not that it was surprising in the first place, haha. In fact, I had no expectation at all coming to this tournament as I just wanted to have the experience of actually competing in an actual tennis tournament. It would be fun, I think. But it did not mean I was not serious; I mean, I knew I would try my hardest to win. :D

I decided to only enter the singles event because, well, this week is a busy week for me so that I need to block two days out (so I am telling the organizers I cannot play on these days). If I wanted to play in more events, I could only block one day.

And how was it? Well, it was annoying because I lost my first match 2–6, 4–6 in 1 hour and 41 minutes! haha :P . It was even more annoying because I fought hard in the second set (Okay I made a bit too many unforced errors in the first set so let’s forget about it :D . Okay, I shouldn’t forget about it because I actually learned something from it :P ). Being down 2–5, I was able to hold my serve and break back to 4–5. So it was my service game where at first it went smoothly as I went up 40–0 with three good first serves. So I was sure that if I could close this game now, I would put a lot of pressure on my opponent as I close his 5–2 gap to 5–5. But for some reasons, I couldn’t and actually made some bad shots so I got broken and lost the second set 4–6. Damn! Hahaha :P . It was an annoying feeling! Haha :P

The condition that day was super hot (like 30°C with the sun shining brightly and humid); but that was not an excuse because my opponent also experienced the same condition. And I certainly don’t use that as an excuse.

But well, all in all, it was such a nice experience for me though. And in the end it was not all about the competition anyway. After the match my opponent bought me a drink (apparently it was the custom, where the winner should treat something :P ) and we had nice conversations in the sun. So, yeah, I learnt something new that day :)

BAHASA INDONESIA

Di salah satu posting yang lalu, aku sebutkan bahwa cerita hari Mingguku berhak untuk menjadi satu buah posting sendiri. Dan ini adalah posting-nya. Kenapa sih btw? Yah, karena di hari itu, untuk pertama kalinya seumur hidup, aku main di sebuah turnamen tenis resmi loh, haha :P . Btw, resmi dalam artian hasil dari turnamen ini dihitung dalam sistem rating-nya asosiasi tenis nasional Belanda (KNLTB; semacam Pelti-nya Belanda gitu deh; dan rating ini semacam ranking nasional kali yah).

Karena ini adalah kali pertama, tentu saja sebelumnya aku nggak memiliki rating, alias rating-ku adalah rating terendah gitu deh. Jadi aku berada di grup kategori terbawah juga; dan bahkan di grup ini pun aku juga tidak diunggulkan loh, haha :lol: . Ya iya lah ya? Dan memang sih aku tidak memiliki ekspektasi apa pun untuk turnamen ini karena aku hanya ingin mendapatkan pengalaman berkompetisi di turnamen tenis beneran gitu deh. Bakal seru kayaknya. Eh, ini bukan berarti aku nggak serius ya; tetap aja aku akan berusaha sekuat mungkin untuk mencoba menang dong.

Aku memutuskan untuk ikutan event tunggal saja karena, yah, minggu ini kan juga minggu menyibukkan untukku jadi aku harus mengeblok dua hari (dengan ini aku memberi-tahu panitianya bahwa aku tidak bisa bermain di dua hari yang aku blok ini). Nah kalau aku mau ikutan lebih banyak event, aku hanya bisa mengeblok maksimal satu hari saja.

Dan bagaimanakah pertandingannya? Jawabannya: menyebalkan banget dong karena aku kalah di pertandingan pertamaku 2–6, 4–6 yang berlangsung 1 jam 41 menit! haha :P . Yang membuatnya menyebalkan adalah aku sudah fight banget di set kedua (Oke, di set pertama aku membuat terlalu banyak kesalahan sendiri sih, jadi lupakan saja deh :D . Eh, sebenarnya nggak boleh aku lupakan juga sih karena aku belajar sesuatu dari itu :P ). Ceritanya di set kedua itu sebenarnya aku tertinggal 2–5, tetapi aku berhasil untuk mempertahankan servisku dan kemudian mematahkan servis lawan sehingga skor menjadi 4–5. Jadi servisku lagi kan ya dan awalnya game ini berlangsung amat mulus karena aku dengan mudah langsung unggul 40–0 dengan tiga serve pertamaku yang bagus. Nah, aku yakin bahwa jika aku bisa merebut game ini, tekanan mental yang besar akan dihadapi lawanku karena aku berhasil menetralisir keunggulan 5–2-nya menjadi 5 sama kan ya. Tetapi karena entah apa, aku tidak bisa dan malah membuat beberapa kesalahan tolol dong sehingga akhirnya servisku malah patah dan di set kedua aku kalah 4–6. Sial! Hahaha :P . Rasanya menyebalkan sekali! Haha :P

Kondisi hari itu sangat panas (temperaturnya sekitar 30°C dan matahari bersinar terik dan cuaca juga lembab sekali); tetapi ini jelas bukanlah alasan karena lawanku juga bermain di kondisi yang sama kan. Dan tentu saja aku juga tidak menjadikannya alasan.

Ah, tetapi, secara keseluruhan, ini tetaplah sebuah pengalaman yang baik bagiku sih. Dan pada akhirnya kan ini semua bukan sekedar kompetisinya saja. Setelah pertandingan itu, lawanku mentraktirku sebuah minuman (jadi ini ternyata tata kramanya, pemenangnya mentraktir sesuatu :P ) dan kami kemudian mengobrol di bawah sinar matahari yang hangat. Jadi, ya, aku belajar sesuatu yang baru hari itu :)

#1400 – 2014 Paris Roland Garros Trip (Part II)

ENGLISH

Previously on 2014 Paris Roland Garros Trip: Zilko went to Paris during the Ascension Day long weekend to watch the second grandslam tournament of the year, the French Open. After arriving in Paris on Wednesday, now he was more than ready and excited to start his visit to Roland Garros for the third year in a row.

***

Day 2 (Thursday, 29 May 2014)

To summarize my morning, after leaving my hotel and having a quick breakfast menu at McDonald’s, I arrived at Stade Roland Garros, the venue of the tournament, in the west part of Paris at around 09:00. As usual, the gate was opened at around 09:40 so I still had to queue in front of the gate. I was one of the first people there so it was really nice knowing I would be the first to enter the venue :P .

I got a first ring Court Philippe Chatrier (PC) ticket today (well, actually I got first ring PC tickets for all the three days of my visit there); and here was the line-up at PC today:

The line-up at Court Philippe Chatrier today
The line-up at Court Philippe Chatrier today

Not a bad line-up for second round matches, I must say.

At around 9:30, the security process started and at around 9:40, the gate was opened. I immediately entered the venue and took a look at which player was warming up on Court No.2. It was Svetlana Kuznetsova at that time.

As usual, I went around the entire tennis venue to see many tennis players warming up and preparing themselves for their matches. This was why I came to the venue early; especially since it was still the earlier rounds so a lot of players were still alive in the tournament. So it was such a good opportunity to see (and meet) many of them! :)

The singles defending champions this year: Rafael Nadal and Serena Williams
The singles defending champions this year: Rafael Nadal and Serena Williams

This morning, I felt like there were more WTA (women) players warming up than ATP (men). I saw Camilla Giorgi, Anastasia Pavlyuchenkova, the Chan sisters, Casey Dellacqua, Yvonne Meusburger, Liezel Huber, Shahar Peer, Cara Black, Sania Mirza, Ekaterina Makarova, Magdalena Rybarikova, Yaroslava Shvedova, Zhang Shuai, Kevin Anderson, Rohan Bopanna, Aisam ul-Haq Qureshi, etc to name a few (see? More women than men this morning!).

After buying an overpriced sandwich for breakfast, I decided to go to my seat at Court Philippe Chatrier. I got a good first ring seat today, with a perfect view of the court. Here is the view from my seat today btw:

The view from my seat at Philippe Chatrier today. Super!
The view from my seat at Philippe Chatrier today. Super!

Anyway, at 11:00, Jelena Jankovic and Kurumi Nara entered the court. Long story short, the match started and the first set actually went toe to toe until 5-all. But then Jankovic broke Nara’s serve to go 6–5 up and close the first set 7–5. From there, Jankovic had all the momentum and maintained it throughout the rest of the match, and easily won the second set 6–0.

Not long after, the second match between the King of Clay, the world no.1, and the defending champion, Rafael Nadal, and Dominic Thiem started. In my opinion this should be an interesting match because I knew Thiem was a good player and had a very dangerous forehand.

I felt like I needed to stretch my legs so I stayed for the first several games before deciding to leave for a walk a little bit (and I had time since the men’s singles match at a grandslam is a best of five sets match anyway; so each match should last at least (par retirement) three sets).

I came back just in time before Nadal won the match. In the end he was still the stronger player on clay and won 6–2, 6–2, 6–3 (Thiem actually was up a break in the third set).

Jeu, set et Match, Nadal.
Jeu, set et Match, Nadal.

The third match of the day was between a favorite local player, Richard Gasquet, versus an Argentinian, Carlos Berlocq. Gasquet won 7–6(5), 6–4, 6–4 to reach the third round. And finally, the fourth match of the day was between Ana Ivanovic, the 2008 champion here, and Elina Svitolina. I only stayed for the first set because at the end of it I felt so tired so I decided to leave the venue.

I did not go back to my hotel straight away though as I still had not had my dinner yet. And today I felt like eating KFC so I went to one, huahaha :lol: . After my dinner at KFC, I went back to my hotel :D . But before that, I stopped by at a supermarket nearby to buy some sandwiches and snacks for tomorrow.

Day 3 (Friday, 30 May 2014)

Again, I arrived at the venue at around 9:10. A little bit later than the day before but I was still one of the first people on the line so it was still good. Just like the day before, they opened the venue at around 9:45; and my ritual was pretty much similar. I went around first to see the players warming up and preparing themselves for their matches :) .

This morning I saw Alexander Peya, Bruno Soares, Donald Young, Juan Monaco, Robin Haase, Andre Begemann, Marin Cilic, Goran Ivanisevic (an ex-player who became Cilic’s coach now), Zheng Saisai, Vera Dushevina, Peng Shuai, Hsieh Su-Wei, Jarmila Gajdosova, and Klara Koukalova to name a few.

The current women's doubles world no.1 and no.2, Peng Shuai and Hsieh Su-Wei, warming up
The current women’s doubles world no.1 and no.2, Peng Shuai and Hsieh Su-Wei, warming up

Then at around 10:45, I went to my seat at Philippe Chatrier. Btw, this was the schedule for Court PC today:

The line-up at Court Philippe Chatrier today
The line-up at Court Philippe Chatrier today

Again, not a bad lineup! ;) Btw, I had a different seat than the day before. The view was not as good but it was still okay and quite close to the court. This was the view today:

The view from my seat at Philippe Chatrier today
The view from my seat at Philippe Chatrier today

At 11:00, the first match started with the two players entering the court: the third seed, Agnieszka Radwanska from Poland, and a Roland Garros debutant, Ajla Tomljanovic. As the highest seed left (third; the first seed, Serena Williams, and second seed, Li Na, had already lost their matches at this point), Radwanska was obviously the favorite to win the match.

Their game style could not be any more different where Radwanska’s was more about touch and variety (not so much power), while Tomljanovic’s was the complete opposite, very aggressive with a lot more power. Today was a good day for Tomljanovic where she edged a little bit better on important points so she was able to win 6–4, 6–4! Kudos for her to hold her nerve in that second set!

The third seed, Agnieszka Radwanska, is out!
The third seed, Agnieszka Radwanska, is out!

Btw, I felt like I was experiencing a dejavu though. Exactly two years ago, on the same day, at the same stage of the tournament, I was also there sitting at Court Philippe Chatrier watching Agnieszka Radwanska’s third round match. But at that time she was playing Svetlana Kuznetsova. However, the final result was the same. Radwanska lost in straight sets (it was a 6–1, 6–2 loss two years ago).

The second match immediately followed where the hugely popular tennis legend, Roger Federer, would play against Dmitry Tursunov. Btw, my seat was just like literally ten meter away from Federer’s box though. So I was able to see Federer’s family (his wife, Mirka Federer, and his first set of twins sitting there (the second set of twins (yes he has two sets of twins) were not there, I think). And, not surprisingly, people were taking pictures of the family, hahaha :D

You know you are so famous when these many people want to take pictures of your wife and kids.
You know you are so famous when these many people want to take pictures of your wife and kids.

Anyway so the match started. Then, I felt quite hungry so I decided to leave after several games and decided to have lunch at the restaurant there. Today I had a steak for lunch. I also made use of this time to stretch my leg and went around the tournament venue again. It was such a nice festive anyway, you know, a grandslam tournament ;) .

I went back to my seat just in time before Federer won his match 7–5, 6–7(9), 6–2, 6–4. The third match quickly followed where Maria Sharapova and Paula Ormaechea entered the court. After warming up, they played the first game where it went to 40–40 before it started drizzling. So they had to stop the play.

The delay was just around 30 minutes though before they resumed all matches again. But from hereon, it was a one way traffic only. It was an uneven match where Ormaechea could not match Sharapova and got double-bagelled. In case you are not familiar with tennis terms, it means Sharapova won 6–0, 6–0.

The fourth match followed suit where it was between another local player, Gilles Simon, and the eight seed, Milos Raonic, from Canada. I stayed for the first set before deciding to leave to have dinner somewhere :D .

Hardcore Canadian fans
Hardcore Canadian fans

After leaving the venue, I decided to explore the area a little bit. This was the third year I went to Roland Garros but actually I had never gone around the area! Anyway, I decided to stop by at a French restaurant and ordered escalope de veau for dinner today. They also had a TV airing live the Simon-Raonic match so I did not completely miss the match, haha :) .

The escalope de veau was, of course, very nice! I think this was the second time I had it though; as I am sure I had it once during my first visit to Paris in 2011. But I am not sure if I had had it another time between that first time and this time, haha. Anyway, so the menu came with pasta that was also cooked nicely. It was delicious. But then, right after I finished it, I just realized that on my table I had a pot of parmesan powder!! :shock: Damnit!! I know it would have been even much more delicious had I sprinkled the parmesan powder to the pasta!! Ah, regret always came later, haha :P

Escalope de veau
Escalope de veau

After dinner, I left the restaurant and then took the metro to go back to my hotel. I took a different route though this time. Just like the day before, I stopped by at the supermarket first before going back to my hotel to buy some sandwiches and snacks for tomorrow.

TO BE CONTINUED…

Next on 2014 Paris Roland Garros Trip:
– More from Roland Garros
– Watching the most epic WTA match I have ever seen in person
– Back to the Netherlands

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam 2014 Paris Roland Garros Trip: Zilko pergi ke Paris di long weekend hari raya Pantekosta untuk menonton turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open. Setelah tiba di Paris di hari Rabu, sekarang ia sudah siap banget untuk memulai kunjungannya ke Roland Garros untuk tahun ketiga berturut-turut.

***

Hari 2 (Kamis, 29 Mei 2014)

Untuk meringkas cerita pagiku, setelah meninggalkan hotel dan sarapan kilat di McDonald’s, aku tiba di Stade Roland Garros, tempat diadakannya turnamen ini, yang berada di kota Paris sebelah barat, sekitar jam 9 pagi. Seperti biasa, gerbangnya sih baru dibuka sekitar jam 9:40an jadi aku harus mengantri dulu di depan gerbangnya. Aku termasuk yang datangnya awal sih jadi enaknya aku berada di antrian bagian depan sehingga seru kan karena artinya aku adalah salah satu penonton pertama yang masuk :P .

Aku mendapatkan tiket first ring di Lapangan Philippe Chatrier (PC) hari ini (sebenarnya di ketiga hari kunjunganku, semuanya aku juga mendapatkan tiket first ring sih); dan berikut ini jadwal pertandingan di PC hari ini:

The line-up at Court Philippe Chatrier today
Jadwal pertandingan di Lapangan Philippe Chatrier hari ini.

Lumayan banget lah ya untuk ukuran pertandingan babak kedua.

Sekitar jam 9:30 pagi, proses pengecekan sekuritinya dimulai, dan gerbang dibuka sekitar jam 9:40. Aku langsung masuk ke arenanya dan melihat siapa yang sedang pemanasan di Lapangan nomor 2. Ternyata pagi itu Svetlana Kuznetsova yang sedang pemanasan disana.

Seperti biasa, aku mengelilingi arena turnamennya untuk melihat banyak pemain yang sedang pemanasan dan mempersiapkan diri untuk pertandingan mereka. Inilah mengapa aku datang ke arenanya lebih awal; terutama karena masih babak-babak awal sehingga sebagian besar pemain masih “hidup” kan di turnamennya. Jadi ini adalah kesempatan emas untuk melihat (dan bertemu) mereka! :)

The singles defending champions this year: Rafael Nadal and Serena Williams
Juara bertahan untuk kategori tunggal tahun ini: Rafael Nadal dan Serena Williams

Pagi ini, rasanya kok lebih banyak pemain WTA (putri) ya yang pemanasan daripada ATP (putra). Aku melihat, di antaranya, Camilla Giorgi, Anastasia Pavlyuchenkova, Chan bersaudari, Casey Dellacqua, Yvonne Meusburger, Liezel Huber, Shahar Peer, Cara Black, Sania Mirza, Ekaterina Makarova, Magdalena Rybarikova, Yaroslava Shvedova, Zhang Shuai, Kevin Anderson, Rohan Bopanna, Aisam ul-Haq Qureshi, dll (Nah kan? Lebih banyak pemain putri daripada putra pagi ini!).

Setelah membeli sandwich yang mark-up harganya gila-gilaan untuk sarapan, aku memutuskan untuk duduk ke kursiku di Lapangan Philippe Chatrier. Aku mendapatkan kursi yang bagus loh hari ini, dengan pandangan yang enak banget dah ke lapangannya. Berikut ini pandangan dari kursiku hari ini btw:

The view from my seat at Philippe Chatrier today. Super!
Pandangan dari kursiku di Philippe Chatrier hari ini. Keren!

Anyway, jam 11:00, Jelena Jankovic dan Kurumi Nara memasuki lapangannya. Singkat cerita, pertandingannya dimulai dan set pertama berlangsung ketat hingga skor 5-sama. Tetapi kemudian Jankovic mematahkan servisnya Nara untuk memimpin 6–5 dan menutup set pertama dengan kemenangan 7–5. Dari sana, Jankovic memegang kendali permainan dan terus menjaganya di sepanjang sisa pertandingan, dan dengan mudah memenangi set kedua 6–0.

Tidak lama kemudian, pertandingan kedua antara si Raja Tanah Liat, pemain peringkat 1 dunia, dan juara bertahan, Rafael Nadal, melawan Dominic Thiem diadakan. Menurutku ini seharusnya menjadi pertandingan yang menarik karena aku tahu Thiem adalah pemain yang bagus dan memiliki forehand yang sangat berbahaya.

Tetapi aku mulai merasa perlu untuk meregangkan kaki nih jadilah setelah beberapa games pertama aku memutuskan untuk meninggalkan kursiku dan berjalan-jalan sedikit (dan toh ada waktu karena pertandingan tunggal putra di grandslam kan sistemnya best of five sets; jadi setiap pertandingan minimal (kecuali pemain menyerah/mundur) berlangsung tiga set).

Aku kembali tepat waktu sebelum Nadal memenangi pertandingannya. Akhirnya dia masih terlalu kuat bagi Thiem di lapangan tanah liat dan menang 6–2, 6–2, 6–3 (Thiem sebenarnya sempat unggul satu break loh di set ketiga).

Jeu, set et Match, Nadal.
Jeu, set et Match, Nadal.

Pertandingan ketiga adalah antara pemain tuan rumah, Richard Gasquet, melawan pemain Argentina, Carlos Berlocq. Gasquet menang 7–6(5), 6–4, 6–4 untuk mencapai babak ketiga. Lalu akhirnya, pertandingan keempat antara Ana Ivanovic, juara disini di tahun 2008, dan Elina Svitolina dimainkan. Aku hanya menonton set pertama karena aku merasa lelah jadi aku memutuskan untuk meninggalkan arenanya.

Aku nggak langsung pulang ke hotelku sih karena aku masih belum makan malam kan. Dan khusus hari ini kok aku ngidam KFC ya, huahaha :lol: . Jadilah aku mampir di sebuah KFC. Setelah makan malam di KFC itu, barulah aku kembali ke hotel :D . Tetapi sebelumnya aku mampir dulu di supermarket untuk membeli beberapa sandwich dan snack untuk besok.

Hari 3 (Jumat, 30 Mei 2014)

Lagi, hari ini aku tiba di arena turnamennya sekitar jam 9:10. Sedikit lebih siang sih daripada kemarin tetapi aku masih termasuk yang paling depan di antrian loh jadi nggak masalah deh. Seperti kemarin, hari ini gerbangnya dibuka sekitar jam 9:45; dan ritualku kurang lebih sama sih. Aku berkeliling dulu untuk melihat para pemain pemanasan dan mempersiapkan diri untuk pertandingan-pertandingan mereka :) .

Pagi ini aku melihat, di antaranya: Alexander Peya, Bruno Soares, Donald Young, Juan Monaco, Robin Haase, Andre Begemann, Marin Cilic, Goran Ivanisevic (mantain pemain yang sekarang jadi pelatihnya Cilic), Zheng Saisai, Vera Dushevina, Peng Shuai, Hsieh Su-Wei, Jarmila Gajdosova, dan Klara Koukalova.

The current women's doubles world no.1 and no.2, Peng Shuai and Hsieh Su-Wei, warming up
Pemaiin ganda putri yang kini berperingkat 1 dan 2 dunia: Peng Shuai dan Hsieh Su-Wei, sedang pemanasan

Lalu, sekitar jam 10:45, aku pergi ke kursiku di Philippe Chatrier. Btw, inilah jadwal pertandingan di Lapangan PC hari ini:

The line-up at Court Philippe Chatrier today
Jadwal pertandingan di Lapangan Philippe Chatrier hari ini

Lagi, lumayan banget ya pertandingan-pertandingannya! ;) Btw, kursiku berbeda dengan kemarin. Pandangannya nggak sebagus yang kemarin sih tetapi masih oke lah dan cukup dekat ke lapangannya. Beginilah pandangan dari kursiku hari ini:

The view from my seat at Philippe Chatrier today
Pandangan dari kursiku di Philippe Chatrier hari ini

Jam 11 pagi, pertandingan pertama dimulai dengan kedua pemain memasuki arena: pemain unggulan ketiga asal Polandia, Agnieszka Radwanska, dan pemain yang baru pertama kali ikutan Roland Garros, Ajla Tomljanovic (btw, ini namanya dibacanya “Ayla” ya, bukan “Ajla” seperti pakai ejaan bahasa Indonesia :P #pentingdibahas ). Sebagai pemain unggulan tertinggi yang tersisa (unggulan ketiga; unggulan pertama, Serena Williams, dan unggulan kedua, Li Na, sudah kalah), Radwanska tentulah difavoritkan untuk menang.

Gaya permainan mereka berbeda banget; dimana Radwanska bermain dengan touch dan varietas pukulan-pukulan (tidak bergantung pada power) sementara Tomljanovic berkebalikannya, sangat agresif dengan banyak pukulan-pukulan keras. Hari ini adalah hari baik bagi Tomljanovic dimana ia bermain lebih baik di poin-poin penting dan berhasil menang 6–4, 6–4! Salut deh karena ia tetap kalem dan tenang di set kedua!

The third seed, Agnieszka Radwanska, is out!
Unggulan ketiga, Agnieszka Radwanska, tersisih!

Btw, aku merasa dejavu di waktu ini. Tepat dua tahun sebelumnya, di hari yang sama, di babak yang sama dari turnamen ini, dan bahkan waktu itu aku juga duduk di Lapangan Philippe Chatrier menonton pertandingan babak ketiganya Agnieszka Radwanska. Bedanya waktu itu ia bermain melawan Svetlana Kuznetsova. Hanya saja, hasilnya sama loh. Radwanska kalah dua set langsung (dua tahun yang lalu ia kalah dengan skor 6–1, 6–2).

Pertandingan keduanya langsung mengikuti dimana pemain tenis legendaris yang super terkenal, Roger Federer, akan bermain melawan Dmitry Tursunov. Btw, kursiku hanya sekitar sepuluhan meter loh dari kursi-kursi untuk rekannya Federer. Jadi aku bisa melihat keluarganya Federer (istrinya, Mirka Federer, dan sepasang anak kembar pertamanya duduk disana (sementara sepasang anak kembar keduanya (iya dong dua kali istrinya hamil dan dua kali pula anaknya kembar) nggak berada disana, kayaknya sih). Dan, nggak mengherankan, orang-orang pada mengambil fotonya ya, hahaha :D

You know you are so famous when these many people want to take pictures of your wife and kids.
Indikasi bahwa Anda adalah seseorang yang super terkenal: bahkan orang-orang sebanyak ini pada ingin mengambil foto istri dan anak-anak Anda.

Anyway lalu pertandinganna dimulai. Nah, kemudian aku mulai merasa lapar jadilah aku meninggalkan kursiku setelah beberapa games dan memutuskan untuk makan di restoran. Hari ini aku memilih menu steak untuk makan siang. Aku juga sekalian memanfaatkan waktu ini untuk meregangkan kaki dan mengelilingi kompleks turnamennya lagi sih. Suasananya sungguh menyenangkan sekali lho, tahulah, yang namanya turnamen grandslam kan ;) .

Aku kembali ke kursiku tepat waktu banget sebelum Federer menang 7–5, 6–7(9), 6–2, 6–4. Pertandingan ketiga dengan cepat menyusul dimana Maria Sharapova dan Paula Ormaechea memasuki lapangannya. Setelah pemanasan, mereka mulai memainkan game pertama dimana ketika skornya 40-sama, gerimis mulai turun. Jadilah pertandingannya harus dihentikan sementara.

Untungnya gerimisnya nggak lama, cuma setengah jam-an aja, dan setelahnya pertandingan kembali dilanjutkan. Tetapi mulai dari sini, pertandingannya berlangsung satu arah dan nggak seru. Pertandingannya sungguh tidak seimbang dimana Ormaechea tidak bisa mengimbangi Sharapova dan dia di-double-bagel. Misalnya kurang familier dengan istilah di dalam tenis, ini artinya Sharapova menang 6–0, 6–0.

Pertandingan keempat kemudian mengikuti dimana pemain tuan rumah, Gilles Simon, akan bermain melawan pemain unggulan delapan, Milos Raonic, dari Kanada. Aku menonton set pertama sebelum memutuskan untuk meninggalkan arenanya untuk mencari makan malam :D

Hardcore Canadian fans
Fans berat Kanada

Setelah meninggalkan arenanya, aku memutuskan untuk berjalan-jalan di area sekitar sana. Ini adalah tahun ketiga aku ke Roland Garros tetapi sebelum-sebelumnya aku nggak pernah loh berkeliling areanya! Akhirnya aku memutuskan untuk mampir di sebuah restoran Prancis dan memesan escalope de veau untuk makan malam hari ini. Kebetulan mereka juga ada TV yang sedang menyiarkan pertandingan antara Simon dan Raonic itu jadi aku nggak ketinggalan pertandingannya, haha :) .

Escalope de veau-nya, tentu saja, enaak! Aku rasa ini adalah kali kedua aku memakannya deh; karena aku yakin banget aku pernah sekali memakannya di kunjungan pertamaku ke Paris di tahun 2011. Tetapi aku nggak yakin apakah aku juga pernah memakannya di antara kali pertama itu dan kali ini, haha. Anyway, jadi ceritanya salah satu bagian masakannya adalah pasta yang dimasak dengan baik. Enak banget dah. Tetapi kemudian, tepat setelah aku menyelesaikan porsiku, aku baru sadar dong di mejaku ternyata ada satu pot bubuk keju parmesan!! :shock: Siaaaal!! Kurang ajar! Kok aku nggak sadar sih sebelumnya? Tahu gitu kan pastanya aku taburi dengan taburan bubuk keju parmesan itu dan rasanya akan menjadi bahkan lebih enak lagi kan!! Ah, yang namanya penyesalan selalu datang terlambat ya, haha :P

Escalope de veau
Escalope de veau

Setelah makan malam, aku meninggalkan restorannya dan naik metro untuk kembali ke hotel. Aku menaiki rute yang bukan biasanya deh kali ini. Seperti kemarin, kali ini aku juga mampir di supermarket dulu sebelum kembali ke hotelku untuk membeli sandwich dan snack untuk keesokan harinya.

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2014 Paris Roland Garros Trip:
– Lebih banyak cerita dari Roland Garros
– Menonton pertandingan WTA ter-epic yang pernah aku tonton langsung dengan mata kepala sendiri
– Kembali ke Belanda

#1398 – 2014 French Open

ENGLISH

Today, the second grandslam tournament of the year, the 2014 French Open, was concluded; so it is the time for me to write a brief review about it, as usual, haha :P . Btw, I will publish the next part of my long weekend trip to the French Open later on this week; so stay tuned! :D

Men’s Singles

As usual, it is very hard to imagine someone other than the Big Four to win this title. Well, especially for this year, someone other than the current top 2 in the world, Rafael Nadal and Novak Djokovic. However, unlike all the previous years where Nadal had always been the favorite to win this grandslam, this year he came to the tournament not as the overwhelming favorite. I mean, sure, he was still the favorite (at least in my book), but it was not that overwhelming. He had unexpected loss to David Ferrer and Nicolas Almagro in Monte Carlo and Barcelona, respectively, this year. And Kei Nishikori troubled him in the final of Madrid. And of course his loss to Novak Djokovic in the final of Rome.

And indeed, these two players advanced to the final. And this final would put everything on the line. Obviously the winner would get another grandslam title; but on top of that was that whoever came out on top, he would be the world no.1.

In the final, Novak Djokovic took the first initiative by winning the first set 6–3. But after a very tight second set which ended with a few superb shots by Nadal at the end of it where he clinched it 7–5, Nole went a little bit awry in the third and early of the fourth set. He was able to regroup but in the end Rafa was a little bit stronger. So Rafael Nadal won his ninth French Open title beating Djokovic 3–6, 7–5, 6–2, 6–4, establishing (even) stronger than Stade Roland Garros is his playground.

Women’s Singles

The women’s side is, as always in the past a few years, very open. Well, probably not that open as the previous years though because Serena Williams defended her title in Rome so she was, once again, the favorite to defend her French Open title. However, she surprisingly lost in the second round. As usual though, everytime Serena lost in a big tournament, suddenly it feels like the draw got wide open, haha :lol: . And the fact that the other highest seeded players lost early as well (second seed Li Na lost in the first round, third seed Agnieszka Radwanska lost in the third, and fifth seed Petra Kvitova in the third as well) did not help the case.

But the remaining favorites somehow hanged on and stayed alive in the draw; even though not without their own problems. Maria Sharapova came from behind in three consecutive matches to reach the final; while Simona Halep did not drop a set en route to her first grandslam final.

The final match turned out to be a tight three setter that lasted three hours. Sharapova, however, was always a little bit in front in the entire match; even though Halep was able to play the catch-up game to keep toe in toe. However, in the end Sharapova won her fifth grandslam title with a 6–4, 6–7(5), 6–4 victory over Simona Halep.

This was the first time in her career that Maria Sharapova won a grandslam singles title more than once.

Rafael Nadal won his ninth French Open title in 2014. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe
Rafael Nadal won his ninth French Open title in 2014. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe
Maria Sharapova won her second French Open title in 2014. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe
Maria Sharapova won her second French Open title in 2014. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

BAHASA INDONESIA

Hari ini, turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open 2014, selesai; dan sekarang tentulah waktu bagiku untuk menulis review singkat tentangnya kan ya, seperti biasa, haha :P . Btw, tenang aja, bagian selanjutnya dari cerita perjalanan long weekend-ku ke French Open akan segera aku posting minggu ini; ditunggu aja ya! :D

Tunggal Putra

Seperti biasa, sulit membayangkan seseorang di luar Big Four untuk menang. Yah, terutama untuk tahun ini sih, seseorang di luar dua besar sih, Rafael Nadal dan Novak Djokovic. Namun, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana Nadal adalah favorit untuk menjuarai turnamen ini, tahun ini ia datang ke turnamen ini tetap sebagai favorit tetapi dengan tidak terlalu overwhelming. Secara mengejutkan ia kalah dari David Ferrer dan Nicolas Almagro di Monte Carlo dan Barcelona, berturutan, tahun ini. Dan Kei Nishikori juga menyulitkannya di final di Madrid. Dan tentu saja kekalahannya ddari Novak Djokovic di finalnya Roma.

Dan memang, dua pemain ini yang akhirnya masuk ke final. Dan di final ini semua dipertaruhkan loh. Tentu saja yang menang bakal mendapatkan satu gelar grandslam lagi; tetapi di atas itu semua, siapa pun yang juara juga akan mendapatkan peringkat 1 dunia.

Di final, Novak Djokovic mengambil inisiatif pertama dan memenangi set pertama 6–3. Tetapi setelah set kedua yang amat ketat yang diakhiri dengan beberapa pukulan menakjubkan dari Nadal di akhir set tersebut; dimana ia memenanginya 7–5, Nole jadi agak sedikit kurang terkontrol di set ketiga dan awal set keempat. Ia berhasil fokus kembali sih tetapi pada akhirnya Rafa masih sedikit terlalu kuat. Jadilah Rafael Nadal memenangi gelar French Open kesembilannya dengan mengalahkan Djokovic 3–6, 7–5, 6–2, 6–4, (semakin) menancapkan ide bahwa Stade Roland Garros adalah tempat bermainnya.

Tunggal Putri

Sisi putri, seperti biasa di beberapa tahun belakangan ini, sangat terbuka. Yah, mungkin tidak seterbuka itu sih karena Serena Williams berhasil mempertahankan gelarnya di Roma sehingga ia, sekali lagi, difavoritkan untuk mempertahankan gelarnya di French Open juga. Namun, secara mengejutkan ia kalah di babak kedua. Seperti biasanya sih, setiap kali Serena kalah di turnamen besar, tiba-tiba rasanya undiannya menjadi sangatlah terbuka, haha :lol: . Dan kondisi dimana banyak pemain unggulan teratas lainnya yang juga kalah awal (unggulan kedua Li Na kalah di babak pertama, unggulan ketiga Agnieszka Radwanska di babak ketiga, dan unggulan kelima Petra Kvitova di babak ketiga juga) jelas tidak membantu.

Tetapi pemain favorit lainnya yang tersisa berhasil bertahan dan tetap hidup; walaupun tidak dengan masalahnya sendiri-sendiri. Maria Sharapova harus berjuang dari ketertinggalan di tiga pertandingan berturut-turut untuk masuk ke final; sementara Simona Halep tidak kehilangan satu set pun untuk masuk ke final grandslam pertamanya.

Pertandingan finalnya ternyata menjadi final tiga set ketat yang berlangsung tiga jam. Namun, Sharapova selalu sedikit lebih unggul di sebagian besar pertandingan ini; walaupun beberapa kali Halep berhasil mengejar dan membuatnya tetap ketat. Namun, pada akhirnya Sharapova menjuarai gelar grandslam kelimanya dengan mengalahkan Simona Halep 6–4, 6–7(5), 6–4.

Ini adalah kali pertama di karirnya Maria Sharapova dimana ia memenangi sebuah turnamen grandslam lebih dari sekali.