#984 – When There Are 25 Hours in One Day

ENGLISH

Yup, you read the title right. Today, there are 25 hours day in one day here, NOT 24! :shock: Well, those who are familiar with the way time rolls here in Europe (and some other parts of the world, like northern America) must have not been surprised with this; as this is just because of the Daylight Saving Time (DST). So, this morning at 3 AM, the time was reversed back for one hour (it became 2 AM again) to compensate with this transition from summer time to winter time. As a result, now the time difference between Central European Time (GMT+1) and West Indonesian Time (GMT +7) is 6 hours (the difference is 5 hours during summer time).

This means that today, we, who live in Europe, have an extra one hour in our life! Wow, what do I make use this time for? Sleep? As this morning, we were allowed to literally oversleep for one hour without being really overslept for one hour! For example, if you planned to sleep for 8 hours from 11 PM to 7 AM, oversleeping for one hour means that you would still get up at 7 AM! :shock: In fact, if you really did sleep for 8 hours, you would get up at 6 AM! :shock: Nice, isn’t it!? Yes, indeed, only for today though. There will be another DST in March for the opposite transition from winter to summer time. That time, the clock will be forwarded for one hour. Hence, that day, there will only be 23 hours in a day! But whatever, the most important thing is that today I am having my favorite DST day! hahaha :lol:

Anyway, but no, I did not make use of my extra one hour for sleeping! Instead, I made use of this extra one hour to work on that Survival Analysis project! :mad: Yeah, same old same old. But it was good though, I made quite a good progress today I think. Btw, this DST caused me to get confused for some seconds today in my office. At 5.30 PM, when I looked outside, I was surprised that it had been getting dark as yesterday the day got dark at around 7 PM or so. Then I realized it was because of this DST, hahaha :lol:

Btw, but it does not mean that I have not “enjoyed” my weekend though. I worked today (on Sunday), but I did not yesterday. You know, I was strolling around Delft yesterday because the town was just simply awesome. I did plan to work on the project a little bit, but then I dropped it off and decided to relax a little bit, huahahaha :twisted: :mrgreen: . That evening, I also (finally) watched Yesman, thanks to this entry by Sulung that sort of reminded me that I had not watched this movie yet. And yes, it was a great movie!

So, that pretty much sums up my weekend story this time. A new week is going to start tomorrow!

BAHASA INDONESIA

Yup, Anda membaca judul di atas dengan tepat. Hari ini, dalam sehari disini itu ada 25 jam loh, BUKAN 24! :shock: Yah, mereka yang sudah terbiasa dengan sistem perwaktuan di Eropa sini (dan beberapa bagian Bumi lainnya, seperti Amerika Utara misalnya) pasti sudah nggak asing deh sama hal ini; karena hal ini hanya disebabkan oleh Daylight Saving Time (DST) saja kok. Jadi, subuh jam 3 tadi pagi, waktu disini tuh tiba-tiba mundur satu jam gitu (kembali jadi jam 2 subuh) untuk menyesuaikan dengan transisi waktu musim panas ke waktu musim dingin. Sebagai akibatnya, perbedaan waktu antara Waktu Eropa Tengah (GMT+1) dengan Waktu Indonesia Barat (GMT+7) menjadi 6 jam deh (pas musim panas bedanya 5 jam aja).

Ini artinya, hari ini, kami yang tinggal di Eropa memiliki satu jam ekstra loh dalam hidup kami! Nah, bagaimanakah aku memanfaatkan satu jam ekstra ini? Apakah buat tidur? Soalnya kan pagi tadi diizinkan tuh untuk ketiduran lebih lama selama satu jam tanpa secara teknis ketiduran lebih lama satu jam! Koq bisa? Misalnya gini: andaikan kita berencana tidur 8 jam dari jam 11 malam dan bangun jam 7 pagi, ketiduran lebih lama sejam artinya kita bangunnya ya jam 7 gitu deh! :shock: Malah ya, kalau kita beneran tidurnya cuma 8 jam aja, kita jadi bangun jam 6 subuh loh! :shock: Asyik kan!? Iya sih, memang, tapi cuma berlaku sekarang aja. Akan ada DST lagi di bulan Maret nanti untuk transisi waktu musim dingin ke musim panas. Waktu itu nanti, jamnya akan maju satu jam gitu deh. Jadi, hanya akan ada 23 jam dalam sehari! Ah, biarin lah, yang penting hari ini adalah hari DST favoritku! hahaha :lol:

Eh, tapi enggak loh, aku TIDAK memanfaatkan waktu ekstra sejam itu untuk tidur! Malah, aku memanfaatkan waktu ekstra ini untuk ngerjain proyek Survival Analysisku itu! :mad: Ya, cerita lama memang. Tapi nggak papa sih, hari ini juga aku mengalami kemajuan yang cukup oke di proyek ini. Eh btw, DST ini membuatku sedikit bingung selama beberapa detik loh di kantorku tadi. Kan pas jam 5.30 sore aku melihat keluar jendela tuh, aku kaget koq tiba-tiba hari sudah mulai gelap padahal kemarin baru mulai gelap sekitar jam 7an malam gitu. Dan kemudian aku sadar ini gara-gara DST itu, hahaha :lol:

Btw, tapi bukan berarti aku nggak “menikmati” wikenku kali ini sih. Memang aku bekerja hari ini (Minggu), tapi aku nggak ngapa-ngapain kemarin (Sabtu). Tahulah, kemarin aku keliling-keliling Delft aja gitu soalnya pemandangannya pas lagi bagus banget gitu. Aku awalnya ada rencana bakal ngerjain tugas sedikit sih, tapi akhirnya nggak jadi dan santai-santai aja, huahahaha :twisted: :mrgreen: . Malamnya, aku (akhirnya) menonton film Yesman, berkat postingnya Sulung yang ini yang mengingatkanku bahwa aku belum nonton film ini. Dan bener loh, ini film yang bagus!

Jadi, kira-kira begitulah cerita akhir pekanku kali ini. Dan sebuah minggu yang baru akan dimulai besok!

#983 – Autumn in Delft

ENGLISH

Autumn is all around now, and here is how it looks here in Delft today (Saturday, October 29th, 2011)

BAHASA INDONESIA

Sekarang ini sudah musim gugur, dan beginilah suasana musim gugur di Delft hari ini (Sabtu, 29 Oktober 2011)

#982 – Updates on Thursday

ENGLISH

Compensation

I already mentioned it here that lately the heater in my apartment (not only mine, but most all of other apartments in the complex) did not work at maximum capacity because of a leak or so. Well, to be honest, aside from here (this blog), I did not file any complaint or so. But apparently, a lot other of my apartment-mates did, hahaha :lol: . Of course the management of my apartment has been trying to fix the problem, but apparently they have not been that successful, yet. And so yesterday I got an email for them saying that for the inconvenience caused, they will give us a refund (for the ‘monthly energy cost’) for like (almost) 50 euro each! :shock: Well, not bad I guess?? As I have not filed any complaint. hahaha :) Good job guys for complaining!! *praising all my apartment-mates who complained to the management*

p.s: but honestly, if this problem would continue for a bit longer, I will also file a complaint, definitely! :mad:

Last Morning Class!!

I mentioned this this time that I am only taking one course this quarter and it has two meetings per week; but both meetings start at 8.45 AM (the first lecture hour in TU Delft)! :shock: A.K.A: SO EARLY!!!! But today, it all ENDS!! This morning, I had my final class!! Yeah!!! So, no more getting up early! :P *dancing in happiness* But coming to think about it, probably it does not actually really matter though as I only have to get up earlier by like 30 minutes to 1 hour during these days, hahaha.

Anyway, this class is very interesting though, as I study about a method and procedure to estimate the survivorship of something (widely applied in the medical world). And as my final project (I am still working on it though; and it takes A LOT OF time and effort literally to work through the whole project), I have to make a report on my findings about the survivorship of a bladder cancer patients based on a real study conducted some years ago, hmmm. Interesting, no? We will see…

Lunch on Tuesday

Normally I do not have lunch. Well, I will write about this in more detail next time; and now I want to write this first. Because of that course this quarter, during the days of the course I have had no other option than having my first meal of the day (breakfast) earlier (normally I only have brunch and dinner; then I am good for the whole day :P ). This causes me to get quite hungry at around 1 PM or so. So, normally I have lunch in the cafetaria of my faculty. But last Tuesday, I went to the orientalmarkt earlier that day; and for lunch (I am not sure if I should call this lunch though, as in the end I ate them at around 4.30 PM, hahaha :lol: ), I decided to eat this:

A chicken bapao

Yeah, bapao!! Huahahaha :lol: Btw, all bapaos I have found in Holland are meat-based bapaos though: chicken, beef, and pork. I have not been successful in finding another variant of bapao (that we can find in Indonesia) :( This is quite sad as my favorite bapao is black-pea bapao! :cry:

BAHASA INDONESIA

Kompensasi

Sudah aku tulis kan kalau akhir-akhir ini heater di apartemenku (nggak cuma tempatku aja, tapi juga di semua apartemen sekompleks gitu deh) nggak beroperasi dengan kapasitas optimal karena ada kebocoran atau apa gitu. Ya, jujur sih, selain disini (di blog ini maksudnya), aku nggak melayangkan komplain atau apa pun gitu. Tapi ternyata, banyak penghuni apartemen lainnya yang komplain, hahaha :lol: . Tentu saja lah manajemen apartemennya berusaha memperbaiki masalah, tapi sejauh ini sepertinya belum terlalu berhasil. Nah, trus tiba-tiba kemarin aku dapat email gitu dari mereka dan katanya karena ketidak-nyamanan ini, mereka akan me-refund (dari ‘biaya energi bulanan’) sebesar (hampir) 50 euro gitu! :shock: Yah, lumayan juga lah ya?? Wong aku juga nggak komplain, hahaha :) Good job guys karena sudah komplain!! *memuji semua penghuni apartemen yang telah komplain ke manajemen*

p.s : eh, tapi ya, kalau masalah ini akan berlanjut lebih lama lagi, jelas aku akan komplain juga lah! :mad:

Kelas Pagi Terakhir!!

Sudah aku sebutkan juga kan waktu ini bahwa aku hanya mengambil satu kelas aja kuarter ini dan kelas ini memiliki dua pertemuan setiap minggunya; dan keduanya dimulai jam 8.45 pagi (jam kuliah pertama di TU Delft)! :shock: Alias: PAGI BANGET!!!! Tapi hari ini, itu semua BERAKHIR!! Pagi tadi, aku mengikuti kelas terakhirku di mata kuliah ini!! Yeah!!! Nggak harus bangun pagi lagi deh! :P *nari-nari geje kegirangan* Eh, tapi kalo dipikir-pikir lagi sebenarnya mungkin nggak terlalu masalah juga sih ya, soalnya dengan kelas pagi ini pun aku cuma bangun lebih pagi sekitar 30 menit sampai 1 jam aja sih dari hari-hari lain aja koq, hmmm.

Anyway, kelas ini tuh menarik sekali loh, karena aku mempelajari metode dan prosedur untuk mengestimati survivorship dari sesuatu (dan ini sangat dipakai luas umumnya di dunia kedokteran). Dan sebagai tugas akhirku di kelas ini (aku sedang mengerjakannya nih; dan bener deh tugas ini tuh memakan BANYAK BANGET waktu dan usaha supaya bisa diselesaikan!), aku harus menuliskan apa yang aku dapat tentang survivorship dari pasien kanker kandung kemih berdasarkan hasil studi beneran yang dilakukan beberapa tahun yang lalu, hmmm. Menarik kan? We will see...

Makan Siang di hari Selasa

Biasanya aku nggak pernah makan siang. Yah, aku akan menulis tentang ini dengan lebih mendetail kapan-kapan ah; dan sekarang aku mau nulis ini dulu. Karena kelas itu kuarter ini, aku nggak ada pilihan lain kan selain memakan sarapan lebih pagi (biasanya aku nggak sarapan sih, tapi brunch (sarapan gabung makan siang) dan makan malam aja; dan aku akan bertenaga sepanjang hari :P ). Ini membuatku sudah lapar gitu kalau udah jam 1 siang. Nah, biasanya aku makan di kantin di kampus gitu deh. Tapi Selasa kemarin, berhubung sebelumnya aku pergi ke orientalmarkt; untuk makan siang (eh, nggak tahu juga ding layak disebut makan siang ato engga soalnya aku makannya juga jam 4.30 gitu deh, hahaha :lol: ), aku memutuskan untuk makan ini aja:

Yup, bakpao ayam!

Ya, bakpao!! Huahahaha :lol: Btw, semua bakpao yang pernah kutemui di Belanda itu koq bakpao daging semua ya: daging ayam, sapi, atau babi gitu. Aku belum pernah deh nemu varian bakpao lainnya (yang biasa kita jumpai juga di Indonesia gitu) :( Ini agak menyebalkan juga karena bakpao favoritku kan bakpao kacang hitam! :cry:

#981 – My Not So Blue Monday

ENGLISH

My Monday began with my routinity every Monday (for the past few weeks): watching the newest episode of The Amazing Race season 19, hahaha :D . This season is getting better and better! :) Then, because my fridge was already super ‘dry’ (I mean, it was almost empty, huahahaha :lol: ), after brunch and shower I went to the supermarket in the centrum. My plan was also to send my application form for the Public Ballot for Wimbledon to London, because there is a post office in the supermarket.

After I finished my grocery-shopping (btw, why haven’t they given away discounts on meat lately? It has been like two weeks since they last did :( ), I went back home. Back in my apartment, I just realized that I forgot to drop by at the post office! :oops: Thus, that application form was still sitting nicely in my bag! Well, and so, after unpacking, I biked back to the supermarket to mail the form. Btw, as an illustration, the distance between my apartment and the centrum is around 1.5 km. Well, I had no other choice other than going back to the centrum right away at that time. According to my schedule today, I would spend the day starting from noon to like 7 PM in my campus to work on a project, then I would go home to cook and have dinner, then interneting for a while, and I would go to bed quite early as I will have an early class tomorrow morning. It means that there would be no time for me later on today to mail the letter *yes, I was busy :cool: *

So, I went back and forth to the centrum twice consecutively today. It was okay though, I could view it as my exercise today, huahahaha :lol: . Btw, when I was talking with that lady in the post office, I (proudly) used Dutch (without asking her to speak English), well, even though from my part I just said like the super basic things like “Ja“, “Oke“, “Ja, poststandaard” , huahahaha :lol: . But it was okay though as I understood what she said. Ah, a good “warm-up” for my Dutch course that will start next week.

The rest of the day? Well, everything just went on as planned above. That was it.

Oh, also, today is my payday. Yup, my first paycheck in the Netherlands (well, my scholarship money is not counted of course. If it was, then I have gotten one since last year, huahaha :lol: ). Oh, to clarify, this paycheck is my salary from my part-time job that I have been doing for the past one month. Well, of course it is not ethical to state the number I earn here, hahaha :P . But what I can say is that it is not bad (of course). As a result, the rate of increase in my savings just went higher, huahaha :lol:

Anyway, there are a few “cuts” in salary in the Netherlands: they are for tax, healthcare act, and also pension :shock: . Yup, apparently I already have my pension fund, huahaha :lol: . And all of them are obliged by the government. So, there is a law regulating that. One thing that is also obliged is the health insurance, because everyone who lives in the Netherlands should have (at least) one health insurance. Well, but they (the cuts) do not matter anyway. In the end, I will also benefit from all these “cuts”. The tax goes to where it belongs (not getting astray to someone else’s pocket :P ) and will really be used by the government for the public; the pension and health insurance, well, I will be the one who benefits from them anyway, right? Hence, if I need to have health treatment or some sort of things (but still, please not :P ), it will be free.

Well, that is the story of my Monday today…

BAHASA INDONESIA

Hari Seninku dimulai dengan rutinitas biasa setiap hari Senin (beberapa minggu belakangan ini): nonton streaming-nya The Amazing Race musim 19, hahaha :D . Makin kesini musim ini semakin seru deh! :) Lalu, karena kulkas di apartemen saya sudah lapar sekali *minta diisi maksudnya, alias udah nyaris kosong, huahahaha :lol: *, jadilah setelah sarapan dan mandi aku pergi ke supermarket di centrum. Rencananya sih sekalian mengirimkan formulir aplikasi buat Undian (Ballot)-nya Wimbledon ke London gitu soalnya ada kantor pos gitu deh di supermarket.

Setelah belanja beres (btw, daging di supermarket koq lagi nggak diskon sih? Udah dua mingguan ini nih nggak nemu yang diskon :( ), aku pulang. Sampai di apartemen, baru sadar kalau aku lupa mampir di kantor posnya! :oops: Jadilah tuh surat berisi formulir aplikasi masih nangkring dengan santainya di tasku! Ya udah, setelah unpacking, aku balik lagi ke supermarket buat ngirim suratnya. Sekedar gambaran, jarak dari apartemenku ke centrum itu sekitar 1,5 km gitu deh. Wah, niat amat bolak-balik langsung ke centrum? Ya habis gimana lagi ya, menurut schedule-ku hari ini, aku akan menghabiskan waktu dari siang sampai sekitar jam 7 malam di kampus buat ngerjain proyek, kemudian pulang buat masak dan makan malam, lalu internetan bentar dan tidur awal soalnya besok ada kelas pagi. Artinya, nggak ada waktu kosong deh di siang sampai malam hari buat ngirim surat itu. *sibuk saya :cool: *.

Ya udah, jadilah aku bolak-balik ke centrum 2x dalam waktu berturutan hari ini. Nggak papa sih, hitung-hitung olahraga buat hari ini, huahahaha :lol: . Btw, bangga ah, waktu ngomong sama mbak-nya di kantor pos, aku pakai bahasa Belanda loh (tanpa minta dia untuk ngomong bahasa Inggris), walau akunya cuma ngomong yang dasar-dasar kayak “Ja“, “Oke“, “Ja, poststandaard” gitu aja sih, huahahaha :lol: . Tapi setidaknya lumayan ngerti apa yang dia katakan. Ah, bagus deh untuk “pemanasan” les bahasa Belanda yang akan dimulai minggu depan.

The rest of the day? Well, semuanya mengikuti rencana yang aku tuliskan di atas. Begitulah.

Oh iya, jadi, ceritanya hari ini aku juga gajian. Yup, gajian untuk pertama kalinya selama tinggal di Belanda ini (uang beasiswa nggak dihitung gaji dong ya. Kalo dihitung sih berarti udah dari tahun lalu deh, huahaha :lol: ). Oh iya, jadi gaji ini adalah gaji dari pekerjaan paruh waktu yang aku lakukan mulai sebulan belakangan ini. Tentang besarnya berapa, nggak etis lah ya kalau ditulis disini, hahaha :P . Yang jelas sih lumayan banget lah buat tambah-tambah gitu. Alhasil, laju pertambahan uang di tabunganku jadi semakin cepat deh, huahaha :lol:

Anyway, gajian di Belanda itu (lumayan) banyak potongannya loh ternyata: potongan pajak, potongan biaya dana kesehatan masyarakat, dan potongan tabungan pensiun :shock: . Ya, saya sudah punya tabungan pensiun ternyata, huahaha :lol: . Dan semua ini tuh diwajibkan oleh pemerintah loh. Jadi ada aturannya gitu. Satu lagi yang diwajibkan adalah asuransi kesehatan, secara setiap orang yang tinggal di Belanda harus memiliki (minimal) satu asuransi kesehatan. Ah, tapi nggak papa sih, toh akhirnya semua (potongan) ini juga aku juga yang menikmati. Pajak yang dibayar tersalurkan ke tempat yang benar (nggak nyasar ke kantongnya orang lain gitu maksudnya :P ) dan benar-benar digunakan negara untuk kepentingan umum; adanya tabungan pensiun dan asuransi kesehatan toh aku sendiri yang menikmatinya secara langsung. Jadinya (amit-amit) kalau butuh berobat juga gratis gitu.

Ya, begitulah cerita hari Seninku kali ini…

#980 – This Week in One Entry

ENGLISH

Hi all, finally another week has passed, and now we are in the middle of the weekend! So, how do you enjoy your weekend? Well, as for me, it is just an old story. I am working on a project this weekend :( Buy anyway, here are a few highlight of my life this week:

Off Heater = Cold

Lately, it has been getting colder here in the Netherlands. Even though at some days it is sunny, but it is not hot at all. Be prepared to shiver if you are out without a jacket (while the sun actually shines happily). During the day, it is like 10 – 14 degree while at night, it is (quite) stable below 10. Well, of course it means that I have to turn my heater on to make my room warmer. The thing is, it is still October now, the “real” winter is still not here yet. And so I decided not to turn my heater on to its maximum power (5), but to the “medium” power (3) for the time being.

But then, this caused my room to get really cold during the night in the past few days. I mean, I still could sleep soundly though; but when I got up, I felt quite cold. Well, I thought this was because I only turned my heater to 3 instead of 5, until like three days ago. That morning, I got an email from the management of my apartment saying that apparently there had been a problem with my apartment’s heater! :shock: There was a leak in one of the pipe or so, causing the heater system not to work at maximum capacity! Oh, that is why!!!! It is cleared up now, as actually 3 should also be okay for my heater, it already warms my room quite well (if it works normally).

Dutch Course

This week, I also confirmed my participation in the second level of Dutch Course for Foreigners in my campus for the next quarter (while it is still free for me as a student, huahaha :lol: , because for general public, it costs like 380 euro for one level! :shock: I guess I have to seize this opportunity while it is still free I can! No?? ). Honestly, I am a bit concerned though because I know this course is going to be demanding and I have quite a schedule for my part time job next quarter; not mentioning all the projects that I have to work on, including my internship, hmmm. But it is alright, I believe in myself! :cool: I know I can do this! Beside, taking a Dutch course is always a good refreshment!! :D

Wimbledon Ballot

Lately, I also have been thinking about my plan for the next summer (which is still like eight months ahead btw, huahahaha :lol: ). This time, I really want to go to London. Yes people, London! And it has to be at the end of June! Why?? Well, those who has been quite following my blog for a while might be able to guess it correctly. Yes, it is because of the Wimbledon Championships! Well, I know, they will also have the Summer Olympics in London in July (and the tennis competition of that olympics will be played also in All England Club btw, the host of Wimbledon); but to me, Wimbledon Championships is still more attracting! (But still, maybe I will also go to London in July for the Olympics though, if I have the time and budget for that (and of course, the will, hahaha :lol: ). So we will see).

So anyway, Wimbledon has a unique ticketing procedure btw. They mainly sell the tickets to public in two ways: on the D-Day through the queue or through a public ballot. Well, I am not really a fan of overnight queuing (which is exactly the case here, where many hardcore fans camp overnight in front of the tennis club just to buy the tickets :roll: ) which means that I have to go with the ballot. Btw, this is why I say the ticketing system is unique. So, to get the tickets through the ballot, (general) people should also possess something other than money: luck. Here, all people who are interested in getting the show court ticket (Centre Court, No.1 Court, No.2 Court, or No.3 Court) should send an application to put their names on the ballot. Then, after the application is closed, a computer will pick people randomly from the ballot to get the tickets (which they will still have to pay of course). As a consequence, people cannot choose their own tickets, including the date (and of course the court). It is totally random and up to the computer.

Well, since I am not yet a millionaire or a billionaire who has the capacity to be the debenture of the championships, I have no other option than joining this ballot. So, I sent an empty envelope with my address to London last week to get the application form for the ballot (yes, it has to be done via post (so conventional!). They still do not provide application form online!! Wimbledon is really really classic in my opinion! hehe :D ). And they replied quick! I got my application form this week!! And so, I will send my application form back this weekend! And *finger crossed*, hopefully I get one of the tickets!! Amen!!

Btw, of course people still can get the ground pass during the day. And for this one, people still can buy it during the day and there is no need for overnight queue. Ground pass is of course cheaper (as it does not provide access to any of the show courts) but I kinda want access to one of the main court, you know, where top players like Andy Murray, Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, Serena Williams, Venus Williams, Maria Sharapova, etc play! So, wish me luck!! :)

BAHASA INDONESIA

Halo semua, akhirnya satu minggu berlalu juga, dan sekarang kita sedang berada di tengah-tengah wiken nih! Jadi, apakah kalian pada menikmati wiken kalian? Yah, kalo aku sih, cerita lama lah ya. Aku mengerjakan satu tugas gitu deh wiken ini :( Yah anyway, inilah beberapa highlight dari hidupku seminggu belakangan ini:

Heater Mati = Dingin

Akhir-akhir ini, suhu udara di Belanda jadi makin dingin gitu deh. Walaupun di beberapa hari itu memang cerah, tapi nggak panas sama sekali loh. Kalo keluar nggak pake jaket bisa-bisa gemeteran saking dinginnya gitu deh (padahal matahari bersinar dengan riangnya, haha). Di siang hari, suhunya rata-rata sekitar 10-14 derajat gitu, dan di malam hari (lumayan) stabil di bawah 10. Nah, tentu saja aku harus menyalakan heater di kamarku dong ya supaya kamarku jadi agak hangat gitu. Cuma masalahnya, sekarang kan masih bulan Oktober nih, yang artinya musim dingin yang “sebenarnya” juga belum tiba. Makanya aku gengsi dong nggak menyalakan heater-ku ke setting-an maksimal (5) tapi ke setting “medium” aja (3) untuk saat ini.

Tapi kemudian, ini mengakibatkan beberapa hari yang lalu kamarku jadi lumayan dingin juga gitu deh kalau malam. Maksudnya, aku masih bisa tidur dengan nyenyak sih, cuma pas bangun jadi terasa dingin gitu. Yah, aku kira ini karena aku hanya menyalakan heater-ke ke setting-an 3 dan bukan 5. Sampai tiga hari yang lalu. Pagi itu, aku mendapat email dari manajemen apartemenku yang mengatakan bahwa ternyata lagi ada masalah dengan sistem heater di apartemenku! :shock: Katanya ada pipa yang bocor ato gimana gitu, jadinya sistem utama heater-nya nggak bisa bekerja dengan kapasitas maksimum! Oh, ternyata itu masalahnya!!! Pantesan aja dingin banget, soalnya harusnya setting heater 3 juga udah lumayan (bikin hangat) koq!!

Kelas bahasa Belanda

Minggu ini, aku juga mengonfirmasi partisipasiku di level dua dari Kelas (Les) Bahasa Belanda untuk Orang Asing gitu deh dari kampus buat kuarter depan (kan mumpung gratis gitu buat aku yang masih mahasiswa ini, huahaha :lol: , soalnya buat umum, biaya les ini tuh sekitar 380 euro loh untuk satu level doank! :shock: Makanya sekarang aku harus memanfaatkan kesempatan ini selagi gratisan bisa kan??). Jujur sih, sebenarnya aku sedikit khawatir juga soalnya aku tahu kelas ini bakal demanding banget dan aku juga ada jadwal kerja part time yang lumayan sibuk nih kuarter depan; apalagi di tambah semua proyek-proyek dan tentu saja proyek magangku, hmmm. Tapi nggak papa sih, aku percaya pada diriku sendiri koq! :cool: Aku tahu aku bisa melaluinya! Di samping itu, ngambil kelas bahasa Belanda juga mengasyikkan koq sebagai sarana refreshing gitu!! :D

Undian (Ballot) Wimbledon

Akhir-akhir ini, aku juga lagi memikirkan rencanaku buat musim panas berikutnya (yang sebenarnya masih delapan bulan lagi sih btw, huahahaha :lol: ). Kali ini, aku ingin banget pergi ke London. Ya saudara-saudara, London! Dan perginya juga harus pas akhir bulan Juni gitu! Kenapa?? Yah, bagi yang sudah mengikuti blogku selama beberapa waktu *Ge eR* mungkin bisa menebak dengan tepat deh. Ya, ini karena Wimbledon Championships! Ya, memang sih, Olimpiade tahun depan juga akan diadakan di London di bulan Juli (dan kompetisi tenis di olimpiade itu juga bakal diadakan di All England Club sih, tempatnya Wimbledon juga gitu); cuma untuk aku ya, entah kenapa turnamen Wimbledon-nya masih lebih menarik deh! (Eh, tapi bukan berarti aku nggak mau ke London pas Olimpiade sih. Mungkin aku akan pergi ke London juga pas Olimpiade; kalau aku ada waktu dan uang (dan juga keinginan tentunya, hahaha :lol: ). Jadi, we will see aja).

Anyway, Wimbledon ini punya prosedur pertiketan yang unik loh. Mereka menjual tiket ke publik dengan dua cara: di hari H dengan melalui sang antrian atau lewat undian (ballot) umum. Yah, berhubung aku bukan seorang yang nge-fans sama ngantri semaleman (yup, antrian Wimbledon ini jenis tipe antrian ini, dimana fans hardcore gitu pada kemping segala di depan klub tenisnya semalaman demi mendapatkan tiket :roll: ), artinya aku harus memilih pilihan ballot dong ya. Nah, inilah mengapa aku bilang sistem pertiketannya itu unik banget. Jadi, untuk bisa mendapatkan tiket melalui ballot, seorang (biasa) membutuhkan sesuatu selain uang untuk bisa mendapatkan tiketnya: keberuntungan. Disini, semua orang yang ingin mendapatkan tiket lapangan (stadion) utamanya (Centre Court, No.1 Court, No.2 Court, atau No.3 Court) harus mendaftarkan diri untuk bergabung di daftar nama yang masuk ke undian itu. Lalu, setelah pendaftaran ditutup, komputer akan memilih secara acak orang-orang yang berhak mendapatkan tiket melalui ballot ini (bukan gratis ya, orang-orang ini teteup harus bayar tiketnya gitu). Sebagai akibatnya lagi, kita juga nggak bisa memilih tiket kita sendiri gitu, termasuk mau nonton yang tanggal berapa (dan tentu saja juga nggak bisa memilih mau nonton yang di lapangan mana). Semuanya beneran acak dan terserah si komputernya gitu deh.

Nah, karena aku belum menjadi seorang milyuner atau bilyuner yang bisa menjadi debenture untuk turnamen ini, ya aku mau nggak mau mesti ikutan ballot ini kan. Makanya minggu lalu aku mengirim amplop kosong bertuliskan alamatku untuk mendapatkan formulir aplikasi buat ballot-nya (ya, harus dikirim via surat gitu deh, konvensional banget deh. Formulir aplikasi juga nggak bisa di-download lewat internet gitu!! Beneran deh Wimbledon ini sangat klasik ya! hehe :D ). Ah, tapi mereka membalasnya juga cepat sih! Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan formulir aplikasi buat ikutan ballot itu!! Aku berencana mengirimnya balik ke London wiken ini deh! Dan mudah-mudahan aku bisa mendapatkan satu tiketnya!! Amin!!

Btw, tentu saja sebenarnya kita juga bisa sih beli tiket masuk ke areanya (ground pass) di hari-H. Dan untuk yang satu ini, tiket bisa dibeli pas hari-H dan nggak perlu ngantri semaleman gitu. Dan tentu tiket ini juga lebih murah ya (tapi nggak memberikan akses ke lapangan utama gitu deh) tapi ya, kan aku pengen dong dapat akses nonton di lapangan utamanya, dimana pemain top kayak Andy Murray, Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, Serena Williams, Venus Williams, Maria Sharapova, dkk main! Jadi, doakan saya ya!! :)

#979 – Travelling on A High-Speed Train

ENGLISH

Here, I mentioned that I took the high-speed train to go to and from Paris. It was so fast that at one point it traveled at the speed of more than 300 km/hr. Well, how does it look like to travel on a train with speed more than 300 km/hr? Well, it looks like this:

Kinda cool, no!?!? :shock: Those cars or trucks in the highway traveled at probably 80-120 km/hr btw, haha… . With this speed, this train only needs like two and a half hour to travel from Jakarta to Surabaya (or vv)!

Btw, the train looks like this:

A Thalys train

BAHASA INDONESIA

Disini, aku sebutkan bahwa aku naik kereta kecepatan tinggi untuk pergi ke atau dari Paris. Nah, keretanya tuh cepet banget sampe-sampe kecepatannya melebihi 300 km/jam loh. Nah, bagaimana sih pemandangan dari kereta yang kecepatannya lebih dari 300 km/jam? Jawabannya, pemandangannya itu kayak gini:

Keren kan!?!? :shock: Mobil-mobil dan truk di jalan tol itu kecepatannya kira-kira 80-120 km/jam loh, haha… . Dengan kecepatan segini, jarak Jakarta – Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang dari dua setengah jam loh dengan kereta!

Btw, penampakan keretanya tuh kayak gambar di atas.

#978 – Paris Summer Trip (Epilogue)

ENGLISH

Okay, to close my story about my latest trip to Paris (before it is too out of date :D ), I write this epilogue about some experiences that I had there :) So, here we go!

(1) So Many Australians

One of the few things that I noticed during my stay in Paris was that I met SO MANY Australians! Hmm, is this so important that I have to write it down now? :roll: Well, to me, this kind of thing is kinda “unusual”. I mean, in most of my previous trips in Europe, I rarely met any Australians. However, somehow, in this latest trip, where I traveled with my friend who now LIVES in Australia, I met a lot of Australians! :shock: Weird, no?? haha. Btw, most of my roommates in the hostel were Australian. Btw, there were also a lot of Americans. But I mean, I meet Americans like everywhere, so it was no surprise, haha. :P

Ah, maybe September is Australians’ favorite month to travel, haha :) Btw, I knew they were Australian because either they told me (or they spoke and I involuntarily eavesdropped :lol: ) that they were from Australia or from their accent. Well, talking about the accent, some small incidents happened because I (apparently) found Australian accent kinda weird. For example:

My Australian Roomate (AR): “Is this your ‘KAY’? *this was how I heard what he said and I was thinking: “What the hell is “KAY”??:?: *
Me : “I’m sorry?
AR : “Is this your ‘KAY’?*pointing my roomkey*
Me : “Oh, yes, that is mine“.

huahahahaha :lol: Apparently what he meant was the key I put on my bed! haha :P Well, accent can be very interesting sometimes indeed :P . And sometimes I kinda like British accent (and also Australian to some degree) though…

(2) So HOT in Paris

So, it was very HOT in Paris! I mean, honestly, I did not expect it. During that week, it was already quite cold in the Netherlands (as usual btw :roll: ). And because it was September and Paris was not that far from the Netherlands, I assumed the weather should be similar. But I was WRONG, way way WRONG!! It was hot!

(3) French Cuisine

Anyway, forget about the weather and let us discuss this very interesting topic :mrgreen: . Those who already read my chronological trilogy Paris Trip entries might notice that I did not really write anything about the food that I had in Paris. Well, I did this on purpose as I want to write about this specifically! :wink: Why? Well, because they were AWESOME!!!!

* Macarons

Ever since I read this entry by Arman and watched them in Masterchef Australia, I had been craving for macarons!! huahahaha :lol: Even during my summer trips to Germany, Switzerland, and Austria, I were also looking for them in bakeries or pastries hoping they would sell this confection! Well, I found one bakery in Basel which sold them but the bakery was already closed at that time (damn!). And in Vienna, actually I also found them in, guess where, : McD!! Yup, McD! Muahahaha :lol: Apparently in McCafe they had macarons and they promoted them as McCarons, hahaha :D I bought one (it was kinda expensive btw, 90 cents for one piece) and the taste was okay. By this time, I already knew I was going to Paris this September and I promised myself I would eat macarons when I was there (in Paris)! :D

FYI, macarons is a French confection and so it was reasonable for me to expect to find macarons in Paris, the capital city of French, right? haha :P

So, when I really was in Paris, my friend (who was also curious to try the original French macarons (as they have a lot of macarons in Australia apparently)) and I did macarons-hunting! huahaha :lol: We found this bakery in the city which sold macarons. And so we dropped by. We tried the “big” macarons, which cost us 5.6 euro each! :shock: The price was kinda shocking at first but we didn’t care, huahaha :lol: . I knew I should not play it safe (by picking “general” flavors like chocolate or vanilla) and ordered a coconut-flavored macaron. My friend even “played with fire” even more by picking a flavor that sounded very strange (I don’t remember, but it was something like the seed of a flower/fruit or something, haha :P ). When the macarons were served, my reaction was: “Well, surely this is larger than mini-macarons, but I would NOT say this is BIG“. You can see the picture below. And so we ate it. It was good though, but we thought 5.6 euro was very expensive for that! haha. I mean, we prefered to buy a few mini macarons with 5.6 euro than buying one “big” macaron.

In another occasion, when we had meal at that restaurant in Versailles palace, we decided to buy a box of mini macarons as our dessert (well, actually it was because we were still hungry, hahaha :P ). It cost us 18 euro for 10 mini macarons. Well, still, kinda expensive, but we did not really care. It was macarons in Paris anyway, haha :D And this time, the macarons were GREAT!! It was delicate and delicious! My favorite one was the mocca-flavored macaron as the mocca flavor was very on the spot! But I did not really like the chocolate one as it tasted pretty much like brownies, haha :D But still, overall, I LOVE macarons!!! :D :mrgreen: I definitely want to eat more of them!

* French Cuisine

You know, France is also very famous with its cuisine. And the image that revolves around French cuisine is its elegance and glamour. And having eaten French cuisine for four nights, I can confirm that. French Cuisine was SO GOOD!!!

Well, I also think Italian cuisine is also very delicious (damn, I like all the pasta, pizza, etc that I had last year in Italy!!), but French cuisine is very different. The French focused more on quality than quantity. I think they focused a lot on techniques that when you eat the dish, we can taste that it IS expensive! Once, I had this duck thing (I forget the name, haha :D ), and the texture of the duck meat was so perfect!! The texture was very delicate and tender, the cuts were also perfect that every piece of meat tasted very subtle in my mouth. The taste was also good btw (it kinda reminded me of “Bebek Goreng Haji Slamet” in Indonesia though), but the texture of the meat was definitely the winner (thousand times better than the texture of “BGHS” duck meat)!! :shock: I wonder how could they make the texture to be like that!! :shock:

And that is why, there is an art of eating French cuisine. We should not eat so fast because if we do, we will still feel hungry afterwards (at least it applies to me, hahaha :P ). But it was kinda difficult for me though, because I am a fast eater naturally. I mean, I just cannot help it. Normally, I eat fast, haha :D .

There is one famous French cuisine that I had not tried though. It was escargot. And this one, I should try next time I visit France, hehe. Btw, don’t know what escargot is? Then google it! :)

* crêpe

Short sentence for this one. My trip to Paris made me realize that crêpe was pretty much just pancake!! hahaha :D

BAHASA INDONESIA

Oke, untuk menutup rangkaian cerita tentang perjalananku baru-baru ini ke Paris (sebelum terlalu basi gitu :D ), aku menulis epilog ini mengenai beberapa pengalaman yang aku alami disana. Jadi, mari kita mulai saja!

(1) Banyak banget orang Australia

Satu hal yang aku amati ketika aku berada di Paris adalah: ada BANYAK banget orang Australia loh! Hmm, emang penting gitu ya sampe-sampe harus aku tulis sekarang? :roll: Hahaha, ya, untuk aku, ini adalah sesuatu yang agak “nggak biasa” deh. Maksudku, di kebanyakan perjalananku di Eropa sebelumnya, aku jarang banget ketemu sama orang Australia. Namun, entah bagaimana ceritanya, di perjalanan kali ini, dimana aku jalan sama seorang teman yang sekarang TINGGAL di Australia, koq bisa gitu ya aku terus ketemu banyak orang Australia! :shock: Aneh juga kan?? haha. Btw, dan lagi, kebanyakan roommates-ku di hostel itu orang Australia loh. Btw, banyak juga sih orang Amerika. Tapi udah sering ah ketemu orang Amerika jadi nggak heran deh, haha. :P

Ah, mungkin bulan September memang bulan favoritnya orang Australia untuk jalan-jalan kali ya, haha :) Btw, aku tahu mereka dari Australia ya karena mereka ngomong (atau aku nggak sengaja nguping :lol: ) bahwa mereka dari Australia, ya atau dari aksennya gitu deh. Eh, ngomongin aksen, ada beberapa insiden kecil yang terjadi nih karena aku (ternyata) nggak terlalu familier dengan aksen Australia. Contohnya:

Roommate-ku yang dari Australia (RA): “Is this your ‘KAY’? *yup, aku dengernya dia ngomong kayak gini, dan aku mikir: “Apaan tuh “KAY”??:?: *
Saya : “I’m sorry?
RA : “Is this your ‘KAY’?“ *sambil nunjuk kunciku*
Saya : “Oh, yes, that is mine“.

huahahahaha :lol: Ternyata maksudnya dia itu kunci (key) yang aku taruh di ranjangku! haha :P Yah, aksen memang kadang bisa menjadi menarik koq :P . Eh, dan kadang ya, aku suka loh ngedengerin orang ngomong dengan aksen Inggris (dan in a way Australia juga sih)…

(2) Di Paris PANAS

Jadi, ketika aku berada di Paris, cuacanya PANAS banget! Maksudku, jujur, nggak aku sangka-sangka nih. Soalnya, minggu ini di Belanda kan udah lumayan dingin ya (kayak biasanya sih btw, :roll: ). Dan karena udah bulan September dan Paris kan nggak jauh-jauh amat dari Belanda, aku asumsikan cuacanya mirip gitu deh. Tapi ternyata saya SALAH, SALAH banget malah!! Panas ternyata!!

(3) Masakan Prancis

Anyway, udah ah males ngomongin cuaca (lagi) dan mari kita membicarakan hal yang sangat menarik ini :mrgreen: . Yang sudah pada baca trilogi kronologis perjalananku ke Paris mungkin menyadari bahwa aku nggak terlalu menulis dengan detail mengenai makanan yang aku makan di Paris. Yah, aku memang sengaja sih soalnya aku memang udah berniat menulis tentang ini secara khusus! :wink: Kenapa? Yah, soalnya masakan-masakannya ENAK BANGET!!!!

* Macarons

Semenjak aku membaca postingnya Arman yang ini dan melihatnya di Masterchef Australia, aku sudah pengen banget makan macarons!! huahahaha :lol: Bahkan ya, dalam perjalanan musim panasku ke Jerman, Swiss, dan Austria, aku juga sambil nyari-nyari di toko roti gitu lho berharap ada yang jual kue manis ini! Yah, aku nemu sih satu bakery di Basel yang menjualnya tapi waktu itu bakery-nya udah tutup (sial!). Dan di Vienna, sebenarnya aku menemukannya. Dimana hayoo?? Jawabannya adalah di: McD!! Yup, McD! Muahahaha :lol: Ternyata di McCafe-nya itu mereka menjual macarons dan dipromosikan dengan nama McCarons, hahaha :D *maksa dotcom* Aku beli satu (yang harganya menurutku lumayan mahal ya, sebijinya 90 sen gitu) dan rasanya biasa saja. Nah, pada waktu ini aku sudah merencanakan perjalanan ke Paris bulan September berikutnya dan aku berjanji pada diriku untuk makan macarons ketika berada di Paris! :D

FYI, macarons itu kue manis dari Prancis gitu. Makanya masuk akal dong aku berharap nemu macarons di Paris, secara Paris kan ibukotanya Prancis gitu loh, ya nggak? haha :P

Jadi, ketika aku berada di Paris, temanku (yang ternyata juga penasaran banget nyoba macarons Prancis di tempat asalnya (ternyata di Australia banyak yang jual macarons tuh!)) dan aku berburu macarons deh! huahaha :lol: Kami nemu satu bakery di tengah kota yang menjual macarons. Makanya kami mampir. Kami mencoba macarons “besar”, yang harganya sebijinya 5,6 euro gitu deh! :shock: Harganya lumayan bikin syok juga ya tapi nggak papa lah ya sekali-sekali, huahaha :lol: . Aku tahu aku nggak boleh bermain aman disini (maksudnya memesan yang rasa standar kayak coklat ato vanila gitu) dan akhirnya memesan macarons yang rasa kelapa. Temanku malah lebih nekad lagi dengan memesan macarons yang rasanya kedengeran aneh gitu deh (nggak ingat rasa apa, tapi kayak rasa biji dari bunga atau buah apa gitu, haha :P ). Ketika macarons-nya tiba, reaksiku adalah: “Ya memang lebih besar dari macarons mini sih, tapi ukuran segini ya NGGAK BESAR lah“. Bisa dilihat deh fotonya di atas. Dan kami pun memakannya. Rasanya lumayan sih, tapi kami tetap merasa 5,6 euro ya masih mahal banget lah untuk itu! haha. Maksudku, mendingan kami beli beberapa macarons mini dengan uang 5,6 euro daripada beli satu macaron “besar” ini.

Nah, di kesempatan lain, ketika kami makan di restoran di dalam Istana Versailles itu, kami memutuskan untuk membeli satu boks macarons mini sebagai pencuci mulut (sebenernya gara-gara masih laper aja sih, hahaha :P ). Harganya 18 euro buat seboks isi 10 macarons. Masih lumayan mahal sih ya, tapi biarlah. Kan ini macarons di Paris gitu loh, haha :D Dan waktu ini, macarons-nya ENAK BANGET!! Rasanya tuh lembut dan enak deh! Favoritku adalah yang rasa mocca soalnya rasa mocca-nya bener-bener pas dan nendang banget! Tapi aku nggak suka yang rasa coklat sih soalnya rasanya cuma kayak brownies biasa gitu deh, haha :D Tapi, tetep ya, secara keseluruhan, macarons itu ENAK banget!! :D :mrgreen: Jelas aku pengen makan lagi deh!

* Masakan Prancis

Tahu dong, Prancis kan terkenal sama masakannya gitu ya. Dan image yang menyelimuti masakan Prancis itu adalah keeleganannya dan keglamorannya. Dan karena aku sudah makan masakan Prancis selama empat hari disana, aku bisa mengonfirmasinya. Masakan Prancis itu SESUATU BANGET!!! *halah*

Yah, aku juga suka banget loh sama masakan Italia (damn, aku suka semua pasta, pizza, dll yang aku makan tahun lalu di Italia nih!!), tapi masakan Prancis kan beda gitu ya. Bedanya adalah, masakan Prancis itu fokus lebih pada kualitas daripada kuantitas. Aku rasa mereka sangat fokus banget sama yang namanya teknik memasak deh. Sampai-sampai, ketika kita makan masakan itu, kita bisa merasakan bahwa makanan itu MAHAL! Di sekali waktu, aku ceritanya makan bebek gitu deh (lupa namanya apa, haha :D ). Nah, tekstur daging bebeknya itu sempurna banget loh!! Teksturnya itu bisa lembut dan tender banget, potongan dagingnya juga bisa pas banget jadi masing-masing urat dagingnya bisa bener-bener terasa halus di mulut. Rasanya juga enak sih (dan sedikit mengingatkanku akan “Bebek Goreng Haji Slamet” di Indonesia), tapi tekstur dagingnya itu beneran JUARA banget deh (ribuan kali lebih enak daripada tekstur daging bebeknya “BGHS” deh menurutku)!! :shock: Heran deh, koq bisa ya memasaknya seperti itu!! :shock:

Dan itulah mengapa, ada seni tersendiri dalam makan masakan Prancis. Makannya itu nggak boleh cepet-cepet, soalnya kalo enggak kita bakalan masih lapar setelahnya (setidaknya ini berlaku untukku sih, hahaha :P ). Tapi ini susah juga sih untuk aku praktekkan, soalnya kan aku pada dasarnya itu orang yang makannya cepat gitu deh. Gimana ya, ya sudah begitu sih. Aku kalau makan (biasanya) cepat, haha :D .

Ada satu masakan Prancis yang belum aku coba sih. Masakan itu adalah escargot. Dan yang satu ini, memang harus aku coba di kesempatan berikutnya ketika aku berkunjung kesana, hehe. Kalo nggak tahu escargot itu apa, tanya Google aja deh! :)

* crêpe

Sedikit aja ceritaku tentang ini. Perjalananku ke Paris membuatku sadar bahwa crêpe tuh sebenarnya hanya pancake aja ya!! hahaha :D