ENGLISH
Another long weekend
What? Yes, this weekend is another long weekend in the Netherlands, muahahahaha
. So, this Monday is “Whit Monday” (or the Pentecost) and so it will be a holiday. Haven’t I just had a long weekend last weekend, you ask? Yes, I just had a long weekend last weekend because last week’s Thursday was the Ascension Day. So, yeah, we have back to back long weekends now.
In the Netherlands, Pentecost (Pinksterdag) is a two day holiday; so there is the first day of Pentecost and there is the second day. Today (Sunday) is the first day. Coincidentally, my schedule to do grocery shopping was also this Sunday. So, I went to the supermarket in the centrum today, just to find out it was closed because of the first day of Pentecost!!
And bad news: all (I think) supermarkets were closed today!! Well, I guess I will only eat potato and eggs until tomorrow morning, hahaha
.
Summer is definitely here
I am now sure that it is summer already. The past one week, the weather has been, unbelievably, good (read: sunny) and the temperature was stable at around 26°C. I never like hot weather (I prefer winter than summer, hahaha
), but Holland’s 26°C is still bearable for me.
The thing is, summer in the Netherlands is humid, just like in Indonesia. Therefore, a lot of the time it feels much hotter than it actually is. When I went to Vienna during summer last year, it was like between 33 – 36°C there. However, it was not humid at all so a 34°C was felt like a real 34°C. In Holland, 30°C is felt like 40°C… . So, yeah, I am kinda not looking forward to this summer as so far we have had quite plenty of sunny days so it may indicate that there will be more sunny and hot days this June and July than last year. And in June and July, the expected temperature in a sunny and hot day is not going to be as “low” as 26°C, I think
.
But the past one week, the weather has been really genuinely good. Sure, it was sunny and quite hot, but the wind was the hero for me! It blew quite a lot, quite strongly (typical Dutch wind), but it was not a hot wind. It was more like a breeze that still made me comfortable while I was outdoor, hehehe
Anyway, another thing I don’t like about summer is the summer bugs!!
To invest or not?
This kind of weather brings back an old first world problem that I also had at around this time last year: whether to buy a fan or not, huahaha
. I mean, if I were in Indonesia, no question, I would definitely buy one (I did when I lived in Bandung). It was a no brainer as the fan would be used pretty much most of the time. While here, a fan is useful only during the summer; and by summer, it is not the entire summer, just like some days which are really really hot and humid.
Last year, I decided not to buy one. And I think, this year, it would be wiser for me to not buy one now as I am going to move to a new apartment later on this summer anyway. Buying a fan now will just make me own more stuffs; which translates to more stuffs to move during my moving day; which translates to more troublesome time I will have when I am moving. Yeah, I am not really a fan of moving. Maybe I will write about this in a more special post next time
The good side of summer
There is, however, still a good side of summer. Now, I don’t need to wear that many layers of clothes when I go out. Also, I don’t need to always wear shoes when going out; wearing sandals is okay (in the colder seasons, you are out of your mind to not wear shoes when going out, hahaha
). This reminds me of my life back in Indonesia years ago though, hahaha
There is no “complication” to get dressed when about to go out; it is sooo easy, simple, and brief!! Just pick one t-shirt or shirt and wear a pants, and you are fine. In the winter, we have to think about, and deal with, preparing our ‘warfare equipment’ against the cold, hahaha
. Therefore, in the winter, it feels tiring (as there seems to be a lot to prepare before going out) and it is tiring (as there is much longer ‘procedure’ to follow before going out (like wearing layers and layers of clothes, wearing shoes, etc)).
So, yeah, there are always two sides of something; and I will just make the best out of it. No point in complaining, hahaha
BAHASA INDONESIA
Long weekend lagi
Apa? Ya, akhir pekan kali ini lagi-lagi adalah long weekend di Belanda, muahahahaha
. Jadi, Senin ini adalah “Whit Monday” (alias hari Pantekosta) gitu dan jadilah libur. Apa, bukannya minggu lalu aku juga baru aja melalui long weekend? Iya kok, weekend yang minggu lalu jugalah long weekend karena hari Kamis minggu lalu kan Hari Kenaikan Isa Almasih gitu. Jadi, ya, kali ini long weekend-nya berturut-turutan gitu deh.
Di Belanda, Pantekosta (Pinksterdag) itu adalah hari libur sepanjang dua hari; jadi ada hari pertama Pantekosta dan ada hari kedua. Hari ini (Minggu) adalah hari pertamanya. Kebetulan, jadwalku untuk pergi berbelanja di supermarket jugalah hari Minggu ini. Dan jadilah aku pergi ke supermarket di centrum tadi, hanya untuk menemukan bahwa supermarketnya tutup dong karena hari pertama Pantekosta ini!!
Dan berita buruknya: (kayaknya) semua supermarket tutup deh hari ini!! Hmm, kayaknya sampai besok aku cuma akan makan kentang dan telur aja deh, hahaha
.
Musim panas beneran sudah datang
Yakin deh sekarang ini udah musim panas. Seminggu ini, cuaca di Belanda itu bagus (baca: cerah) dong dan temperaturnya stabil di sekitar 26°C gitu. Aku kan nggak pernah suka cuaca panas ya (mendingan musim dingin deh daripada musim panas, hahaha
), tapi suhu 26°C-nya Belanda ya masih bisa ditahan lah bagiku.
Masalahnya, musim panas di Belanda itu lembab banget, kayak di Indonesia gitu deh. Makanya seringnya ya cuacanya terasa lebih panas daripada sebenarnya. Ketika aku pergi ke Vienna di musim panas tahun lalu, temepraturnya ya sekitar 33 – 36°C gitu disana. Namun, disana kan nggak lembab ya jadi 34°C ya terasa seperti selayaknya 34°C. Di Belanda, 30°C bisa berasa kayak 40°C dah… . Jadi, ya, aku nggak terlalu excited menghadapi musim panas ke depannya ini karena sejauh ini sudah ada lumayan banyak hari yang mataharinya bersinar cerah dong yang mana ini mungkin mengindikasikan bahwa akan lebih banyak lagi hari cerah dan (lebih) panas di bulan Juni dan Juli daripada tahun lalu. Dan di bulan Juni dan Juli, temperatur hari yang cerah dan panas kayaknya nggak akan “serendah” 26°C deh kayaknya
.
Eh, tapi seminggu ini, cuacanya beneran bagus kok. Memang sih cerah dan panas gitu, tapi anginnya itu asyik banget lho untukku! Cukup sering angin bertiup, lumayan kencang juga (tipikal angin Belanda), tapi anginnya bukan angin panas. Jadi anginnya itu seperti angin semilir yang sejuk gitu jadi ya tetep bikin merasa cukup nyaman lah walaupun sedang berada di luar ruangan, hehehe
Anyway, tapi hal yang nggak aku suka juga dari musim panas adalah serangga musim panas!!
Inves atau enggak ya?
Cuaca yang kayak gini ini membuatku teringat akan sebuah first world problem lama yang juga aku hadapi di sekitar waktu yang sama setahun lalu: enaknya beli kipas angin atau tidak ya, huahaha
. Maksudku begini, kalau di Indonesia, nggak susah lah, aku jelas akan membeli satu kipas angin (aku beli satu sewaktu aku tinggal di Bandung dulu). Keputusan yang mudah karena kipas anginnya kan akan terpakai hampir sepanjang waktu. Nah, disini ini, kipas angin berguna hanyalah ketika musim panas; itu pun nggak setiap hari di musim panas loh, hanya hari-hari tertentu aja ketika cuacanya beneran panas dan lembab sekali.
Tahun lalu, aku memutuskan untuk tidak membeli satu. Dan aku rasa, tahun ini, akan lebih bijak bagiku untuk tidak membeli juga karena bagaimanapun aku kan akan pindahan apartemen di akhir musim panas ini. Membeli kipas angin artinya aku akan memiliki lebih banyak barang; yang ini artinya nambah-nambahin barang yang harus aku pindahkan nanti; yang artinya akan membuat proses pindahan menjadi lebih ribet. Ya, aku nggak begitu suka pindahan deh. Kapan-kapan mungkin aku akan membuat satu posting tentang ini ah
Sisi baik musim panas
Tapi tetap lah ya, tentu ada sisi asyiknya juga dari musim panas. Sekarang ini, aku jadi nggak harus memakai berlapis-lapis pakaian deh kalau keluar. Juga, aku nggak harus memakai sepatu deh kalau pas pergi; pakai sandal juga udah nggak papa (di musim yang lebih dingin, pada gila kalau keluar rumah nggak pakai sepatu, hahaha
). Ini jadi mengingatkanku ketika aku masih di Indonesia dulu nih, hahaha
. Nggak ribet gitu dalam berpakaian kalau mau keluar; jadi rasanya ya sangat mudah, simpel, dan singkat!! Tinggal milih satu kaus atau kemeja gitu dan memakai celana, beres deh. Di musim dingin, kita kan harus memikirkan, dan berurusan dengan, mempersiapkan ‘peralatan perang’ dalam menghadapi dinginnya ya, hahaha
. Makanya di musim dingin rasanya tuh melelahkan (karena rasanya ada banyak yang harus dilakukan sebelum bisa keluar rumah) dan memang melelahkan (‘prosedur’ untuk keluar rumah beneran jadi panjang (harus memakai berlapis-lapis pakaian dulu, memakai sepatu, dll)).
Jadi, ya, memang ada selalu dua sisi sih ya dari sesuatu itu; dan aku akan selalu memandang sisi positifnya aja deh. Nggak ada gunanya kan komplain terus, hahaha









Well, I actually also had some more coins with me but it was still not that much. So I watched the monitor as the cashier was scanning all my stuffs and prayed that my total expense would not exceed €10. In the end, I had to pay a total of €9.71!! *phew* (thanks to my stinginess while grocery-shopping today, hahaha 