#955 – (Almost) New Semester

ENGLISH

First of all, I want to say “Happy Lebaran” to all people who celebrate it.

Btw, I think I already mentioned this last year: Eid is not celebrated here in the Netherlands. Even, there is no official day offs in the calendar for it. And many people here do not even know what Eid is. So, if you plan to come here during this occasion, do not expect Eid to be celebrated like in Indonesia :) .

Well, because Eid is not celebrated here, it means that these days are still normal days here. However, apparently, the studying week of TU Delft will just officially start next week. So, even though there is no Eid holiday now, currently I am also still in a holiday: the last week of my summer break! :D Plus, because of this year’s edition of Masters Kick Off (MKO) of my faculty, there will be no class next week, i.e, all classes will start in two weeks! huahahaha :lol: :cool: .

But actually that makes no difference though. I am only planning to take one class this semester (later in the second quarter, I will take another class). So, whether it starts next week or the week after that does not really make too much of difference for me. Besides, I still have a project to be done by mid September. So, with or without a break this week, I still have to work on this project this week and next week to meet the deadline. Yeah, this is how it feels like to study in TU Delft: as a non-new student, even the week before official lectures start, you already get something to work on! :roll:

Speaking of new semester, I think a lot of new students have arrived here in Delft (obviously as they already had their introduction week last week). I started to recognize it today as it affected the practicality of my life a little bit: there were more bikes in the bike parking area of my apartment! Which translated to: it was more difficult to get a parking spot for my bike! hahaha :P

Currently full bicycle parking area in my apartment!

BAHASA INDONESIA

Pertama-tama, aku ingin mengucapkan “Selamat Idul Fitri” bagi semua yang merayakan.

Btw, kayaknya sudah aku sebutkan tahun lalu: yang namanya Idul Fitri itu tidak dirayakan di Belanda. Makanya, di kalender juga tanggal Lebaran itu bukan tanggal merah. Malah banyak orang sini yang nggak tau apa itu Lebaran, hahaha. Jadi, kalau ada yang berencana datang kesini pas masa-masa Lebaran, jangan berharap Lebaran itu dirayakan kayak di Indonesia yah :) .

Ya, karena Lebaran tidak dirayakan disini, artinya hari-hari sekarang ini ya hari-hari kerja biasa saja disini. Namun, ternyata, minggu efektifnya TU Delft baru mulainya minggu depan loh. Jadi, walaupun disini nggak ada libur Lebaran, aku sih masih libur-libur aja koq: seminggu terakhir dari liburan musim panasku! :D Ditambah lagi, karena ada Masters Kick Off (MKO) di fakultasku, nggak akan ada kuliah deh minggu depan, artinya, kelasnya baru mulai dua minggu lagi! huahahaha :lol: :cool: .

Eh, tapi sebenarnya hal di atas nggak pengaruh juga sih. Toh aku juga berencana hanya mengambil satu kelas aja semester ini (nanti di kuarter kedua baru berencana ambil satu lagi). Jadi, kelasnya mulai minggu depan atau minggu depannya lagi ya sama aja lah buatku. Apalagi, aku kan ada satu proyek yang harus selesai pertengahan September ini. Jadi, ada libur atau enggak minggu ini, aku masih harus mengerjakan proyek ini minggu ini dan minggu depan deh biar deadline-nya terkejar. Ya, beginilah deh rasanya kuliah di TU Delft: sebagai mahasiswa bukan-baru, bahkan seminggu sebelum kuliah resmi dimulai aja sudah ada hal yang harus dikerjakan! :roll:

Ngomongin semester baru, aku rasa banyak mahasiswa barunya TU Delft yang sudah tiba di Delft ini deh (ya iya lah ya, kan introduction week-nya aja minggu lalu :P ). Aku mulai merasakannya hari ini soalnya hal itu agak mempengaruhi kepraktisan hidupku sedikit: sekarang jadi ada banyak sepeda di tempat parkir sepeda di apartemenku! Yang artinya: jadi lebih susah deh nyari parkiran kosong untuk sepedaku! hahaha :P

#954 – 2011 Austria Summer Trip (Part I)

Just like before, due to its length, I will only write this sequence of entries in bahasa Indonesia only. Sorry for the inconvenience :)

===

Hari 1 (Rabu, 17 Agustus 2011)

Aku dan temanku berangkat dari Delft sekitar jam 10.15an naik kereta menuju bandara Schiphol. Singkat cerita, berangkatlah kami naik penerbangannya transavia menuju Innsbruck dengan menggunakan Boeing 737-7K2 kode registrasi PH-XRA nomor penerbangan HV 6609.

Ceritanya, semenjak beberapa tahun yang lalu, aku sudah tahu bahwa bandara Innsbruck itu terkenal akan keindahan dan keelokannya. Makanya waktu booking tiket aku mau deh membayar sedikit ekstra untuk memilih kursi yang di jendela yang bisa lihat pemandangan di luar. Dan benar saja, semenjak sekitar sepuluh menit sebelum touch down di landasan pacu bandara Innsbruck, pemandangannya itu kayak gini:

Pemandangan sebelum mendarat di bandara Innsbruck di Austria.

Pemandangan sebelum mendarat di bandara Innsbruck di Austria.

Pemandangan sebelum mendarat di bandara Innsbruck di Austria.

Kota Innsbruck seperti yang terlihat di pesawat sebelum mendarat

Gila kan indahnya? Dan proses mendaratnya seperti ini:

Dan setelah mendarat, pesawatnya berhenti, dan turun dari pesawat; terlihat pemandangan bandara yang kayak gini:

Bandara Innsbruck dan pesawat Boeing 737-7K2 kode registrasi PH-XRA milik transavia.

Beneran deh, bandara Innsbruck itu adalah bandara terindah yang pernah aku kunjungi selama ini! Buaguss banget!!

Lalu, naiklah kami bus umum menuju pusat kota. Karena baru bisa check in setelah jam 5 sore, kami memutuskan untuk menyimpan tas di stasiun dan jalan-jalan keliling kota dulu. Altstadt (Kota Tua) di Innsbruck cukup menarik juga. Kami naik ke atas sebuah menara (lihat-lihat sekeliling kota) dan tentu saja keliling-keliling gitu. Beberapa tempat disana kami masuki (karena gratis, eh tapi menaranya itu bayar ding) dan lewati. Suasananya lumayan dah, dan memang rame banget.

Pemandangan di salah satu square di Innsbruck

Pemandangan dari atas sebuah menara di Innsbruck

Sekitar jam 6, kami kembali ke stasiun untuk mengambil tas untuk kemudian check in di hotel. Setelah check in, kami kembali lagi ke Altstadt buat makan malam. Kami memilih satu restoran yang nampaknya lumayan. Setelah melihat-lihat menunya, aku tertarik untuk makan Tirolean Kedgeree, semacam menu lokalnya sana gitu. Setelah memesan, aku menyadari bahwa waktu itu suasana restorannya lagi seperti ini:

Restorannya sedang rame kayak gini

alias: RAME buanget! Dan nggak cuma bagian ini saja lho. Restorannya punya dua area/ruangan lain yang besarnya kira-kira segitu juga, dan itu juga penuh banget! Langsung deh begitu pesan kami menduga bahwa masakannya bakal cukup lama keluarnya, rame gitu. Lalu, tiba-tiba, semenit kemudian, datanglah Tirolean Kedgeree yang kami pesan!! :shock: Uwaa, cuepet banget gitu keluarnya!! :shock:

Tirolean Kedgeree

Btw, menu ini terbuat dari kentang dan daging, plus telur ceplok dan salad. Rasanya lumayan juga.

Setelah makan, kami pulang ke hotel dan istirahat malam.

Hari 2 (Kamis, 18 Agustus 2011)

Sehari sebelumnya, kami memutuskan untuk membeli Innsbruck Card. Sebuah kartu seharga 29 euro yang mana dengan kartu itu kita bisa masuk ke semua atraksi di Innsbruck (masing-masing sekali saja tentunya ya) termasuk alat transportasinya dengan gratis selama 24 jam semenjak kartu pertama kali digunakan (ada varian lain sih yang 48/72 jam kalau tidak salah, harga juga menyesuaikan tentunya ya :) ). Kami sudah menghitung dulu sih *tentu saja :cool: * dan bagi kami worth it juga koq membeli kartu ini.

Maka dari itu, tujuan utama kami hari itu adalah tempat yang bagus, dan kalau bisa yang jauh plus mahal *nggak mau rugi banget :P *. Tujuan pertama kami adalah Swarovski Kristallwelten, museumnya Swarovski yang terletak di Welten, sekitar 30 menit dari Innsbruck. Kami naik shuttle bus yang berangkat dari stasiun kereta Innsbruck jam 9 pagi. Tiga puluh menit kemudian, tibalah kami di Swarovski Kristallwelten itu. Dan saudara-saudara, pemandangan disana itu bagus banget loh!! Tamannya sendiri juga bagus banget! Kalau ngomongin museumnya ya bagus juga lah. Di dalamnya ada crystal dome dan banyak barang-barang yang dibuat dari kristal. Cuma kalau aku pribadi sih lebih suka pemandangan alamnya yang ada di luar museumnya itu yah :) .

Taman di Swarovski Kristallwelten di Welten, Innsbruck.

Icon-nya Swarovski Kristallwelten

Jam 11.30 siang, kami naik shuttle bus untuk kembali ke pusat kota. Di kota, kami ganti bus dan pergi ke sebuah kastil yang namanya Schloss Ambrass. Aku nggak berharap terlalu banyak sih dari kastil ini, soalnya baca-baca dalamnya sudah disulap jadi museum. Dan menurut beberapa review yang temanku baca, museum-museum di Innsbruck umumnya bisa koq di-skip, kecuali yang Swarovski itu. Tapi ya berhubung sudah sampai sana dan kami ada Innsbruck Card, ya sudah deh kami kunjungi saja. Toh bangunan kastilnya kan menarik buat foto-foto, hahaha :) . Dan memang, Schloss Ambrass ya menurutku gitu-gitu aja sih.

Kastil Ambrass di Innsbruck

Setelah dari Schloss Ambrass, tujuan kami adalah area Nordkette dimana kita naik ke puncak salah satu gunung di pegunungan Alpen di sekitar Innsbruck. Nah, naiknya ini bisa dilalui dengan dua pilihan: hiking alias jalan kaki atau naik kereta gantung. Tentu saja dong kami naik kereta gantungnya, ogah aja suru jalan kaki ke puncak gunung yang tingginya sampai 2256 meter dpl dari kota Innsbruck yang tingginya 574 meter dpl. Lagian kereta gantungnya ini juga gratis koq soalnya kami punya Innsbruck Card itu (ni kartu ternyata sakti juga ya, hahaha. Beli tiket kereta gantung ngeteng-nya aja sudah 21,60 euro sendiri loh buat orang muda (kayak aku :D ) setelah diskon).

Kereta gantung naik ke Seegrube

Pemandangan ketika sedang naik kereta gantung ke puncak gunung.

Untuk ke puncak Hafelekar, kami mesti naik tiga alat transportasi: naik funicular ke Hungerburg; lalu naik kereta gantung pertama yang lumayan panjang ke Seegrube; lalu naik kereta gantung kedua ke Hafelekar. Dan naiklah kami di semua alat transportasi itu. Kereta gantungnya lumayan besar koq, satu kereta muat sekitar 30-40an orang. Di atas: pemandangannya keren banget! Puncak-puncak pegunungan Alpen yang di sekitar Innsbruck terlihat dari situ! Dan di atas itu dingin loh, padahal di kota Innsbruck-nya kan lumayan panas. Btw, tau nggak, di puncak gunung gitu ya, ternyata ada sinyal wifi loh, huahaha :lol: .

Puncak Alpen!

Pegunungan Alpen

Pegunungan Alpen

Setelah sekitar satu jam di atas, kami memutuskan untuk turun. Kami memutuskan untuk mampir sebentar di Alpenzoo, soalnya dalam perjalanan ke atas itu kami melewati kebun binatang ini. Dan katanya kebun binatang ini unik karena binatang-binatang yang ada di dalamnya itu binatang khas pegunungan Alpen. Dan berhubung masuknya gratis dengan Innsbruck Card, mampirlah kami disana.

Dan ternyata, Alpenzoo itu adalah contoh kebun binatang yang sangat berperi-kehewanan tapi nggak berperi-kemanusiaan loh. Mengapa? Coba lihat salah satu contoh kandang yang ada disana seperti yang aku foto ini:

Mana binatangnya????

Coba deh: mana ini binatangnya!?!?!?!? Mana?? :mad: . Dan setelah diamati dengan teliti, ternyata binatangnya ada tuh di salah satu batu di situ, dan binatangnya kecil. Temanku langsung berkomentar kalau ngelihat binatang di kandangnya malah jadi berasa kaya permainan “mencari” gitu, haha. Makanya deh aku bilang kebun binatang ini sangat berperi-kehewanan, karena tempat tinggal hewannya dibuat sedemikian mirip dengan habitat aslinya, termasuk ukurannya yang generous banget; tapi nggak berperi-kemanusiaan soalnya kan orang-orang yang sudah masuk jadi susah ngeliat binatangnya :roll: ! hahaha :lol: . Untung masuknya gratis, kalo gak bisa ngomel-ngomel deh aku, hahaha.

Tujuan kami selanjutnya adalah Bergisel, sebuah menara yang dijadikan tempat untuk kompetisi ski di musim dingin. Sayang, kami telat datangnya sehingga pas kami disana, tempatnya sudah tutup. Agak menyebalkan sih, soalnya untuk kesana kan kami harus jalan lumayan jauh mendaki bukit gitu (sebenarnya nggak perlu sih, ini gara-gara kami salah halte buat turun aja, hahaha :P . Habis nama haltenya juga menjebak sih, namanya “Bergisel” padahal masih jauh dari Bergisel dan halte berikutnya itu lebih dekat kesana :mad: ). Tapi setidaknya bisa ambil satu fotonya sih, hahaha.

Bergisel

Setelah itu, kami kembali ke Altstadt untuk makan malam. Setelah makan malam, kami berkeliling sebentar buat mencari souvenir. Kemudian, kami balik ke hotel, dan berakhirlah hari kedua kami di Innsbruck.

BERSAMBUNG…

Selanjutnya: Kami beranjak dari Innsbruck menuju Salzburg.

#953 – 2011 US Open Prediction

ENGLISH

The fourth and last grandslam tennis tournament of the year, the US Open, is going to start this Monday, and this excites me! Just like before at this year’s Wimbledon and French Open, I want to write my own prediction:

Men’s Singles

Novak Djokovic, the current world no.1 and currently enjoying his best season: reaching 10 finals, winning 9 of them out of 11 tournaments he has played this year, still seems to be the hot favorite. However, his retirement in his last final against Andy Murray due to shoulder injury might be a bit worrying though. Rafael Nadal, the defending champion, well, he is not that dominating on hard court. Roger Federer, even though still plays an exquisite tennis, might not be that strong as a contender as he was three years ago. Andy Murray has been quite in a good and descent form, but has never been quite able to nail it down in grandslam occasion. Having said so, I think the chance for player other than these four to win the title is sufficiently thin. I still think the winner would be either one of these four.

Interestingly enough, for me, the chance for each of them are fairly equal. Okay, maybe one of them has slightly more chance than the other, but not that significant IMO. So, to see better, I would like to see the draw. Looking at the draw. Federer seems to have the toughest draw out of the four. With possibility of quarterfinals meeting against Tsonga (who beat him in the last two occasions in Wimbledon and Montreal) or local favorite Mardy Fish who has just won the US Open Series. If he manages to pass this test, he might face Djokovic in the semifinal, whom has to pass also his quite tough draw with possible 4th round meeting against Gasquet and QF meeting agains Berdych or Monfils. In the other side of the draw, both Murray and Nadal got good draws. I don’t see any threats for them to advance to the SF. Between Murray and Nadal, well, it is kinda 50-50 though, but I will still pick Murray this time. In fact, I would pick Andy Murray as the winner of this year’s US Open! :)

Final prediction: Novak Djokovic vs Andy Murray.

Women’s Singles

Kim Clijsters’ withdrawal from the tournament seemed to favor Serena Williams and Maria Sharapova to some extent. Williams, who has had quite a tremendous summer, winning two titles in Stanford and Toronto; and currently on a 12 match winning streak, seems to be the hot favorite. She jumped from being ranked 175th in July to be ranked 29th as of now, just in one month! She was not at her best during Wimbledon for sure, but her recent performance has been quite convincing. Sharapova has also enjoyed a good season this year. Currently ranked number 4, she is in the other half of the draw from Williams. In fact, I think most people would predict the final to be between these two. However, still, another factor should be taken into account. Venus Williams is participating this year. She might face Sharapova in the SF given that she manages to win her side of the draw. However, being inactive for so long, we don’t know what to expect from Venus. She might come out there and play tremendous tennis or there is too much rust. We will see. Interestingly enough, the current world no.1, Caroline Wozniacki, seems to be “sidelined”. She might face Serena Williams in the SF. But Wozniacki’s latest performance has not been that great, losing in her first matches both in Toronto and Cincinnati. True, she is in the final of New Haven this week, a smaller tournament, but we will see. She is now under enormous pressure to defend those points she acquired at this time last year.

My pick for the win? Well, my gut feeling says it might be Serena Williams. And so that is my pick! :) And logically, the final is likely to be between Serena and Sharapova.

Andy Murray, the current world no.4; and Serena Williams, the current world no. 29; both are my picks for the US Open titles this year

note : Andy Murray’s picture was taken from here while Serena Williams’ was taken from here.

BAHASA INDONESIA

Turnamen tenis level grandslam yang keempat dan terakhir tahun ini, US Open (Amerika Terbuka), akan dimulai Senin ini, dan aku sudah excited nih! Sama seperti sebelumnya kayak waktu  Wimbledon dan French Open tahun ini, aku ingin menulis sedikit mengenai prediksiku:

Tunggal Putra

Novak Djokovic, pemain berperingkat 1 dunia saat ini dan sedang menikmati musim terbaiknya: mencapai 10 final, menenangi 9 di antaranya dari 11 turnamen yang telah ia mainkan tahun ini, sepertinya masih menjadi favorit ya. Hanya saja, ketika ia mengundurkan diri di final terakhirnya lalu saat melawan Andy Murray karena cedera pundak, ini sepertinya cukup mengkhawatirkan. Sang juara bertahan, Rafael Nadal, yah, ia juga nggak semendominasi itu di lapangan keras. Roger Federer, walau harus diakui ia memang masih memainkan tenis dengan cantik dan elegan, tapi sekarang ia sudah tidak sefavorit itu untuk memenangi turnamen ini seperti ketika tiga tahun yang lalu. Andy Murray juga sedang berada dalam performa yang baik dan cukup oke, tapi sejauh ini belum pernah bisa tampil maksimal di level grandslam. Walau begitu, aku rasa sih peluang pemain lain selain empat ini untuk bisa menjuarai turnamen ini masih sangat kecil sekali sih. Aku rasa pemenangnya ya bakalan satu dari empat ini.

Menariknya, untukku sih, peluang bagi masing-masing bagi mereka imbang lah. Oke, mungkin yang satu sedikit lebih berpeluang dari yang lain, tapi bedanya juga nggak signifikan lah IMO. Jadi, untuk memprediksi lebih baik, aku meliat undiannya. Melihat undiannya, Federer sepertinya mendapat bagian yang paling berat dari empat itu. Dengan kemungkinan pertemuan delapan besar melawan Tsonga (yang mengalahkannya di dua pertemuan terakhir mereka di Wimbledon dan Montreal) atau favorit lokal Mardy Fish yang baru menjuarai US Open Series. Jika ia mampu melewati tes ini, mungkin ia akan bertemu Djokovic di semifinal, yang mana Djokovic sendiri harus bisa mampu melewati undiannya yang cukup berat juga. Ia mungkin harus melawan Gasquet di babak keempat dan delapan besar melawan Berdych atau Monfils. Di sisi lain dari undian, Murray dan Nadal sepertinya mendapat undian yang bagus. Aku nggak terlalu melihat adanya ancaman bagi mereka untuk mencapai SF. Di antara Murray dan Nadal, ya peluangnya 50-50 lah menurutku, tapi aku milih Murray aja ah. Bahkan, aku memprediksikan Andy Murray deh sebagai juara US Open tahun ini! :)

Prediksi final: Novak Djokovic vs Andy Murray.

Tunggal Putri

Mundurnya Kim Clijsters dari turnamen ini sepertinya semakin menguntungkan Serena Williams dan Maria Sharapova sampai titik tertentu. Williams, yang tampil sangat mengagumkan musim panas ini dengan menjuarai dua turnamen di Stanford dan Toronto, kini sedang berada di 12 kemenangan beruntung, sepertinya ia lah favorit untuk menjadi juara tahun ini. Ia melompat dari ranking 175 Juli lalu ke ranking 29 saat ini, hanya dalam waktu sebulan! Betul, ia memang tidak tampil maksimal di Wimbledon, tapi performanya akhir-akhir ini sudah cukup meyakinkan. Sharapova juga sedang menikmati musim yang baik deh tahun ini. Saat ini berperingkat 4 dunia, ia berada di sisi lain dari undian dari Williams. Malah, aku rasa banyak orang akan memprediksikan finalnya adalah antara dua ini nih. Tapi, masih ya ada faktor lain yang perlu diperhatikan. Venus Williams bakal main juga loh tahun ini. Ia mungkin akan melawan Sharapova di SF, kalau ia berhasil memenangi sisi undiannya. Namun, karena tahun ini belum tampil di terlalu banyak turnamen, sulit untuk memprediksi bagaimana performa Venus. Bisa saja sih ia main dengan bagus sekali atau mungkin ada kebanyakan karat di permainannya. Yang menarik lagi, peringkat 1 dunia saat ini, Caroline Wozniacki, justru sepertinya malah terkesampingkan. Ia mungkin akan melawan Serena Williams di SF. Tapi performanya Wozniacki akhir-akhir ini belumlah terlalu meyakinkan deh, kalah di dua pertandingan pertamanya di Toronto dan Cincinati. Memang, ia masuk final di New Haven minggu ini, sebuah turnamen yang lebih kecil, ya we will see lah. Ia juga sekarang sedang berada di bawah tekanan besar untuk mempertahankan banyak poin yang ia kumpulkan pada waktu ini tahun lalu.

Pilihanku akan juaranya? Ya, feeling-ku sih mengatakan Serena Williams deh. Jadi aku memilih ia saja ah! :) Dan secara logika, aku rasa finalnya adalah antara Serena dan Sharapova.

#952 – Austria Trip (Preambule)

ENGLISH

Hello people, I am now back from my ten day vacation to Austria! I know you are missing me! hahaha :P :cool: . I just landed at Rotterdam Airport this afternoon at around 4 PM and that is why I am kinda so tired now. But hey, it does not prevent me to share a little bit of my experience during the trip. Well, I am not writing down the detail about the trip now, I will do that later. I just want to share something more general related to the trip!

Austria vs Australia

So, before the trip began, I had some talks with some friends here and I told them that I was going to Austria mid August. And the reaction from some of them were like: “What? You are going to Australia? But that is so so so far away!” or “What? Isn’t that the country in a big island [read: continent] that is very very far away from Europe and is to the south of Indonesia? Why are you going to a place which is like a million km far?” :lol:

It is quite funny that they mistakened Austria and Australia, hahaha :P But apparently people, this kind of mistake is quite common, apparently! It is indicated in this kind of souvenir that I found everywhere in Austria:

"No Kangaroos in Austria"

“No Kangaroos in Austria”. :lol: I guess this kind of thing happens all the time!

Super Hot and Sunny!

During my whole stay in Austria, the weather was very consistent, and it was consistent for being: super hot and very sunny! Well, actually there was one day where it was raining, but the rain only lasted for like one hour. After that, the cloud went away and it became sunny again. Also, it was super hot that the temperature was constantly around 33 – 36 Celsius!! And it was crazy!! It forced me not to wear my jacket *obviously* (well, in the Netherlands, even though it is summer, I still prefer to wear jacket, except on some special days). As a result: I got extremely tanned!! hahaha :P In fact, maybe I am kinda overtanned now :lol: :cool: . One day I got sunburnt in my neck and a bit on my hands, but luckily it was fine. Well, the good news is that even though it was extremely hot, it was not really humid so it was still fine to do outdoor activities.

p.s: but one thing sucked. I went back to Holland today, on Friday. According to the weather forecast, the weather in Vienna was predicted to be around 25 Celsius starting this Saturday! Damn! It seemed that I stayed in Austria only when the temperature was peaking! :mad: :cry:

Budget?

Well, actually, I don’t think Austria is an expensive country, to live in. I mean, the living cost, especially in Vienna, is very okay as I found a lot of cheap restaurants, including in the main and crowded area. However, as a tourist, it will cost you a lot of money to see the attractions, mainly the museums! Btw, Vienna Card was pretty much useless when you were still a student under 26 year old just like me, haha :P . It was because the student discount was still bigger when you were a student under 26 than when you were a holder of the Vienna Card. Of course it is not optional. As a tourist or traveller, I believe you prefer to see what is unique about the city. I don’t think (at least this is from my point of view) it is wise to choose not to see the attraction just to “save” some euros. It is not like you spend money to go to a city and choose to just stay in the hostel because you don’t want to spend more money on the attraction, no? Well, CMIIW.

The point is, this was my case. It totally kept me off guard and shocked me in the end that I spent unexpectedly a bit more than I anticipated before. So, what did I do? Well, don’t call me Zilko if I do not anticipate the unexpected thing beforehand :P :cool: . Everytime I travel, I always bring some extra money in my bag, worth one or two days or maybe three for living, just for the scenario where the unexpected thing happens (like when I am totally running out of money in my bank account). I never touch this money in a non-emergency situation. So, this was exactly the time to use that money, haha. And so I was able to go back to the Netherlands today sweet and sound, haha :D . I was kinda lucky though that this happened just two days before my schedule to go back home, so that amount of emergency money was still more than enough to cover my expenses.

A Very Beautiful Country!

But still, I have to admit that Austria is such a very beautiful country!! To see more details, wait for my next entries about this trip!

But here are some pictures that you can expect from this trip:

The Alps as seen from one top of the mountain near Innsbruck

The Alps as seen from one top of the mountain near Salzburg

The city of Salzburg

BAHASA INDONESIA

Halo semua, aku baru balik nih dari liburan selama sepuluh hari di Austria! Aku tahu deh pasti pada kangen ya! hahaha :P :cool: *dilarang muntah* Aku mendarat di Bandara Rotterdam sore tadi sekitar jam 4 sore dan itulah mengapa aku merasa lelah sekarang. Eh, tapi itu bukanlah alasan bagiku untuk tidak ingin berbagi sedikit pengalaman sepanjang perjalanan ini. Ya, aku belum akan menulis perjalananku dengan detailnya sih, itu nanti saja. Kini aku ingin menulis sesuatu yang lebih umum aja deh yang berkaitan dengan acara jalan-jalanku! e

Austria vs Australia

Jadi, sebelum aku mulai jalan-jalan, aku kan ngobrol dengan beberapa teman tuh, dan aku ngomong ke mereka kalau aku akan pergi ke Austria di pertengahan Agustus. Dan sebagian reaksi mereka adalah: “Apa? Kamu mau ke Australia? Tapi itu kan jauuuh banget!” atau “Apa? Itu bukannya negara yang berada di sebuah pulau besar [baca: benua] yang lokasinya jauuuuh banget dari Eropa dan ada di selatannya Indonesia itu ya? Ngapain sih kamu perginya ke tempat yang jauh amat gitu?:lol:

Lucu juga ya mereka mencampur-adukkan antara Austria dan Australia, hahaha :P Eh, tapi ternyata ya, kesalahan semacam ini tuh sepertinya agak umum loh! Seperti yang nampak di souvenir semacam ini yang aku temukan dimana-mana di Austria:

"No Kangaroos in Austria"

No Kangaroos in Austria“. :lol: Kayaknya yang seperti ini sering banget terjadi ya!

Panas dan Cerah Banget!

Ceritanya, di sepanjang waktuku di Austria, cuacanya itu konsisten banget loh, dan cuacanya itu konsisten di: super panas dan sangat cerah! Ya, sebenarnya ada sih sehari yang hujan, tapi hujannya juga cuma sejam aja. Dan habis hujannya beres juga awannya pergi dan jadi cerah lagi. Dan lagi, suhunya tuh puanas banget dan konsisten berada di 33-36 derajat Celsius loh!! Gila kan!! Cuaca kaya gini memaksaku untuk nggak make jaket *iyalah* (habisnya kalau di Beland, walau musim panas, aku biasanya masih lebih suka pake jaket sih, kecuali di beberapa hari tertentu saja). Dan hasilnya: kulitku jadi tanned!! hahaha :P Malah ya, mungkin agak terlalu tanned deh sekarang :lol: :cool: . Di satu hari malah kulitku di sekitar leher dan sedikit di lengan terbakar sinar matahari, tapi untungnya nggak parah sih. Ya, berita baiknya sih walaupun panasnya nggak kira-kira, tapi untungnya nggak terlalu lembab, jadi masih okelah untuk beraktivitas di luar ruangan.

p.s: tapi satu hal menyebalkan ding. Kan aku balik ke Belanda hari ini kan, hari Jumat. Nah, menurut ramalan cuaca, cuaca di Vienna diprediksi berada di sekitar 25 derajat Celsius loh mulai hari Sabtu! Sial! Kayaknya aku berada di Austria ketika temperaturnya sedang panas-panasnya nih! :mad: :cry:

Budget?

Ya, sebenarnya ya, aku rasa Austria bukanlah negara yang mahal, untuk ditinggali. Maksudku, biaya hidupnya, terutama di Vienna, masih oke banget lah soalnya aku juga nemuin banyak rumah makan yang murah, termasuk di area yang utama dan ramai. Namun, sebagai turis nih, yang bakal menghabiskan banyak uang itu adalah biaya untuk melihat atraksinya, terutama museumnya! Btw, Vienna Card juga nggak berguna loh ternyata kalau kita masih mahasiswa yang berumur di bawah 26 tahun kayak aku, haha :P . Soalnya diskon dari kartu mahasiswa lebih besar daripada diskon untuk pemegang Vienna Card. Tentu saja ini bukan pilihan ya. Soalnya sebagai turis ato yang lagi jalan-jalan kan aku rasa kita lebih prefer untuk melihat apa yang unik dari kotanya kan. Aku rasa (setidaknya menurut pendapatku saja yah) bukanlah hal yang bijak untuk memilih untuk nggak melihat apa-apa hanya untuk “menghemat” sekian euro. Kalo gitu buat apa kan bayar duit untuk pergi ke suatu tempat kalau di situ kitanya cuma tinggal di hostel aja nggak kemana-mana soalnya nggak mau mengeluarkan uang untuk melihat atraksinya? Ya, CMIIW.

Jadi, intinya adalah, ini adalah kasusku kemarin ini. Benar-benar nggak nyangka deh aku dan aku akhirnya mengeluarkan uang agak lebih banyak dari yang aku persiapkan sebelumnya. Jadi, apa yang kulakukan? Ya, jangan panggil aku Zilko kalau aku tidak mempersiapkan diri untuk hal yang tak terduga sebelumnya :P :cool: . Setiap kali aku jalan-jalan, aku selalu membawa sedikit uang ekstra di tas, yang mungkin nilainya cukup lah untuk hidup satu atau dua hari, atau mungkin malah tiga, untuk skenario dimana hal yang tak terduga terjadi (misalnya ketika aku kehabisan uang dan nggak ada uang sepeser pun di rekening ATM saat itu). Uang ini tidak pernah aku sentuh dalam situasi non darurat. Dan, inilah saat yang tepat untuk memakai uang itu. Akhirnya, aku kini bisa balik ke Belanda hari ini dengan aman, hahaha :D . Aku agak beruntung juga sih kejadian ini terjadinya hanya sekitar dua hari sebelum jadwalku pulang, jadi uangnya masih cukup lah buat membiayai pengeluaranku.

Negara yang sangat indah!

Tapi, aku masih harus mengakui bahwa Austria adalah negara yang sangat indah loh!! Kalau penasaran sama seberapa indahnya negara ini, tunggu deh posting-ku selanjutnya tentang perjalanan ini!

Kalo penasaran banget, di atas sudah aku attach sedikit foto dari perjalanan ini yang bisa dilihat di posting-posting nantinya :)

#951 – One Year in Europe

ENGLISH

I know, by the time this entry is published, which is now, I am currently on my second summer trip in Austria. Well, based on schedule, today I am moving from Innsbruck to Salzburg.

Anyway, so what is so special that made me write this entry beforehand and publish it automatically today? Well, it is because I want to treat this day as a special day for me. As of today, officially I have been one year in Europe! One freaking year! It means that I have not been in Indonesia for also one year now! (well, technically one year and one day because the trip from my hometown, Yogyakarta, to Delft in the Netherlands took about twenty eight hours (one hour Jogja – Jakarta flight, five hours waiting in Jakarta, seventeen hour Jakarta – Amsterdam (via Dubai) flight, three and a half hour waiting in Schiphol, and one hour bus trip to Delft)).

Wow, it has been one year!

That is definitely the theme today. One full year! One full colorful year! One full colorful and exciting year! I had always wanted to be able to visit Europe. And now, I can say that I have lived in Europe for one year! It is like dream comes true! Plus, I am standing on my own! I am (trying as much as possible to being) not really depending on my parents now! I have managed my scholarship money well and so far, I think, it has been pretty good! I feel very very blessed and fortunate for getting this super opportunity!

“It has been a year of hard work”

Of course, it is not like that I am moving to Europe just to have fun or travel around or just spending money here and there. I move here with a responsibility. By signing that scholarship contract, since the beginning I have known I have to work my ass off. And it is serious! It was true that I experienced a sort of “Europe-euphoria” (this is how I call it :D ) in the first month of my stay here. I felt like I was on vacation in Europe, :lol: . But the first several weeks in TU Delft really slapped my face. Those weeks reminded me on why I was (am) here. They also reminded me of another target: to finish everything in two years, because my scholarship only covers all fees for two years only. And I did not (and still don’t) want to finish late and pay extra myself. So, I immediately knew it was serious and I had to get on my working and serious mode and worked hard.

Indeed, I think I was working hard in that first year. Week after week since week 1 (my MKO week in Bunnik), there had always been assignments or projects to work on. Literally no week off. Yeah, literally. Many times we also had to work during the weekends! Even during the Christmas – New Year’s break, there were still several things to work on (or at least to worry about :x ). In my year-end trip to Italy, I had to slip some “studying agendas” in the trip. I worked on one project while we were on the train or when we were waiting for the train in the station. My friend even managed to study a little bit in the hostel! But you know what, it all paid off. I nailed the first semester. Then the second semester came. It was more practical than the first semester, which aplicativeness is something that I liked btw, but it did not mean less work. Even, there was actually more work to do. One report followed by another, one assignment followed by another, and so on. The workload seemed to double (okay, “double” is a bit an exaggeration maybe :P ). But somehow I managed to survive it and I think I have done pretty well.

So, this summer break has literally been the first time where I could really stop thinking about all those stuffs. And now I understand there is a reason why summer break is quite long here, hahaha :)

“In the other hand, it has also been a fun year”

Yeah, indeed it has. Within this one year, I have met a lot of new people. I have also made many new friends. And the beauty is, they come from many different backgrounds, from all over the world. It is very interesting because of the different background culture. It also means different point of view. I have heard very very interesting stories about another countries; about cultures which I, honestly, found “surprising” but they are apparently common there; etc. And I have to say that they are all very nice and kind people!

I have to admit I have not attended so many social events (like parties, etc). Well, I did attend several parties or events though, but I won’t say it was that often. Partly it was because of the heavy schedule, partly it was just me (because I am an introvert), haha. Maybe I should attend a bit of more party? Hmmm, I don’t know.

“And not to forget, it has been a year of good travelling”

And yeah, this is the exciting part. I have travelled a lot in that first year. It started with several cities in the Netherlands, like Den Haag, Rotterdam, Roermond, and Maastricht. Then in October, I went on a one week trip to Portugal. My friend and I visited Porto and Lisbon. In November, I visited two cities in Belgium, Leuven and Gent. In December, I started the month with my first ever visit to Amsterdam (yeah, it took me four months to finally visit the capital city of Holland, :lol: ), and ended the month with my two-week trip (as of now, this trip still holds the record of my longest ever trip) to Italy. My friends and I visited Milan, Pisa, Rome (and Vatican City), Florence, and Venice. During the springbreak in February, I visited Luxembourg. In April, my friends and I went to Keukenhof to see that famous tulip park in the Netherlands. And this summer break, I went to Germany and Switzerland last July and now I am in Austria. In between all those time in Europe, my friends and I also had some smaller one day trip to some places in Holland.

In one year, I have been in nine European countries: the Netherlands, Portugal, Belgium, Italy, Vatican City (it is a country, right? :D ), Luxembourg, Germany, Switzerland, and Austria (although later on this trip, I plan to visit Slovakia also, but it is still some days ahead so it will not be in this one year range :P ). For me, again, it has been amazing! I got the chance to see Europe with my own eyes!

Greeting My Second Year

Back to reality, starting from today, I am already in my second year here in Europe. This second year is surely going to be more challenging, but I will make sure that I also enjoy it. I already have a fun plan to Paris next September, that is a start. Also, I will work on my thesis this year (and hopefully I will finish it on time. Well, I must finish it on time! :cool: ). I also have that part time job I accepted last July. And one philosophical question has to be answered in this second year.

“What will I do next?”

Not just answering that question, but I also have to take action on it. Well, I already have several concepts in my mind now, but I will not spoil them here now. :)

So, it seems that it will be another year of hard work. There are still a lot to come, and I am ready for it. Bring it on!! :)

BAHASA INDONESIA

Aku tahu, ketika posting ini di-publish, yang artinya sekarang, aku sedang menikmati perjalanan musim panas keduaku di Austria. Yah, menurut jadwal sih, hari ini aku bepergian dari Innsbruck menuju Salzburg.

Anyway, lalu apa dong sesuatu yang spesial koq sampai-sampai aku membuat posting ini otomatis di-publish hari ini? Ya, karena aku ingin memperlakukan hari ini dengan istimewa. Tepat hari ini, resmi sudah aku berada selama satu tahun di Eropa! Satu tahun loh! Artinya aku sudah tidak berada di Indonesia selama setahun sekarang! (ya secara teknis sih setahun lebih sehari ya karena perjalanan dari kota asalku, Yogyakarta, ke Delft di Belanda itu membutuhkan waktu sekitar dua puluh delapan jam (satu jam penerbangan Jogja – Jakarta, lima jam nunggu di Jakarta, tujuh belas jam penerbangan Jakarta – Amsterdam (via Dubai), tiga setengah jam nunggu di Schiphol, dan satu jam perjalanan dengan bus menuju Delft)).

Wow, sudah setahun!

Ya, itulah tema hari ini! Satu tahun penuh! Satu tahun penuh yang sangat berwarna! Satu tahun penuh yang sangat berwarna dan mengasyikkan! Dari dulu aku tuh sudah pengen banget bisa mengunjungi Eropa. Dan sekarang, aku bisa berkata bahwa aku sudah hidup di Eropa selama satu tahun! Plus, aku juga cukup mandiri disini! Aku (berusaha sebisa mungkin untuk) tidak terlalu bergantung kepada orangtuaku lagi! Sejauh ini rasanya aku sudah mengatur uang beasiswa yang aku terima dengan baik! Aku merasa sangat diberkati dan beruntung bisa mendapatkan kesempatan super ini!

“Setahun kemarin adalah setahun penuh dengan kerja keras”

Tentu saja, aku datang ke Eropa kan bukan untuk berhura-hura, atau jalan-jalan saja, atau membuang-buang uang disana-sini. Aku pindah kesini dengan satu tanggung-jawab. Dengan menanda-tangani kontrak beasiswa itu, sejak awal aku tahu kalau aku harus bekerja keras. Dan ini serius loh! Memang benar bahwa aku mengalami “Eforia-Eropa” (ini istilahku sendiri :D ) di bulan pertamaku disini. Rasanya tuh seperti sedang liburan saja di Eropa, :lol: . Tapi beberapa minggu pertama di TU Delft benar-benar menyadarkanku. Minggu-minggu ini mengingatkanku mengapa aku berada disini. Mereka juga mengingatkanku akan suatu target lain: untuk menyelesaikan semuanya dalam dua tahun, karena beasiswaku hanya membiayai semua biayanya selama dua tahun saja. Da aku (masih) nggak mau untuk lulus terlambat dan membayar sendiri. Jadi, aku langsung sadar kalau situasi ini serius dan aku harus mulai bekerja dengan serius dan giat.

Dan memang, aku rasa aku telah bekerja dengan keras setahun ini. Minggu demi minggu semenjak minggu pertama (minggu MKO di Bunnik), selalu saja ada tugas atau proyek untuk dikerjakan. Beneran nggak ada minggu kosong loh. Beneran nggak ada. Sering juga kami harus bekerja ekstra di waktu akhir pekan! Bahkan ya, pada masa liburan Natal – Tahun Baru, ada saja hal-hal yang sebaiknya dikerjakan (atau setidaknya dipikirkan :x ). Di liburan akhir tahunku ke Italia, aku harus menyelipkan “agenda belajar” dalam perjalanan itu. Aku mengerjakan satu proyek ketika kami berada di kereta atau menunggu kereta di stasiun. Seorang temanku bahkan sempat-sempatnya belajar di hostel! Tapi semua itu terbayar. Aku menyelesaikan satu semester dengan cukup lancar. Kemudian semester kedua datang. Semester ini lebih aplikatif daripada semester pertama, yang mana keaplikatifan ini aku suka btw, tapi bukan berarti pekerjaan yang lebih sedikit. Malah, sebenarnya ada lebih banyak kerjaan yang harus dilakukan. Satu laporan diikuti laporan lain, satu tugas diikuti tugas lain, dan seterusnya. Beban kerjanya rasanya meningkat dua kali lipat (oke, ”dua kali lipat” ini agak berlebihan sepertinya :P ). Tapi entah bagaimana aku bisa melalui semua itu dan aku rasa aku sudah bekerja dengan cukup baik juga.

Jadi, beneran deh libur musim panas ini adalah pertama kalinya aku bisa berhentu sejenak dan menjauhkan diri dari semua itu. Dan sekarang aku paham mengapa liburan musim panas itu lumayan lama disini, hahaha :)

“Di sisi lain, setahun kemarin jugalah setahun yang menyenangkan”

Yeah, memang. Dalam satu tahun kemarin, aku sudah bertemu banyak sekali orang. Aku juga berteman dengan banyak teman baru. Dan indahnya, mereka datang dari berbagai macam latar belakang, dari seluruh penjuru dunia. Keragaman latar belakang ini sangat menarik. Ini juga berarti perbedaan cara pandang. Aku juga sudah mendengarkan banyak cerita menarik mengenai negara-negara lain; mengenai budaya-budaya yang aku rasa “mengejutkan” tapi ternyata masih berlaku disana; dll. Dan harus kubilang mereka semua adalah orang yang baik dan menyenangkan!

Harus kuakui bahwa aku nggak terlalu banyak menghadiri acara sosial disini (misalnya parties, dll). Ya, memang sih aku hadir di beberapa parties atau acara, tapi nggak sering-sering amat juga. Setengahnya ya karena jadwalku yang penuh, setengahnya lagi akunya sih (kan aku introvert :oops: ), haha. Mungkin aku harus menghadiri lebih banyak party? Yah, nggak tahu yah.

“Dan jangan lupa, setahun kemarin jugalah setahun yang penuh dengan acara travelling yang mengasyikkan”

Dan ya, inilah hal yang menarik. Aku banyak jalan-jalan selama setahun kemarin. Aku memulainya dengan mengunjungi beberapa kota di Belanda, seperti Den Haag, Rotterdam, Roermond, dan Maastricht. Kemudian di bulan Oktober, aku pergi ke Portugal selama seminggu. Temanku dan aku mengunjungi Porto dan Lisbon. Di bulan November, aku mengunjungi dua kota di Belgia, Leuven dan Gent. Di bulan Desember, aku memulai bulan itu dengan jalan-jalan ke Amsterdam untuk pertama kalinya (iya, butuh waktu empat bulan bagiku untuk mengunjungi ibukotanya Belanda untuk pertama kalinya, :lol: ), dan di akhir bulan aku jalan-jalan selama dua minggu (sampai saat ini, perjalanan ini adalah rekor jalan-jalan paling lama yang pernah kulakukan) ke Italia. Teman-temanku dan aku mengunjungi Milan, Pisa, Roma (dan Kota Vatikan), Florence, dan Venezia. Di masa libur musim semi di bulan Februari, aku mengunjungi Luxembourg. Di bulan April, aku dan teman-temanku mengunjungi Keukenhof untuk melihat taman bunga tulip di Belanda yang terkenal banget itu. Dan di libur musim panas lalu, aku pergi ke Jerman dan Swiss, dan kini aku berada di Austria. Di sela-sela waktuku selama setahun kemarin, aku dan teman-teman juga melakukan jalan-jalan singkat ke beberapa tempat di Belanda.

Dalam setahun, aku sudah mengunjungi sembilan negara di Eropa: Belanda, Portugal, Belgia, Italia, Kota Vatikan (ini satu negara loh :D ), Luxembourg, Jerman, Swiss, dan Austria (walau di perjalananku kali ini nanti, aku juga berencana mengunjungi Slowakia sih, tapi kan masih beberapa hari ke depan jadi nggak masuk dalam rentang waktu setahun ini :P ). Untukku, sekali lagi, ini beneran menakjubkan! Aku bisa melihat Eropa dengan mataku sendiri!

Menyambut Tahun Keduaku

Balik ke dunia nyata, mulai hari ini, aku sudah berada di tahun keduaku di Eropa. Tahun kedua ini tentu akan lebih menantang, tapi aku akan memastikan bahwa aku menikmatinya. Aku sudah memiliki satu rencana mengasyikkan ke Paris September nanti, suatu permulaan tuh. Juga, aku akan mengerjakan tesisku tahun ini (dan mudah-mudahan selesai tepat waktu. Eh, HARUS selesai tepat waktu! :cool: ). Aku juga menerima satu pekerjaan sampingan Juli lalu. Dan satu pertanyaan filosofis harus terjawab di tahun kedua ini.

“Apa rencanaku selanjutnya?”

Nggak cuma menjawab saja, tapi aku juga harus merealisasikannya. Yah, aku sudah ada beberapa konsep di benakku saat ini, tapi aku rasa sekarang belumlah saat yang tepat untuk membagikannya. :) *sok misterius*

Jadi, sepertinya tahun kedua ini akan menjadi satu tahun penuh kerja keras lagi. Masih banyak hal-hal yang akan terjadi, dan aku sudah siap menghadapinya. Bring it on!! :)

#950 – Summer Project and TBC Test

ENGLISH

One Project: Done!

My life last week revolved around one final project for one class. Well, actually, as I mentioned before, this project was optional for me. Working on it, well, I would get some extra credits ; not working on it, no problem as this course was not a mandatory course for me in the first place, just an extra elective course. But because basically I am a very dilligent person with working hard as one hobby of mine *coughing* :cool:  I had some spare time this summer, so I elected to take this project. I thought it was better than having nothing to do. Plus, I could use some extra credits, right? :)

Btw, actually there were two other crucial reasons that helped me decide to take this project. Well, so, this final project consisted of two parts: theoretical part and making a short paper part. Now, those two reasons were:

(1) I looked the theoretical part and I think I could do them. Further, a friend of mine found some materials online that would help us solving those problems. Not bad, muahahaha :lol:

(2) For the paper part, during my undergraduate study some years ago, I already wrote a paper with the exact SAME material with this one! Then, I checked my old files in my computer, and apparently I still had that file! muahahahahaha :lol:  *feeling lucky for copying my old undergraduate files to my new laptop that I brought to the Netherlands* That was awesome, no? :mrgreen: Well, of course it did not mean I could just copy and paste and translate my old report to English though. Not the case at all, as when I reread what I wrote in that old paper, the level of analysis was soo undergraduate, not cool enough to be a graduate level paper *tsck!* :P But still, it was not bad, as at least I already had the frame for the paper. I only needed to rearrange them and deepened the analysis.

But btw, even with those two advantages, it did not mean I could finish the project in a short time like the working overnight system. (note: working overnight system is a system where someone starts working on an assignment one day (or not long) before the deadline and rushes it through the night with the hope of finishing it before the deadline expires. This is quite a popular system among students in Indonesia *but personally I don’t like it*). *well, but it is impossible to implement working overnight system here though. If a student implements this system, then it is very likely this student will fail :D *. In total I spent like 8 days (including weekend) to finish this project. Without those two advantages, maybe I would have needed more time, or at least I would have to work longer each day.

So yea, last week, I focused so much on this project, in the middle of this summer. Well, I even went to my office this weekend to work on it! *of course, because the deadline is last Monday (yesterday). If I did not work on that weekend, my work would not be as done as my expectation :D *. And finally yesterday afternoon, it was finished! I immediately sent my work to my professor, so that I became free! hehehe :)

TBC Test

Because I am from Indonesia, I have to take TBC test for the first two years of my stay in the Netherlands, once in every six months (so I have to take four tests). This is compulsory, as it relates so much with the issuance of my residence permit here. Anyway, so some weeks before each test I get a mail from the municipality to remind me about the test, plus the schedule and location. The test is just like another test. We have to enter a big car where in it there is this one room with a scanner to scan our lungs. Then, they will use the result to see if there is a TBC bacteria or not.

So, my third test was scheduled to take place yesterday. And so, of course I went to the predetermined place. Well, but this time the test was a bit “different” because that car was not parked anywhere near my campus (in my first and second test, the car was parked in my campus so it was pretty much within walking range). Maybe because it was in the middle of August, so not that many students needed to get tested .When all new students have arrived maybe later in September, I guess there will be many of them who need to get tested. But of course I do not want to take that later test, because I will have to queue *too lazy to queue :P *. Apart from that, the other slight difference was that yesterday I had to deal with a sort of short administration stuff. After that, then I could go to that car.

And so everything went smoothly just like it used to be, until the time I entered that scanning room. This conversation occured:

Scanner Lady (SL): “Please enter the scanning room.
Me (Z): “Okay, I can leave my bag and jacket here, right?” *putting my bag and jacket in front of the room* 
SL: “Yeah.”
Z : “Ok
TTPS: “Now, take your clothes off, all!” *well, just my t-shirt of course, not including my pants :P *
Z: “Eh??

I was surprised, what would she do to me? *exaggerated reaction :P * In both my previous tests, I did not need to take off my clothes. I think I just needed to take my jacket off, went to that scanning room, got scanned, and done. So it was new, hahaha :D . But anyway, so I just followed her instruction and as I did not want to jeopardize the fate of my residence permit by asking “why” too much, :lol: .

And then she said: “When I close the door, don’t forget to take a deep breath and hold“. So, when the door was closed, I immediately took a deep breath and held it. Well, several seconds after the door was closed, she said: “Yup, now, take a deep breath!” Wow wow. You said I should take a deep breath when the door was being closed, I did that, but now you said I should take that freaking deep breath now? I had been holding my breath for several seconds!! So it was for nothing!? :x Well, so I release that breath and took another one in a bit of rush, haha. And after that the scanning process was started. It was quick, just 8 seconds I think.

After that, I put my t-shirt back on, and then went back home, hahaha :D

Summer Vacation: Back On

Anyway, so tomorrow I am going on my second summer trip for ten days. I will be back in the Netherlands on the 26th. So, see you by then!

BAHASA INDONESIA

Satu proyek: Selesai!

Hidupku minggu lalu benar-benar dikuasai oleh satu proyek untuk tugas akhir satu mata kuliah ini deh. Ya sebenarnya sih, seperti yang aku sebutkan sebelumnya, proyek ini tuh nggak harus aku kerjakan ya. Dikerjain, lumayan dapat credit ekstra; nggak dikerjain juga nggak papa toh pada prinsipnya mata kuliah ini juga awalnya nggak masuk dalam rencana kuliahku, mata kuliah pilihan ekstra gitu ceritanya. Tapi berhubung pada dasarnya saya ini orangnya rajin sekali dan bekerja keras adalah hobi saya *ehem* :cool:  aku ada waktu di liburan musim panas ini, daripada nggak ada kerjaan ya sudah deh aku niatin buat ngerjain proyek ini. Toh lumayan kan dapat credit ekstra. :)

Btw, sebenarnya ada dua alasan lain yang cukup krusial yang membuatku memutuskan untuk mengerjakan proyek ini. Jadi ceritanya di tugas akhir ini ada dua bagian yang harus dikerjakan: bagian teori dan bagian bikin paper. Nah, dua hal itu adalah:

(1) Aku lihat bagian teorinya dan sepertinya masih bisa lah dikerjakan. Dan lagi, ada materi yang temanku temuin di internet yang sangat membantu untuk menyelesaikan bagian teori ini juga. Lumayan gitu kan, muahahaha :lol:

(2) Untuk bagian bikin paper-nya, waktu kuliah S1 dulu aku sudah pernah bikin paper dengan materi yang SAMA dengan materi buat paper kali ini! Trus aku iseng buka-buka file lama di komputerku, dan file paper itu masih ada dong! muahahahahaha :lol: *merasa beruntung waktu itu file-file kerjaan S1 aku kopi ke laptop baruku yang aku bawa ke Belanda* Lumayan banget kan! :mrgreen: Ya bukan berarti aku tinggal kopas trus tinggal terjemahin ke bahasa Inggris gitu ya. Engga juga, soalnya aku baca-baca lagi paper-ku itu, dan level analisisnya masih S1 banget lah, kurang keren buat dijadikan report level S2 *tsah!* :P Tapi tetep aja, kan lumayan lah ya, setidaknya frame paper-nya sudah ada. Tinggal disusun ulang dan analisanya diperdalam lagi.

Eh, tapi ya, tetap saja, walau dengan dua keuntungan yang ada itu, bukan berarti proses pengerjaan proyeknya bisa cepat selesai kaya sistem kebut semalam gitu. *eh, lagian disini nggak mungkin bisa deh pakai sistem kebut semalam. Kalau mahasiswa pakai sistem ini, hampir pasti nggak akan lulus dan gagal kuliah disini :D *. Total aku menghabiskan waktu 8 hari (termasuk wiken) untuk menyelesaikan proyek ini. Dan aku rasa ini sih sudah terbantu banget dengan dua keuntungan itu. Tanpa dua keuntungan itu, bisa-bisa butuh waktu lebih lama deh, atau waktu pengerjaanku per-hari-nya mesti lebih panjang lagi.

Jadi, ya, seminggu kemarin itu aku fokus banget ngerjain proyek ini di tengah-tengah musim liburan musim panas. Bahkan aku sampai bela-belain ngerjain ni tugas sewaktu akhir minggu loh! *iyalah soalnya deadline-nya kan Senin kemarin ini, kalau wiken nggak ngebut kerja, bisa-bisa nggak beres sesuai harapan deh :D *. Dan akhirnya siang kemarin beres juga tugasnya! Langsung deh hasilnya aku kirimkan ke dosenku, biar plong rasanya! hehehe :)

Tes TBC

Karena datang dari Indonesia, aku harus mengikuti tes TBC selama dua tahun pertama masa tinggalku di Belanda setiap enam bulan sekali (jadi harus empat kali tes). Ini wajib loh, soalnya berkenaan dengan keluar/tidaknya izin tinggal disini. Anyway, jadi setiap beberapa minggu sebelum jadwal tes aku mendapat surat dari pemerintah kota buat ngasih tahu jadwal dan lokasi tesnya gitu. Tesnya biasa aja sih, kita masuk ke mobil gede yang di dalamnya ada satu ruangan yang dilengkapi alat scanner yang bakal nge-scan paru-paru kita. Trus hasilnya dilihat ada TBC-nya ato engga. Gitu.

Nah, hari Senin kemarin ini adalah jadwal tesku yang ketiga. Maka, datanglah aku ke lokasi yang ditentukan kan. Cuma kali ini agak berbeda soalnya mobil tesnya nggak diparkir di dekat kampus (di tes pertama dan kedua mobilnya parkir di kampus jadi gampang buat pergi kesananya). Mungkin karena masih pertengahan Agustus ya, jadi anak kampus yang dites nggak banyak. Yang banyak kan nanti pas mahasiswa-mahasiswa baru uda datang, yaitu awal September. Tapi males dong ya kalau aku ikut tes yang nanti, kan jadi harus antri *males antri :P *. Selain itu, yang agak berbeda adalah aku harus ngurus semacam administrasi singkat di kantornya gitu. Setelah administrasinya beres, barulah aku dipersilakan masuk ke mobilnya.

Nah, ceritanya, semuanya berjalan normal dan seperti biasa, sampai saatnya aku masuk ke ruang scanner itu. Terjadilah percakapan berikut:

Tante-tante petugas scanner (TTPS): “Silakan masuk ke ruang scanner.
Aku (Z): “Oke, tas dan jaket bisa saya taruh disini kan?*naruh tas dan jaket di depan ruangan*
TTPS: “Bisa koq.”
Z : “Oke
TTPS: “Sekarang, buka bajumu, semuanya!*baju doang sih, untung celananya kaga :P *
Z: “Eh??

Kaget deh aku, aku mau diapaiinn? *lebay* Biasanya kalo tes nggak pernah deh buka-bukaan baju gini. Perasaan tinggal buka jaket trus masuk ke ruangan scanner itu, trus di-scan, trus beres deh. Nggak ada dah acara buka-bukaan baju gini. Kaget lah saya, hahaha :D . Ya sudah aku kemudian pasrah mengikuti instruksinya, daripada nasib izin tinggalku dipermasalahkan gara-gara kebanyakan nanya “kenapa” kan, :lol: .

Lalu, dia ngomong gini: “Waktu pintu saya tutup, jangan lupa ambil nafas dalam-dalam dan tahan ya“. Ya sudah ketika pintunya ditutup, aku mulai mengambil nafas dan menahan nafas. Nah, beberapa detik setelah pintunya ditutup, eh dia bilang gini dong: “Yak, sekarang ambil nafas!“. Hoi, gimana sih? Katanya disuru ambil nafasnya tadi pas pintunya ditutup? Koq malah instruksi ambil nafasnya baru sekarang? Kan aku sudah menahan nafas dengan paru-paru penuh selama beberapa detik nih!! Jadi sia-sia aja dong aku menahan nafas dari tadi!? :x Ya sudah aku trus menghembuskan nafas dan buru-buru tarik nafas lagi, haha. Dan barulah proses scanning-nya dimulai. Prosesnya cepet sih, paling cuma 8 detik aja.

Setelah itu, aku pakai baju lagi, dan kemudian pulang, hahaha :D

Jalan-Jalan di Musim Panas: Datang Lagi

Anyway, besok aku akan berangkat dalam rangka liburan kedua musim panasku. Aku akan balik lagi ke Belanda tanggal 26. Jadi, sampai ketemu!

#949 – More Travelling

ENGLISH

Austria

Well, as you know from this entry, I am going to Austria next week. *yeah, vacation mood: on!* :cool:  Well, I am leaving next Wednesday actually. And I already cannot wait! :D

Earlier this week my friend and I planned this trip in a little bit of more detail: which cities we are visiting and how long should we stay in each of them. Well, overall the plan is still pretty much the same as I wrote in that entry though. We will spend nine nights in total. And we will go to Innsbruck, then Salzburg, then Vienna. Even in Vienna, we will stay for five nights there. We heard Vienna is very beautiful that people need a lot of time to explore the city. Some even dared to say it was more beautiful than Paris! :!: :shock: Hmm! How does that make you not feel interested? Never, right?

Hopefully Vienna really worths the time we will spend there (because of those five nights in Vienna, we only have two nights to spend in Salzburg. So we pretty much “sacrifice” our time in Salzburg for Vienna)! Btw, we also plan to do a one day trip to Bratislava when we are in Vienna. :cool: Bratislava is just like 60 km away from that capital city of Austria, so we think why don’t we go there as well? :D

All hostels are booked, and we are happy and ready to go now! (but I still have to work on this one project, damn :cry: ).

Paris

Talking about Paris, a friend of mine who now lives in Australia is coming to Europe this September. He asked me whether I was interested to go around Europe with him or not. Well, looking at my schedule, I think I can afford a 4-5 days trip over the weekend; and looking at his itinerary, it matches really well because he is planning to go to Paris after visiting Holland!

Well, I have never been to Paris, and so I am in! :D  *And now I am lamenting my savings that is being eroded due to my travelling lately :cry: * To make things better, I found a very cheap return train ticket to go to Paris! :D Btw, Paris is not that far from Delft, it is just around 500 km, just like the distance between Jogja and Jakarta. But with train, that distance is covered in just 2 hour 40 minutes! :shock: Cool, no!?!? But apparently we cannot buy the ticket now as they start selling it 30 days prior to departure, haha. Stupid rule.

What I have done as for now is booking the hostel. Well, hostel in Paris is quite expensive! :shock: (but still not as expensive as Zürich though). And the demand is quite high because in some hostels, their beds have already been sold out by now! O yea, if you plan to go to Paris and want to book a hostel, be careful: do NOT only see the price, see the location also. I was shocked to see some nice hostels with really cheap price, but apparently, they are located very far from the city center! hahaha :)

Ah, Paris! Je ne peux pas attendre! Eiffel Tower, Louvre Museum, Arc de Triomphe, Versailles Palace, and everything there, je suis venue!

Austria

Eiffel Tower in Paris

note : pictures are taken from here and here respectively.

BAHASA INDONESIA

Austria

Ya, seperti yang bisa dibaca di posting ini, aku akan pergi ke Austria minggu depan. *yeah, mood liburan: nyala!* :cool: Aku berangkatnya hari Rabu depan ini sih masihan. Tapi sudah nggak sabar nih! :D

Ceritanya, awal minggu ini aku dan temanku merencanakan perjalanan ini dengan lebih detail: kota-kota mana saja yang akan dikunjungi dan berapa lama tinggal di masing-masing kota itu. Ya, secara keseluruhan sih rencananya masih sama lah sama apa yang kutulis di posting terdahulu itu. Kami akan menginap selama sembilan malam totalnya. Kami akan pergi ke Innsbruck, lalu Salzburg, lalu Vienna. Bahkan di Vienna kami akan menginap selama lima malam loh. Soalnya denger-denger Vienna bagus banget sih jadi butuh waktu lama untuk mengeksplor kotanya. Bahkan ada yang berani-beraninya bilang bahwa Vienna itu lebih indah daripada Paris loh! :!: :shock: Hmm! Bagaimana nggak tertarik coba kalau dibilangi gitu? Ya kan?

Ya mudah-mudahan Vienna beneran bagus lah soalnya kan kami sudah mengalokasikan banyak waktu disana (soalnya gara-gara menginap di Vienna-nya lima malam, jatah nginap di Salzburg jadi cuma dua malam saja deh. Jadi, sedikit banyak kami sudah “mengorbankan” waktu kami di Salzburg demi Vienna loh)! Btw, kami juga berencana melakukan one day trip ke Bratislava ketika kami di Vienna loh :cool: . Soalnya Bratislava kan cuma 60an km saja dari ibukota Austria itu, jadi ya disekalianin aja lah ya. :D

Semua hostel telah dipesan, dan kami senang dan siap berangkat nih! (tapi aku masih harus mengerjakan satu laporan buat satu proyek nih, sial :cry:  *garuk-garuk tanah* ).

Paris

Nah, ngomongin tentang Paris, seorang temanku yang kini tinggal di Australia akan datang ke Eropa September ini. Dia nanya aku mau ikutan dia keliling Eropa atau tidak. Ya, aku terus melihat jadwal dong. Dan berdasarkan jadwalku sih kayanya bisa lah ya aku ikutan pergi 4-5 hari gitu termasuk akhir pekan; dan melihat rencana perjalanannya dia, jadwalnya pas banget karena dia berencana pergi ke Paris setelah dari Belanda!

Ya, aku kan belum pernah pergi ke Paris, jadi aku ikutan dong! :D *tapi sekarang sedang menangisi nasib tabunganku yang uangnya terpakai terus buat travelling akhir-akhir ini :cry: * *garuk-garuk tanah berharap nemu harta karun terpendam* Bagusnya lagi, aku nemu tiket kereta murah loh untuk pergi ke Paris! :D Eh btw, Paris nggak jauh-jauh amat koq dari Delft. Jaraknya sih sekitar 500an km, ya hampir sama lah sama jarak dari Jogja ke Jakarta gitu. Hanya saja, disini kalau naik kereta cuma butuh waktu 2 jam 40 menit saja loh! :shock: Keren kan!?!? Eh, tapi ternyata aku tidak bisa beli tiketnya sekarang soalnya mereka baru jual tiket murah itu 30 hari sebelum keberangkatan, haha. Aturan yang aneh.

Yang sudah aku lakukan sih mem-booking hostelnya. Btw, hostel di Paris itu lumayan mahal loh! :shock: (tapi masih nggak semahal Zürich sih). Dan permintaannya lumayan tinggi soalnya di beberapa hostel, beberapa jatah kasurnya sudah habis loh! Eh, kalau pada berencana mau ke Paris dan mau mem-booking hostel, hati-hati lho: JANGAN melihat harganya saja, lihat lokasinya juga. Aku kaget tuh waktu menemukan beberapa hostel bagus yang murah-murah, eh tapi ternyata lokasinya jauuuh banget dari pusat kota! hahaha :)

Ah, Paris! Je ne peux pas attendre! Menara Eiffel Tower, Museum Louvre, Arc de Triomphe, Istana Versailles, dan semuanya disana, je suis venue!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 123 other followers