#1067 – Scotland Spring Trip (Part I)

ENGLISH

Okay, without further ado (I know some of you have really been waiting for this post :P ), let the story of my weekend trip to Scotland last week start with this post :)

Day 1 (Friday, 20 April 2012)

The night before, I decided to get to bed early (but not as early as 7 PM though, it was 8.30 PM) because of the early morning flight that I would take on Friday. This backfired a little bit as I woke up at around 11 PM (because 8.30 PM was still quite bright, so maybe my body thought I was taking a nap instead of attempting to have actual good night sleep, hmm). Lucky I could get back to sleep about 40 minutes later, hahaha.

Long story short, I got up at 3 AM and after having a quick breakfast and shower, I walked to Delft Station at 3.45 AM (there was no bus on operation at that time of the day). I took the 4.14 AM train to Schiphol Airport (the train was quite full btw, as some people were coming back from parties or something like that, hahaha :) ). At almost 5 AM I arrived at Schiphol Airport. I already checked in the day before so I could just go directly to the baggage drop-off area. And in Schiphol, if we are flying with KLM, there are new 12 self-service baggage drop-off units that are really cool! So we can just scan our ticket, put our luggage in the machine, print the tag, stick that on our luggage, click done; and then the machine rolls our luggage to its belly. Pretty cool! :)

Anyway, after two rigorous and extremely tight security inspections and passing the immigration desk (the first time I passed an immigration desk in like 20 months, huahaha :lol: (Yeah, if we fly to other Schengen countries (the UK is not Schengen), we do not need to pass through immigration. It is basically like a domestic flight) ), I finally arrived at the gate of my flight. We boarded at 6.45 AM and were taken by a bus to get to our plane: a KLM Cityhopper’s Embraer ERJ-190-100LR 190LR reg code PH-EZE. We took off from runway 24 of Schiphol Airport at 7.15 AM. About 1 hour and 15 minutes later (including a nice complimentary breakfast on board, hahaha :D ), we landed at runway 23 of Glasgow International Airport. There was a 1 hour time difference between the UK and the Netherlands, so we landed at around 7.30 AM local time.

After passing the immigration desk (with short interview on the spot with the officer), taking my luggage, and taking some poundsterling cash at the ATM machine (there was no service charge for this, muahahaha :lol: ), I walked outside the airport and took the Airport Shuttle to the city centre of Glasgow. I got off at Queen Street Railway Station, which apparently was quite close to Buchanan Bus Station (the bus station I would have to go to later on that day to catch a bus to Edinburgh), to drop my luggage at the locker room there. I had to pay 5 pounds just for this.

Then, I pretty much strolled around the city. I walked around the city centre, then I walked (quite far, about 1 mile I guess) to Clyde Auditorium: an armadillo-shaped auditorium (in a way it looked like Sydney Opera House btw), which was famous as Susan Boyle’s audition place for Britain’s Got Talent in 2009 (the audition was really awesome btw, and mind-opening; you can watch it here). There was actually an expo going on there, but I was not really interested. So, I decided to go back to the city centre. But because I was quite tired, I decided to take the train instead. It was only three stops with train btw, and I got off at Argyle Street station.

Actually I was already feeling quite hungry. It was only about 11 AM there, so no restaurant had opened yet. So, I decided to walk further and I arrived at the Glasgow Cathedral. I entered the cathedral (because it was free, huahaha :lol: ) and after that I walked to the Necropolis which was just behind the cathedral. Then, I went back to the city centre to find a place to eat. In the end, after looking at some places, somehow I picked Pizza Hut because they had this “All You Can Eat” promotion, huahaha :lol: . Now that I think about it, it might not be a wise decision as I should have chosen something that was more Scottish, or British at least, no? hahaha :D

After lunch, I just walked around the city centre randomly until about 2 PM. I picked my luggage at Queen Street Station and walked to Buchanan Bus Station. I already bought a bus ticket from Glasgow to Edinburgh prior to my departure and the bus would depart at 3 PM. Long story short, after waiting for like 25 minutes at the bus station, my bus left Glasgow and took the M8 highway heading to my base city of this trip: Edinburgh.

I arrived at Edinburgh at around 4.15 PM. I already printed a map on how to get to my hostel, so I just followed the map. On the way, I decided to stop by at the Tourist Information first to gather some information I needed (as they would close at 5 PM). My decision not to buy the Edinburgh Pass before asking in person at the Tourist Information turned out to be a smart one. For me, the Edinburgh Pass was not that worth the money. So I decided not to buy that Pass. Then, I walked to my hostel, checked in, left my luggage in my room, and left the hostel for a nice stroll because the weather was really good.

That evening, I just walked around the Princess Street Garden. It was really beautiful (especially with a nice weather like that) with Edinburgh Castle in the background. The garden was closed at around 7 PM or so. Then, I walked around randomly and decided to have dinner at a small restaurant there. This time, I picked a menu that was much more British than pizzas: fish and chips, huahaha :lol: . And it was nice! After dinner, I went back to my hostel. At the hostel, I made some plan for the upcoming days and after that I called it a day…

To Be Continued …

Next on Scotland Spring Trip:
1. Edinburgh Castle and Being Very Lucky
2. Royal Yacht Britannia
3. Rosslyn Chapel

BAHASA INDONESIA

Oke, tanpa ba bi bu lagi (aku tahu ada beberapa orang yang telah menunggu posting ini untuk ditulis :P *GR*), mari cerita perjalanan akhir pekanku ke Skotlandia minggu lalu dimulai dengan posting ini :)

Hari 1 (Jumat, 20 April 2012)

Malam sebelumnya, aku memutuskan untuk tidur sedikit lebih awal (tapi nggak seawal jam 7 sih, aku tidurnya jam 8.30) karena penerbangan di pagi hari yang akan aku ambil di hari Jumatnya. Ini sedikit menjadi bumerang bagiku karena aku terbangun jam 11 malam (karena jam 8.30 malam itu masih terang, jadi mungkin badanku mengira aku lagi tidur siang kali ya, bukan sedang berusaha untuk tidur malam). Untungnya sekitar 40 menit kemudian aku bisa tidur lagi deh, hahaha.

Singkat cerita, aku bangun jam 3 subuh dan setelah sarapan kilat dan mandi, aku berjalan ke Stasiun Delft jam 3.45 pagi (nggak ada bus yang beroperasi deh jam segitu). Aku naik kereta jam 4.14 pagi menuju Bandara Schiphol (keretanya cukup penuh loh btw, karena sebagian penumpangnya kan baru pulang dari parties atau apa gitu, hahaha :) ). Sekitar hampir jam 5 subuh, tibalah aku di Bandara Schiphol. Aku sudah check in sebelumnya sehingga aku langsung menuju area drop off bagasi. Dan di Schiphol, kalau kita terbang dengan KLM, ada 12 mesin self-service untuk drop off bagasi yang keren banget loh! Jadi kita tinggal menge-scan tiket kita, menaruh bagasi di mesinnya, mencetak tag-nya, menempelkannya di bagasi kita, dan memilih pilihan selesai; lalu mesinnya akan memutar bagasi kita ke dalamnya. Keren deh! :)

Anyway, setelah dua pemeriksaan sekuriti yang sangat teliti dan ketat dan melewati meja imigrasi (pertama kalinya aku melewati meja imigrasi dalam 20 bulan, huahaha :lol: (Ya, soalnya kalau cuma pergi ke negara Schengen lain sih (UK tidak termasuk Schengen), kita tidak perlu melewati imigrasi gitu deh. Pada dasarnya mirip seperti penerbangan domestik) ), akhirnya aku tiba juga di gate penerbanganku. Kami boarding jam 6.45 pagi dan diantar dengan bus untuk menuju pesawat: Sebuah Embraer ERJ-190-100LR 190LR dengan kode registrasi PH-EZE milik KLM Cityhopper. Kami lepas landas dari landasan pacu 24 Bandara Schiphol sekitar jam 7.15 pagi. Setelah sekitar 1 jam 15 menit (termasuk sarapan complimentary yang oke di pesawat, hahaha :D ), kami mendarat di landasan pacu 23 Bandara Internasional Glasgow. Ada perbedaan waktu 1 jam antara UK dan Belanda, sehingga kami mendarat sekitar jam 7.30 pagi waktu setempat.

Setelah melewati meja imigrasi (dengan wawancara singkat di situ sama petugasnya), mengambil bagasi, dan menarik sejumlah uang poundsterling melalui mesin ATM (nggak kena charge loh kalau kita ambil uang pakai mesin ATM, muahahaha :lol: ), aku berjalan keluar bandara dan naik Airport Shuttle menuju pusat kota Glasgow. Aku turun di Stasiun Kereta Api Queen Street, yang mana ternyata lokasinya cukup dekat dengan Terminal Bus Buchanan (terminal bus yang harus aku tuju kemudian siang nantinya), untuk menitipkan bagasiku di loker disana. Aku harus membayar 5 poundsterling loh untuk gini aja.

Lalu, yang aku lakukan ya berjalan-jalan keliling kota. Aku berjalan di pusat kotanya, kemudian berjalan (lumayan jauh loh, sekitar 1 mil kayaknya) ke Clyde Auditorium: sebuah auditorium berbentuk seperti armadillo (yang mana juga agak mirip Gedung Opera Sydney gitu sih), yang terkenal sebagai tempat berlangsungnya audisinya Susan Boyle di acara Britain’s Got Talent tahun 2009 (audisinya keren banget loh btw, sangat membuka mata; bisa ditonton deh disini). Waktu itu sedang ada pameran juga disana, tapi aku nggak tertarik. Jadilah aku memutuskan untuk kembali ke pusat kota. Namun karena sudah capek, aku kembali kesana naik kereta aja deh walau hanya tiga pemberhentian saja. Aku turun di Stasiun Argyle Street.

Sebenarnya aku sudah merasa agak lapar. Hanya saja saat itu waktu masih menunjukkan pukul 11 pagi, jadi belum ada restoran yang buka deh. Jadilah aku memutuskan untuk lanjut jalan aja dan tibalah aku di Katedral Glasgow. Aku masuk ke dalam katedralnya (soalnya kan gratis, huahaha :lol: ) dan setelahnya aku berjalan ke Necropolis (kota kematian) yang berada di belakangnya katedral. Lalu, aku kembali ke pusat kota untuk mencari tempat buat makan. Akhirnya, setelah melihat-lihat beberapa tempat, aku malah memilih untuk makan di Pizza Hut karena mereka sedang promosi “All You Can Eat” gitu deh, huahaha :lol: . Kalau dipikir-pikir sekarang, ini bukan pilihan yang bijak kayaknya ya karena seharusnya aku memilih sesuatu yang lebih Skotlandia, atau setidaknya lebih UK gitu kan? hahaha :D

Setelah makan siang, aku berjalan-jalan keliling pusat kotanya dengan acak sampai bosan deh sampai jam 2 siang. Kemudian aku mengambil bagasiku di Stasiun Queen Street dan berjalan ke Terminal Bus Buchanan. Aku sudah membeli tiket bus dari Glasgow ke Edinburgh semenjak sebelum berangkat dan busnya akan berangkat jam 3 sore. Singkat cerita, setelah menunggu sekitar 25 menit di terminal, busku berangkat dari Glasgow deh dan memasuki jalan tol M8 menuju kota base-ku di perjalanan kali ini: Edinburgh.

Aku tiba di Edinburgh sekitar jam 4.15 sore. Aku sudah mencetak peta menuju hostel, jadi aku tinggal mengikuti petanya saja. Di jalan, aku memutuskan untuk mampir dulu di Pusat Informasi untuk Turis untuk mengumpulkan beberapa informasi yang aku butuhkan dulu (Pusat Informasinya akan tutup jam 5 sore soalnya). Ternyata keputusanku untuk tidak membeli Edinburgh Pass sebelum bertanya face-to-face dengan petugas Pusat Informasi Turis itu adalah keputusan yang cerdik. Untukku, Edinburgh Pass tidak terlalu berguna. Jadilah aku memutuskan untuk tidak membeli Pass-nya. Lalu, aku berjalan ke hostelku, check in, menaruh barang bawaan di kamar, dan kemudian meninggalkan hostel untuk jalan-jalan santai di sore hari mumpung cuacanya lagi bagus.

Malam itu, aku berjalan-jalan di sekitar Taman Princess Street. Tamannya indah banget loh (apalagi pas cuacanya bagus kayak gitu) dengan Kastil Edinburgh sebagai latar belakangnya. Tamannya ditutup jam 7 malam. Lalu aku berjalan nggak jelas gitu dan memilih untuk makan malam di sebuah restoran kecil disana. Kali ini, aku makan menu yang jauh “lebih Inggris” daripada pizza: fish and chips, huahaha :lol: . Dan enak loh makanannya! Setelah makan malam, aku kembali ke hostel. Di hostel, aku membuat beberapa rencana untuk hari-hari selanjutnya dan kemudian tidur deh…

Bersambung …

Yang selanjutnya dalam Scotland Spring Trip:
1. Kastil Edinburgh dan Beruntung Sekali
2. Royal Yacht Britannia
3. Kapel Rosslyn

#1066 – Smoke Detector, Grade, and Norway

ENGLISH

Okay, before starting posting posts about my weekend trip to Scotland last week, I would like to update a little bit of my life lately first, hehehe :) (For those who are waiting for the story of my trip to Scotland, please be patient for just a little bit more; and thanks for the understanding, hehe :P *well, it is my blog after all so I can write whatever and whenever and in whichever order I want, right? hahaha :P * ).

Exhausted and Smoke Detector

As I wrote before, my flight from Edinburgh landed at Schiphol Airport on Tuesday afternoon (at 4 PM to be precise) and I arrived at my apartment at almost 6 PM. I was so exhausted that day. At almost 8 PM, Diana invited me to hang out in a bar in the centrum with friends from my research group. Well, with all of our own thesis projects this semester, this kind of occasion is a very rare occasion. We have our own schedules and works to do, so, you know, right? So I didn’t want to miss it. Plus, two cups of coffee I had earlier that day in Edinburgh also helped a little bit that I became a bit energetic the whole day, hahaha :) Therefore I decided to go to the centrum at 8.30 PM. Of course we didn’t stay there for too long and I already went back home at 10.30 PM. I was so exhausted after all, hahaha…

That night, when I was trying to sleep, the fire alarm/smoke detector made annoying noise. It chirped once every one minute. And it was quite a loud beep. You know, so every time I reached the point where I almost slept, it “woke” me up with the annoying beep. I was able to sleep eventually, but of course I reported this condition to the caretaker the day after. I think it was because it needed new battery.

Grade

Anyway, the grade for this exam has now been published. As I expected, that stupid miscalculation costed me a little bit. But at the end of the day I still got the grade I needed (even though I got this after a little bit of discussion with my professor about it and the ambiguity in one of the problem), so I did not really complain, hehe. Btw, yes, I took this exam to get a better grade for this course.

Okay, now, I can focus much more on my thesis.

Abstract Accepted! Norway here I come!

Speaking about my thesis project, I have just got good news. Actually, at this meeting, my supervisors and I discussed not only about my thesis’ blueprint, but also a possibility to present my thesis research at an international workshop that will be held in Norway this mid-June. I had to write an abstract about the project, submitted it, and the committee would decide whether it was accepted or not. If it got accepted, because it would be like a “work-related trip” (I would have to present my research in Norway), all of my expenses would be covered by the research group and the research’s sponsor. And that was why I was like: “Sure, I am in!!“, huahaha :lol: :cool: . First of all, who didn’t love free trip? Second of all, and the most important one, I think it would be a very good experience for me and also for my CV, hehehe.

Last week, I got an email from the committee that my abstract was accepted!! Yaaay!!  So it means that I am going to Bergen, in Norway, this mid-June for the workshop! Yes, I am (finally) going to Scandinavia (and it will be for free (unless I decide to extend my stay a little bit))!! huahaha :lol:

BAHASA INDONESIA

Oke, sebelum rangkaian posting tentang perjalanan akhir pekanku ke Skotlandia minggu lalu, aku ingin menulis satu posting tentang kehidupanku akhir-akhir ini dulu ya, hehehe :) (Bagi yang menantikan ceritaku ke Skotlandia, sabar dulu ya; terima kasih atas pengertiannya, hehe :P *eh, tapi ini kan blogku gitu ya jadi sebenarnya ya suka-suka aku dong apa yang mau aku tulis dan kapan aku menulisnya? hahaha :P *).

Capek dan Smoke Detector

Seperti yang aku tulis sebelumnya, penerbanganku dari Edinburgh mendarat di Bandara Schiphol di hari Selasa sore (jam 4 sore tepatnya) dan aku tiba di apartemenku hampir jam 6 sore. Aku capek banget deh hari itu. Sekitar hampir jam 8 malam, Diana mengajakku untuk kumpul-kumpul bareng teman-teman dari grup risetku malamnya di sebuah bar di centrum. Hmm, dengan segala proyek tesis dan semua pekerjaan semester ini, acara kumpul-kumpul kayak gini jelaslah sesuatu yang sangatlah langka. Masing-masing memiliki agenda dan jadwalnya sendiri-sendiri, jadi ya gitu deh, tahu kan maksudku? Nah, jadilah aku nggak mau melewatkannya. Di samping itu, dua cangkir kopi yang aku minum awal hari itu di Edinburgh kayaknya cukup membantu karena membuatku sedikit lebih energetic sepanjang hari, hahaha :) Oleh karenanya, aku memutuskan untuk pergi ke centrum jam 8.30 malam. Tentu saja kami nggak lama-lama amat juga disananya dan jam 10.30 malam aku juga sudah pulang. Kan bagaimanapun aku juga sudah capek banget gitu ya, hahaha…

Malamnya, ketika aku berusaha untuk tidur, alarm kebakaran/smoke detector di kamarku mengeluarkan suara yang menyebalkan dong. Jadi smoke detector ini mengeluarkan suara “biip” setiap satu menit. Jadi ya gitu deh, begitu aku sudah nyaris tertidur, jadi “terbangun” lagi karena suara yang menyebalkan ini.  Akhirnya aku bisa tidur juga sih, tapi tentunya keesokan harinya aku laporkan masalah ini ke caretaker apartemenku. Aku duga sih ini karena baterainya harus diganti deh.

Nilai

Anyway, nilai dari ujian yang ini sudah diumumkan loh. Seperti yang sudah diduga, kesalahan hitung tolol yang aku buat itu sedikit mempengaruhi nilaiku. Tapi pada akhirnya aku masih mendapatkan nilai yang aku butuhkan sih (walau ini juga setelah sedikit diskusi dengan profesorku tentangnya dan tentang sebuah ambiguitas di salah satu soalnya), jadi ya aku nggak komplain deh, hehe. Btw, ya, aku mengambil ujian ini untuk mendapatkan nilai lebih bagus aja di kelas ini.

Oke, sekarang, jadilah aku bisa lebih fokus pada tesisku nih.

Abstrak Diterima! Norwegia, Aku Datang! 

Ngomongin tentang proyek tesisku, aku baru saja mendapat berita bagus loh. Jadi sebenarnya, pada pertemuan waktu ini, pembimbing-pembimbingku dan aku tidak hanya berdiskusi mengenai cetak biru perencanaan riset tesisku, tetapi juga kemungkinan untuk mempresentasikan riset tesisku di sebuah workshop internasional yang akan diadakan di Norwegia pertengahan Juni nanti. Aku harus menulis sebuah abstrak untuk proyekku, mengumpulkannya, dan kemudian panitia akan memutuskan apakah abstrakku itu diterima atau tidak. Kalau diterima, karena perjalanan itu bakalan menjadi semacam “perjalanan dinas” (aku harus mempresentasikan risetku di Norwegia), semua biayanya akan ditanggung grup riset dan perusahaan sponsor deh. Dan tentu saja reaksiku adalah: “Tentu saja aku mau ikutan“, huahaha :lol: :cool: . Pertama-tama, siapa juga yang nggak mau bepergian dibayarin? Yang kedua, dan lebih penting sih, ini akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga dan bagus pula untuk CV-ku kan, hehehe.

Minggu lalu, aku mendapatkan email dari panitia yang menyatakan bahwa abstrakku diterima loh!! Yaaay!!  Jadi ini artinya aku akan pergi ke Bergen, di Norwegia, gitu deh pertengahan Juni nanti untuk workshop itu! Ya, (akhirnya) aku akan pergi ke Skandinavia juga (dan kali ini perginya gratis loh (kecuali kalau aku memutuskan sekalian extend disana beberapa hari gitu))!! huahaha :lol:

#1065 – Scotland Spring Trip (Prologue)

ENGLISH

Hi all, yesterday afternoon I came back from my weekend trip to Scotland!! I was so exhausted (and today I still, quite, am though, hahaha :P ) but the trip itself was so much fun!! But before going into day-to-day details about my trip there, here are a few general things about the UK that I encountered or found during the trip. This, in a way, is like a prologue if you would like to, hehehe :) So here we go…

English Everywhere

One thing that I LOVE about travelling to the UK is that everyone there speaks English (of course :P ). Let me specify that: I mean, they speak English on a daily basis (even though English is not the first language for a lot of Scottish though (a tour guide there told me this), as their mother tongue is Scottish). So, for example, I could just hop in to a public bus (or metro or tram or whatever) or go to somewhere public and, without much effort, I understood what others were speaking *eavesdropping mode on*, huahaha :lol: . And trust me, it feels really really nice!! I mean, in the Netherlands, I can, sort of, understand what others are saying when they speak Dutch, but it requires more effort (yea, I need to practice and learn Dutch a lot more). And even so, maybe I just understand like 40 – 60% (but it depends on the topic though, sometimes it is more, but sometimes it is less, haha :P ).

Some (including some native speakers :D ) find Scottish accent (very) difficult to understand; but it was not really a problem for me. Well, it was probably because I have watched several British shows so I was not that completely unfamiliar with the accent :cool: . But I could definitely see that difficulty point. I mean, it was definitely ‘different’ and they pronounced things differently; it was even so different from English (or London) accent, haha. But overall, I like the accent though, it is quite exotic (though (for now) I, personally, prefer London accent, hahaha :P ).

Left-Hand Traffic

After living in the Netherlands and travelling to only mainland European countries in the past 20 months, I have been quite accustomed to seeing right-hand traffic (where people drive on the right-hand side of the road (hence the driver seat is on the left side of the car/bus/truck/etc)); but to (finally) see left-hand traffic feels good; and in a way, it feels more “right”, you know? hahaha :P . Yes, the side of the traffic flow in the UK is the same as in Indonesia: it is left-hand traffic, so people drive on the left-hand of the road and the driver seat is, therefore, on the right side of the car/bus/truck/etc. Well, this means that, once again, the UK is different from the rest of Europe (hmm, now that I have mentioned it twice, I wonder why Britons like to do things differently from other European? Or is it the other way around? Hmmm…).

Imperial Units

On my first day of the trip, in Glasgow, I saw this sign:

Direction sign in Glasgow in imperial units

Okay, I knew Loch Lomond was one point of interest (of many) in Scotland but it was not in my agenda during this trip because of time constraint. But then I saw that it was “only” “20 m” away. When I saw the sign, I was automatically thinking: “That is close, I can just walk there” because I thought it was only 20 METER away. But then I realized that 20 meter was TOO FREAKING CLOSE! :shock: I mean, if it was really only 20 meter, I could just walk for, like, 15 seconds and arrive there (and the loch (lake in Scottish) should have been visible by then)? That cannot be!! And then I immediately realized the “m” didn’t stand for “meter”, but for “mile” instead! Huahaha :lol: . And it means I was about 32.19 km away from Loch Lomond…

BAHASA INDONESIA

Halo semua, kemarin sore aku baru aja pulang dari perjalanan akhir pekanku ke Skotlandia nih!! Capek banget loh (dan hari ini masih agak capek juga sih, hahaha :P ) tapi perjalannya mengasyikkan banget loh!! Nah, sebelum mulai masuk ke cerita hari-per-hari-nya, berikut adalah beberapa hal umum tentang Inggris Raya (UK) yang aku alami selama perjalananku kesana. Posting ini, di satu sisi, mungkin bisa dianggap semacam prolog gitu deh, hehehe :) Ya udah, mulai aja deh ya…

Bahasa Inggris dimana-mana

Satu hal yang aku SUKA BANGET dari jalan-jalan ke UK adalah semua orang ngomong bahasa Inggris loh disana (ya iyalah :P ). Hmm, gini deh, aku rincikan lagi: maksudku, mereka ngomong bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-harinya gitu (walau bahasa Inggris bukan bahasa pertamanya kebanyakan orang Skotlandia sih (seorang tour guide disana memberi-tahuku ini), karena bahasa ibu mereka adalah bahasa Skotlandia). Jadi, misalnya, aku bisa deh naik bus umum (atau tram atau metro atau apalah) atau pergi ke suatu tempat umum gitu, dan tanpa perlu banyak upaya, aku mengerti apa yang orang lain obrolkan *kepo mode on*, huahaha :lol:  . Dan percaya deh, rasanya enak dan menenangkan banget!! Maksudku, di Belanda, aku bisa dibilang lumayan mengerti sih ketika orang-orang berbicara pakai bahasa Belanda, tapi kan membutuhkan lebih banyak upaya gitu ya dari akunya (ya, memang aku perlu berlatih dan belajar bahasa Belanda lebih banyak lagi sih). Dan walaupun begitu, paling aku mengerti sekitar 40 – 60% aja dari apa yang mereka obrolkan (tapi ini tergantung dari topiknya sih, kadang lebih mengerti, dan kadang kurang, haha :P ).

Lalu, beberapa (termasuk penutur asli :D ) merasa bahwa aksen Skotlandia itu (sangat) sulit untuk dipahami; tapi ini nggak begitu masalah sih bagiku. Hmm, mungkin karena aku beberapa kali menonton serial TV dari UK gitu ya sehingga aku nggak asing-asing amat sama aksennya :cool: . Tapi aku mengerti kok mengapa beberapa orang merasakan kesulitan itu. Maksudku, memang terasa ‘perbedaannya’ dan pengucapan mereka juga berbeda sekali; dan bahkan berbeda banget loh sama aksen Inggris (London) gitu, haha. Tapi secara umum sih aku suka aksennya, karena terdengar eksotis gitu deh (walau (saat ini) aku lebih suka aksen London sih, hahaha :P ).

Lalu Lintas di Kiri Jalan

Setelah hidup di Belanda dan kalau jalan-jalan juga ke beberapa negara Eropa daratan saja selama 20 bulan belakangan ini, aku sudah cukup terbiasa melihat lalu lintas di kanan jalan (dimana orang menyetir di kanan jalan (jadi supirnya duduk di sebelah kiri dari mobil/bus/truk/dll gitu)); tapi untuk (akhirnya) melihat lalu lintas di kiri jalan itu rasanya asyik loh; dan di satu sisi, terasa lebih “benar” gitu deh, ngerti nggak maksudku? hahaha :P . Ya, lalu lintas di Inggris itu sistemnya sama dengan di Indonesia: lalu lintas di kiri jalan, jadi orang menyetir di sebelah kiri jalan sehingga supirnya duduk di sebelah kanan mobil/bus/truk/dll. Yah, sekali lagi, ini berarti UK itu berbeda dari semua negara-negara Eropa lainnya dong ya (hmm, berarti ini sudah aku sebutkan dua kali nih, kira-kira kenapa ya kok orang UK suka melakukan sesuatu berbeda dari negara-negara Eropa lainnya? Atau sebaliknya? Hmmm…).

Satuan Imperial

Di hari pertama perjalananku, di Glasgow, aku melihat penanda arah ini:

Penanda Arah di Glasgow dalam satuan imperial

Oke, aku tahu bahwa Loch Lomond adalah salah satu (dari banyak) tujuan yang menarik di Skotlandia tetapi aku tidak memasukannya dalam agenda perjalananku kali ini karena keterbatasan waktu. Namun, kemudian aku melihat bahwa jaraknya “hanyalah” “20 m” aja dari tempat itu. Ketika aku melihat penanda ini, aku otomatis berpikir: “Eh, lokasinya kok dekat banget? Berarti aku bisa jalan kaki kesana dong” karena aku kira lokasinya berjarak 20 METER. Tapi kemudian aku langsung menyadari bahwa 20 meter itu TERLALU DEKAT dong ya! :shock: Maksudku, kalau benar cuma 20 meter, aku bisa jalan kaki selama, sekitar, 15 detik untuk mencapai lokasi itu dong (yang mana loch-nya (danau dalam bahasa Skotlandia) seharusnya sudah terlihat di tempat itu)? Nggak mungkin kan!! Dan jadilah aku langsung menyadari bahwa “m” itu bukanlah singkatan dari “meter”, tetapi dari “mil”! Huahaha :lol: . Dan itu berarti waktu itu aku berada sejauh 32,19 km dari Loch Lomond…

#1064 – One Year (Plus Six)

ENGLISH

By the time this post is published, as you know, I am actually still in my weekend trip to Scotland. But this date is so special that I spared some of my time about two weeks ago to write this post down (yeah, two weeks ago because I was kinda in a quite long lock down mode for several days before my departure to Scotland; so I had to do this way way before) and put this post on automatic publication. But what is so special about today?

Well, it is because today, it is official that I have been blogging at this blog for ONE YEAR!! Then, because this WordPress blog is meant to be a continuation of my older Blogspot blog, as I wrote in the first post of this blog, and if these two blogs are seen as one, it means that today is the SEVENTH anniversary of me blogging because I “moved” to WordPress at the sixth birthday of that older blog!! Well, I had already blogged for a couple of months before April 23rd, 2005 though, but I would say the real “starting point” for me blogging was the first post of the Blogspot blog, at April 23rd, 2005. That is why I take April 23rd as the ‘anniversary-sort-of date’ of this hobby of mine.

Wow, SEVEN years!! It has really been seven years since then!! 2,557 days!! :shock: 1,064 posts!! :shock: I can’t believe it, but this is TRUE!! Wow!! :shock: Seven years is such a really long time. I mean, a kid that was born seven years ago is now already in the first or second grade (of elementary school). Time really flies so fast. Having blogged for this long, IMO, indicates that there is something that connects me with this activity. I mean, to be able to do something consistently for a really long time, there has to be passion or connection being present strongly here, right? The answer (at least I think it is the answer :P ) lies as the following.

These two blogs have pretty much become the witnesses and “storage” of (the story of) my life in the past seven years. A lot have happened during this period of my life. Graduating from high school, moving to Bandung for college, graduating from college, leaving Bandung, and moving to Europe are the several key moments in my life that are “recorded” in these two blogs. I am really glad to have chosen to record my life through blogging, as now (and in the future) I can look back in time by reading what I have done in the past. They might be silly or (seemingly) irrelevant things, but it is always really fun (and nostalgic) to read them. I know that my life won’t just go away like that, it won’t lost or forgotten in time. And I believe this is mainly what keeps motivating me to blog.

But of course that is not all. There are a few other things that, I think, have also played some roles. And one of them is all of you guys. All people I know from blogging. It always fascinates me that how blogging can be a way for me to get to know a lot of people from all around the world. I cannot name all of them, but you know who you are :P . People do come and go (in blogging). But I still even have, sort of, contacts with some former bloggers who are no longer blogging now. And it all started in my blog.

So, yeah, it has really been seven years! I would like to say thank you to all of you, and I will keep doing this very nice hobby… :)

Image Source: http://www.shutterstock.com/blog/2010/07/search-word-spotlight-birthday/
Copyright: Robyn Mackenzie / Shutterstock

Image taken from here, copyright: Robyn Mackenzie /Shutterstock.

BAHASA INDONESIA

Ketika posting ini dipublikasikan, seperti yang sudah pada tahu, sebenarnya aku masih menikmati perjalanan akhir pekanku ke Skotlandia. Tapi tanggal ini adalah tanggal yang spesial bagiku sehingga aku menyisihkan waktuku dua minggu yang lalu untuk menulis posting ini (ya, dua minggu yang lalu karena aku kan berada dalam mode lock down yang cukup lama tuh sebelum aku pergi ke Skotlandia; jadi artinya aku menulis ini haruslah jauh sebelum itu) dan posting ini aku publikasikan otomatis deh. Tapi, apa sih yang spesial dengan hari ini?

Hmm, ini karena hari ini, resmilah aku ngeblog di blog ini selama SATU TAHUN!! Lalu, karena blog WordPress ini memang dimaksudkan sebagai kelanjutan dari blog Blogspot lamaku, seperti yang aku tulis di posting pertama blog ini, dan kalau kedua blog ini dianggap sebagai satu, artinya hari ini adalah ulang tahun KETUJUH-ku ngeblog loh karena aku “pindahan” ke WordPress ini tepat pada perayaan ulang tahun keenam blog lamaku!! Ya, sebenarnya aku sudah sempat ngeblog selama dua bulan sebelum 23 April 2005 gitu ya, tapi menurutku sih “titik mula”-nya aku ngeblog itu ya posting pertama di blog Blogspot itu deh, yaitu tanggal 23 April 2005. Itulah mengapa aku memandang tanggal 23 April sebagai semacam tanggal ‘ulang tahun’ dari hobiku yang satu ini.

Wow, TUJUH tahun!! Beneran sudah tujuh tahun ya semenjak waktu itu!! 2.557 hari!! :shock: 1.064 posting!! :shock: Rasanya nggak percaya deh, tapi ini BENERAN!! Wow!! :shock: Tujuh tahun itu adalah waktu yang lama kan. Maksudku, seorang anak yang dilahirkan tujuh tahun yang lalu sekarang sudah duduk di kelas satu atau dua SD kan. Waktu benar-benar berlalu dengan cepat ya. Bisa ngeblog selama ini, menurutku, mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang membuatku connect dengan aktivitas ini. Maksudku, kalau seseorang sampai bisa melakukan sesuatu secara konsisten dalam jangka waktu yang lama, pasti ada semacam gairah atau connection yang hadir dengan kuat disana kan? Jawabannya (setidaknya aku kira ini adalah jawabannya sih :P ) ada di paragraf berikut.

Dua blog ini telah menjadi saksi dan “gudang” dari cerita kehidupanku selama tujuh tahun terakhir. Banyak yang telah terjadi di dalam hidupku selama tujuh tahun ini. Lulus SMA, pindah ke Bandung untuk kuliah S1, lulus kuliah S1, meninggalkan Bandung, pindah ke Eropa adalah beberapa saat-saat kunci dalam hidupku yang terekam di dua blog ini. Aku lega aku telah memilih untuk merekam kehidupanku dengan ngeblog, karena sekarang (dan nanti di masa depan) aku bisa menilik masa lalu dan membaca kehidupanku sebelumnya. Beberapa materi yang kutulis mungkin memang konyol dan (nampaknya) tidak relevan, tapi asyik lho (dan nostalgia) membaca cerita-cerita lama itu. Setidaknya aku juga tahu bahwa kehidupanku tidak akan hilang dan terlupakan ditelan oleh waktu begitu saja. Dan aku rasa inilah alasan utama yang terus memotivasiku untuk ngeblog.

Tapi tentu saja alasan itu bukanlah seluruhnya. Ada beberapa hal lain juga yang, aku kira, memainkan beberapa peranan penting. Dan salah satunya adalah kalian semua. Banyak orang yang aku menjadi kenal melalui ngeblog. Aku sungguh tercengang dengan fakta bahwa dengan ngeblog aku bisa berteman dengan banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Aku nggak bisa menyebut nama satu per satu, tapi pasti pada tahu lah :P . Memang orang-orang datang dan pergi (dalam ngeblog). Tetapi toh aku masih, bisa dibilang, kontak dengan beberapa mantan blogger yang sudah tidak aktif lagi sekarang. Dan semuanya bermula di blog ini…

Jadi, ya, sudah tujuh tahun! Aku ingin mengucapkan banyak terima kasih buat semuanya, dan aku tetap akan selalu menjalankan satu hobiku ini… :)

#1063 – It’s Thursday!

ENGLISH

It is Thursday, yay! And I have two reasons to love that today is Thursday (well, actually I love today because it is today though, not because it is Thursday, hahaha :D ):
(1) I had my exam yesterday, which means it is part of history now.
(2) I am going to Scotland tomorrow for a weekend trip! Yeaaahh….

Exam

How was the exam? Well, in a way, it suuccked!! Why? Was it so difficult that I could not do it?? NO!! As a matter of fact, it was actually quite the opposite!! I think I could solve the problems quite well and I only took 2.5 out of the 3 hours for the exam, which means I left the room 30 minutes before the time was up. I already did some rechecks on my answer by then (I was not that stupid to leave the exam without at least rechecking all my answer once; in fact, I rechecked my answer like three times in this exam). So, why did it suck then? Well, after I left the room, I realized that I made a stupid small calculation mistake on one of the problems! Solving a equation should require me to calculate 10/3.4 to maximize the likelihood of the underlying problem but what I did was 3.4/10!! Arrrggghhhh… .  It sucked for three reasons:

(1) I managed to solve the difficult part of the problem (which was modelling the case); but then I tripped on the easiest part of the process which was, actually, doable even by an elementary school student.
(2) How could I miss this stupid mistake during my three rechecks?? (but in a way this was understandable though; because there were a lot to do in the exam and this was just one super small easy calculation and maybe I focused too much on the core part and hence overlooking this one)
(3) I left the examination room with 30 minutes to spare, which meant that I actually HAD extra 30 minutes to find this stupid miscalculation!

Ah, hopefully my professor won’t penalize me that much as it was only a super minor mistake anyway…

Weekend Trip to Scotland

Anyway, enough of the exam, let us talk about something more fun: I am going to Scotland tomorrow! Yaay!!!   But then my flight will take off at 7.15 AM from Schiphol tomorrow which means that I have to take the 4.15 AM train from Delft which means that I have to get up tomorrow morning at around 3 AM! Boooo!!!! At one point a few days ago, I asked myself why on earth did I pick this bloody morning flight (yes, I use the word ‘bloody’ to familiarize myself a little bit more now with British accent, :lol: )?? But then I remembered that  by choosing this flight, my ticket would be cheaper by like €30 or so, huahaha :lol: . Well, I guess I can’t complain now if I was willing to save €30 by taking morning flight, hahaha :P .

Because of that, I am now facing a dilemma. I have to pick one of the following:
(1) Having a normal duration sleep (8 hour), which means I have to already be on bed at 7 PM (while it is still bright outside as the sun sets at around 8.40 PM-ish at this time of the season);
(2) Just go to bed normally, say at 11 PM, but that means I will only have about 4 hour of sleep; or the extreme one:
(3) STAY UP ALL NIGHT!! huahahaha :lol:

Which one should I choose? Hmmm…

Anyway, today I am pretty much preparing all the small stuffs for this trip, like printing all the tickets (flight ticket/boarding pass (I already checked in online) and bus ticket from Glasgow to Edinburgh), some useful maps, hostel booking confirmation, passport, writing down important pieces of information, and not forgetting to bring my own electric plug (the UK uses different plug from the rest of Europe. Weird…). Clothes? Well, I leave that for later, hahaha :P Good that I am flying with KLM so I automatically get 20 kg baggage allowance :) .

Btw, tomorrow the flight will be on an Embraer E-190 (while my return flight will be on a Boeing 737-700), which is a Brazilian airliner. Ah, this will be my first time on an Embraer :)

Okay, so, that is it for today, see you next week!! :)

BAHASA INDONESIA

Hari ini adalah hari Kamis, yay!  Dan ada dua alasan mengapa aku menyukai bahwa hari ini adalah hari Kamis (hmm, sebenarnya aku menyukai hari ini ya karena hari ini adalah hari ini sih, bukan karena hari ini adalah Kamis, hahaha :D ):
(1) Ujianku berlangsung kemarin, yang mana artinya ujian itu sekarang adalah bagian dari masa lalu.
(2) Besok aku akan pergi ke Skotlandia untuk sebuah trip di akhir pekan! Yeaaahh….

Ujian

Bagaimanakah ujiannya? Hmm, di satu sisi, menyebalkan!! Hah, kenapa? Apakah ujiannya begitu sulit sehingga aku nggak bisa ngerjainnya? BUKAN!! Bukan itu, malah sebenarnya kebalikannya loh!! Aku rasa aku bisa memecahkan soal-soal di ujian dengan cukup baik dan aku hanya menggunakan total waktu 2,5 jam dari waktu ujian selama 3 jam, yang artinya aku keluar dari ruang ujian 30 menit sebelum waktu ujian berakhir. Aku juga sudah melakukan beberapa pengecekan ulang akan jawabanku pada waktu itu (aku nggak setolol itu untuk keluar dari ruang ujian tanpa setidaknya satu kali mengecek semua jawabanku; dan untuk ujian ini aku mengecek ulang sampai tiga kali loh). Lah, trus menyebalkan kenapa dong? Ya, karena setelah aku keluar dari ruangan itu, aku kemudian menyadari bahwa aku membuat sebuah kesalahan kalkulasi yang kecil banget dong! Dalam menyelesaikan sebuah persamaan aku seharusnya menghitung 10/3,4 untuk memaksimumkan likelihood permasalahannya tetapi yang aku lakukan malah 3,4/10!! Arrrggghhhh… .  Ini menyebalkan karena tiga buah alasan:

(1) Aku dapat menyelesaikan bagian sulit dari soal itu (yang merupakan pemodelan dari sebuah studi kasus); tapi kemudian malah tersandung di bagian paling sederhana yang mana anak SD aja bisa melakukannya.
(2) Kok bisa-bisanya sih satu kesalahan kecil ini terlewatkan dalam tiga kali pengecekan ulang yang kulakukan?? (tapi di satu sisi ini bisa dimengerti sih; karena ada banyak banget yang harus di kerjakan di ujian itu dan ini hanyalah satu kalkulasi super kecil dan gampang; dan mungkin aku terlalu fokus sama bagian inti (dari kerjaanku) sehingga bagian ini terlewatkan deh)
(3) Aku meninggalkan ruang ujian 30 menit sebelum waktu habis, yang artinya aku sebenarnya MEMILIKI waktu lebih selama 30 menit untuk menemukan miskalkulasi itu!

Ah, mudah-mudahan dosenku tidak akan memenalti kesalahan ini banyak-banyak amat sih ya karena toh kesalahannya juga kesalahan kecil aja…

Perjalanan Akhir Pekan ke Skotlandia

Anyway, cukup deh tentang ujiannya, mari sekarang membicarakan hal yang lebih menyenangkan saja: Besok aku pergi ke Skotlandia loh! Yaay!!!   Tapi pesawatku bakal lepas landas jam 7.15 pagi nih besok dari Schiphol yang mana artinya aku harus naik kereta jam 4.15 pagi dari Delft yang mana artinya besok pagi aku harus bangun sekitar jam 3 subuh! Huuuu!!!!  Beberapa waktu lalu sebenarnya aku sempat bertanya kepada diriku sendiri mengapa sih aku memilih this bloody morning flight (ya, aku sengaja memakai kata ‘bloody‘ disini; kan supaya agak membiasakan diri dengan aksen British gitu mulai dari sekarang, :lol: )?? Tapi kemudian aku langsung ingat bahwa dengan memilih penerbangan ini, tiketku jadi lebih murah sekitar €30 (sekitar Rp 360.000,-) gitu deh, huahaha :lol: . Ya udah deh kayaknya aku memang tidak berhak komplain sih ya kalau aku mau mengirit €30 dengan memilih penerbangan pagi, hahaha :P .

Karena itu, aku sedang menghadapi dilema nih. Aku harus memilih satu di antara tiga pilihan berikut:
(1) Tidur selama jangka waktu normal (8 jam), yang artinya aku harus sudah tidur jam 7 malam (yang mana jam segitu disini masih terang loh karena matahari terbenam jam 8.40an malam sekarang);
(2) Tidur seperti biasa, katakanlah jam 11 malam, tapi itu artinya aku hanya akan tidur sekitar 4 jam aja; atau sekalian aja:
(3) NGGAK TIDUR SEMALAMAN!! huahahaha :lol:

Pilih yang mana ya? Hmmm…

Anyway, hari ini aku mempersiapkan segala printilan untuk perjalanan kali ini, seperti menge-print tiket-tiketku (tiket pesawat/boarding pass (aku sudah check in online tadi) dan tiket bus dari Glasgow ke Edinburgh), beberapa peta yang bakal berguna, konfirmasi pemesanan hostel, paspor, mencatat informasi-informasi penting, dan memastikan untuk tidak lupa membawa colokan listrik (colokan listriknya UK beda dari semua negara-negara Eropa lainnya. Aneh ya…). Baju? Ah, itu mah ntar malam aja, hahaha :P Untungnya aku bakal terbang dengan KLM jadi otomatis aku dapat jatah bagasi 20 kg deh, lumayan :) .

Eh btw, besok ini pesawatnya bakalan tipe Embraer E-190 loh (kalau pulangnya ntar sih Boeing 737-700), alias pesawat buatan Brazil. Ah, ini bakalan kali pertama aku naik Embraer nih :)

Oke, itu dulu deh untuk hari ini, sampai jumpa minggu depan!! :)

#1062 – Tennis Lesson, Busy, and Veggies

ENGLISH

Tennis Lesson Q4

Last Monday, the registration for the tennis lesson for the next period (fourth quarter) was opened. Learning from my previous experience where every slot was gone really fast, I put my eyes more closely this time. I checked the registration website literally every 10 to 15 minutes, hahaha. But even with this effort (I was quite unlucky I guess), I was still a little bit late.

For this period, I plan to take the intermediate course from this general course (held not by a club but by the sport center). It turns out that they only open two intermediate courses this quarter: one on Friday afternoon and one on Thursday morning. The Friday afternoon one is perfect for me schedulewise, but it was already full when I accessed the registration link! Daaamn! Having no other option, I picked the Thursday morning one. And by morning, it would be every Thursday at 9 AM!! Yeah, friggin’ 9 AM!! :shock: But well, it is alright I guess, hahaha. It seems to me that I would be buying more bread (for breakfast) then this quarter…

Busy Busy Busy

I am currently on a “lock down mode” and tomorrow is the D-Day. Looking at past exams, it seems that the exam will require a lot of brain power; and more specifically, rigorousness in basic calculation (it may require some stuffs from calculus as well). So, my approach for this exam would be that I should not consume too much brain power from the morning till the moment before the exam (the exam will start at 2 PM) to keep my brain as fresh as possible for the exam. But it means that I have to study and prepare harder until today (Tuesday). Arrrggghhh, one more day! Come On!!

Veggies

Anyway, finally the price of some of the vegetables in the supermarket is going down lately! Huahaha :lol: . Well, not all (yet) though, but at least it is a good sign. For the past several months, the price has been kinda crazy. For spinach, it was about €4 per kg and for green beans (my favorite) it was even about €5 per kg! :shock: That is why these past few months I had to think twice before buying veggies, hahaha :lol: . And it was not that the veggies was imported. Some was actually local product (though some was, indeed, imported from, like, Spain, Morocco, Italy, etc (How did I know that? Well, because they put this information on every veggies basket/display in the supermarket, huahaha :lol: )). I guess it was the winter (that caused the price to go up) because it would be more troublesome to grow veggies…

P.S: Though a friend of mine who currently lives in Scandinavia said that one should not complain as long as (s)he does not need to buy grocery in Scandinavian rate, huahaha :lol: . But well, everything I wrote above was with Dutch standard, so Scandinavian rate was irrelevant, hahaha :P .

BAHASA INDONESIA

Les Tenis Q4

Senin lalu, pendaftaran untuk les tenis untuk periode depan (kuarter keempat) dibuka. Belajar dari pengalamanku sebelumnya dimana setiap slot terambil begitu cepatnya, aku memasang mata lebih awas kali ini. Aku mengecek web registrasinya setiap sekitar 10 sampai 15 menit sekali, hahaha. Tapi dengan usaha seperti ini pun (akunya yang sial aja sih kayaknya), aku juga agak terlambat loh.

Untuk periode ini, aku berencana mengambil kelas level intermediate untuk kelas regulernya (yang diadakan bukan oleh klub, tapi oleh sport center-nya sendiri). Ternyata kali ini mereka hanya membuka dua kelas level intermediate saja: satu di hari Jumat sore dan satu di Kamis pagi. Yang Jumat sore itu jadwalnya sempurna banget untukku, tapi sudah penuh dong ketika aku membuka link registrasinya! Arrrgghh! Karena nggak ada pilihan lain, ya udah aku ambil yang Kamis pagi aja. Dan maksudnya pagi itu adalah setiap hari Kamis jam 9 pagi!! Ya, jam 9 pagi!! :shock: Ah, tapi nggak masalah sih kayaknya, hahaha. Sepertinya aku bakal membeli roti tawar lebih banyak (buat sarapan) deh kuarter ini…

Sibuk Sibuk Sibuk

Sekarang aku sedang berada dalam mode “lock down” dan besok adalah hari-H-nya. Menilik ujian-ujian sebelumnya, rasanya ujian ini akan membutuhkan banyak sekali brain power; dan lebih spesifiknya, juga ketelitian dalam menghitung gitu (bisa jadi membutuhkan beberapa hal dari kalkulus juga). Jadi, pendekatanku untuk ujian ini adalah aku tidak akan memakai terlalu banyak brain power-ku dari pagi sampai menit-menit menjelang ujian (ujiannya bakal dimulai jam 2 siang) supaya otakku segar untuk ujiannya. Tapi ini artinya aku harus belajar dan mempersiapkan diri dengan lebih keras deh sampai hari ini (Selasa). Arrrggghhh, sehari lagi! Come On!!

Sayuran

Anyway, akhirnya harga beberapa sayuran di supermarket sudah turun loh akhir-akhir ini! Huahaha :lol: . Belum semua sih, tapi setidaknya ini pertanda baik lah ya. Beberapa bulan belakangan ini, harganya gila-gilaan loh. Masa untuk bayam harganya sekitar €4 per kg dan untuk buncis (favoritku nih) malah harganya per kg hampir €5! :shock: Makanya beberapa bulan ini agak mikir-mikir juga deh beli sayuran, wkakaka :lol: . Dan padahal ini sayurannya nggak semuanya diimpor loh. Beberapa sebenarnya produk lokal (walau beberapa memang diimpor sih dari Spanyol, Moroko, Italia, dll (Kok aku tahu? Ya soalnya di tiap keranjang/display sayuran di supermarketnya itu kan ada tulisannya, huahaha :lol: )). Kayaknya sih musim dingin ya penyebab harganya naik gitu karena di musim dingin kan lebih susah buat bertani sayuran…

P.S: kata temanku yang tinggal di Skandinavia, selama belum beli kebutuhan dengan harga Skandinavia, jangan protes deh, huahaha :lol: . Tapi biarin dong ya, apa yang kutulis di atas kan standar Belanda, jadi harga Skandinavia ya tidak relevan lah, hahaha :P .

#1061 – One Hundred Years

ENGLISH

Exactly one hundred years ago, one of the most (if not the) famous accidents in the history of the human race occurred. Yes, it was none other than the sinking of the RMS Titanic in the Atlantic Ocean, exactly on this date 100 years ago: 15 April 1912. It was so, ironically, monumental. A brand new ship, with the latest and most current technology at the time, that was described as “designed to be unsinkable”, sank on her maiden voyage and killed 68% of her total passenger of 2,224. The disaster has also played important role in popular culture. One of the most famous one now is probably the 1997 film which won 11 Academy Awards. This movie has just been re-released a couple of weeks ago in 3D.

Viewing this accident as a mere accident and from risk analysis point of view (Hell yeah, risk analysis! *my specialization in my current Master study is applied mathematics in risk analysis btw :P *), this could be seen as caused by chain of events. Several events unfortunately happened at the same time which led into the accident. Just like in the aviation industry, a (catastrophic) accident is (usually) not caused by only a single “failure” of the system, or by only a single cause of event. Instead, several “failures” (including human error, and human error is the most complicated event to model btw) occur together that, sort of, breach the ‘safety system’ causing accident to happen. In risk analysis, we can model this with Fault Tree, Bayesian Belief Nets, etc. Why do I talk about some stuffs in risk analysis now? hahaha :lol: . Okay, moving on…

If you want to know the story of what caused Titanic to sink, here is a nice documentary I watched a few years back in NGC:

BAHASA INDONESIA

Tepat seratus tahun yang lalu, salah satu kecelakaan yang paling (kalau bukan yang paling) terkenal dalam sejarah umat manusia terjadi. Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah tenggelamnya RMS Titanic di Samudera Atlantik, tepat pada tanggal ini 100 tahun yang lalu: 15 April 2012. Kecelakaan ini sangatlah, walaupun ironis, monumental. Kapal yang gress baru, dengan teknologi yang paling baru dan mutakhir pada zaman itu, yang dideskripsikan sebagai “didisain untuk tidak bisa tenggelam”, tenggelam dalam pelayaran perdananya dan menyebabkan 68% penumpangnya dari total 2.224 orang meninggal. Kecelakaan ini kemudian juga memainkan peran yang penting dalam popular culture. Satu yang paling terkenal sekarang mungkin ya filmnya tahun 1997 yang memenangkan 11 penghargaan Oscar. Film ini juga baru dirilis ulang sekitar dua minggu yang lalu dengan konsep 3D.

Melihat kecelakaan ini sebagai kecelakaan saja dan dari sudut pandang analisa risiko (Iya dong, analisa risiko! *btw spesialisasiku di program Master yang aku ambil sekarang kan adalah matematika terapan di bidang analisa risiko :P *), kecelakaan ini bisa dilihat sebagai akibat dari rantaian peristiwa. Seperti di dunia penerbangan, sebuah kecelakaan (yang parah) (biasanya) tidak diakibatkan oleh satu sistem yang “gagal”, atau oleh satu peristiwa penyebab saja. Biasanya, beberapa “kegagalan” (termasuk human error ya, dan human error ini adalah sesuatu yang paling rumit untuk dimodelkan loh btw) terjadi bersamaan yang, bisa dilihat, menjebol ‘sistem keamanan’ yang ada sehingga kecelakaan itu terjadi. Di analisa risiko, kita bisa memodelkan ini dengan Fault Tree, Bayesian Belief Nets, dll. Eh, kenapa malah jadi membahas beberapa hal di analisa risiko sih? hahaha :lol: . Oke deh, lupakan, dan lanjut aja…

Kalau ingin tahu cerita mengenai apa yang menyebabkan Titanic itu tenggelam, bisa dilihat deh tayangan dokumenter di atas yang beberapa tahun yang lalu pernah aku tonton di NGC.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 123 other followers