#1037 – Indonesian Food in Holland

ENGLISH

Some time ago while I was grocery shopping in the supermarket and walking down an Asian spices and seasoning alley, I saw this:

Ajam panik?? (panic chicken?? )

I raised my eyebrow because I had never heard of Indonesian food with name “ayam panik” (“ayam panik” is literally translated as “panic chicken” in English; and in Dutch spelling, “ajam” is read as “ayam”, which means chicken in Indonesian). Btw, I was sure it was an Indonesian menu because the name was in Indonesian, even though written with Dutch spelling. (p.s : for those who are curious, the Dutch word for “chicken” is “kip”).

So, chicken is not the only menu which is known in its Indonesian name here. A lot of Indonesian food in the Netherlands is still known and marketed with its original Indonesian name, without being translated to Dutch (but with Dutch spelling). For example: here, there are “babi pangang” (“roasted pork”, and in Indonesian it is “babi panggang”. Yeah, one of the ‘g’s in ‘panggang’ is dropped somehow :roll: ), ”rendang” (though it is understandable that it is impossible to translate this one), and the most famous one: “nasi goreng”! Yup, fried rice is known as “nasi goreng” here, its Indonesian name; and it is not even translated to “gebakken rijst“.

Babi pangang (roasted pork) met bami (with noodles)

This reminds me about a story. A friend of mine who lives in Australia told me that once he was having lunch in a canteen there. At that time, the canteen sold two kinds of rice. The rice on the left tray was labeled as “fried rice” and the rice on the right tray as “nasi goreng”. My friend asked the lunch lady what was the difference between the two. The lunch lady answered, “The one on the left tray is Malaysian fried rice, and the one on the right is Indonesian“, huahaha :lol: .

Anyway, because Indonesian food is pretty much everywhere, I think Dutch people are quite familiar with it, or Asian food in a more general sense. When I was taking the first level of my Dutch course last year, the lecturer told us that she liked “ajam pangang” (roasted chicken). And warm meal sold in the canteen in my campus is usually in Asian nuance. Well, mostly it is like fried rice or fried noodle.

But how about the flavor? Well, of course, the flavor is already adjusted to Dutch flavor, which means it is quite spiceless or tasteless (in Indonesian standard)! Once, the canteen sold a special menu consisting of rice + beef + soysauce seasoning + shrimp crackers! Because I was hungry, I bought this menu. And when I tasted it, well, it was quite flavorless! Fortunately, I think people are already aware of this and they provide free salt and pepper. Hence, I poured some extra salt and pepper so that at least now it was not that tasteless, hahaha :lol: .

About spiciness, well, do not expect to find spicy food here. In Indonesia, I was known as someone who was pretty much anti-spicy. Yes, I hate spicy food. My standard for spiciness is very very low. However, even so, apparently this low standard is already quite high in European standard. In the Sport Centre’s cafe where I had schnitzel after ice-skating some time ago, beside salt and pepper, they also provided ketchup, mayonnaise, and chili sauce whose bottle was labeled “very spicy“. Curious, I tried it a liiiittle bit. But then, it turned out that the so-called “very spicy” chili sauce was not that spicy, huahaha :lol: .

Well, back to the “ayam panik” (panic chicken) story above. After several minutes of astonishment in front of the rack, I suddenly remembered that there was an Indonesian menu called “ayam paniki” (paniki chicken). Well, I had never tried it though, but I was sure I had heard about it before. Suspicious, I took that “ayam panik” box, and it turned out that it was indeed an “ayam paniki” seasoning! :lol: And there was no misspelling or so. At that time, coincidentally, the last “i” of the word “paniki” was covered by the little grating of the rack and so “paniki” appeared as “panik”, huahahaha :lol:

Some Indonesian dishes in the supermarket (you can see "ayam kecap", "babi kecap","rendang", "sate ayam", "kari ayam")

BAHASA INDONESIA

Beberapa waktu yang lalu ketika sedang berbelanja di supermarket dan berjalan di salah satu lorong yang raknya berisi bumbu-bumbu makanan dari Asia, aku melihat ini:

Ayam panik??

Heran lah aku karena aku belum pernah dengar ada masakan Indonesia yang namanya “ayam panik” gitu ya. Btw, aku yakin ini adalah bumbu masakan Indonesia karena namanya aja dibela-belain ditulis pakai bahasa Indonesia (walau ejaannya disesuaikan sama ejaan Belanda sih; yang mana sebenarnya sama aja kayak ejaan lama gitu di Indonesia): “ajam” yang maksudnya adalah “ayam” gitu deh (p.s : buat yang pengen tahu: bahasa Belandanya ayam itu adalah “kip”).

Jadi ceritanya, nggak cuma si ayam ini aja lho yang dikenal dengan nama dalam bahasa Indonesia disini. Banyak sekali masakan Indonesia di Belanda yang namanya masih menggunakan nama bahasa Indonesianya tanpa diterjemahkan ke bahasa Belanda (cuma disesuaikan ejaannya saja). Contohnya: disini ada menu “babi pangang” (aku tidak salah ketik loh, jadi ‘g’ di kata ‘panggang’ memang dihilangin satu gitu :roll: ), “rendang” (okelah, ini mau menerjemahkan ke bahasa Belandanya juga gimana), dan yang paling terkenal: “nasi goreng”! Ya, disini “nasi goreng” ya dikenal dengan nama “nasi goreng” loh; dan tidak diterjemahkan menjadi “gebakken rijst“.

Babi pangang met bami (babi panggang dengan bakmi)

Jadi ingat, temanku yang di Australia bercerita waktu itu pernah ia makan di sebuah kantin disana. Katanya, waktu itu kantinnya menjual dua jenis nasi. Yang di bak sebelah kiri ditulisi “fried rice” dan yang di bak sebelah kanan ditulisi “nasi goreng”. Temanku kemudian bertanya apa bedanya. Dan penjaga kantinnya menjawab, “Yang di bak kiri itu Malaysian fried rice dan yang di sebelah kanan itu Indonesian”, huahaha :lol: .

Anyway, karena sering ditemui dimana-mana, orang Belanda sendiri sepertinya jadi cukup familier dengan masakan Indonesia dan Asia pada umumnya. Sewaktu aku mengikuti kelas bahasa Belanda level satu tahun lalu, dosennya bercerita bahwa ia suka “ajam pangang” (ayam panggang maksudnya). Dan di kantin di kampusku, menu hangat setiap makan siang seringnya adalah menu-menu bernuansa Asia. Seringnya sih nasi goreng atau mi goreng.

Bagaimana dengan rasanya? Aduh, kalau ini jangan ditanya deh. Tentu saja cara masaknya juga sudah disesuaikan dengan lidah Belanda ya, yang mana artinya bumbunya itu sedikit sekali alias hambar (bagi standar Indonesia)! Pernah suatu waktu menu spesial di kantin kampus adalah nasi + daging sapi + saus kecap + krupuk udang! Berhubung lapar, aku membeli menu ini. Dan ketika aku mulai melahapnya, aduh, rasanya hambar banget dong! Seakan-akan masakan ini nggak dikasih bumbu sama sekali! Untungnya, sepertinya mereka sudah siap sedia dengan kejadian semacam ini karena mereka menyediakan garam dan merica dengan gratis. Ya udah masakan itu kemudian aku taburi garam dan merica, jadi setidaknya lebih “berasa”, hahaha :lol:

Masalah pedas, jangan ditanya lagi ya, jangan berharap menemukan masakan yang pedas disini. Aku sendiri dikenal di Indonesia sebagai orang yang anti pedas. Ya, aku tidak suka masakan pedas. Standarku akan tingkat kepedasan makanan itu rendah sekali. Namun, walau pun begitu, standar kepedasanku itu sudah cukup tinggi loh untuk ukuran Eropa. Di cafe-nya Sport Centre dimana aku makan schnitzel setelah bermain ice-skating beberapa waktu yang lalu itu, selain garam dan merica, mereka juga menyediakan saus tomat, saus mayonnaise, dan saus sambal yang tulisannya “very spicy“. Iseng aku mencoba sedikiiiiit sambal itu. Dan ternyata, sambal yang mereka bilang “very spicy” itu nggak pedas loh, huahaha :lol: .

Kembali ke kasus si “ayam panik” di atas. Setelah beberapa menit keheranan di depan rak itu, aku ingat bahwa aku pernah dengar sebuah menu Indonesia yang namanya “ayam paniki”. Aku belum pernah mencobanya sih, tapi aku pernah dengar. Curiga, aku kemudian mengambil kotak “ayam panik” tersebut dan ternyata memang kotak itu berisikan bumbu ayam paniki! :lol: Dan bukannya salah tulis, tapi waktu itu kebetulan huruf “i” terakhirnya tertutup jeruji raknya itu sehingga kata “paniki” jadi terbaca “panik”, huahahaha :lol:

#1036 – This Week

ENGLISH

Outdoor tennis at 8 PM in the winter

Out of the three tennis courses I have each week now, one of them is held on one of the outdoor courts (read: courts outside of the ballooned courts). And it is held at 8 PM every Wednesday. Last week, the class was cancelled due to snow. Earlier this week, all snow was gone from Delft which meant that we had class for this week. And this was very exciting.

I went to the class last Wednesday. At that time, the weather was “perfect” *sarcastic mode on* : it was super windy and chilly (probably around 2°C). During the course, I had to wear three layers of clothes (my sport tee, my long-sleeved sport top, and my sport jacket (usually I don’t need to wear my jacket if I play inside the balloon))!! :shock: Yeah, it was that chilly. However, one that frustrated me more was the wind. It was so strong that it disturbed the trajectory of the balls! :shock: Yeah, no wonder professional players do not like to play in the wind, hahaha :lol: .

Anyway, but it was a really nice class. The trainer was very funny, talkative, and discipline. And he will make up for one class that we missed last week with an extra one in the end of the period. Nice!

Long-Sleeve Sport Top

That class made me think that I needed to buy one more long-sleeve sport t-shirt. I only had one and so I definitely needed more as my frequency of wearing it was higher this quarter. So, I went to Den Haag today to do t-shirt hunting, huahaha :lol: (I could actually do it online; but I do not really like shopping for clothes online as I prefer to try them first before actually buying them; to see if the models are good on me and if the sizes fit me). Anyway, after comparing some products at two stores, I decided to get one. It is Nike’s and the color is red, hahaha.

Delft Zuid

My trip to Den Haag today made me realize that actually I should get off at Delft Zuid Station instead of Delft station every time I am catching a train back to Delft and when I plan to go back to my apartment right away. It is because Delft Zuid is a bit closer to my apartment than Delft station, hahaha :lol: . All this time, I always got off at Delft Station as it was the bigger station. Damn, seriously Zilko? After more than 18 months you just realized this now? Damn! However, trains that stop at Delft Zuid are slower trains (sprinter and stoptrein), so there are not that many options (compared to Delft station), hmmm. Ah, maybe sometime in the future I will write a bit more about trains in the Netherlands, haha :)

Pancake

This Bebe’s post a few weeks ago made me feel that I wanted to make pancake! So last week I decided to buy pannenkoeken flour (pancake flour) in the supermarket. I did not have the urge to cook one (mostly because I was always full when I was at home; as I was at home usually around brunch time and after dinner time, huahaha :lol: ) until today. After coming back from Den Haag at around 4.30 PM, somehow I felt soo hungry. And it was a perfect timing to (finally) cook this pancake. I was, of course, not that ambitious to make a fancy one. I just aimed to make a plain one (with just eggs and milk) and ate it with Nutella (I tried my friend’s pancake with Nutella during my birthday’s celebration and it was awesome! ).

It turned out fine. It still tasted a little bit “weird” though in my opinion and I definitely missed something, hmmm. But overall it was fine.

My new red long-sleeve t-shirt (picture intentionally cropped, lol)

Experimenting with Pancake. It tasted a little weird, but okay overall

BAHASA INDONESIA

Tenis Outdoor jam 8 malam di musim dingin

Satu dari tiga les tenis yang kuambil tiap minggu sekarang diadakan di lapangan outdoor (baca: lapangan di luar balon). Dan kelas ini diadakannya jam 8 malam setiap hari Rabu. Minggu lalu, kelasnya dibatalkan karena salju. Awal minggu ini, salju enyah dari Delft yang mana artinya kelasnya ada minggu ini. Dan tentu saja ini mengasyikkan buatku.

Aku pergi ke kelasnya Rabu kemarin. Waktu itu, cuacanya “sempurna” loh *sarkastik ya ini maksudnya*: berangin kencang dan dingin gitu deh (mungkin sekitar 2°C). Selama kelas berlangsung, aku harus memakai tiga lapis baju gitu deh (kaus olahragaku, atasan olahraga lengan panjang, dan jaket olahraga (biasanya kan aku nggak perlu pakai jaket gitu kalau bermain di dalam balon)!! :shock: Ya, memang sedingin itu. Namun, yang lebih menyebalkan bagiku adalah anginnya! Anginnya kencang banget sampai-sampai lintasan pergerakan bola yang dimainkan terpengaruh dong! :shock: Ya, nggak heran deh pemain profesional pun nggak suka kalau harus bermain di cuaca yang berangin, hahaha :lol: .

Anyway, tapi kelas yang satu ini asyik sih. Pelatihnya juga lucu, cerewet (baca: hobi bercerita), dan disiplin. Dan ia juga akan menggantikan satu kelas yang bolong minggu lalu nanti di akhir periode. Bagus deh!

Atasan Olahraga Lengan Panjang

Satu kelas itu membuatku berpikir bahwa mungkin aku perlu deh beli satu lagi kaus olahraga lengan panjang. Selama ini aku hanya punya satu saja, sementara aku membutuhkan lebih kan ya soalnya frekuensiku memakainya juga menjadi makin sering kuarter ini. Jadi, aku pergi ke Den Haag deh tadi buat mencari kaus ini, huahaha :lol: (aku bisa saja sih mencarinya online gitu. Namun, aku nggak suka belanja pakaian online karena aku lebih suka untuk mencobanya dulu sebelum membeli; kan perlu dilihat apakah modelnya cocok dan ukurannya pas dipakai kan). Anyway, setelah membandingkan beberapa produk di dua toko, akhirnya aku membeli satu deh. Merknya adalah Nike dan warnanya merah, hahaha

Delft Zuid

Perjalananku ke Den Haag tadi membuatku menyadari bahwa seharusnya tuh aku kalau turun di Stasiun Delft Zuid dan bukannya di Stasiun Delft setiap kali aku naik kereta ke Delft dan jika berencana langsung balik ke apartemen. Ini karena Delft Zuid itu sedikit lebih dekat ke apartemenku gitu deh daripada stasiun Delft, hahaha :lol: . Selama ini, aku kan turunnya di stasiun Delft gitu ya karena stasiun ini kan lebih besar. Payah ah, masa baru sadarnya setelah lebih dari 18 bulan tinggal disini sih? Grrr! Eh, tapi kereta yang berhenti di Delft Zuid itu cuma kereta-kereta yang pelan aja sih (sprinter dan stoptrein), jadi pilihannya nggak terlalu banyak (jika dibandingkan dengan stasiun Delft), hmmm. Ah, kapan-kapan mungkin aku akan menulis tentang kereta api di Belanda deh, haha :)

Pancake

Postingnya Bebe yang ini beberapa minggu yang lalu membuatku ingin membuat pancake! Jadilah minggu lalu aku membeli tepung pannenkoeken (tepung buat pancake) di supermarket. Hanya saja, aku kemudian malah tidak merasakan dorongan untuk membikinnya (karena aku selalu merasa kenyang gitu kalau di rumah; soalnya aku di rumahnya kan ya sekitar waktunya makan pagi dan setelah waktu makan malam gitu deh, huahaha :lol: ), sampai sore tadi. Setelah balik dari Den Haag sekitar jam 4.30 sore, entah kenapa aku merasa lapar. Ah, waktu yang tepat deh untuk (akhirnya) memasak pancake ini. Aku nggak seambisius itu ya dengan menargetkan untuk memasak pancake yang aneh-aneh gitu. Aku cuma ingin membuat pancake biasa polos (dengan telur dan susu saja) dan memakannya dengan Nutella (aku mencoba pancake-nya temanku dengan Nutella di perayaan ulang tahunku dan enak banget loh! ).

Jadinya oke sih. Walau menurutku rasanya masih agak sedikit “aneh” gitu dan sepertinya aku melewatkan sesuatu deh, hmm. Tapi secara keseluruhan sih masih oke lah.

#1035 – Getaway Plans

ENGLISH

It has been a while (read: 6 months) since the last time I was going on a trip somewhere. Well, it seems that not going anywhere is a “waste” of my age. People say I should (or even must) enjoy this current age of mine, hahaha :lol: . I agree with them and so I have been planning some trips…

Back to Paris

The latest trip I had was actually to Paris last September. And today, I just planned to go back to Paris this May! muahahaha :lol: . But this time, it will be different. My focus will not be on sightseeing as I already did that last September and so there is no need to do that all over again, right?. Instead, noone will be surprised by this though, it will be on: tennis!

The second grandslam tournament of this year, the French Open or Roland Garros, will be held in the last week of May and first week of June (a grandslam is always a two weeks event). I have been planning on going to this grandslam tournament and of course as part of that I have been looking for the key dates of the ticket sales. It turned out that tickets would be open for general public today (February 15th); and so I already marked this day in my mind (and agenda) since months before.

Yesterday there was an announcement in Facebook that tickets would be open for sale (in their official website) not before 7 AM this morning. I was thinking: “Who would get up that early to get some tickets? Plus, there are 15 days available with total capacity of 30,000+ available for each day. Meh, no need to get up early“. I was WRONG! I tried to access the ticketing website at 11 AM and I got this message:

A busy Roland Garros ticketing website

I HAD TO WAIT FOR TWO HOURS WITHOUT CLOSING NOR REFRESHING THE WINDOW to get into the ticketing page because there were so many people trying to access the page!  Wow, this was way crazier than AirAsia’s super cheap tickets sale!! Totally unexpected!! And I started to worry that all tickets would have been taken by the time I got access to the ticketing page, hmmm. Well, I guess I understand more now Wimbledon’s decision to use the ballot system for tickets. Tennis, especially the grandslam tournaments, is THAT popular!!

Two hours later, at 1 PM, I finally got the access to the ticketing page. As I expected, the Weekend Pass, the one package for the weekend in the middle of the tournament (days 7 and 8, during the fourth round (round of 16) and quarterfinals of the tournament) that I was eyeing at, had already been sold out!  But luckily, some individual tickets were still available. Of course I do not plan to go there just for one full day. I mean, it would take me some effort to get to Paris, so at least I have to enjoy the tournament a bit longer, right? haha :) It means that I had to find back to back daily tickets to the tournament. Beside, buying back to back tickets increases significantly my chance of watching my favorite players, huahaha :lol: (a player usually plays once every two days in a grandslam). And I found them. I got back to back tickets to the Philippe Chatrier court (the main court) in the first week of the tournament. Then, because I was thinking of going to Roland Garros for three days (the third day is sort of to see what is happening around the tournament, like the players’ practice sessions, etc :P ), I was thinking of buying the groundpass for the day before my first access to Philippe Chatrier. However, the groundpass for that day had been sold out also!  Crazy. So, I decided to buy the 2nd category for the Court no.1 whose ticket price for that day was not that much more expensive than the groundpass, hahaha :D Note: tickets to any of the main courts also give access to all other outside courts :D Hence, it is basically a groundpass also.

Anyway, so, yeah, I am going back to Paris this May. I still do not know how long I will stay there as I want to keep that open for now (maybe I will come up with another plan to also do something else while I am in Paris), but I know I will at least be there for three days, hahaha :)

One more thing: now, about nine hours after the ticket sales was open for general public, most tickets have been sold out! :shock:

Spring Break

Speaking of a more short-term plan, about five days ago I just realized that I would have a spring break within two weeks! :shock: It will be a one week off, so it is not bad :) So I started looking for some tickets to go somewhere within Europe in that one particular week. I was browsing for tickets to Prague, Geneva, Nice, or Barcelona.

The thing was, I did find some interesting deals to DEPART from the Netherlands in that week to any of the destinations above. However, to get BACK to the Netherlands (with that good-deal ticket’s date as the departure time), it was already very expensive!  Damn, I realized this spring break’s schedule waay too late. All tickets have been flying high now. 

So, yeah, until now, I don’t have plan to go anywhere during this spring break. Well, maybe I will go somewhere closer (like Belgium) if I really have the urge to go somewhere; but we will see :P

BAHASA INDONESIA

Sudah lumayan lama juga ya (baca: 6 bulan) semenjak terakhir kali aku jalan-jalan kemana gitu. Yah, aku rasa nggak pergi kemana-mana itu seperti “penyia-nyiaan” umurku gitu deh. Banyak orang pada bilang bahwa aku sebaiknya (atau malah “harus”) menikmati umurku sekarang ini, hahaha :lol: . Dan aku setuju dengan mereka, jadilah aku sekarang sedang merencanakan beberapa perjalanan…

Kembali ke Paris

Sebenarnya, perjalanan terakhirku adalah ke Paris September lalu. Dan hari ini, aku baru saja membuat rencana untuk kembali ke Paris lagi Mei ini! muahahaha :lol: . Tapi kali ini, perjalanannya akan berbeda sedikit. Fokusku bukan lagi tamasya (bahasa Indonesianya ‘sightseeing‘ itu tamasya bukan sih? Ya pokoknya maksudku tuh ‘sightseeing‘ ini, hehe :D ) karena toh aku juga sudah bertamasya di perjalanan ke Paris yang lalu. Nah, kali ini fokusku adalah, pasti nggak kaget deh ya: tenis!

Turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open alias Roland Garros, akan diadakan di minggu terakhir bulan Mei dan minggu pertama Juni (sebuah turnamen grandslam itu adalah event selama dua minggu). Nah, aku sudah berkeinginan untuk pergi ke turnamen grandslam yang satu ini dan tentu saja sebagai konsekuensinya aku juga sudah mencari-cari tanggal-tanggal penjualan tiketnya dong ya. Ternyata, tiket akan dijual untuk umum mulai hari ini (15 Februari); dan jadilah tanggal ini aku tandai deh di pikiranku (dan di agendaku) semenjak berbulan-bulan yang lalu.

Kemarin gitu ada pengumuman di Facebook kalau tiket akan mulai dijual (di website resminya) mulai jam 7 pagi tadi. Aku berpikir: “Siapa juga yang akan niat amat bangun pagi gitu buat beli tiket? Plus, kan bakal ada 15 hari tuh dengan kapasitas 30.000+ yang tersedia setiap harinya. Ah, nggak ada keharusan buat bangun pagi deh“. Dan aku SALAH! Aku mencoba mengakses website penjualan tiketnya sekitar jam 11 pagi dan aku mendapatkan message seperti di bawah ini:

Website penjualan tiket Roland Garros yang sangat sibuk

AKU HARUS MENUNGGU SELAMA DUA JAM TANPA MENUTUP ATAU ME-REFRESH WINDOW-NYA ITU untuk mendapatkan akses ke halaman penjualan tiket karena ada banyak banget orang yang ingin mengaksesnya!  Wow, ini lebih gila daripada promosi super murahnya AirAsia nih!! Dan aku jadi mulai agak khawatir tiketnya bakal sudah habis ketika aku mendapatkan akses ke halaman penjualan tiketnya, hmmm. Yah, aku sekarang jadi lebih memahami  keputusannya Wimbledon untuk menggunakan sistem ballot (undian) untuk tiketnya deh. Tenis, terutama turnamen level grandslam gitu ya, ternyata sepopuler ITU!

Dua jam kemudian, jam 1 siang, akhirnya aku mendapatkan akses ke halaman penjualan tiketnya. Seperti yang sudah kuduga, Weekend Pass, sebuah paket untuk akses di akhir pekan di tengah-tengah turnamen (hari ke-7 dan 8, yaitu ketika babak keempat (enam belas besar) dan perempatfinal) yang aku incar, sudah habis dong! Tapi untungnya, beberapa tiket individual masih tersedia. Nah, tentu saja aku nggak berencana cuma menghabiskan waktu satu hari penuh saja disana dong. Maksudku, kan aku bakal harus mengupayakan perjalanan ke Paris ini demi turnamen ini dong ya, jadi ya seenggaknya aku juga harus menikmati turnamennya agak lamaan, betul? haha :) Ini artinya aku harus mencari tiket harian yang berturutan. Di samping itu, membeli tiket untuk akses beberapa hari berturutan akan meningkatkan secara signifikan kemungkinanku untuk bisa menonton pemain favoritku, huahaha :lol: (seorang pemain biasanya bermain setiap dua hari sekali gitu di grandslam). Dan untungnya ketemu deh. Aku mendapatkan tiket akses selama dua hari berturutan ke Stadion Philippe Chatrier (lapangan utamanya) di minggu pertama dari turnamen ini. Lalu, karena aku berpikiran untuk pergi ke Roland Garros selama setidaknya tiga hari (hari ketiganya ini buat melihat apa yang terjadi di sekeliling turnamen ini, misalnya sesi latihannya para pemain, dll :P ), aku berpikiran untuk membeli groundpass untuk satu hari sebelum akses pertamaku ke Philippe Chatrier. Namun, groundpass untuk hari itu sudah habis juga dong!  Gila deh. Jadilah aku memutuskan untuk membeli tiket kategori 2 untuk Court no.1 yang mana harga tiketnya hanya sedikit lebih mahal daripada groundpass-nya, hahaha :D  Catatan: tiket masuk ke lapangan utama juga memberikan akses ke semua lapangan di luar lapangan utama itu :D Jadi, pada dasarnya tiket itu jugalah sebuah groundpass. 

Anyway, jadi begitulah, aku akan kembali ke Paris Mei nanti. Sekarang aku masih belum tahu sih aku bakal menginap disana berapa lama (kan bisa aja gitu aku mendapatkan ide untuk rencana lain untuk aku lakukan selagi aku di Paris), tapi aku tahu bahwa setidaknya aku akan berada disana selama tiga hari, hahaha :)

Satu hal nih: sekarang ini ya, sekitar sembilan jam semenjak tiket dijual untuk umum, sebagian besar tiketnya sudah habis dong! :shock:

Liburan Musim Semi

Mengenai rencana yang lebih ke jangka pendek, sekitar lima hari yang lalu aku baru ingat kalau aku akan mendapatkan libur musim semi dua minggu lagi! :shock: Lumayan loh liburnya, seminggu gitu :) Jadilah aku mencari-cari tiket untuk pergi kemana di Eropa gitu untuk seminggu itu. Aku sih mencari tiket untuk pergi ke Prague, Geneva, Nice, atau Barcelona.

Masalahnya adalah, aku memang menemukan beberapa penawaran menarik untuk BERANGKAT dari Belanda di minggu itu ke tujuan yang mana pun. Namun, untuk PULANG-nya ke Belanda (dengan tanggal penawaran menarik itu sebagai tanggal keberangkatan), kok mahal-mahal gitu ya!  Sial, aku menyadari jadwal liburan musim seminya telat banget nih. Akibatnya semua tiketnya sudah mahal sekarang.

Jadi, ya, sampai sekarang sih aku masih belum memiliki rencana untuk pergi kemana pun selama libur musim semi nanti. Yah, mungkin aku akan pergi kemana yang lebih dekat gitu (seperti Belgia misalnya) kalau memang bener ada dorongan bahwa aku harus pergi kemana gitu; tapi kita lihat saja :P

#1034 – Bye Bye Snow and Whitney Houston…

ENGLISH

Weather

Starting this Monday, the temperature in the Netherlands is back to this winter’s normal temperature (read: between 0°C and 10°C), just like the temperature this winter prior to two weeks ago. It is quite weird though, yesterday it was still subzero (even it was lightly snowing in the afternoon) but starting from today, the temperature just jumped to like 7°C. And the annoying thing was that it was raining today . But it was not a hard rain though, it was just a shower, a very light one.

What does this all mean? Well, this means that snow is starting to fade away today. In fact, by the end of today, at least 90% of the snow has been gone! The frozen pool also starts to melt. Lucky I already did ice-skating last Friday though so at least I have made use of the freezing situation, hahaha :lol: .

Last TBC Test

As an Indonesian, I have to take four TBC tests in the first two years of my stay in the Netherlands, each with interval of approximately six months. I had my third test last August which meant that I only needed to take one more test. That one last test was held this morning, hahaha :lol: . Well, the test went fine, just like any other previous tests though, nothing special. So, yeah, finally I don’t need to do any more test! Yay!!

Whitney Houston

When I opened Facebook this morning, I found a very shocking news: Whitney Houston passed away yesterday!! :shock: I was so shocked when I read the news and immediately googled it to see whether it was a a hoax or really the truth. And apparently, it was true!! I can’t believe it!!

I did write a post about Steve Jobs when he passed away few months ago, and I did not even know Steve Jobs before he deceased. So I think it will only be appropriate for me if I, at least, mention Whitney Houston, one of my favorite singers, here also just after she dies. I don’t think anyone can genuinely deny that Whitney Houston is such a great singer. She is so great that it is impossible for me to pick only one favorite song of hers. And now she is gone before I ever have the chance to hear her voice live on a stage. Ah, Whitney, we will definitely miss you. May you now rest in peace…

In some of the news, I did read some comments which I found revolting saying that people should not give tribute to Whitney Houston because she was a drug-addict or whatever. But I do think these people really miss the mark. For me, I do not care about her personal life. It was 100% her business and not mine. What I care and what (I think) people will miss is the Whitney Houston on stage, who, undeniably, is one of the greatest singers ever. Her achievements have made her, at least, deserve a tribute :)

BAHASA INDONESIA

Cuaca

Mulai Senin ini, temperatur udara di Belanda kembali ke temperatur normal musim dingin kali ini nih (baca: antara 0°C dan 10°C), seperti temperatur musim dingin ini sebelum dua minggu yang lalu. Agak aneh juga ya rasanya, padahal kemarin gitu suhunya masih di bawah nol loh (malah pas siangnya hujan salju gitu sih walau cuma sedikit) tapi mulai hari ini, temperaturnya tiba-tiba melompat ke sekitar 7°C. Yang menyebalkan, hari ini hujan dong . Tapi hujannya bukan hujan yang deras sih, cuma gerimis kecil gitu aja.

Apakah arti ini semua? Yah, ini artinya salju ya mulai menghilang gitu deh. Malah, di akhir hari ini, sudah sekitar 90% saljunya hilang loh! Kolam yang membeku juga mulai mencair lagi. Untung deh aku sudah main ice-skating Jumat lalu jadi setidaknya aku sudah memanfaatkan keadaan suhu di bawah nol itu, hahaha :lol: .

Tes TBC Terakhir

Sebagai orang Indonesia, aku harus mengikuti empat kali tes TBC gitu selama aku tinggal di Belanda, masing-masing dengan interval setiap enam bulan sekali. Aku mengikuti tes ketigaku Agustus lalu yang artinya aku hanya perlu untuk mengikuti satu tes lagi. Nah, tes terakhir ini aku ikuti pagi tadi, hahaha :lol: . Tesnya ya gitu-gitu aja sih, sama aja kayak tes-tes yang aku ikutin sebelumnya, nggak ada yang spesial deh. Jadi, ya, akhirnya aku nggak harus ikutan tes-tes gitu lagi! Yay!! 

Whitney Houston

Ketika aku membuka Facebook pagi ini, aku menemukan berita yang mengejutkan sekali: Whitney Houston meninggal dunia kemarin!!  :shock:  Aku terkejut sekali dan langsung deh aku mencari beritanya di Google untuk memastikan apakah berita ini beneran atau hanya hoax semata. Dan ternyata, beritanya beneran! Kaget sekali deh saya!!

Aku menulis sebuah posting tentang Steve Jobs ketika ia meninggal dunia beberapa bulan yang lalu, padahal waktu itu aku nggak kenal Steve Jobs loh sebelum ia meninggal. Oleh karenanya, aku rasa sudah selayaknya ya kalau, setidaknya, aku menyebutkan nama Whitney Houston disini, salah satu penyanyi favoritku, ketika ia baru saja berpulang. Aku rasa nggak ada deh yang bisa dengan benar-benar menyangkal pernyataan bahwa Whitney Houston adalah penyanyi yang hebat. Ia hebat banget deh dan mustahil bagiku untuk memilih hanya satu lagunya sebagai paling favorit. Dan ia kini malah sudah pergi sebelum aku mendapatkan kesempatan mendengarkan suaranya secara langsung di panggung. Ah, Whitney, kamu pasti akan sangat dirindukan. Semoga kini bisa beristirahat dengan tenang…

Di beberapa berita, aku membaca beberapa komentar (yang menurutku) menjijikkan yang menyebutkan bahwa Whitney Houston tidak layak dikenang karena ia adalah seorang pecandu narkoba atau apalah. Menurutku, orang-orang ini sangat tidak tepat sasaran yah. Aku sih tidak peduli ya dengan kehidupan pribadinya. Itu adalah 100% urusannya Whitney dan bukan urusanku. Yang aku pedulikan dan yang (menurutku) orang akan rindukan itu adalah sang Whitney Houston di atas panggung, yang, tidak dapat dipungkiri, merupakan salah satu penyanyi terhebat. Pencapaiannya inilah yang telah membuatnya, setidaknya, berhak untuk mendapat penghormatan :)

#1033 – Winter Activity

ENGLISH

Tennis

You all now know that I like snow. However, this week has given me one thing (finally) on why probably I shouldn’t, haha :P .

As I have mentioned over and over, I am taking three tennis lessons per week this quarter. Yes, I am now on fire! :) Well, I did mentioned this time that one of the course will be held on one of the outside courts (outside of the balloon). And you all also know that last week, it was snowing heavily here in Delft. Just like usual, the snow stays on the ground for quite some time. It has been eight days now and this past one week has also been sunny, but snow is still pretty much everywhere (not that I am complaining :P ). This concerned me a little bit because lately the outdoor tennis courts look like this:

How the outdoor tennis courts in TU Delft look like lately: they now have snow surface!

Yes, the outdoor courts are now pretty much tennis courts with snow surface, :lol: (well, actually they are all clay courts :P ).

On Wednesday, the scheduled day for that outdoor course, I went to the sport center. And because of that snow, I thought the course was (automatically) moved to the ballooned courts. Inside the balloon, I met one trainer (who was training one more advanced class) and he said that the class I was taking was cancelled because of that snow!  And because I was there, it was clear to him that I did not receive any email nor phone call nor sms about the cancellation. So I went to the service desk and it turned out that they failed to notify me, weird. Damn, because of the snow so I only had two lessons this week!! hahaha :P (yes, I am still on fire :D )

Ice-Skating

I mentioned it this time that because of the subzero temperature, most pools around the campus are frozen. By frozen, I mean “frozen” that the frozen surface becomes strong enough to support weight, like human’s. And Dutch people are crazy about ice-skating (proof: read Elfstendentocht: an ice skating competition (or for leisure) held on a 200-km long track  conducted on frozen canals, rivers, lakes, pools, etc when the ice is thick enough to support people (the last it was held was in 1997 though)), so the Sport & Culture Center facilitated ice-skating on one of the frozen pools in the campus for students (we can borrow the ice skating shoes for free, muahahahaha :lol: ).

My friend, Dan, initiated an idea to go ice skating. Well, the thing was, I had done ice-skating only ONCE in my life before, at this time, which was like five and a half years ago; back in August 2006 just after I moved to Bandung. I did not write it in more detail there, but as I said, it was VERY DIFFICULT! And after that one trial, I never did it anymore in my life, huahaha :lol: . And what I did at that time was not really ice-skating anyway as there was no proper instructor and I did not really pay attention to learn it, haha. So probably actually it could be counted as “none”, haha. In fact, I think I promised myself to never do it again in my life. Yeah, it was that bad :lol: . But screw that “promise” and I decided to give it another try yesterday :P .

So after we finished all the works, at 5 PM we went to the designated pool. Oh, we went there in a quite bigger group (about 1o people); this was also one reason why I decided to go as it would be more “fun” with more people, haha :P . It turned out there were not enough ice-skating shoes for everyone (not surprising as it was free so a lot of people would be interested to borrow them) so we decided to just share the ones that we got, which was fine.

And then the ice-skating time. When we arrived there, some other people had been there doing skating and making it looked very easy; but I knew it would not be that easy based on my experience, so I was not falling to that trap, huahaha :lol: . I finally got my turn and put the shoes on. I tried to stand, and then I was reminded why I found it difficult in the first time and promised myself not to do it again: because it was indeed difficult, :lol: . But it was different this time, some friends already knew how to skate and they taught me the technique. Plus, because we did it on a frozen pool, not on a designed-for-skating arena, of course there was no railing on the side which I could hang on to, so I had to do it in the middle already. In the end, I think I was improving, haha. Well, no, I still cannot do ice-skating to the level where I can just skate and move freely (and with higher speed); but at least I am steadily improving. That is the important point, haha :)

After that, we had dinner at the Sport Centre cafe and I had schnitzel. Well, I don’t know, but I think I have fallen in love with schnitzel, huahaha :lol: . It is definitely one of my favorite European meals now :D And after playing foosball after the dinner, we went back home.

BAHASA INDONESIA

Tenis

Pasti pada sudah pada tahu kalau aku suka salju. Namun, minggu ini memberiku sebuah alasan (akhirnya) tentang mengapa sebaiknya aku agak sebal dengan salju, haha :P .

Seperti yang sudah aku sebutkan berkali-kali kan, aku mengambil tiga les tenis per minggu kuarter ini. Ya, aku sangat bersemangat! :) Nah, waktu ini aku sebutkan bahwa salah satu lesnya itu diadakannya di lapangan yang di luar (di luar balon maksudnya). Dan tahu dong, kalau minggu lalu bersalju lebat gitu di Delft. Nah, seperti biasanya, salju ini ya tetap eksis di tanah gitu selama beberapa waktu. Sudah delapan hari semenjak salju turun dan bahkan seminggu belakangan ini cuacanya cerah terus, tapi salju masih ada dimana-mana (aku nggak komplain sih :P ). Ini agak membuatku khawatir sedikit karena akhir-akhir ini lapangan tenis yang ada di luar itu penampakannya kayak gini:

Penampakan lapangan tenis outdoor di TU Delft belakangan ini: permukaannya sekarang permukaan salju!

Ya, lapangan yang ada di luar telah menjadi lapangan tenis dengan permukaan salju, :lol: (sebenarnya sih permukaannya itu permukaan tanah liat gitu deh :P ).

Di hari Rabu, hari dimana les tenis outdoor itu diadakan, aku pergi ke sport center gitu kan. Dan karena salju itu, aku kira kelasnya (otomatis) dipindah ke dalam balon dong. Di dalam balon, aku bertemu seorang pelatih (dia lagi melatih kelas lain yang lebih advance) dan dia berkata bahwa kelas untuk hari itu dibatalkan karena salju!  Dan karena aku berada disana, jelas lah aku tidak menerima notifikasi melalui email atau telepon atau sms gitu mengenai pembatalannya. Jadilah aku pergi ke service desk-nya dan ternyata mereka nggak berhasil menghubungiku gitu, aneh. Damn, karena salju aku jadi cuma les dua kali aja nih minggu ini!! hahaha :P (ya, ya, ya, aku memang masih bersemangat sekali :D )

Ice-Skating

Aku sebutkan pula waktu ini bahwa karena suhu udara yang di bawah nol derajat, kebanyakan kolam di kampus itu membeku. Dengan membeku, maksudku adalah “membeku” sampai-sampai permukaannya yang membeku itu menjadi cukup kuat untuk menopang lebih banyak berat gitu, termasuk berat manusia. Dan karena orang Belanda itu hobi banget main ice-skating (buktinya: baca deh Elfstendentocht: sebuah kompetisi ice skating (atau untuk sekedar refreshing) yang diadakan di jalur sepanjang 200 km  yang mana jalurnya itu berupa kanal, sungai, danau, kolam, dll yang membeku dengan ketebalan es yang cukup untuk menopang manusia (acara ini terakhir kali diadakan tahun 1997)), jadilah Sport & Culture Center-nya kampus memfasilitasi ice-skating di salah satu kolam yang membeku di kampus buat mahasiswa (lumayan loh, kami bisa meminjam sepatu ice-skating dengan gratis, muahahahaha :lol: ).

Temanku, Dan, memiliki ide untuk main ice-skating. Oke, begini deh situasinya, aku hanya pernah melakukan yang namanya ice-skating itu SEKALI saja seumur hidup, yaitu pada waktu ini, alias lima setengah tahun yang lalu; pada bulan Agustus 2006 ketika aku baru saja pindah ke Bandung. Aku nggak menulisnya dengan detail memang waktu itu, tapi seperti yang kubilang, waktu itu main ice-skating rasanya SUSAH BANGET! Dan setelah yang sekali itu, aku nggak pernah melakukannya lagi, huahaha :lol: . Dan yang aku lakukan waktu itu juga bukan ice-skating juga sih sebenarnya soalnya kan nggak ada pelatihnya dan aku juga nggak niat-niat amat buat belajar, haha. Jadi mungkin sebenarnya bisa dibilang aku belum pernah main kali ya, haha. Malahan, aku rasa aku berjanji pada diriku untuk nggak akan pernah main ice-skating lagi loh. Ya ya, waktu itu memang separah itu :lol: . Ah, tapi peduli amat sama “janji” kayak gitu, dan kemarin aku memutuskan untuk mencobanya lagi :P .

Lalu, setelah semua pekerjaan hari itu selesai, jam 5 sore kami pergi ke kolam yang ditunjuk. Oh iya, kami perginya itu dalam grup yang agak besar gitu ya (sekitar 10 orang gitu); dan inilah juga satu alasan mengapa aku memutuskan untuk ikutan; kan lebih banyak orang bakalan lebih “rame” dan asyik, haha :P . Ternyata, sepatu ice-skating-nya sudah hampir habis waktu kami tiba disana (iyalah, gratis gitu pasti banyak yang mau minjem deh) dan kami meminjam beberapa saja dan kemudian gantian memakainya, yang mana bukanlah sebuah masalah.

Dan tibalah waktu ice-skating. Waktu kami tiba disana, sudah ada beberapa orang yang lebih dulu disana bermain ice-skating dan membuat permainan ini seakan-akan tampak sangat mudah; tapi aku tahu ini tidak semudah penampakannya berdasarkan pengalamanku, jadi aku tidak jatuh dalam jebakan itu, huahaha :lol: . Akhirnya giliranku tiba juga dan aku memakai sepatunya. Aku mencoba berdiri, dan langsung ingatlah aku mengapa waktu pertama kali dulu aku merasa ini adalah permainan yang sulit dan sampai-sampai aku berjanji untuk nggak main lagi: ya karena memang beneran susah, :lol: . Tapi kali ini berbeda deh, beberapa temanku sudah pada jago mainnya jadilah mereka bisa mengajariku beberapa teknik dasarnya. Di samping itu, karena kami mainnya di kolam biasa yang membeku, bukan di arena yang didisain buat main ice-skating, tentu saja nggak ada yang namanya railing alias pegangan di pinggirnya, jadi aku harus langsung mencobanya di tengah-tengah gitu deh. Akhirnya, aku rasa kemampuanku main ice-skating meningkat loh. Eh, belum sampai level dimana aku bisa main skating dengan bebas (dan dengan kecepatan yang lebih tinggi) gitu ya; tapi setidaknya perlahan-lahan meningkat deh. Dan itulah yang penting, haha :)

Setelah itu, kami makan malam di cafe-nya Sport Centre dan aku memesan schnitzel. Nggak tahu ya, kayaknya aku sudah jatuh cinta sama schnitzel gitu, huahaha :lol: . Beneran deh schnitzel ini adalah salah satu makanan Eropa favoritku sekarang :D Setelah main foosball setelah makan malam itu, pulanglah kami ke rumah masing-masing.

#1032 – When Snow Falls in February (2)

ENGLISH

Yeah, this post is a sequel to this one. As I mentioned there, last Saturday, just one day after the snow fell in Delft, it was sunny. It was a perfect weather and so I decided to go around Delft and took some pictures, haha :D . And here they are …

BAHASA INDONESIA

Yup, posting ini adalah sekuel dari yang satu ini. Seperti yang kusebutkan disana, Sabtu lalu, sehari setelah hujan salju lebat di Delft, cuacanya cerah. Cuaca semacam ini sempurna banget lah ya dan jadilah aku memutuskan untuk berkeliling Delft dan foto-foto, haha :D . Dan inilah foto-foto tersebut …

#1031 – A Little Bit of Updates

ENGLISH

I know, lately, my posts have been only about the freezing weather that hits the northern hemisphere and I have not really been talking about my life, hahaha :lol: So, let me write a little bit of updates on that :P

Report: Done!

Yesterday, finally I finished typing my internship report! Yay! And it turned out to be thicker than I thought it would be, :lol: . Well, maybe I will still have to do a little bit of revision here and there (after my supervisor takes a look at it), but at least as general it is finished! :) But it doesn’t mean my work is over though. I still have plenty of works to do relating to my thesis, which is pretty much a continuation of what I did in the internship. I have started a little bit on that; and I had a discussion about a case via email with my supervisor last week (it was like chatting, but with email, lol :lol: ) while, unbeknown by me, she was grading a lot of exams at that time. Oops! :oops: Sorry if I was disturbing you with the work! :P Well, I know it is going to be a lot of work but I think it is going to be fine. So, bring it on! :)

Den Haag Today

I went to Den Haag today. There, I stopped by at an orientalmarkt hoping to find fresh-water fish (gurami preferably) I have been craving for ever since I read this Bebe’s post :P . But still, no luck on my side. But it is still very weird though. I mean, the Netherlands is known as the heaven of Asian food ingredients in Europe (you can easily find things like tempe, galangal, turmeric, kaffir lime leaves, etc etc here), but it is difficult to find a fish? Hmmm, is it just me or is this kind of fish really rare to find here? Hmmm.

Anyway, to get to (and back from) Den Haag, of course I caught train. And apparently, the effect of the (abnormally) cold weather was still existing. Some of the trains were late (though it was mostly like 10-15 minutes late, and most of the trains were still right on schedule). But the good thing was that there was very thorough information available everywhere, though some of them was only in Dutch. So it was still okay for everyone and everyone understood what was going on: it was out of control but the company was working their ass off to minimize the inconvenience caused by it. Admirable, no? :)

Again, Tennis Lesson!

As I said last week, this week my tennis lesson for this period starts!! I also wrote there that I am taking three lessons per week this quarter, huahaha :lol: I am still not sure though if I can live up to that, but we will see :) Anyway, so, the first lesson is every Monday and yesterday I attended the first meeting. As I mentioned, two of the three courses I am taking this quarter are in introduction level. It is like the lowest level in the course. The reason I pick them is that because I was already quite late when doing the subscription so that all classes but one in the beginner level (one level above the introduction level) were already full. I enrolled myself in that one beginner class that was still available; but as I mentioned this time, I planned to take more than one course per week. Because I didn’t see myself taking an even higher level yet (intermediate level), my option was the introduction level. Beside, this level is good for me to sharpen my super basic techniques in tennis, like my forehand and backhand shots.

And that one class I had yesterday was one of the introduction courses I am taking. It was fine, though it was super super basic in my opinion, haha :P . This time, most of the students (at least who attended the course yesterday) were Dutch so the trainer spoke back on forth between Dutch and English, :lol: (in the previous course I took, most (if not all) students were international so the trainers spoke only in English). Lucky I still quite understood what the trainer said when she spoke in Dutch to the Dutch students, lol :lol: . She did ask me if I spoke Dutch, but for simplicity sake I just said no, :lol: . I mean, I could understand a little bit but it was not that I was at that level yet to be able to have a tennis training session in Dutch, lol.

BAHASA INDONESIA

Ya ya, akhir-akhir ini, postingku kok cuma berkisar tentang udara membekukan yang menerpa belahan bumi utara ini ya dan agak nggak menceritakan kehidupanku gitu, hahaha :lol: . Ya udah, aku tulis beberapa update deh sekarang :P

Laporan: Selesai!

Kemarin, akhirnya aku selesai mengetik laporan magangku! Yes! Dan laporannya ternyata lebih tebal daripada perkiraanku loh, :lol: . Ya, mungkin aku masih akan harus merevisinya sih (setelah pembimbingku mengeceknya), tapi setidaknya secara garis besar kan sudah selesai gitu ya! :) Tapi ini bukan berarti pekerjaanku sudah selesai loh. Masih ada banyak hal lain yang harus dilakukan yang berhubungan dengan tesisku, yang mana merupakan kelanjutan gitu deh dari apa yang aku kerjakan di magang ini. Aku sudah sedikit mengerjakannya; dan minggu lalu aku berdiskusi dengan pembimbingku mengenai sebuah kasus melalui email (kalau dipikir-pikir, diskusi lewat email itu jadi kayak chatting sih, :lol: ) ketika, aku nggak tahu hal ini waktu itu, pembimbingku sebenarnya sedang sibuk mengoreksi banyak ujian gitu deh waktu itu. Oops! :oops: Wah maaf ya kalau saya malah jadi mengganggu pekerjaannya pembimbingku! :P (habis kan ya meneketehe kalau pembimbingku lagi ngoreksi kan, haha). Ah, akan ada banyak kerjaan nih tapi aku rasa semuanya akan baik-baik saja kok. Jadi, aku sudah siap menghadapinya! :)

Den Haag Hari Ini

Aku pergi ke Den Haag hari ini. Disana, aku mampir di orientalmarkt gitu deh berharap nemu ikan air tawar (gurami misalnya) gitu yang sudah aku idam-idamkan semenjak membaca postingnya Bebe yang ini :P. Tapi, aku masih belum beruntung deh. Tapi ini aneh deh ya. Maksudku, Belanda kan terkenal sebagai surganya bumbu masakan dari Asia gitu kan di Eropa (gampang deh nyari barang-barang kayak tempe, lengkuas, kunyit, daun jeruk purut, dll dll disini), tapi kok malah susah sih nyari ikan? Hmm, apa ini cuma aku saja ya? Atau memang beneran susah buat nyari ikan disini? Hmmm.

Anyway, untuk pergi ke (dan pulang dari) Den Haag, tentu saja dong aku naik kereta. Dan ternyata, efek dari udara dingin (yang nggak normal) ini masih terasa. Beberapa kereta terlambat (walau terlambatnya paling cuma 10-15 menitan aja sih, dan kebanyakan kereta sih masih tepat waktu). Nah, hal yang bagus banget disini adalah ada informasi yang sangat menyeluruh yang tersedia dimana-mana, walau sebagian informasi hanya dalam bahasa Belanda sih. Jadi ya orang-orang ya masih nggak papa dengan gangguan ini, dan mereka justru maklum mengenai apa yang terjadi: ini adalah kejadian di luar kendali dan memang nampak dan terasa nyata kalau perusahaan keretanya berusaha untuk meminimalisir ketidak-nyamanan yang diakibatkan karenanya sebanyak mungkin. Hebat kan ya? :)

Akhirnya, Les Tenis!

Seperti yang kubilang minggu lalu, minggu ini les tenisku untuk periode ini dimulai! Juga telah kusebutkan bahwa kuarter ini aku mengambil tiga les per minggu gitu deh, huahaha :lol: . Aku nggak yakin sih apakah aku akan bisa mengikuti semua jadwal itu, tapi kita lihat saja deh :) Anyway, salah satu kelasnya diadakan setiap Senin dan kemarin aku menghadiri pertemuan pertamanya. Seperti yang sudah kutulis, dua dari tiga kelas yang aku ambil kuarter ini ada di level perkenalan. Dan level ini adalah level terendah gitu deh. Alasan aku memilih dua kelas ini adalah karena aku agak terlambat ketika mendaftar sehingga semua (kecuali satu) kelas di level pemula (selevel di atas level perkenalan) telah penuh. Jadilah aku mendaftar di satu kelas yang belum penuh itu; tapi seperti yang aku sebutkan waktu ini, aku berencana mengambil lebih dari satu kelas per minggu. Nah, karena aku nggak melihat diriku saat ini siap untuk mengambil kelas dengan level lebih tinggi (level intermediate), ya pilihannya ya level perkenalan ini kan. Di samping itu, toh level perkenalan ini juga bagus untuk mengasah teknik-teknik super dasarku, seperti pukulan forehand dan backhand.

Dan kelas Senin kemarin ini adalah kelas level perkenalan ini. Kelasnya oke sih, walau aku rasa ya sangat sangatlah dasar banget ya menurutku, haha :P . Nah, di kelas ini, kebanyakan yang ikutan (setidaknya berdasarkan yang hadir kemarin) tuh orang Belanda gitu deh, jadilah pelatihnya ngomongnya bolak-balik antara bahasa Belanda dan bahasa Inggris, :lol: (di kelas sebelumnya yang aku ambil, yang ikutan hampir semuanya (ato semuanya ya?) mahasiswa internasional jadi pelatihnya ngomong pakai bahasa Inggris aja). Aku masih mengerti gitu sih (secara garis besar) apa yang pelatihnya bilang ketika ia ngomong ke peserta yang orang Belanda itu, lol :lol: . Dia juga bertanya kepadaku apakah aku bisa bahasa Belanda, dan supaya gampangnya aja aku bilang enggak deh, :lol: . Maksudku, aku memang sih ngerti sedikit gitu tapi bukan berarti saat ini aku sudah semahir itu untuk bisa ikutan les tenis dalam bahasa Belanda kan, lol.