#1054 – End of March

ENGLISH

I cannot believe it is already the end of March! I mean, wow! How fast time flies! Everything, for me, is getting more serious and urgent in April. There is no time to procrastinate in executing some stuffs (or starting to do something). One of them is a new apartment/place to live. My contract with this apartment will end this July, which means that at the end of July I have to move somewhere. Unfortunately, there is no possibility to extend the contract (and I prefer to move somewhere anyway, hahaha :D . The only thing I am not looking forward to is the inconvenience of moving). Ah, hopefully I will get something!!

End of March also marks the end of the Indian Wells – Key Biscayne tennis tournaments series. Every March, two consecutive big tennis tournaments are held in Indian Wells and Key Biscayne, USA. These two tournaments are the two biggest tournaments after the four grandslams – biggest in the sense of some aspects like prize money, draw size, and prestige. Okay, I will not go into details here, but what made me happy from this year’s series was the return of Venus Williams on court in Key Biscayne. In just her first tournament after her withdrawal from last year’s US Open due to Sjögren’s Syndrome, she reached the quarterfinals of Key Biscayne! Along the way, she defeated world no.3 and reigning Wimbledon Champion, Petra Kvitová, and also Ana Ivanović. She, however, looked extremely fatigued in her quarterfinals match where she lost to Agnieszka Radwańska; probably because of her three consecutive three setters she had in her previous three rounds. Even so, still, welcome back Venus Williams!

Anyway, as I mentioned previously, I was on a mini lock down mode on Tuesday and Wednesday. As you might expect, I was taking a small exam. It was an exam for the Elementary I Dutch course. Well, I actually already passed this course last year and I already got an 8. But I kinda wanted to improve this grade, huahaha :lol: , and so I took this “resit” exam. There were 100 questions for this exam, and I did quite well. I got 92, huahaha :lol: . But I am still not sure how much this score will translate to TU Delft’s scoring system though (TU Delft grades’ range is from 0 to 10 with 0.5 steps). So I am still waiting for it.

This Friday was also quite a hectic day for me. I was running a simulation for my thesis work while at the same time I was going to Den Haag to get a hair cut and bought some stuffs in the orientalmarkt. And btw, I chose not to go to this barbershop of course, hahaha. I had to get back in Delft at around 2.30 PM and continued my simulation in my office. At 4 PM, I attended a colloquium held from my research group in my campus about probabilistic inversion. And then, just as usual, after the colloquium: free beer in the pub! hahahaha :P

Epilogue : Yeah, I know this is not really a structure post of mine. I am sorry about that, but I am really tired right now to write something in a more structured manner…. :D

BAHASA INDONESIA

Eh, nggak kerasa tiba-tiba sudah akhir bulan Maret aja ya! Wow! Cepet banget gitu! Bulan April ini, banyak hal, bagiku, menjadi semakin serius dan mendesak nih. Nggak ada waktu lagi buat ditunda-tunda gitu deh (atau setidaknya harus mulai dikerjakan). Salah satunya adalah apartemen/rumah baru gitu. Kontrakku dengan apartemen yang sekarang ini akan berakhir Juli ini, yang mana artinya di akhir Juli aku harus pindahan dong. Sayangnya, nggak mungkin deh kontrak yang ini diperpanjang (dan lagian aku juga lebih memilih untuk pindah sih, hahaha :D Satu-satunya hal yang bikin malas pindahan adalah keribetannya pindahan itu). Ah, mudah-mudahan aku segera mendapat sesuatu deh!!

Akhir Maret juga ditandai dengan berakhirnya rangkaian turnamen tennis Indian Wells – Key Biscayne. Setiap Maret, dua turnamen tenis besar diadakan berturutan di Indian Wells dan Key Biscayne, USA. Dua turnamen ini adalah dua turnamen terbesar setelah empat grandslam – terbesar dalam aspek total hadiah, jumlah pemain dalam undian, dan gengsi. Oke, aku nggak akan menulis detail-nya disini, tapi satu hal yang membuatku senang tahun ini adalah kembalinya Venus Williams ke lapangan di Key Biscayne. Hanya di turnamen pertamanya semenjak mundurnya ia dari turnamen US Opent tahun lalu karena Sindrom Sjögren’s, ia mencapai perempat-finalnya Key Biscayne loh! Di perjalanannya ke perempat-final itu, ia mengalahkan pemain peringkat 3 dunia dan juara bertahan Wimbledon, Petra Kvitová, dan juga Ana Ivanović. Namun, ia terlihat sangat keletihan di babak perempat-final dimana ia kalah dari Agnieszka Radwańska; mungkin ini disebabkan tiga pertandingan tiga set berturutan yang ia mainkan di tiga babak terakhirnya kali yah. Ah, walaupun begitu, selamat datang kembali Venus Williams!

Anyway, seperti yang kusebutkan sebelumnya, aku berada dalam mode mengunci diri mini hari Selasa dan Rabu lalu. Seperti yang mungkin sudah diduga, aku mengambil sebuah ujian kecil memang. Ujian ini adalah ujian kelas bahasa Belanda level Elementary I. Hmm, sebenarnya aku sudah lulus kelas ini sih tahun lalu dan aku mendapatkan nilai 8 waktu itu. Hanya saja, rasanya kok aku ingin meningkatkan nilai ini ya, huahaha :lol: , dan jadilah aku mengambil ujian “remidi” ini. Di ujian ini ada 100 pertanyaan, dan aku mengerjakannya dengan cukup baik. Aku dapat nilai 92, huahaha :lol: . Tapi masih belum tahu juga sih nilai segini bakal ditransformasi ke nilai berapa di sistem penilaiannya TU Delft (rentang nilai yang digunakan di TU Delft itu adalah dari 0 sampai 10 dengan jarak/lompatan 0,5 gitu). Jadi ya hitungannya aku masih menunggu nilainya juga sih.

Jumat ini juga cukup menyibukkan bagiku. Aku harus menjalankan simulasi untuk tesisku dimana pada saat yang sama aku juga pergi ke Den Haag untuk potong rambut dan sekalian beli beberapa barang di orientalmarkt. Oh ya btw, tentu saja aku tidak pergi ke salon yang ini lah ya, hahaha. Lalu, aku harus kembali ke Delft jam 2.30 siang dan kemudian melanjutkan simulasiku di kantor. Jam 4 sore, aku menghadiri sebuah colloquium yang diadakan oleh grup risetku di kampus tentang probabilistic inversion. Dan lalu, seperti biasanya, setelah colloquium: bir gratis di pub! hahahaha :P

Epilog : Ya, ya, aku tahu kok, posting yang ini memang nggak terlalu terstruktur dengan rapi. Maaf ya, habisnya aku juga sekarang ini sudah terlalu capek deh untuk menulis sesuatu dengan lebih terstruktur…. :D  

#1053 – DST Effect, Mini Lock Down, and A “Fire”

ENGLISH

DST Effect

As I said, there was a DST adjustment last weekend where the time was forwarded by one hour on Sunday morning. So, now, we in Europe are already in the summer time, which means that the time difference between Central European Time (GMT+1) and Western Indonesian Time (GMT+7) is only 5 hours.

Apparently, this year, this DST also had a jetlag-ish effect on me, just like last year. The symptom was quite similar though. Hmm, I feel like I have to make more effort in adjusting my (body) time and schedule with this DST. With the other DST, it does not seem that I have to put this ‘much’ effort, hahaha :lol: .

Mini Lock Down Mode

Anyway, currently I am on a mini lock down mode. This is actually a part of my strategies to reach a target that I mentioned two weeks ago though. Ah, there seems to be so much effort (time and energy) that I must invest to reach this target. Frankly, there is little thought in my head asking whether all this extra effort worth it or not. But whatever, I will not give up this time. I know that at least I should give it a try and not give up at this point, where the chance is still open. Come On!! 

But anyway, this time, it is only a mini lock down mode as I don’t think it requires me to be on a full throttle (where sometimes I need to isolate myself, literally), so, yeah … :D

Fire Evacuation

As part of the aforementioned mini lock down mode which I am in right now, I was thinking about staying a bit late at my office today. Well, it would not be that much late though as I thought I would get back home at around 18:15 or something. But at 17:30, somehow, for the first time since I occupied my office, they decided to have a fire evacuation simulation in the building! All people were asked to leave the building immediately and to not use the elevator (thankfully my office was in the first floor so I only needed to go down one floor to get out); and the notification was repeated over and over in the entire building. So it was, in a way, really like an emergency situation, haha. But it was cool though that they sent a fire truck to the building as well, hmmm. I was quite glad that I reacted quite quickly (by making sure I had my wallet and keys with me); and I decided just to go back home directly…

But still, why today?? When I needed to stay a bit later in my office!! Well, but at least it was only a 45 minutes “lost”, so it was not that much and I think I could compensate that “lost time” at my apartment tonight, hahaha…

[Update] And apparently it was NOT

Just when I was editing this post, my friend told me that it was actually not a simulation :shock: . What? Real fire? :shock: Nope, not that either. Then what was it? So, apparently, today someone accidentally pushed the fire alarm button :roll: . Ah, that explains the fire truck! Wow, someone really made an accident like a boss today! I mean, really! Forcing people to evacuate a building right away and a fire truck to be sent to the site. Doesn’t he/she deserve an award or something? hahaha… :lol:

Btw, it was really cool that the fire truck already arrived at the site in less than 5 minutes since the fire evacuation notice was turned on, hmm.

BAHASA INDONESIA

Efek DST

Seperti yang aku bilang, ada DST yang berlangsung akhir pekan yang lalu dimana waktu dimajukan selama satu jam di hari Minggu pagi. Jadi, sekarang, kita yang di Eropa ini sudah berada di waktu musim panas, yang mana artinya perbedaan waktu antara Central European Time (GMT+1) dan Waktu Indonesia Barat (GMT+7) menjadi 5 jam saja.

Ternyata, tahun ini, DST yang ini juga memiliki efek mirip jetlag loh bagiku, kayak tahun lalu gitu deh. Gejalanya mirip-mirip sih. Kayaknya sih penyesuaian jam (biologis) dan jadwalku dengan DST ini membutuhkan usaha yang lebih gitu deh. Padahal, di DST satunya, rasanya aku nggak perlu mengeluarkan usaha sampai segininya loh, hahaha :lol: .

Mode Lock Down Mini

Anyway, sekarang aku sedang berada dalam mode lock down mini. Ini sebenarnya adalah bagian dari strategiku untuk meraih sebuah target yang sempat aku singgung dua minggu yang lalu. Ah, rasanya ada banyak sekali upaya (waktu dan energi) yang harus aku investasikan untuk mencapai target ini nih. Jujur ya, ada suara kecil di pikiranku yang mulai bertanya apakah semua upaya ekstra ini worth it atau tidak. Ah, tapi nggak peduli lah, aku nggak mau menyerah sekarang. Aku tahu bahwa setidaknya aku harus berusaha dulu dan tidak menyerah di poin ini, dimana kesempatannya masih terbuka. Ayolah, semangat!!

Tapi ngomong-ngomong, kali ini, ini hanyalah mode lock down mini aja sih karena aku rasa aku nggak harus berada dalam kondisi full throttle (dimana kadang aku beneran harus mengisolasi diriku sendiri dah), jadi, ya gitu deh … :D

Evakuasi Kebakaran

Nah, sebagai bagian dari mode lock down mini yang aku sebutkan di atas itu, aku berencana untuk tinggal di kantorku sedikit agak lamaan hari ini. Hmm, nggak lama-lama amat sih, soalnya aku berencana pulang sekitar jam 18.15an gitu. Tapi, sekitar jam 17.30, tiba-tiba, untuk pertama kalinya semenjak aku menempati kantorku ini, mereka memutuskan untuk mengadakan simulasi evakuasi kebakaran di gedungku dong! Semua orang diminta untuk segera meninggalkan gedung dan nggak menggunakan lift (untungnya kantorku di lantai 1, jadi aku cuma perlu turun satu lantai aja deh buat keluar); dan pengumumannya itu diulang-ulang terus di seluruh penjuru gedung. Jadi ya rasanya beneran kayak situasi darurat gitu deh, haha. Eh, tapi keren juga ya karena mereka sampai-sampai ngebela-belain buat mengirim sebuah truk pemadam kebakaran juga lho, hmmm. Ah, aku cukup lega bahwa aku bereaksi cukup cepat (dengan memastikan dompet dan kunci berada denganku); dan jadilah aku memutuskan untuk pulang sekalian aja…

Ah, tapi, kenapa sih harus hari ini?? Ketika aku berencana untuk tinggal agak lamaan di kantor gitu!!   Tapi setidaknya ini cuma 45 menit aja sih, jadi ya nggak lama-lama amat lah dan waktu yang “hilang” juga bisa aku kompensasikan di apartemenku malam nanti deh, hahaha…

[Update] Dan ternyata BUKAN

Btw, ketika aku sedang meng-edit posting ini, seorang temanku memberi-tahuku bahwa ternyata yang tadi itu bukan simulasi loh :shock: . Apa? Kebakaran beneran? :shock: Enggak, bukan itu juga. Trus apa dong? Jadi, ternyata, tadi itu ada seseorang yang nggak sengaja memencet tombol darurat kebakaran gitu deh di gedungku :roll: *cape deh*. Ah, ini menjelaskan dikirimnya truk pemadam kebakaran itu! Wow, seseorang benar-benar membuat sebuah ketidak-sengajaan like a boss gitu ya tadi! Beneran deh! Memaksa semua orang untuk langsung mengevakuasi gedung dan sebuah truk pemadam kebakaran untuk langsung dikirim ke lokasi. Ia beneran deh berhak mendapat penghargaan gitu? hahaha… :lol:

Btw, keren lho disini, semenjak notifikasi kebakaran itu menyala, nggak sampai 5 menit truk pemadam kebakarannya udah nyampe di lokasi deh, hmm.

#1052 – Spring Time, No More Problem, and Spaghetti

ENGLISH

No More Balloon

Now that winter is really almost over, there has been some adjustment to life here in the Netherlands. One of them is the disassembly of the balloon that covered four tennis courts in my campus during the winter. Yeah, so, no more ballooned courts now, and all courts are outdoor, hahaha. In a way, playing outdoor is quite more fun though (when the weather is nice of course) as we get to see other things surrounding the courts :D .

Perfect Weather

Lately, the weather here has been perfect (for me). It has been sunny the whole day, and it is not that hot either! The temperature stays around 15 – 20°C. Hence, not too cold and not too hot either. A not too cold temperature is, of course, a good relief just coming out of winter, but not too hot is definitely the winner for me. I am never a fan of hot temperature, hahaha :D .

Problems Fixed

Many weeks ago I wrote about water leakage problem in my apartment. Some time later I wrote that the problem was already fixed. Well, actually, it was not entirely true. All this time, the pipe was still leaking quite a little bit, but I found a temporary solution to deal with it: shutting the hot water’s pipe’s faucet when I did not need hot water (to prevent water overflow) and just opened it (so the water was leaking) when I needed hot water. Day after day, week after week, somehow it became quite a habitual thing to do. As you know, I was also quite busy in the campus and because this problem did not seem to be a major one (I still could deal with keep turning on and off the pipe every time I needed hot water), somehow I stopped complaining (yeah, silly me).

However, earlier this week, there was another problem that triggered me to file a complaint: the hot water stopped running. Well, I hate having to shower in cold water (even though if it is summer, :lol: ). Along in that complaint letter, I reminded them about this pipe leakage thing. And finally, they fixed both! Now, hot water is running in my apartment, and no more leakage problem (they finally changed the faucet to a new one). Yeaaah!!!

Spaghetti

Lately, I have got an idea to incorporate cheese to spaghetti that I cook. All this time, I never really used cheese. I tried it yesterday, and it worked really well! I added some extra mozzarella cheese to the sauce and, in my opinion, it at least doubled the tastiness!! hahaha :P

DST

Anyway, tomorrow (or tonight), my less favorite DST will take place. So, this Sunday we will only have 23 hours in one day here in Europe :( Daaang, less night sleep time!

Pomodoro Spaghetti + Bacon and Extra Mozzarella I cooked yesterday

BAHASA INDONESIA

Nggak ada balon lagi

Karena sekarang musim dingin sudah hampir benar-benar berakhir, jadilah ada beberapa penyesuaian dalam hidup di Belanda ini. Salah satunya adalah pembongkaran balon yang menutupi empat lapangan tenis di kampusku selama musim dingin. Ya, nggak ada lagi lapangan di dalam balon lagi deh sekarang, dan semua lapangannya menjadi lapangan outdoor, hahaha. Di satu sisi, main outdoor itu asyik loh (kalau cuacanya pas bagus sih) soalnya kan pandangan kita jadi lebih lapang gitu dengan segala yang ada di sekeliling lapangan. :D

Cuaca yang Sempurna

Akhir-akhir ini, cuaca disini sempurna banget nih (untukku ya). Selama beberapa hari ini cuacanya cerah terus, dan nggak panas loh! Suhunya stabil di antara 15 – 20°C kalau siang. Jadi, nggak terlalu dingin dan nggak terlalu panas kan. Suhu yang nggak terlalu dingin, tentu saja, melegakan untuk kita yang baru saja kelar musim dingin, tapi suhu yang nggak terlalu panas inilah yang menjadi favoritku. Aku kan nggak suka banget sama suhu yang panas, hahaha :D .

Masalah Teratasi

Banyak minggu yang lalu aku menulis mengenai masalah air bocor di apartemenku. Beberapa waktu kemudian aku menulis bahwa masalahnya telah teratasi. Nah, sebenarnya, ini nggak sepenuhnya benar. Selama ini, pipanya itu masih bocor sedikit, tetapi aku menemukan solusi sementara untuk mengatasinya: menutup keran pipa air panas ketika aku tidak membutuhkan air panas (jadi airnya nggak akan mem-bludak) dan baru membukanya (sehingga airnya bocor) hanya ketika aku memang membutuhkan air panas. Nah, hari demi hari, minggu demi minggu berlalu, sehingga lama-kelamaan ini kok menjadi kayak semacam kebiasaan gitu ya. Dan lagi, tahulah, kebetulan aku juga sibuk sekali di kampus dan toh aku tidak merasa bahwa ini adalah masalah yang parah (aku masih bisa mentolerir lah harus membuka dan menutup keran itu setiap kali aku membutuhkan air panas), jadi entah bagaimana aku nggak komplain lagi (ya, memang konyol sih).

Namun, awal minggu ini, ada masalah lain yang muncul yang membuatku melayangkan komplain: air panas nggak mengalir di apartemenku. Hmm, aku kan nggak suka nih kalau harus mandi dengan air dingin (walau pas musim panas juga, :lol: ). Nah, di surat komplain itu, sekalian aja aku sebutkan kembali masalah pipa bocor ini. Dan akhirnya, mereka memperbaiki dua-duanya loh! Sekarang, air panas sudah kembali mengalir di apartemenku dan nggak ada lagi masalah kebocoran pipa (mereka akhirnya mengganti si keran pipa air panas itu). Yeaaah!!!

Spaghetti

Akhir-akhir ini, aku mendapatkan ide untuk memasukkan keju ke spaghetti yang aku masak. Selama ini kan aku nggak memakai keju gitu ya. Aku mencobanya kemarin, dan memang oke banget loh! Aku menambahkan keju mozzarella ke spaghetti yang kumasak, dan, menurutku sih, rasanya jadi lebih enak setidaknya dua kali lipat! hahaha :P

DST

Anyway, besok (nanti malam tepatnya), DST yang bukan favoritku akan berlangsung. Jadi, hari Minggu ini, dalam sehari di Eropa hanya akan ada 23 jam deh :( Arrrgggghhh, waktu tidur jadi berkurang deh!

#1051 – Sakura, Pizza, and Thesis

ENGLISH

Spring is (Almost) Here

There are already signs everywhere that spring is really almost here. One of them is that the sakura (cherry blossom) trees (or at least I assume they are sakura, :lol: ) around my campus have started blossoming. Yes, you do not read it wrong: s-a-k-u-r-a. And yes, you are right, I am living in the Netherlands now, not Japan, huahaha :lol: . You don’t trust me? Well, this is the proof:

Sakura tree starts blossoming

Yes, this tree, and all the sakura trees around campus, are not that big or old yet as I think they were planted just a few years ago (based on their appearances). And they appear pink only during spring btw. In the summer, they are just like other trees: looking green, hahaha. In the fall the leaves start falling and all are already gone by winter.

Anyway, in few weeks, more flowers will grow and all those trees will look even pinker. Probably I will make a post about spring around campus in few weeks, so just wait for it! :D

Craving for (Real) Pizza

Reading this post by Bebe a couple of weeks ago made me want to eat pizza! Badly! However, I was too lazy to make my own homemade pizza and also I did not want instant pizza widely available at the supermarket (because in my opinion they were less delicious than the ‘real’ pizza). So, there was only one option left: buying a pizza at a pizzeria. And yesterday, I decided to order one at Domino’s. At first I was thinking about going to their nearest store as I thought it was cheaper if I picked the pizza up there myself. But then I realized it would be much more difficult for me to bring the pizza back home while I was biking (walking there would literally take a total of at least an hour) and I did not want to ruin the pizza because I wanted to take a photograph of it, :lol: . So I decided to order the pizza online (yes, we can order pizza online here, not via telephone, huahahaha :lol: . And it is nice btw as we can pick what time we want the pizza to be delivered!). I picked large-sized (they call it “Italian Pizza”) Americana pizza. And it was, of course, good!! :D This pizza was my dinner yesterday and my brunch today. :P

Thesis Schedule

Earlier today, I had a meeting with my supervisors to pretty much form a blueprint of my thesis work. It was definitely the meeting I have been needing thus far, as now I have a much more clear goal and vision on what I have (and want) to achieve by the end of my work. It is going to be a lot of work, but bring it on! I am already on course now! :)

A Little Question for Google Reader User

I have a tiny question for Google Reader users. Do you sometimes also get notification in Google Reader about post by a blogger you follow which has not yet been published? I mean, there appears to be a new post there, but when you open the link, it is a dead link (because the post hasn’t been published yet). Sometimes it happens to me though. And my hypothesis is that those posts are actually posts in the Draft section. Is it true, btw, that even posts in Draft section appears in Google Reader even when they are not officially published yet? Hmmmm… .

The pizza I ordered yesterday

BAHASA INDONESIA

Musim Semi (Nyaris) Tiba

Sudah ada banyak sekali tanda-tanda bahwa musim semi memang sudah akan segera datang. Salah satunya adalah pohon sakura (setidaknya pohon-pohon itu aku anggap pohon sakura sih, :lol: ) di kampusku yang sudah pada mulai berbunga. Ya, ya, ya, pada nggak salah baca kok: s-a-k-u-r-a. Dan ya, benar sekali, sekarang aku tinggalnya di Belanda, bukan di Jepang, huahaha :lol: . Eh, nggak percaya? Ini buktinya:

Pohon Sakura mulai berbunga

Ya, pohon ini, dan pohon-pohon sakura lain di kampus, memang masih kecil dan belum tua-tua amat gitu sih. Kayaknya baru ditanam beberapa tahun yang lalu deh kalau berdasarkan penampilannya. Dan mereka ini hanya berwarna pink ketika musim semi saja loh btw. Di musim panas, penampakannya ya kayak pohon-pohon lain gitu sih: ijo, hahaha. Di musim gugur, daun-daunnya mulai berguguran dan di musim dingin mereka tidak berdaun sama sekali.

Anyway, dalam beberapa minggu, lebih banyak bunga akan tumbuh dan pohon-pohon ini akan nampak semakin berwarna pink deh. Mungkin aku akan membuat sebuah posting khusus tentang musim semi di sekitar kampus deh dalam beberapa minggu. Jadi, tunggu saja deh ya! :D

Ngidam Pizza (yang beneran)

Gara-gara membaca posting-nya Bebe yang ini dua minggu yang lalu, aku jadi ingin makan pizza nih! Namun, aku terlalu malas untuk memasak pizza sendiri dan aku juga lagi nggak mau makan pizza instan yang banyak dijual di supermarket (karena menurutku rasanya jauh kalah enak deh sama pizza yang ‘beneran’ (ya iyalah)). Jadi, hanya ada satu pilihan yang tersisa deh: membeli pizza di pizzeria. Dan kemarin, aku memutuskan untuk memesan satu deh di Dimono’s. Awalnya aku mempertimbangkan untuk pergi ke gerai terdekatnya mereka karena kayaknya harganya lebih murah kalau kita mengambil pizzanya sendiri gitu. Tapi kemudian aku menyadari betapa sulitnya untuk membawa pizzanya pulang ke rumah sambil sepedaan (jalan kaki bakal memakan waktu total setidaknya sejam deh) dan aku kan nggak mau menghancurkan penampakan pizzanya karena mau aku foto gitu deh, :lol: . Jadilah aku memutuskan untuk memesan pizzanya online aja (ya, kita bisa memesan pizza online loh disini, nggak pakai telepon loh, huahahaha :lol: . Dan layanan ini enak juga ya, karena kita bisa memilih juga jam berapa pizzanya mau diantar loh!). Aku memilih membeli pizza Americana ukuran besar (ukuran ini dikasih nama “Italian Pizza” gitu deh). Dan tentu saja, enaaak!! :D Alhasil pizza ini menjadi menu makan malamku kemarin dan makan pagi gabung makan siangku hari ini. :P

Jadwal Tesis

Siang tadi, aku ada meeting dengan pembimbing-pembimbing tesisku untuk membicarakan masalah cetak biru proyek tesisku. Nah, meeting ini memanglah meeting yang sudah aku tunggu-tunggu dan butuhkan dari beberapa waktu yang lalu sih; karena dengan meeting ini, sekarang aku memiliki gambaran yang lebih jelas akan tujuan dan target yang harus aku capai di akhir pekerjaanku nanti. Bakal banyak kerjaan nih, tapi aku siap menghadapinya lah! Dan aku sudah berada di jalur yang tepat! :)

Sebuah pertanyaan kecil bagi pengguna Google Reader

Aku ada pertanyaan kecil nih untuk para pengguna Google Reader. Apakah kadang-kadang pada mendapat notifikasi di Google Reader juga tentang sebuah posting dari seorang blogger yang diikuti yang belum dipublikasikan? Maksudku, disana nampak ada posting baru, tapi ketika link-nya kita buka, ternyata link ini mati (karena posting-nya memang belum dipublikasikan kan). Kadang-kadang ini terjadi kepadaku nih. Dan tebakanku sih posting-posting ini sebenarnya posting di bagian Draft mungkin ya. Nah, apakah benar bahwa bahkan sebuah posting di Draft muncul di Google Reader walaupun sebenarnya posting ini belum secara resmi dipublikasikan?  Hmmmm… .

#1050 – Quest for Mothball

ENGLISH

When I sleep, I am quite ‘sensitive’. By this, I mean, I hear and feel things when I sleep. When there is something ‘not-normal’, I am easily awaken. Even some drops of water in the kitchen (if they make quite a noise) could get me up. Well, that may not be always the case of course. When I am dead tired, I think I also sleep very soundly, hahaha :) But generally, that is how my sleep is. That is why it is difficult for me to sleep not on a bed. When travelling, I always try as hard to avoid having to have night sleep on a bus or train ride or even flight. It is better for me to pay for a hostel/hotel. During my 17 hour flight from Jakarta to Amsterdam (with a one hour transit in Dubai) back in 2010, I only slept, probably, 3 hours in total. Those three hours was even in the Dubai – Amsterdam leg of the flight, because I was exhausted. In the Jakarta – Dubai leg, I did not sleep (but watched a movie (Shrek: Forever After) instead, huahaha :lol: ; because Garuda’s on board entertainment was really really cool :P ). As an illustration, with West Indonesian Time (GMT +7) as the criterion, this Jakarta – Dubai flight, at that time, departed at 9 PM and landed in Dubai at around 6 AM.

So anyway, lately, I have been hearing things when I sleep. After some time, I identified that it was the sound of mice on the ceiling of my kitchen and bathroom. It was quite annoying as they literally woke me up with the sound they made. No, they were not really squeaking (though they did sometimes, but very rarely); but the noise of their steps was the one that annoyed me the most because it woke me up!

I gotta figure a way to scare them away. I do not want to poison them because I am kind-hearted :oops: because if they are dead, unless they die somewhere else far from my apartment (but of course there is no guarantee for this), the dead bodies will omit carcass odor which I hate (and I don’t want to deal with carcass anyway). I know black pepper works fine (though not superb), but it is not durable. I have to spray the black pepper everyday (or every night to be precise) to keep the mice out. But what can possibly repel mice in a rather lengthy amount of time? After a bit of surveying, I get the answer: mothballs.

Here is the thing, “mothball” was an English word that I was not really familiar with and I never used it that much. In fact, the first word I had in my mind for mothball was “camphor” instead, which I knew as the literal translation of the Indonesian word, “kapur barus“. So, I went around Delft looking for “camphor”, while what I was really looking was “mothball”, not realizing that they were, to some sense, quite different.

The first place I visited was Kruidvat as they, I believed, should sell mothball as it definitely looked like a product they would sell. I asked one of the sales lady if they had “camphor” (“kamfer” in Dutch), and she said that they didn’t sell that anymore. I further asked where I could get it; and she said in the pharmacy. Good, I knew there were two pharmacies nearby and I went to one of them. I asked the sales lady in the pharmacy if they had “camphor”, and she said they did. But instead of looking like balls, the camphor looked like this:

The "camphor" looked like this, while I was actually looking for "mothball"

and it confused the hell out of me, huahaha :lol: . It looked like medicine or chemical stuff and did not even resemble “camphor” that I had in my mind. I decided to buy it anyway as it was not that expensive and it might come in handy later. Who knows… .

After arriving back at home, I googled it and then I found the word I was supposed to use was “mothball” instead of “camphor”, huahaha :lol: . Just to be safe, this time, I also looked for the Dutch word for mothball, which was “motballen”. I went to Kruidvat again, and this time, I was asking for “motballen”. And indeed they had it! Yay!! So I bought a pack of it.

I just threw several balls onto the ceiling now. And we will see whether it works or not in repelling mice. Hopefully it does though *crossing fingers*

Yes, that is it, the story of my quest for mothball. The moral of the story is, we have to know the difference between “mothball” and “camphor” to avoid confusion, hahaha :lol: .

Mothballs I got today

BAHASA INDONESIA

Ketika aku tidur, aku itu agak ‘sensitif’. Maksudnya begini, aku tuh masih mendengar dan merasakan gitu ketika tidur. Ketika ada yang ‘tidak normal’ sedikit saja, aku gampang sekali terbangun. Bahkan beberapa tetesan air di dapur (asalkan tetesannya cukup besar sehingga menimbulkan cukup suara) bisa membangunkanku loh. Hmm, tentu saja ini bukan berarti selalu terjadi ya. Kalau aku lagi kecapekan banget, bisa deh aku tidur dengan sangat nyenyak, hahaha :) Tapi secara umum sih begitu deh tidurku. Makanya aku sulit tidur kalau nggak berada di kasur. Kalau travelling pun, sedapat mungkin aku menghindari jadwal dimana aku harus tidur malam di perjalanan kereta atau bus atau pesawat. Mending bayar dan tidur di penginapan deh. Di penerbangan selama 17 jam dari Jakarta ke Amsterdam (dengan transit di Dubai sejam) tahun 2010 lalu aja, aku tidur total paling 3 jam aja. Itu pun di penerbangan Dubai – Amsterdam karena kecapekan. Di penerbangan Jakarta – Dubai-nya nggak tidur deh saya (tapi nonton film (Shrek: Forever After), huahaha :lol: ; habisnya fasilitas on board-nya Garuda oke banget sih :P ). Sekedar bayangan, dengan Waktu Indonesia Barat sebagai patokan, penerbangan Jakarta – Dubai ini, waktu itu, berlangsung dari jam 9 malam dan mendarat di Dubai sekitar jam 6 subuh.

Anyway, jadi, akhir-akhir ini, aku mendengar sesuatu gitu ketika tidur malam. Setelah beberapa waktu, aku mengidentifikasi bahwa bunyi-bunyian itu adalah tikus yang berlarian di langit-langit dapur dan kamar mandiku. Agak menyebalkan juga karena mereka membangunkanku dari tidur loh dengan bunyi-bunyian yang mereka buat. Enggak, mereka nggak mencicit kok (tapi memang kadang mencicit juga sih, tapi cuma jarang gitu); tapi suara langkah kakinya mereka itu lho yang menyebalkan sekali dan membangunkanku!

Nah, aku harus menemukan cara untuk menakut-nakuti mereka supaya nggak datang lagi kan. Aku nggak mau meracuni mereka karena aku kan baik hati :oops: karena kalau mereka mati, kecuali mereka matinya entah dimana jauh dari apartemenku gitu ya (tapi kan nggak ada jaminan juga untuk ini bakalan terjadi), bangkainya kan akan mengeluarkan aroma bangkai yang aku benci gitu (dan juga aku males deh berurusan dengan bangkai). Aku tahu sih lada hitam bekerja cukup ampuh (walau nggak terlalu hebat juga sih efeknya), tapi nggak tahan lama. Aku harus menyemprotkan/menaburkan lada hitam setiap hari dong (atau setiap malam deh kalau mau tepatnya) supaya tikus-tikusnya nggak datang. Nah, apa ya yang bisa mengusir tikus tapi daya tahannya cukup lama? Setelah survey sedikit, akhirnya aku menemukan jawabannya: kapur barus.

Nah, disinilah masalah (keseruan) dimulai. Bahasa Inggris dari kapur barus yang aku maksudkan itu adalah “mothball”. Masalahnya, “mothball” adalah sebuah kata dalam bahasa Inggris yang hampir nggak pernah aku gunakan sehingga aku kurang familier dengannya. Padanan kata “kapur barus” dalam bahasa Inggris yang aku tahu adalah “camphor”. Nah, jadilah aku berkeliling Delft mencari “camphor” ini padahal sebenarnya aku sedang mencari “mothball”; dan tak menyadari bahwa keduanya, di satu sisi, sangat berbeda.

Tempat pertama yang aku kunjungi adalah Kruidvat karena mereka, menurutku sih, seharusnya menjual kapur barus lah ya karena kapur barus itu jelas deh sebuah barang yang bakalan mereka jual. Aku bertanya ke salah satu SPG-nya apakah mereka menjual “camphor” (“kamfer” dalam bahasa Belanda), dan ia berkata bahwa mereka tidak menjualnya lagi. Ya sudah, aku kemudian bertanya aku bisa membelinya dimana; dan ia menjawab aku bisa mendapatkannya di apotek. Bagus deh, aku tahu ada dua apotek di dekat situ dan aku pergi ke salah satunya. Aku bertanya ke SPG-nya apotek itu apakah mereka menjual “camphor”, dan ia jawab iya. Nah, aku pengen lihat dong. Namun, bukannya berbentuk bola-bola gitu ya, si “camphor” ini bentuknya malah kayak gini:

"Camphor"-nya berbentuk kayak gini, sementara yang aku cari sebenarnya adalah "mothball"

dan ini sangat membingungkanku dong, huahaha :lol: . Penampakannya kok malah kayak obat atau bahan kimia apa gitu ya dan sama sekali tidak seperti “camphor” (kapur barus) yang ada di bayanganku. Tapi akhirnya aku membelinya sih karena, selain nggak mahal, siapa tahu ini bakal berguna nantinya kan. Siapa tahu… .

Setelah pulang, aku meng-google-nya dan barulah aku menyadari kata yang seharusnya aku gunakan adalah ”mothball” dan bukannya “camphor”, huahaha :lol: . Kali ini, untuk amannya, sekalian deh aku cari padanan katanya “mothball” dalam bahasa Belanda, yaitu “motballen”. Aku pergi ke Kruidvat lagi, dan kali ini, aku mencari “motballen”. Dan mereka punya dong! Yay!! Jadilah aku membeli satu pak.

Aku baru saja melempar beberapa bola ke langit-langitnya nih. Kita lihat saja apakah efektif atau tidak dalam mengusir tikus. Mudah-mudahan sih efektif ya *berharap*.

Yak, begitulah cerita pencarian kapur barusku. Moral dari ceritanya adalah, bagi yang berada di luar negeri dan pengen mencari kapur barus berbentuk bola gitu, gunakan kata “mothball”, bukan “camphor”, supaya nggak terjadi kebingungan, huahaha :lol: .

#1049 – Lazy Nap Weekend

ENGLISH

Okay, another weekend has come to an end. What was my theme of this weekend? Well, I think it was “Lazy Nap Weekend”, huahaha :lol: . I don’t know, these past two days, somehow I always fell asleep in the afternoon. Even on Saturday, I planned to have a 2 hour nap in the afternoon (2 hour is quite long, no? ), but in the end I napped for like almost 4 hours, huahaha :lol: . It was quite unusual, even though it was not the first time I was so sleepy in a relaxing weekend (of course).

At first I thought it might be that my body was trying to compensate for the rest it was craving for, especially after a busy weekend last week. Well, actually, it was not that I did not have enough sleep or rest during the past week. I think I did. But you know, maybe my body didn’t think what I thought was enough rest was indeed enough rest. So, it compensated that this weekend.

Maybe it was the weather. This weekend, the weather was quite gloomy. It was cloudy most of the time with extremely light rain and only very short amount of time where the sun was shining. And it was not that hot either. I am quite sure the temperature has been sub 10°C this weekend. That, combined with the fact that it was a weekend, was quite a conducive circumstance to being asleep, no? hahaha :)

But it might still be something else. “What did I do or have differently this weekend?” I asked myself. Then, I realized something. I did a grocery shopping last Friday and at that time I bought 1 kg of white grapes. Why? Well, because grape is one of my favorite fruits and, more importantly, it was on sale, huahaha :lol: (I love it when grape is on sale :D ). I ate all those grapes in the weekend; and indeed after eating them, few hours later I fell quite asleep. Even after that 4 hour nap on Saturday, after eating grapes after dinner, I did not find any difficulty in getting to bed later on that night, hmmm. I don’t know, though, if this causation (that consuming certain amount of grape causes sleepiness) is true or not; but this was my experience, hahaha.

Anyway, yeah, that was the story of my weekend. I know, it was quite dull and maybe boring; but at least I have got enough sleep going to this new upcoming week. :P

BAHASA INDONESIA

Oke, sebuah akhir pekan kembali telah berakhir. Apakah tema akhir pekanku kali ini? Hmm, kayaknya temanya adalah “Lazy Nap Weekend” deh, huahaha :lol: . Nggak tahu ya, dua hari belakangan ini, entah bagaimana aku selalu merasa ngantuk banget gitu deh di siang hari. Bahkan, hari Sabtu kemarin, aku berencana untuk tidur siang selama 2 jam (2 jam tidur siang itu lumayan lama kan ya?), tapi akhirnya aku malah ketiduran sampai hampir 4 jam loh, huahaha :lol: . Agak nggak biasa deh ini, walau ini bukanlah kali pertama aku merasa ngantuk di sebuah akhir pekan yang santai ya (tentu saja).

Awalnya aku kira mungkin ini badanku yang mencari kompensasi akan istirahat yang ia butuhkan, terutama setelah akhir pekan menyibukkan minggu lalu. Hmm, sebenarnya bukannya seminggu belakangan ini aku tidak tidur atau istirahat dengan cukup sih. Aku rasa cukup kok istirahatku. Hanya saja, tahu lah, mungkin apa yang aku kira itu cukup sebenarnya tidak cukup deh menurut badanku. Sehingga, badanku mencari kompensasinya deh di akhir pekan ini.

Mungkin ini karena cuaca? Akhir pekan ini, cuaca disini agak gloomy gitu deh. Hampir sepanjang waktu berawan dengan hujan rintik-rintik yang nggak banyak dan matahari juga sebentar sekali munculnya. Dan temperaturnya juga tidak sepanas itu. Yakin deh aku kalau suhunya berada di bawah 10°C akhir pekan ini. Cuaca kayak gini, dikombinasikan dengan fakta bahwa saat ini adalah akhir pekan, kan cukup kondusif juga ya untuk kita menjadi ngantuk? hahaha :)

Tapi, bisa saja penyebabnya adalah hal lain. Aku bertanya kepada diriku, “Apa yang aku lakukan atau aku konsumsi agak berbeda akhir pekan ini?” Lalu, teringatlah aku akan sesuatu. Jumat lalu, aku belanja di supermarket. Ketika itu, aku membeli 1 kg anggur hijau. Mengapa? Ya, karena anggur kan salah satu buat favoritku dan, yang lebih penting, Jumat lalu pas anggurnya lagi didiskon besar, huahaha :lol: (suka deh saya kalau anggur lagi didiskon gini :D ). Anggur 1 kg itu sudah aku habiskan sepanjang akhir pekan ini; dan memang sih, setelah makan anggur gitu, beberapa jam kemudian aku merasa ngantuk. Bahkan setelah tidur siang 4 jam di hari Sabtu itu, setelah makan anggur setelah makan malam, malamnya aku tidak kesulitan buat tidur loh, hmmm. Nggak tahu sih ya apakah ada hubungan sebab-akibat (makan anggur menyebabkan ngantuk) yang valid atau tidak; tapi setidaknya ini pengalamanku deh, hahaha.

Anyway, ya, itulah cerita akhir pekanku kali ini. Aku tahu, agak membosankan memang; tapi setidaknya aku tahu bahwa aku sudah mendapatkan tidur yang cukup dalam menyambut satu minggu yang akan datang ini. :P

#1048 – SMS, Practicing Tennis, and Sunny Day

ENGLISH

Sms in Dutch

So, it has been a few weeks since my grandma got a cellphone. This is her first cellphone so she is still pretty much learning how to use it. She is 81 years old now and she has had trouble hearing for a few years. Hence, this cellphone is now her favorite gadget to stay in touch with me because in Skype she can not really hear what I say. Well, she can actually, but it is not that convenient for her. With a cellphone, she can just send me texts and I can reply back (though it costs quite some money, it cost 19 cent per sms for me).

The interesting thing is that sometimes she texts me in: DUTCH! hahaha :lol: . Before I moved to Europe, I never spoke Dutch at home (of course). But now that I have been here for quite a while, maybe she assumes that I should have learnt the language for quite a bit – which is a true assumption btw, hahaha. The (probably) ironic thing is that I think my grandma’s Dutch is still better than mine, huahaha :lol: . Well, I mean, from grammatical point of view, maybe I am a bit better; but in term of vocabulary and probably overall mastery of the language, I think she is still better than me, haha :P . Sometimes I open Google Translate when there is word that I am unfamiliar with (sometimes because I don’t know the word indeed; or that my grandma don’t spell it correctly (just like how we normally text, we throw some characters away to make the text as dense as possible) so that it confuses me a bit). But anyway, it is good though, to keep me active practicing my Dutch a bit more, hahaha.

Tennis

It has been a while since the last time I talked about tennis here, haha :) Well, I will not write about professional tennis at the time being, as I am waiting for Miami Masters to conclude in two weeks first before writing about Indian Wells and Miami (btw, I really hope Venus Williams will come back on court in Miami. Please, Venus!!). So, let me write about the progress of my own play.

In my opinion, I think I have to keep sharpening my serve. As I said a few months back, just putting the ball in the service box is easy. However, if we do nothing to it, that ball will be extremely easy for our opponent to kill; which is the case for me sometimes. So, aside from the tennis courses, lately I have also been practicing tennis with a friend from the course, Nick. The ‘good’ thing about practicing by ourselves is that we can do whatever fun we want. So, every time we practice, we also play some games. You know, just like in a real tennis match. From these games, I learn that I have to keep sharpening my serve and make it more lethal to get some free points. Also, a good serve is, in a way, a good defense as it will not allow your opponent to make return winner.

In the latest tennis lesson this week, we were practicing our serves a bit more. There, I think I got some improvements, hahaha :) At the end of the lesson we tested our serves, and I fired some good unreturnable serves there! Hmmm, I think I have got the “Aha!” moment about the technique, maybe, hmmm… .

Hot Day

Anyway, as I mentioned at the previous post, yesterday was forecasted to be quite hot in the Netherlands (by hot, I mean 15 °C, hahaha :lol: ). And it indeed came true. It was sunny all day long and the temperature even reached 15.8 °C at one point. A lot of students were even sunbathing all around the campus! hahaha :)  And maybe it is true that good weather ignites good mood. After my tennis lesson ended at 5 PM, somehow I felt so full of energy to go biking around. And so I did. I went biking for another 45 minutes after that tennis lesson! hahaha :)

But that sunny day only lasted for one day though. Today, it all went back to its normal Dutch weather. It was cloudy all day long and the temperature did not even come close to 15 °C, I think.

BAHASA INDONESIA

Sms dalam bahasa Belanda

Jadi, sudah beberapa minggu gitu deh semenjak oma saya membeli sebuah hape. Ini adalah hape pertamanya sehingga ia juga sedang belajar dan membiasakan diri dalam menggunakannya. Kini umurnya 81 tahun dan pendengarannya agak bermasalah. Makanya hape ini sekarang adalah alat elektronik favoritnya untuk berkomunikasi denganku karena dengan Skype ia tidak bisa terlalu mendengar apa yang aku ucapkan. Hmm, sebenarnya bisa sih, tapi agak kurang nyaman gitu untuknya. Dengan hape, kan ia bisa tuh mengirim sms ke aku dan aku balas balik (walaupun lumayan juga sih ya ongkos sms-nya, aku harus membayar 19 sen nih per sms).

Nah, ceritanya itu, kadang-kadang ia meng-sms-ku dalam BAHASA BELANDA loh! hahaha :lol: . Sebelum aku pindah ke Eropa mah mana pernah aku ngomong bahasa Belanda kalau di rumah (ya iyalah). Tapi karena sekarang aku sudah berada disini selama beberapa waktu, mungkin ia mengasumsikan kalau aku seharusnya sudah belajar bahasanya sedikit-sedikit ya – sebuah asumsi yang benar sih, hahaha. Nah, hal yang (mungkin) ironis adalah aku rasa bahasa Belandanya omaku masih lebih bagus daripada bahasa Belandaku loh, huahaha :lol: . Maksudku, kalau masalah grammar (tata bahasa) sih mungkin aku masih lebih oke ya; tapi dari segi kosakata dan penguasaan bahasanya secara keseluruhan, aku rasa omaku masih lebih bagus deh, haha :P . Kadang aku harus membuka Google Translate gitu kalau pas ada kata yang aku nggak tahu artinya (kadang memang aku aku nggak tahu artinya; atau kadang karena omaku tidak mengetiknya dengan benar (kayak kalau kita mengirim sms kan, kadang kita kan suka menyingkat gitu dengan membuang beberapa karakter sehingga sms-nya jadi sepadat mungkin) dan ini kadang membingungkanku). Tapi, bagus juga sih ini, aku jadi lebih sering dalam melatih bahasa Belandaku, hahaha.

Tenis

Sudah agak lama juga semenjak terakhir kali aku menulis tentang tenis disini, haha :) Yah, untuk sekarang ini aku nggak akan menulis tentang tenis profesional dulu ah, karena aku menunggu hasil dari Miami Masters dalam dua minggu terlebih dahulu sebelum menulis tentang Indian Wells dan Miami (btw, aku benar-benar berharap Venus Williams akan kembali bermain di Miami deh. Please, Venus!!). Jadi, aku akan menulis tentang permainanku saja.

Menurutku, aku memang harus terus mengasah serve-ku deh. Seperti yang pernah kubilang beberapa bulan yang lalu, untuk sekedar memukul bola masuk ke kotak servis sih gampang lah ya. Tapi, kalau bolanya nggak diapa-apain, yang terjadi adalah bola itu justru akan menjadi sangat mudah untuk dibunuh lawan kita; yang mana kadang ini terjadi kepadaku. Nah, jadi ceritanya, selain les tenis yang aku ikuti, beberapa waktu belakangan ini juga aku berlatih sendiri sih bersama seorang teman dari les itu, Nick. ‘Enak’-nya latihan sendiri itu adalah kita bisa ngapain aja sesuka hati. Jadi, setiap kali latihan, kami juga bermain beberapa games gitu. Ya games kayak di pertandingan-pertandingan tenis gitu lah. Dari games-games tersebut, nampak deh memang aku harus mengasah terus serve-ku dan membuatnya lebih mematikan untuk bisa mendapatkan poin mudah. Juga, serve yang bagus itu, bisa dibilang, merupakan pertahanan yang baik karena ia tidak memberi kesempatan pada lawan untuk membuat return winner.

Nah, di les tenis minggu ini, kami kebetulan juga sedang fokus pada pukulan serve. Disana, aku rasa aku mendapatkan beberapa kemajuan loh, hahaha :) Di akhir lesnya kami mengetes serve kami, dan aku memukul beberapa unreturnable serve loh! Hmmm, aku rasa aku mendapatkan momen “Aha!” deh dalam hal tekniknya, mungkin, hmmm… .

Hari yang Panas

Anyway, seperti yang aku sebutkan di posting yang lalu, kemarin diramalkan panas deh di Belanda (maksudnya panas itu suhunya 15 °C, hahaha :lol: ). Dan ini beneran terjadi loh. Kemarin seharian cuacanya cerah dan suhunya bahkan mencapai 15,8 °C loh. Bahkan banyak mahasiswa yang berjemur gitu deh di kampus! hahaha :) Eh, mungkin benar ya cuaca yang baik itu bisa membuat mood jadi baik juga. Setelah les tenis berakhir jam 5 sore, entah bagaimana aku merasa penuh tenaga dan terasa keinginan kuat untuk sepedaan gitu deh. Dan sepedaanlah saya. Akhirnya setelah selesai les tenis itu aku sepedaan selama 45 menit! hahaha :)

Tapi hari yang cerah itu hanya berlangsung satu hari saja sih. Hari ini, cuacanya kembali ke cuaca khas Belanda gitu deh. Seharian mendung dan suhunya juga nggak sampai 15 °C lah kayaknya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 123 other followers