#1200 – Photocopymen

ENGLISH

People who (maybe) are often taken for granted in Indonesia are the photocopymen (or women). Students or undergraduate students or graduate students often use their service. From copying papers, copying notes or books, binding together reports, thesis, etc.

How about here in the Netherlands? Well, there is no such service (at least not that I know of). For example, for my Master thesis defense in August last year, I had to bind together five copies of my thesis, and yes, myself. There is even a big desk with plenty of stuffs on it for students to do this kind of thing themselves in my building.

Yeah, this post will be a short one. Actually I was about to post one last night but decided to not to as after some closer looks, I didn’t think the materials were publishable, hahaha :lol: .

BAHASA INDONESIA

Mereka yang (mungkin) sering terlupakan di Indonesia adalah tukang fotokopi. Pelajar atau mahasiswa pasti banyak menggunakan jasa mereka. Mulai dari sekedar mengopi berkas-berkas, mengopi catatan atau buku, menjilid laporan atau skripsi, dll.

Bagaimanakah dengan di Belanda? Ya, nggak ada loh layanan semacam itu (atau setidaknya setahuku sih nggak ada ya). Contohnya, untuk sidang thesis S2-ku Agustus tahun lalu, aku harus menjilid lima kopi thesisku, dan ya, semuanya harus aku lakukan sendiri. Bahkan ada meja besar yang di atasnya penuh berisi alat-alat yang bisa digunakan para mahasiswa untuk melakukan hal-hal ini loh di gedungku.

Ya, ini adalah posting yang singkat deh. Sebenarnya semalam aku sudah nyaris mem-posting satu sih tapi akhirnya nggak jadi karena setelah dipikir-pikir materinya nggak mau aku publish buat umum, hahaha :lol: .

#1061 – One Hundred Years

ENGLISH

Exactly one hundred years ago, one of the most (if not the) famous accidents in the history of the human race occurred. Yes, it was none other than the sinking of the RMS Titanic in the Atlantic Ocean, exactly on this date 100 years ago: 15 April 1912. It was so, ironically, monumental. A brand new ship, with the latest and most current technology at the time, that was described as “designed to be unsinkable”, sank on her maiden voyage and killed 68% of her total passenger of 2,224. The disaster has also played important role in popular culture. One of the most famous one now is probably the 1997 film which won 11 Academy Awards. This movie has just been re-released a couple of weeks ago in 3D.

Viewing this accident as a mere accident and from risk analysis point of view (Hell yeah, risk analysis! *my specialization in my current Master study is applied mathematics in risk analysis btw :P *), this could be seen as caused by chain of events. Several events unfortunately happened at the same time which led into the accident. Just like in the aviation industry, a (catastrophic) accident is (usually) not caused by only a single “failure” of the system, or by only a single cause of event. Instead, several “failures” (including human error, and human error is the most complicated event to model btw) occur together that, sort of, breach the ‘safety system’ causing accident to happen. In risk analysis, we can model this with Fault Tree, Bayesian Belief Nets, etc. Why do I talk about some stuffs in risk analysis now? hahaha :lol: . Okay, moving on…

If you want to know the story of what caused Titanic to sink, here is a nice documentary I watched a few years back in NGC:

BAHASA INDONESIA

Tepat seratus tahun yang lalu, salah satu kecelakaan yang paling (kalau bukan yang paling) terkenal dalam sejarah umat manusia terjadi. Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah tenggelamnya RMS Titanic di Samudera Atlantik, tepat pada tanggal ini 100 tahun yang lalu: 15 April 2012. Kecelakaan ini sangatlah, walaupun ironis, monumental. Kapal yang gress baru, dengan teknologi yang paling baru dan mutakhir pada zaman itu, yang dideskripsikan sebagai “didisain untuk tidak bisa tenggelam”, tenggelam dalam pelayaran perdananya dan menyebabkan 68% penumpangnya dari total 2.224 orang meninggal. Kecelakaan ini kemudian juga memainkan peran yang penting dalam popular culture. Satu yang paling terkenal sekarang mungkin ya filmnya tahun 1997 yang memenangkan 11 penghargaan Oscar. Film ini juga baru dirilis ulang sekitar dua minggu yang lalu dengan konsep 3D.

Melihat kecelakaan ini sebagai kecelakaan saja dan dari sudut pandang analisa risiko (Iya dong, analisa risiko! *btw spesialisasiku di program Master yang aku ambil sekarang kan adalah matematika terapan di bidang analisa risiko :P *), kecelakaan ini bisa dilihat sebagai akibat dari rantaian peristiwa. Seperti di dunia penerbangan, sebuah kecelakaan (yang parah) (biasanya) tidak diakibatkan oleh satu sistem yang “gagal”, atau oleh satu peristiwa penyebab saja. Biasanya, beberapa “kegagalan” (termasuk human error ya, dan human error ini adalah sesuatu yang paling rumit untuk dimodelkan loh btw) terjadi bersamaan yang, bisa dilihat, menjebol ‘sistem keamanan’ yang ada sehingga kecelakaan itu terjadi. Di analisa risiko, kita bisa memodelkan ini dengan Fault Tree, Bayesian Belief Nets, dll. Eh, kenapa malah jadi membahas beberapa hal di analisa risiko sih? hahaha :lol: . Oke deh, lupakan, dan lanjut aja…

Kalau ingin tahu cerita mengenai apa yang menyebabkan Titanic itu tenggelam, bisa dilihat deh tayangan dokumenter di atas yang beberapa tahun yang lalu pernah aku tonton di NGC.

#1040 – February 29th

ENGLISH

If there are only a few special days in the year 2012, today is definitely one of them. Why? Well, of course it is because today is February 29th, a date that does not come every year; but only once in every four years. Yes, because 2012 is a leap year, we have this date now. And because I like to seize this kind of moment, of course this date does not slip off from my mind (and fingers) to be written in this blog, hahaha :lol: .

In a way, I find this date more beautiful than dates with ‘unique numbers’ (like 11/11/11 or 21/02/2012, etc) because of its longevity. Those dates with ‘unique numbers’ are mostly never reoccurring; or reoccurring but after a really long period of time (like a century, a millennium, or so). So pretty much (maybe ‘almost’ is a suitable word to be placed here, if you want every word in this post to be precise :P ) noone experiences those dates more than once in his/her life. But February 29th is different. It reoccurs every four years. It is definitely within a man’s life span and people have it several times during their life; and so they can make a big deal out of it every time it reoccurs (like writing a post about it for example, :lol: ).

Since I was a kid, I have been wondering on how people treat their special day if their special day happens to be on February 29th. Take birthday for the simplest case. If by definition ‘birthday’ is a celebration of your ‘day’ of ‘birth’, then those who were born on February 29th should celebrate their birthday also once every four years, no? And for them, their age goes up by one once every four years? So, someone who was born on February 29th, 1988 is now 6 (because he/she has gone through his/her birthday (only) six times)? (if the definition of ‘aging by one’ is passing through his/her birth date once)

Actually, one of my friends in elementary school was born on February 29th (but I don’t remember who she was, :lol: ). But I still remember that I asked her about this thing, that by definition she should celebrate her birthday once every four years. And she told me that in a non-leap year, her parents (and her) regarded March 1st as her ‘birthday’ so that she still had birthday every year, hahahaha :lol:

So, what do you think about this date??

BAHASA INDONESIA

Jika hanya ada beberapa saja hari spesial di tahun 2012 ini, hari ini jelas adalah salah satu diantaranya deh. Mengapa? Ya, tentu saja karena hari ini adalah tanggal 29 Februari, sebuah tanggal yang nggak selalu ada setiap tahun; tapi hanya sekali saja dalam empat tahun. Ya, karena 2012 ini adalah tahun kabisat, jadilah tanggal ini ada sekarang. Dan karena aku tuh sukanya merekam hal-hal yang kayak gini ini, tentu saja tanggal ini tidak terlewatkan dari pikiranku (dan jemariku) untuk ditulis di blog ini dong, hahaha :lol: .

Menurutku, tanggal ini tuh lebih indah daripada tanggal-tanggal ‘cantik’ (seperti misalnya 11/11/11 atau 21/02/2012, dll) karena kekonsistenannya. Maksudku, tanggal-tanggal ‘cantik’ itu bisa dibilang kebanyakan tidak akan pernah terulang lagi kan; atau mungkin bakal terulang lagi tapi setelah jangka waktu yang lama gitu (misalnya seabad atau semilenium). Jadi, bisa dikatakan (mungkin kata ‘hampir’ cocok untuk diletakkan disini; kalau memang pada ingin bahwa setiap kata yang ditulis di posting ini tuh harus tepat :P ) tidak ada yang mengalami tanggal-tanggal tersebut lebih dari sekali semasa hidupnya. Namun, 29 Februari itu berbeda. Tanggal ini muncul setiap empat tahun sekali. Jelas lah ya ini berada dalam rentang umur manusia dan orang-orang juga kebanyakan mengalaminya beberapa kali sepanjang hidupnya; jadi mereka bisa merayakannya atau membesar-besarkannya gitu setiap kali tanggal ini terulang (dengan menulis sebuah posting tentangnya misalnya, :lol: ).

Semenjak aku kecil, aku sudah penasaran loh dengan bagaimana seseorang itu merayakan hari spesialnya apabila hari spesialnya itu kebetulan jatuh di tanggal 29 Februari. Ambil ulang tahun aja lah ya sebagai contoh gampangnya. Kalau menurut definisi ‘ulang tahun’ adalah perayaan ‘hari’ ‘kelahiran’ seseorang, artinya mereka yang dilahirkan pada tanggal 29 Februari itu seharusnya merayakan ulang tahunnya setiap empat tahun sekali dong? Dan bagi mereka, umur mereka juga bertambahnya sekali setiap empat tahun? Jadi, seseorang yang lahir tanggal 29 Februari 1988 sekarang berumur 6 (karena ia baru merayakan ulang tahunnya (hanya) enam kali)? (jika definisi ‘umur bertambah 1′ adalah setiap kali seseorang melewati tanggal lahirnya)

Sebenarnya, salah seorang temanku di SD dilahirkan pada tanggal 29 Februari loh (tapi aku lupa siapa temanku itu, :lol: ). Tapi aku masih ingat bahwa pernah sekali waktu aku bertanya kepadanya mengenai hal ini; bahwa menurut definisi, seharusnya ia merayakan ulang tahun setiap empat tahun sekali. Dan dia berkata kepadaku bahwa di tahun yang bukan tahun kabisat, orang tuanya (dan ia sendiri) menganggap tanggal 1 Maret adalah ‘tanggal-lahirnya’ sehingga ia bisa merayakan ulang tahun setiap tahun, hahahaha :lol:

Nah, apakah pendapat kalian mengenai tanggal ini??